NOUS

NOUS
Nous 45



CIEEEE NUNGGUIN, MANA AUTHOR UDAH KODE-KODE DI INSTAGRAM MEREKA!! POLOWW IG MEREKA!!! BURUAN!!! **FOLLOW AKUN MEREKA YUKK.



@alina_anantha


Felicia_Ganesha


yoga_ptramahendra


Yocia_gnshputri


yoshi_ganesha


yovie_gnshmahendra



Nggak pollow? kita unprend yah kawand**.


...Happy Reading...


Rey mendorong brangkas milik Cia di bantu dengan Yoshi, menuju ruang UGD.


"Maaf untuk keluarga, silahkan tunggu di luar, biar kami akan memeriksa saudara Cia" Ucap suster itu.


"Tapi sus?" Rey tampak ingin masuk menemani kekasihnya.


"Udah lah Rey, Biar dokter bisa langsung nanganin Cia." Nasehat Yoshi


"Ya sudah lah"


Akhirnya mereka duduk, sampai pada Akhirnya cewek-cewek datang duluan, sebelum Azlan dan Dion datang.


"Gimana Cia?" Tanya Jihan.


"Iya gimana Cia?" Fariha tampak ikut khawatir.


"Hust, Udah-udah Diem dulu, baru juga sampai," Ujar Gendis menenangkan mereka.


"Biar gw Hubungin bang Yovie" Ucap Yoshi lalu mengambil ponselnya dan mulai mencari nama Abangnya.


"Hallo.." Jawab seseorang di sebrang sana


"Bang Lu kirim salad ke Cia kan?"


"iya kenapa? udah di makan? enak kan," Ujar seseorang di sebrang sana


"Cia keracunan, lu kasih apa salad buah nya?" Tanya Yoshi


"*Apa kok bisa?"


"ya kan lu yang kirim"


"tadi lu bilang salad Buah? gw kirim nya salad sayur pea, pake Grab*" Ucap Yovie


"Ha? Salad Sayur? tapi Cia makan nya salad Buah bang! terus yang kirim katanya Gojek" Jelas Yoshi panjang.


"mana ada, gw tau Cia lebih suka Salad sayur yang sehat, lagian gw pake Grab yang Cepet tapi kata Abang ojolnya tadi ban nya meletus jadi agak lama" Balas Yovie tidak mau kalah.


"Ha?"


Saat mereka sedang telefon-an, Azlan dan Dion datang dengan Adit di belakangnya. "Bapak ngapain kesini?" Tanya Gendis.


"ya mau jenguk sepupu saya lah" sarkas Adit.


"Yoshi, Ini ada salad sayur katanya untuk Cia," Ujar Dion menyodorkan plastik berisi salad Buah pemberian Abang Yovie.


"Sekarang kalian di rumah sakit mana? biar gw susul"


"*Di rumah sakit ......."


"ya Otw*"


Akhirnya panggilan itu berakhir, tepat dengan dokter keluar dari UGD. Semua langsung berdiri menatap dokter itu.


"Gimana keadaan pacar saya dok?" Tanya Rey.


"Gimana keadaan kembaran saya dok?" Tanya Yoshi yang khawatir.


"Kamu kembaran nya? biasanya kalau kembaran mempunyai ikatan, apa kamu sebelumnya merasakan sakit perut?" Tanya dokter itu pada Yoshi.


"perut saya tadi sedikit sakit Dok, apa itu ada hubungannya sama kembaran saya?" Tanya Yoshi kembali.


"iya biasanya berpengaruh, beginj saudari Cia keracunan makanan, apakah sebelumnya dia memakan sesuatu? ada apa yang dia makan terkahir kalinya?" Tanya dokter bernama 'Indah'.


"tadi dia sempat makan salad buah ini dok" Kebetulan sekali Gendis membawa salad itu, karena dia berfirasat bahwa salad itu nanti akan menjadi barang bukti.


"Sini, biar saya bawa ke lab dan di periksa." Akhirnya Gendis memberikan salad itu.


"Sambil menunggu saudari Cia sadar, kalian boleh masuk, tapi tolong jangan berisik" Ucap Dokter itu dan berlalu pergi.


"Makasih dok"


"Gw mau ikut ke lab yak, sekalian nug salad gw cek, takut ikut ada apa-apanya" Dion tampak mengikuti dokter Indah.


"Ada-ada ajah"


Mereka masuk kedalam ruangan milik Cia, ruangan ini sangat bau obat-obatan, namanya juga rumah sakit, kalau rumah makan baru bau masakan.


Rey duduk di samping ranjang milik Cia, begitupun dengan yang lainnya berdiri mengelilingi tubub Cia.


"Aku kurang waspada" Lirih Rey, tangan nya mengambil pelan tangan Cia.


Saat mereka semua sibuk dengan pikiran dan urusan masing-masing, jari Cia mulai bergerak, matanya perlahan membuka.


"Cia sadar" Gendis sadar akan hal itu dan langsung memberitahukan kepada yang lainnya.


"Cia are you okey?" Tanya Gendis


"Kamu gapapa dek?" Tanya Yoshi


"By ada yang sakit? mana-mana?" Rey langsung senang melihat kekasihnya sudah tersadar.


"Diem dulu anjir! dia baru sadar, kenapa kalian kayak wartawan." Sarkas Azlan.


"Minum" Pinta Cia, dengan segera Rey mengambilkan air minum di sebelah nakas Cia.


"Kamu gapapa?" tanya nya kembali.


"Gapapa kok" Jawabnya.


"cuma sedikit pusing." Sambung Cia lalu memegang kepalnya.


"Mending istirahat Ci, Gw mau ke kantin yak" Gendis berdiri dari duduknya.


"Ya udah, kalau titip yogurt sama Lollipop boleh?" Pinta Cia.


"Boleh dong, mau berapa?"


"Emmm"


"Satu ajah" Dengan Cepat Yoshi menjawab dan memberikan duit berwarna biru kearah Gendis.


"Ya udah tunggu yak, agak lama kayak nya," Ujar Gendis.


"Okeh, bye-bye"


"kenapa semua bolos? hp Cia mana?" Tanya Cia.


"Ini nggak bolos, Itu pak Adit juga disini, bang Yovie lagi Otw, terus kita itu khawatir, hp kamu ada di saku kamu lah" Jawab Rey panjang lebar membuat orang di sekitarnya melongo.


"Ci.. makasih yak," Ujar Azlan tiba-tiba.


"Ha? kenapa?" Tanya Cia heran.


"Makasih, lu berhasil kembaliin Rey yang dulu" lanjut Azlan menatap Rey dan Cia bergantian.


"Dih"


Saat mereka sedang mengobrol, dan Cia sibuk dengan ponselnya. tiba-tiba pintu UGD terbuka menampilkan dokter Indah dan Dion di belakangnya.


"Permisi, hasil Lab udah jadi," Ujar dokter Indah.


"Menurut hasil lab, makanan yang dimakan saudari Cia mengandung zat tidak baik, hal itu membuat perut nya merasa sakit." Jelas dokter itu.


"Sedangkan salad sayur yang ini, aman untuk di konsumsi" sambungnya.


"Mungkin itu saja, Nona Cia tolong di jaga makanan nya yah" Pesan dokter Indah, dan Cia hanya menganggukkan kepalanya.


"Ini Salad dari Bang Yovie sebenarnya, lain kali harus di cek dulu, jangan main makan kayak tadi lagi okeh." Reygan tampak mengusap pelan rambut Cia.


"Nyesel gw ikut ke sini," Ucap Dion tiba-tiba sambil duduk di sofa.


"Kenapa?" Tanya Azlan.


"Mereka kalau uwuw nggak unget Tempat, nggak tau sekitar" Dion tampak acuh memainnya ponselnya geser sana sini.


"Hobi gw bikin kalian Iri" Ucap Rey sambil mencium tangan Cia.


"Biadab emang"


Saat mereka sedang saling bercerita, pintu UGD kembali terbuka menampilkan Yovie dan seseorang.


"dek Are you okey?" Tanya Yovie khawatir.


"Okey bang, hehehe. Makasih salad yang ini bang." Cia menunjukan salad yang kini berada di tangannya.


"sama-sama, maaf yah Abang belum bisa jaga kamu" Ucapnya sambil memeluk tubu Cia.


"Kamu nggak kangen Abang?" Tanya seseorang di belakang sana.


"BANG EMIL? ABANGGG CIAAA KANGENNN!!!" Teriak Cia sambil membuka kedua tangannya.


"Diem dek! di rumah sakit! bukan Goa"



...Ini Guys yang Yovie kirim...


...bukan...



...bukan ini okeh...


Reygan tampak mendekat kearah Azlan dan Dion, lalu duduk di samping Azlan.


"Jlan, tolong selidiki ini semua yah" Ucapnya.


Reyhan kemana? Reyhan nggak ada guys dia tadi nggak ikut ke kantin alias lagi sibuk dengan kekasihnya (Elira) Okehh Cukup.


See you(づ。◕‿‿◕。)づ


Good Night(o´・_・)っ