NOUS

NOUS
Nous 71



Hallo prend😗💖


...Happy Reading...


Yoshi memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah yang sudah sepi.


"Yaaa telat." Cia tampak memanyunkan bibirnya.


"jangan di gituin bibirnya, nggak akan di hukum enggak," Ujar Yoshi lalu menggapai tangan Cia untuk di genggamnya.


"Abang!! jangan mentang-mentang kita keluarga Ganesha, kita lari dari peraturan! jadi kita harus lari lapangan lah," Ujar Cia pada sang abang.


"ya udah abang aja yang lari kamu diem, atau liatin abang aja," Ujar Yoshi, mengingat kembaran nya itu mempunyai asma.


"Nggak adil dong bang, Cia ikut lari lah." Cia bersih keras untuk ikut menjalankan hukumannya.


"sayang, demi kebaikan kamu! abang aja yang jalanin, kamu kan nggak boleh kecapean, terus kamu harus jaga kesehatan," Jelas Yoshi kepada kembarannya.


"ya udah iya, Cia bantu doa aja." Cia sekarang ingat dengan penyakitnya ini.


"Ini aja udah ribet, apalagi kedepannya. MAKIN RIBET!." Batinnya pasrah.


"Kamu duduk disana." Yoshi menunjuk sebuah tempat duduk dibawah pohon mangga, yang memang kebetulan ada di lapangan tersebut.


Cia langsung berjalan kearah sana dan duduk di bawah rindangnya pohon mangga itu. Entah apa yang terjadi pada keduanya, ini yang di sebut sifat disiplin atau memang ada apa? bahkan Yoshi melakukan ini tanpa di suruh, walau sebenarnya ada sedikit dorongan dari Cia.


Cia melihat abangnya yang masih berlari mengelilingi lapangan itu, baru tiga kali putaran, keringat sudah bercucuran dari tubuh atletis Yoshi.


Cia berinisiatif untuk ke kantin membeli minuman untuk dirinya dan Yoshi. Tanpa pamit pada abangnya, Cia langsung pergi begitu saja menuju ke kantin.


Beberapa saat kemudian, Cia kembali memunculkannya dirinya di lapangan itu. Bahkan di luar sekolah sangat sepi, tidak ada interaksi apapun disini. Cia masih melihat Yoshi yang sepertinya sebentar lagi selesai. Dirinya merasa tidak enak, OSIS bukannya memberikan contoh yang baik, telat terus di hukum malah dirinya tidak menjalankan hukumannya.


Yoshi akhirnya selesai dan mengambil tas miliknya, kakinya melangkah mendekat kearah Cia yang kini tengah memegang satu botol es jeruk.


"Buat Abang," Ujarnya sambil menyodorkan botol tersebut.


"Makasih." Yoshi langsung mengambilnya dan meminumnya.


Tenggorokannya merasa lega, ketika es itu masuk dan mengalir di tenggorokannya.


"Segerr, ayok masuk! bentar lagi pelajaran pak Ilham selesai." Ajak Yoshi pada sang adik.


"Ayo-ayo,"


Cia dan Yoshi melangkahkan kakinya menuju kearah kelasnya, dari kejauhan terlihat pak Ilham baru keluar dari kelas mereka, dengan cepat Yoshi dan Cia masuk ke kelas.


Semua siswa yang berada disana menatap heran keduanya, Cia dan Yoshi langsung duduk di bangku masing-masing. Mengingat mereka sudah tidak satu bangku satu meja.


"lu kok nggak jemput gw?" bisik Cia kesal di telinga Han.


"kirain gw lu nggak berangkat!" balas Han bisik-bisik.


"Kok lu telat?" Tanya Jio pada Cia.


"telat beberapa menit doang, tadi cuma keliling lapangan dulu, jalanin hukuman." Bukan Cia yang menjawab melainkan Yoshi yang berada di sebelah Jio.


"Oalah begitu, tapi kan kalian bisa langsung masuk kelas?" Tanya Azlan kepada Cia dan Yoshi.


"Yakali anak OSIS kasih contoh nggak baik," Ujar Cia.


"Bener sih, lupa gw kalau lu OSIS." Dion ikut menyaut yang berada di belakang Cia.


Kelas yang awalnya berisik karena kejadian keterlambatan Yoshi dan Cia, mendadak menjadi diam membisu karena kedatangan guru di depannya kini.


Guru itu langsung memulai aktivitas mengajarnya. Semua siswa hanya diam dan fokus menatap kearah papan tulis.


...•••...


Tidak terasa satu jam telah berlalu, kini jam istirahat sudah terdengar. Semua siswa bernafas lega dan senang, tidak ada hal yang menyenangkan ketika sekolah selain jamkos dan jam istirahat.


"Saya pamit undur diri, Selamat siang." Guru itu pergi setelah mengucapkan kata terakhirnya.


"AKHIRNYA!!" Dion bernafas lega dan menyenderkan kepalanya pada senderan kursinya.


"Ci, kok lu bisa telat!" Tanya Azlan.


"Ini semua gara-gara Han! dia nggak jemput gw," Ujar Cia kesal.


"Ya maaf, lu nggak chat gw? gw pikir lu masih sakit jadi ya udah gw tinggal," Ujar Han enteng.


"Jadi gw itu tadi berangkat bareng bang Yoshi, terus di tengah jalan bang Yoshi nawarin beli bubur dulu, padahal bel sebentar lagi, terus selama perjalanan kita makan dulu tuh bubur. Sampai kekenyangan gw," Jelas Cia sambil mengelus perut rata miliknya.


"ini berarti gara-gara si Yoshi sih fiks," Ujar Dion menunjuk Yoshi.


Yoshi yang merasa di tunjuk oleh Dion hanya menunjukan wajah datarnya. Di satu sisi Rey hanya menyimak percakapan mereka, Rasa ingin ikut menimbrung cukup besar, namun rasa gengsinya ternyata lebih cukup besar.


ingat!! TEMAN! bisa dibilang sekarang Jio masuk kedalam circle nggak jelas milik mereka.


"Cusss!! walau masih kenyang, tapi gw mau pesen minum!" Ucap Cia lalu berdiri.


"Yok lah gass," Farihah dkk ikut di belakang Cia.


Mereka berjalan serombongan menuju ke kantin. Sebut saja mereka Circle yang paling terkenal di SMA Ganesha ini, mereka terkenal karena berisi orang-orang ketjeh seperti Cia dkk.


Akhirnya mereka serombongan sampai di kantin tersebut, Cia memang awalnya tidak lapar, namun saat melihat tukang batagor langganannya. Tiba-tiba dirinya pengen memakan batagor.


"Gw pesen..."


"Bakso deh"


"....."


"......"


"...."


Mereka memesan makanan nya masing-masing, Dion heran kepada teman-temannya yang hanya ngomong.


"Ngomong doang! yang pesen siapa?" Tanya Dion.


"Lu lah," Ujar Farihah menunjuk Dion.


"Mana cukup tangan gw, mending Azlan ajah." Dion kini menyenggol lengan Azlan.


"G" jawab Azlan singkat.


"Ajlan kebanyakan main sama Yoshi, jadinya dingin-dingin kayak dimandiin," Ujar Han kepada Azlan.


"Stop! biar gw aja yang pesen. Catet aja, buruan!!" Ujar Cia kesal.


"Gw bantu!" Jio dan Yoshi berdiri bersamaan.


"Buset giliran Cia aja banyak yang bantu, lah gw?" Lirih Dion namun masih bisa di dengar oleh semunya.


"Cia cewek," Ujar Jio mencoba membela Cia.


"Cia baru sembuh," Sambung Yoshi.


"Cia butuh bantuan!!" Ujar kedunya kompak.


"Udah mending lu diem deh, daripada skakmat Mulu!" Ucap Han sambil ketawa ngik ngok.


"Miris amat hidup ku yon-yon," Jihan ikut tertawa.


Cia, Yoshi dan Jio pun akhirnya memesan makanan pilihan mereka semua, Yoshi bagian membawa minumannya, Jio membawa makanan seperti batagor, Somay, dan empek-empek, sedangkan Cia membawa makanan kuah seperti bakso, soto dan Mie ayam. Jangan heran dengan pesanan Circle itu, mereka memang pencinta makanan kantin yang memang harganya cocok di kantong.


Cia membawa nampan itu berhati-hati, dirinya berada di tengah. Jio jalan duluan sedangkan Yoshi berada di belakangnya untuk menjaga Cia.


Saat mereka melewati meja milik Jessi dkk, Alluna dengan sengaja menyodorkan kakinya keluar dari meja. Hal itu membuat Cia langsung kaget dan terjatuh.


...PRANG......


"CIA!!" teriak beberapa orang yang berada disana.


Cia terjatuh, beberapa piring bahkan pecah di hadapan Cia. Tangannya terluka akibat terkena serpihan piring itu, sedangkan kaki dan bagian pahanya melepuh karena terkena kuah panas itu.


"Sor-Sorry!" Ujar Alluna.


"MAKSUD LO APA!!!" Bentak Han yang langsung berlari mendekat kearah tempat perkara.


"LU PIKIR GW NGGAK TAU!! LU SENGAJA KAN!!!" Han semakin tersulut amarah..


"Awww." Ci meringis kesakitan.


Rey hendak berdiri dan menolongnya. Namun sayang, dirinya kalah cepat dengan Jio yang dengan sigap melepas Hoodie yang di kenakan nya dan menutupi rok Cia. Jio segera menggendong Cia menuju ke UKS untuk menyembuhkan lukanya.


"MAKSUD LU APA BANGSAT!!!" Bentak Yoshi pada Alluna.


...Finish...


Sehari tanpa fenomena Nous? bukan Novel mommy namanya༎ຶ‿༎ຶ


Follow Instagram Mommy dong, nanti Mommy bakalan on Instagram lagi🌚 yang pasti update-update tentang novel Nous🐣💖


@Lonely_friend3030


Selamat malam dan beristirahat 🙏