NOUS

NOUS
Nous 43



...Happy Reading...


Pagi ini Cia berangkat dengan Yoshi, karena Rey bilang dia ada urusan. Tidak masalah untuk seorang Cia jika memang urusan Rey sangat penting.


"Bang, lama kita nggak ke pantai, ayok Minggu ini kita ke pantai," Ajak Cia pada Yoshi yang sibuk mengendarai mobil yang mereka tunggangi.


"Ke pantai nya Minggu depan gimana? Minggu ini kita harus ketemu kakek Irfan sama Nenek Milla" Ajak Yoshi


"Boleh-boleh, Aku juga kangen sama Nenek." Cia tersenyum senang.


...•••...


Tak perlu waktu lama, mereka telah sampai di parkiran sekolah. Kebetulan sekali mobil Rey juga baru saja terparkir di sebelahnya.


"Itu Rey, Babay Abang .... Muach" Cia mencium pipi saudaranya, karena takut marah seperti kemarin lagi.


"hm" jawab Yoshi lalu mulai turun dari mobilnya, bukannya menemui Rey dan Cia yang di sebelahnya, Dirinya malah pergi begitu saja.


"Pagi by," Sapa Cia.


"Pagi juga sayang, ayok masuk" Ajak Rey lalu menggandeng tangan Cia.


"Kamu mulai hari ini harus selalu di dekat aku" Ucap Rey sambil berjalan menuju ke kelas mereka.


"lah kenapa? kan biasanya kita juga selalu berdua by," Ucap Cia menatap Rey yang berada di sampingnya.


"Nggak, aku nggak mau kamu kenapa-kenapa" Ucap Rey semakin erat memeluk tangan Cia.


"Aneh, kalau ada apa-apa bilang yak by," Ujar Cia.


"iya-iya"


Akhirnya mereka sampai di dalam kelas, Rey cukup tau sikap Cia yang manja, tapi Rey tidak keberatan memang itu ciri khas seorang Cia, dia akan manja pada orang yang sudah dekat dengannya.


Namun Rey terlihat khawatir, soalnya kemarin habis pulang dari rumah Cia dan Yoshi. Rey mendapat pesan dari orang yang di kenal, dengan pesan.


"Jaga Cia baik-baik" Hal itu membuat Rey semakin over protective kepada Cia.


"By kamu duduk di sana yak, jangan jauh-jauh dari aku," Ujar Rey lalu duduk di samping Cia dan kembali menggenggam tangan Cia.


"Semakin kesini semakin aneh kamu yak by" ucap Cia heran.


"Aku aneh, ingin yang terbaik untuk kamu kok by," Ujar Rey lalu mulai mempersiapkan alat tulisnya.


"Cia, Hari ini kita harus ke ruang OSIS, kak Naufal panggil kita." Tiba-tiba dari arah meja pojok terdengar suara Alluna.


"Akh iya, aku ingat sekarang. Aku mau ke ruang OSIS by." Ucap Cia lalu berdiri dari duduk nya.


"Aku temenin sampai ruangan OSIS yak." Rey ikut berdiri dari duduknya dan berjalan mengikuti Cia dari belakangnya.


"Kamu kenapa sih by? pagi ini aneh banget tau" Ucap Cia.


"Gapapa, aku mau yang terbaik ajah"


Setelah mengantar Cia keruang OSIS, kebetulan salah satu anak Jeyden ada yang masuk OSIS, oleh karena itu Rey menyuruh nya untuk mengawasi dan menjaga Cia.


Pelajaran pak Budi pun dimulai, ilmu-ilmu biologi yang terus mengalir seperti rucika, mengalir sampai jauh.


"Nskjsisksnns kskdkskmdndjs ldmjxidisksndnbsi ksjdisikaksmsnbuelwl kdjdisksnbdjs kdksklsmsndjiwksl"


Mudah bagi anak-anak yang pintar, apa daya Dion yang hanya memainnya TipX dimejanya, ia Coret-coret, Karena apa? menurutnya Pelajaran Biologi sangat membosankan.


"Baik, selanjutnya kalian kerjakan soal yang A, hanya 10, nanti langsung di cocokan." Tekan pak Budi lalu kembali duduk di bangkunya.


"Buset pak, soalnya segini, jawabannya satu kebon sekolah" Komen Agus.


"suka-suka saya," Jawabnya enteng.


"Yoshi, Yoshi" Bisik Dion meminta contekan pada di ahli Sains.


"Hm" jawab Yoshi singkat.


"no dua apa?" Tanya Dion bisik-bisik.


"Pak saya izin ke toilet sebentar." Yoshi tampak berdiri dari duduknya, kemudian kaki nya melangkah keluar kelas.


"Anjir, terpaksa gw harus pake cara ini" Dion mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.


"Kali ini ajah, lu bantu gw. kapan-kapan bantu gw lagi yak" Ujar Dion pada benda yang kini di pegangnya.


"Menurut brainly,Ular termasuk ke dalam anggota ordo Squamata, sedangkan buaya termasuk ordo Crocodilia. Ciri-ciri ordo Squamata antara lain:


Memiliki kulit yang mengandung zat tanduk


Lidahnya pipih bercabang dan dapat dijulurkan


Bersisik tebal yang tersusun atas zat tanduk


Memiliki skeleton luar yang terdiri dari tulang belakang, rusuk dan tengkorak


Tidak memiliki tulang dada seperti buaya"


"BUNYI APA ITU?" tanya pak Budi heran. Pak Budi tampak mendekat kearah Dion yang mati-matian menahan hpnya agar tidak ketahuan.


"Berani banget, kamu pakai google untuk menjawab soal, Sini hp kamu!" Pak Budi menyodorkan tangannya.


"Tapi pak, ini harta saya satu-satunya pak, jangan di ambil yak" Dion tampak mohon-mohon.


"nggak saya apa-apa kan, nanti pulang sekolah temui saya di ruang guru!" Pinta pak Budi, Akhirnya mau tidak mau Dion menyerahkan hp miliknya.


"Lu sih baperan, mana nggak mau bantu, bikin nambah beban lah iya" Umpat Dion sambil melihat hp miliknya.


"ADA YANG MENGGUNAKAN HP LAGI? SINIKAN HPNYA, KITA BAHAS DI RUANG GURI NANTI KETIKA BEL PULANG SEKOLAH!" Tegas pak Budi sambil berjalan maju.


"lu sih, Dion" Sarkas anak-anak disekitarnya.


...FINISH...


Hai ketemu aku lagi,xixixi makasih yang amu terus-menerus MWEHEHEH, mulai ada teka teki nih, Rey ajah nggak tau siapa yang mengirim pesannya. Yang tau ayok komen yak😁