NOUS

NOUS
Nous 73



Rey melangkahkan kakinya menuju ke UKS, dirinya sudah tidak bisa menahan rasa ingin bertemu dengan Cia.


Saat diri ya sudah sampai di ambang pintu UKS , dengan percaya diri Rey mengetuk pintu itu.


"Hm masuk." Rey yang mendengarnya langsung melangkahkan kakinya masuk.


Cia sedikit terkejut siapa yang datang ke ruangannya. Tapi dirinya mencoba untuk biasa saja dan, "ngapain?" Tanya Cia sambil mencoba bersender pada ranjang UKS.


"Cuma khawatir sama kamu," jawabnya sambil tersenyum kearah Cia.


"Owh, gw gapapa." Rey yang mendengarnya bernafas lega, kemudian dirinya duduk di kursi tunggu.


"Lu bolos?" Tanya Cia kepada Rey.


"Nggak, tadi izin ke toilet." Jawab Rey seadanya.


"Ini UKS bukan toilet, kalau cari toilet dari ruang UKS ini. Lurus ada ruang TU dan ya di sampingnya ada Toilet laki-laki," Jelas Cia menjelaskan arah ke toilet.


"Tadi cuma basa basi, boleh nggak sih? kalau aku khawatir sama kamu?" Tanya Rey menatap intens wajah Cia.


"H-haa, gw nggak mau ya dibilang pelakor sama cewek lu," Ujar Cia.


"Ci, mau peluk boleh?" Tanya Rey pada Cia.


Cia yang tahu bahwasanya Rey butuh sandaran dan sebuah pelukan, setelah otak, hati dan perasaannya mempertimbangkan nya, Akhirnya Cia mengiyakan Rey untuk memeluknya.


"Heem," Jawab Cia sambil menganggukan kepalanya.


Dengan perasaan senangnya, Rey langsung memeluk tubuh Cia dengan erat, Tubuh ini adalah tubuh yang paling dia rindukan, parfum yang sama seperti dulu masih dia cium wanginya hingga kini. Rey menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Cia.


perlahan-lahan nafasnya bertabrakan dengan leher Cia, otomatis Cia merasa geli akibat nafas Rey. Namun, Cia mencoba menahan gelinya dan mengelus-elus punggung Rey.


Rey menangis disana, sudah lama dirinya tidak mengadu pada pemilik tubuh ini, sungguh dari hati yang paling dalam... Rey merindukan Cia, Cia yang kini bukan miliknya lagi.


Cia merasa ada yang basah di lehernya, "kok nangis? kenapa?" Tanya Cia kepada Rey.


"Aku jahat banget yah," hanya kalimat itu yang terlontar dari bibir Rey.


"maafin aku yah," lanjut Rey masih memeluk tubuh Cia.


Cia hanya mengangguk sebagai jawaban, dirinya tau. Pasti Rey lagi ada masalah, seperti masa lalu mereka. Rey selalu menceritakan semua harinya yang terjadi kepada Cia.


"Lagi ada masalah kan? kenapa? sini cerita," Pinta Cia merasa kasihan kepada Cia.


"Mama sama papa cerai," lirih Rey dalam pelukan Cia.


Cia cukup terkejut, sungguh. Dirinya masih syok dengan apa yang di dengarnya.


"Papa selingkuh sama mama nya Jessi," Ujar Rey menangis.


"Rey bisa ikut sendiri, tapi Rey juga butuh kasih sayang," Ujar Rey mengadu.


"Ci, nggak mau marahin papa Rey? Rey kasihan sama mama," Ujar Rey kembali.


"Ci, Jeyden Club udah bubar. Bahkan sekarang Rey udah nggak ada temen," Ujar Rey kembali.


Cia masih setia mendengarkan semua keluh kesah yang Rey ucapkan, hatinya tersentuh.


detik demi detik telah berlalu, Rey sepertinya sudah menjadi lebih baik. "Udah?" Tanya Cia kepada Rey yang sudah melepaskan pelukannya.


Rey mengangguk kecil, puas sekali dirinya setelah berceritakan tentang masalahnya.


"Balik ke kelas sana, gw mau istirahat," Ujar Cia kepada Rey.


"Iya-iya." Rey akan beranjak pergi dari sana. Namun, sebelum pergi Rey mencium kening Cia.


Rey tau yang di lakukan nya ini salah, namun dirinya sudah tidak bisa menahan hal ini. Cia di buat tercengang dengan apa yang Rey lakukan.


"Bisa-bisanya," Ujarnya sambil mengelus kening yang baru saja di cium Rey.


Cia akhirnya kembali berbaring, Cia kini merasa tubuhnya semakin lemah. Tiba-tiba pikiran negatif lewat begitu saja, apakah selama ini dia menjadi beban buat keluarganya? apakan selama ini dirinya telah menganggu orang lain?.


Cia mencoba membuang jauh-jauh pikiran negatif itu, dirinya memutuskan untuk beristirahat kembali.


...••••...


Bell istirahat makan siang kembali terdengar, di sekolah Ganesha ada dua jam istirahat. Jam pertama pukul 09.30 dan jam kedua pukul 11.30.


Cia masih terlelap di dalam mimpinya, Yoshi masuk ke ruang UKS dengan Jio di sebelahnya.


"Lu kenapa sih? ngikutin gw sama ketemu Cia Mulu? demen?" Tanya Yoshi pada Jio.


"gw cuma khawatir," jawabnya.


"yaudah gw keluar," Ujarnya sambil keluar dari UKS.


"baperan," lirihnya.


pintu UKS kembali terbuka, menampilkan Han dengan beberapa kantong plastik di tangannya.


"Apa tuh?" tanya Yoshi.


Akhir-akhir ini Yoshi bertobat menjadi dingin, dirinya lelah di bilang terlalu cuek oleh orang-orang di sekitar nya.


"Makanan lah! nanya lagi," jawab Han kesal.


"ya apa? buat siapa?" Tanya Yoshi kembali.


"Buat kita, Gw, Lo, sama Cia." Han menaruh makanan tersebut di meja.


"Makasih," ujar Yoshi mulai membuka makanan itu.


Cia sedikit merasa terganggu ketika mendengar obrolan. Dirinya membuka matanya secara perlahan-lahan.


"kalian."


"Ci, makan?" tawar Han sambil menyodorkan sebungkus mie level.


"Mau," jawab Cia manja sambil memanyunkan bibirnya.


"ya sini." Han hendak berdiri dan mendekat kearah Cia, niat hati ingin menyuapinya. Namun, Yoshi segera menarik Han agar duduk kembali.


"Sini aja! biar gw aja," Ujarnya lalu duduk di samping Cia.


"ada-ada aja," Batin Cia sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Han hanya menatap Yoshi sinis.


Yoshi mulai menyuapi Cia yang kini berada di hadapannya. Pintu UKS kembali terbuka menampilkan Carmella sendirian.


"Ciaaa!!!" Ucapnya sambil melangkahkan kakinya masuk.


"Cia aku denger dari anak-anak kelas kamu masuk UKS, kenapa? siapa yang bikin kamu kayak gini? ngomong-ngomong, biar aku yang urus," Ucap Caramel khawatir.


Yoshi di buat bingung dengan Carmella yang dulu selalu menganggu hari-harinya, Han di buat keselek akibat tingkah Carmella. Cia hanya mengangkat alisnya ikut bingung.


"Kok diem? kenapa?" Tanya Carmella lagi


"e-em gapapa kok, gw gapapa," Jawab Cia.


"Denger-denger gara-gara Alluna ya? kok bisa? dulu mah di kenalnya kalem, ternyata sikap aslinya gini?" Tanya Carmella pada Cia.


"Mungkin dia nggak sengaja," Jawab Cia asal.


"Apaan jelas-jelas gw liat, dia sengaja nyodorin kakinya," Saut Han yang kesal.


"Tuh kan, biar gw kasih perhitungan sama dia!!" Ujar Carmella hendak berdiri.


"Jangan mel, udah biarin aja." Cia menahan tangan Carmella.


"Kenapa? aku nggak terima ya." Carmella menatap Yoshi yang menatapnya aneh.


"Aku nggak terima teman aku di giniin," sambungnya.


"Uhuk-uhuk-uhuk." Yoshi tersedak akibat terkejut dengan ucapan Carmella.


"Kenapa bang? minum-minum." Cia menyodorkan segelas air kepada Yoshi.


...Finish...


...27 Desember 2021...


*Tim mana?


Jio×Cia


Rey balikan sama Cia


Yoshi×Carmella


Yoshi×Alluna


komen yuk*!!


Maaf jika typo bertebaran dimana-mana 🙏