
Hallo semuanya, selamat malam gengsss.
Saya Comeback, setelah kemarin padat banget jadwalnya.
...Happy Reading...
Pagi ini Cia sudah bersiap dengan seragam yang menempel pada tubuhnya. Dirinya sedang bersiap-siap dengan mengisi beberapa keperluannya.
"Ya, ini lagi." Cia tampak menghembuskan nafasnya saat melihat 2 Vitamin yang harus dia bawa kemana-mana.
...tok-tok-tok...
"Dek, ayok turun." Yovie tampak mengetuk pintu kamar Cia.
"Iya bang, sebentar." Cia menggendong tasnya dan mengambil Almet OSIS kebanggaannya.
"Udah semua? hari ini abang libur, jadi abang bakalan nungguin kamu di sekolah," Ujar Yovie mengusap rambut Cia.
"Bang, Cia udah besar loh. Bukan anak SD yang baru masuk sekolah, jangan di tungguin lh," Ujar Cia tampak mencoba tersenyum manis.
"Hei, hari ini kamu ada jadwal terapi. Biar abang yang bakal temenin kamu, abang juga mau lihat-lihat sekolah. Kan kemarin baru renovasi lapangan OSIS." Ucap Yovie panjang lebar.
"ya, terserah." Jawab Cia pasrah.
"habis istirahat jadwal kamu Terapi, nanti abang sama bang Andi bakalan jemput kamu di kelas," Ujar Yovie kembali.
"Iya bang, berisik mulu," Lirih Cia.
Cia dan Yovie telah sampai di lantai bawah, selama perjalanan dari lantai 3 sampai lantai bawah. Cia hanya mendengarkan celotehan dari mulut Yovie yang pada dasarnya memang sangat bawel.
"Good morning semuanya," Sapa Cia kepada Ayah, Bunda dan kembarannya yang sudah duduk di meja makan.
"Morning juga,"
"Morning sayang,"
Semuanya menjadi senyap ketika waktu Breakfast di mulai, Cia hanya memakan Roti dan salad buatan Bundanya itu di temani segelas susu putih.
"Makan nasi lah dek," Ujar Yovie.
"Nggak biasa," Jawab Cia seadanya.
"Hari ini kamu terapi, kamu harus makan dulu." Yovie menatap Cia.
"bawel banget, nggak ya enggak!!" Cia ya Cia, dia harus tetap pada pendiriannya.
"Sudah lah Vie, biarin adik mu. Dia kan emang nggak biasa sarapan nasi, setidaknya dia sudah makan salad sayur." Feli tampak menegur putra pertamanya.
"Ya." Jawabnya singkat.
Keluarga itu akhirnya melanjutkan acara sarapan mereka dengan saling diam satu sama lain, apalagi Yoshi yang sedari tadi hanya menyimak obrolan ini.
Setelah sarapan selesai, Cia sempat duduk dulu dengan keluarganya sambil menunggu Yovie bersiap-siap.
"Ayok cepat pakai sepatu," Ajak Yoshi pada kembarannya.
"Ha? berangkat aja duluan," Ujar Cia.
"Kamu berangkat sama abang kan? ayok, nanti telat loh." Yoshi berdiri dengan keadaan siap.
"Nggak, aku berangkat sama bang Yov, katanya mau ngecek sekolahan." Cia berbicara tanpa menatap Yoshi.
"Ha? ya udah bareng deh." Yoshi duduk kembali di sebelah Cia.
"Jangan, mending Abang berangkat bawa mobil sendiri." Tolak Cia.
"Kokkkk???" Tanya Yoshi heran.
"Iya soalnya nanti kan Cia mau terapi, jadi nanti kita pulangnya nggak bareng," Ujar Cia apa adanya.
"Nggak, Abang ikut!!" Ucap Yoshi tetap kekeh.
"Ngintilin Mulu, aku udah sama bang Yov bang, harusnya makasih dong, aku udah mau sempetin kamu deket-deket lagi sama Alluna," Ujar Cia kembali.
"Apasih tuh mulut, ya udah abang berangkat duluan. Sampai ketemu di sekolah," Ujar Yoshi kembali berdiri dan perlahan berjalan menuju keluar Mansion.
"Nah kan bener, makannya jangan sok peduli sama gw," Ucap Cia.
Cia ketika berangkat dengan bang Yovie, dia masih bisa bersantai. Karena, bang Yovie juga akan masuk ke sekolah jadi tidak perlu khawatir terlambat.
...Kring...Kring...Kring...
Cia mengangkat tombol berbentuk telefon itu dan menempel kan hp nya pada telinganya.
"Hallo Han, ada apa?" Tanya
"......."
"Bagus sih, Hem cakep-cakep. Tanam saham yang banyak di perusahaan itu yak, biar sewaktu-waktu waktu narik nya biar langsung roboh tuh perusahaan," Ujar Cia tampak bersemangat.
"Kapan-kapan lah, semenjak nggak di Bandung, Gw jadi nggak bisa asal keluar tau Han. Thanks banget loh udah mau bantu gw dari 0," Ucap Cia tersenyum manis.
"........."
"Eh udah dulu ya, gw mau berangkat sekolah," Ujar Cia lalu mematikan ponselnya secara sepihak.
Mood Cia seketika membaik, ketika mendapat kabar dado Farhan. Dari bangun tidur mood dia sudah kacau, ketika mengingat dirinya harus terapi kedua kalinya.
pasti obatnya akan menjadi bertambah, dan dia juga harus menggunakan alat-alat yang sangat ribet menurutnya.
"Ayok Ci, BUNDA!!! YOVIE SAMA CIA BERANGKAT." Teriak Yovie lalu merangkul adik perempuannya.
...•>•>•...
Yovie menjalankan mobilnya menuju ke sekolah, banyak hal yang harus dia lakukan hari ini bersama dengan adik perempuan satu-satunya.
...Kring....Kring....Kring...
"Siapa?" Tanya Yovie.
"Stella," Jawab Cia setelah melihat nama yang tertera pada ponselnya.
Masih ingatkah kalian dengan Stella? teman Cia yang berada di London.
"Hallo Stel, what's wrong?"
"........."
"OMO!!! seriusan??" Yovie terkejut ketika mendengar adiknya berteriak sambil tersenyum bahagia.
"......."
"Siap lah, hati-hati kalian berdua. Sampai ketemu di Indonesia nanti malam," Ujar Cia lalu memutuskan sambungan telefon.
"Astaga dek, ada apa? kok kayaknya kamu seneng banget," Tanya Yovie ikut tersenyum. Karena baginya, kebahagian Cia juga kebahagiannya.
"Lira sama Stella mau ke Indonesia dong, mereka berdua udah lulus hiks," Cia tampak gembira dengan berita yang baru di dengarnya.
Stella adalah wanita yang pandai, dia menggunakan jalur lompat kelas, walau usianya masih sama dengan Cia namun dirinya sudah bisa kuliah pertengahan tahun ini.
"Syukur kalau gitu, ikut seneng dengernya." Yovie ikut tersenyum bahagia.
Mereka telah sampai di sekolah, Cia dengan segera berjalan menuju ke kelasnya.
"Pagi Ci, kok lu telat?" sapa Han.
"bareng bang Yov," Jawab Cia santai dan duduk di bangkunya.
"Lah Yoshi mana?" Tanya Dion pada Cia.
"dia udah berangkat 15 menit sebelum gw, jadi gw nggak tau," jawab Cia acuh.
"udah-udah bahas nanti aja, kayaknya gw tau kemana dia," Ujar Azlan kemudian berdiri.
"sama dong, firasat gw juga sama bang." Cia juga ikut berdiri mengucapakan salam pada guru yang baru masuk.
"Yocia, Alluna, dan Yogie silahkan untuk menuju ruang OSIS, buka dulu group OSIS nya ya." Ucap Guru itu setelah membaca pesan yang ada di ponselnya.
"Akh, Iya. Kalau begitu kami permisi," Cia dan Jio keluar kelas.
"biasa urusan Pensi kelas 12," Ujar Han.
...•||...
Jio dan Cia hanya diam selama perjalanan menuju ruang OSIS, sampai akhrinya Jio mencoba membangun topik dahulu.
"Hari ini kau Terapi ya?" Tanya Jio.
"He'em"
"mau aku temenin?" Jio mencoba menawarkan dirinya.
"nggak usah, aku bareng bang Yovie kok," Balas Cia menolak lembut tawaran Jio.
"Mungkin kapan-kapan ya." Jio mengangguk sebagai jawabannya.
"Itu Yoshi bukan si?" Tanya Jio ketika melihat dua orang berbeda jenis itu sedang berlari mengelilingi lapangan.
"Iya, bener sih dugaan gw. Ya udah biarin aja," Ujar Cia acuh.
"Hawa nya nggak enak, brader."
...Finish...
Yogie? Yogie adalah Jio. Sangat unik bukan nama dengan panggilannya? Baca di IG Mimin yuk @Lonely_Friend3030. Follow juga ya