
...:¨·.·¨: Welcome to:¨·.·¨:...
...🅂🅃🄾🅁🅈 🄻🄾🄽🄴🄻🅈...
HALLO SEMUANYA💗😰 apa kabar nih???🤺 Baik-baik ya!!! Sebelumnya jangan lupa untuk
➻ Like
➻ Komen
➻ Vote
Yuk follow sosmed Authornya dulu, dan pantengin anak-anak Author🤺 @Lonely_Friend3030 dan @Nous_Official123.
Aku bakalan spoiler di Instagram dan Tik tok!!! Pantengin terus yak🔥🔥🔥
...Salam hangat...
...:¨·.·¨:𝔏𝔬𝔫𝔢𝔩𝔶𝔉𝔯𝔦𝔢𝔫𝔡:¨·.·¨:...
...Happy Reading...
Hari-hari telah berlalu, seperti biasanya. Tidak ada kejadian menarik yang cocok untuk di ceritakan.
Elira mendudukan bokongnya di salah satu meja di kantin bersama Cia. Disana ada Han, Yoshi, Cia, dan Jio yang duduk dalam satu meja.
"Mau pesan apa nih Bu guru cantik?" tanya Dion yang duduk di meja sebelahnya.
"Sekali lagi lu gitu, gw penggal pala lu!" Peringat Han dengan menatap sinis Dion.
"ampun mazzeh,"
"Mau pesan apa?" tanya Jio kepada Cia.
"Apa aja, yang penting jangan makanan yang di larang kakak kamu." Jawab Cia menimpali.
Siapa yang tahu? bahwa dokter Dwi itu kakak sepupu dari Jio? Jio itu sudah bisa bersaing dengan Doraemon yang serba bisa.
Jio menganggukan kepalanya. Saat hendak beranjak dari meja, "Ji, nitip sekalian boleh?" Tanya Gladis sedikit ragu-ragu.
"Aduh maaf dis, lu nitip Dion atau Rey aja. Soalnya gw mau pesen banyak."Jio menolak dan pergi begitu saja.
"owh, oke."
Semuanya menikmati makanan masing-masing, sesuai dengan teori Yovie. Kini di kantin sekolah ada meKdi dan KeeFCi.
Jio dan Cia semakin hari semakin dekat, Han dan Lira yang menempel bagai kertas dan prangko, Rey dan Jessi yang semakin hari semakin ga jelas hubungan nya, Azlan yang masih saja mengharapkan dia yang jelas-jelas saingan nya tuhan nya, Dion yang masih Gamon dengan mantan nya, Yoshi yang seperti orang tidak normal yang menutup akses pintu hatinya, dan hanya Gladis yang hanya bisa merangkai nya dengan kata.
Takdir memang berbeda, terkadang yang baik buat kita. Malah, bukan yang terbaik untuk seseorang di sisi lain.
Besok tiba sudah acara pensi sekolah, jatuh pada hari Kamis sesuai hasil rapat OSIS dan persetujuannya kepala sekolah.
Selasa kemarin, perdana bagi Jio menemani Cia konsultasi. Dan dari situ terungkap bahwa dokter Dwi sepupu dari Jio.
"Selesai kita harus urus buat besok kan?" tanya Jio pada Cia.
"Iya, ga nyangka bentar lagi gw naik kelas dan nggak sampai satu tahun lulus," Ucap Cia tersenyum.
"Setelah itu nikah sama gw, ya ga?" tanya Jio.
Akhir-akhir ini Jio sudah mempublik perasaan nya kepada Cia, namun dia menggunakan nya sebagai candaan. Seperti, "Kamu cantik, cocok jadi ibu anak-anak ku kelak," , "Cia, kalau kamu udah sembuh kita langsung ke KUA" , "Cia ayok pacaran" , "Cia kan wanita tercantiku"
Cia bukan tidak peka, dia sendiri juga bingung dengan perasaannya untuk Jio. Atau bisa di bilang masih abu-abu.
Setiap Jio mengungkapkan perasaannya, Cia hanya terkekeh kemudian menggelengkan kepalanya pelan.
"Enak aja!! Kuliah dulu," Ujar Yoshi dingin.
"Lu kalau bukan calon kakak ipar gw, udah gw pukul lu. Kan seelah menikah bisa kuliah bareng," Ujar Jio menaik turunkan alisnya kembali.
"udah-udah, Jio ayok ke Aula buat besok." Cia berdiri dan pergi melangkahkan kakinya menuju kantin.
"Duluan Gess, mau urus negara bareng ibu negara," Ucap Jio terkekeh lalu pergi.
Setelah dilihat-lihat Jio dan Cia menjauh, Han kini membuka suara. "Menurut lu, Jio serius nggak dengan omongan nya?" Tanya nya menatap Yoshi serius.
"Ga tau, tanya aja sendiri."
"Tuhan, jangan!"
"Tuhan, jangan sekarang!"
...••••...
Jio memberhentikan motornya di depan gerbang rumah milik Cia, Cia pulang dengan Jio karena mereka pulang lebih sore dari biasanya.
"Makasih ya," Ucap Cia tersenyum manis.
"Sama-sama cantik, obat sama vitamin nya jangan lupa di minum, langsung bersih-bersih terus tidur ya. Pasti cape banget, besok pake baju batik yang kemarin beli, karena kita Couple," Ujar Jio tak ada henti-hentinya.
"Iya-iya, bawel."
"Gapapa bawel sama calon ibu dari anak-anak aku," Ujar Jio tersenyum Smrik.
"Aku harap kamu menghilangkan perasaan kamu untuk aku itu Ji, Karena sampai kapan pun aku tidak pantas untuk siapa-siapa." Cia tersenyum getir, hatinya terasa sakit kala bibirnya berucap.
"hust, kamu ngomong apa sih? kamu itu memang cocoknya sama aku doang, udah jangan gini! masuk gih," Perintah nya.
Cia mengangguk dan pergi memasuki area rumahnya, Jio menatap kepergian Cia dengan senyuman.
"Bahkan jika memang harus mengorbankan nyawa sekali pun aku mau, kalau itu sebuah senyuman mu!"
...••••••...
Pagi ini SMA Ganesha sudah terlihat sangat ramai, mereka menggunakan baju peran masing-masing. Di pastikan bahwa setiap kelas harus ada perwakilan untuk pentas seni kali ini.
Cia menggunakan rok span batik, dengan baju batik atasan model mengembang. Cia bahkan terlihat sangat elegan menggunakan ini.
Cia dan Yoshi duduk di kursi barisan keluarganya. Perlahan-lahan semuanya sudah hampir masuk, terlihat Feli dan Yoga yang memakai baju seiras berjalan dengan Andi di sampingnya.
"Selamat pagi bunda, ayah." Sapa Jio tersenyum manis lalu menyalami kedua tangan orang tua Cia.
"Iya dong bun, Doain ya Bun."
Feli tersenyum dan mengangguk, sedangkan Yoshi menatap tajam manik mata Jio. Yoga hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan, kenapa dia bisa ada di posisi seperti ini?.
MC disana sudah siap dan memulai acaranya, seperti biasanya. Di buka dengan sambutan dan berbagai lagu yang di putar.
Setelah acara pidato dan acara kelulusan kelas 12. Waktu telah berlalu, bahkan beberapa kelas sudah menampilkan pentas seni nya, kini sudah tiba di penghujung acara
Andi kini berdiri tepat di tengah-tengah panggung aula itu, tema yang di ambil anak-anak OSIS adala lh Indoor biar tidak panas.
"Bukan kah ini puncak acara?" Tanya Yoshi tersenyum Smrik.
"Puncak acara sesungguhnya itu ini bukan?" Han yang duduk di samping Jio imut tersenyum.
"Aura nya pada serem-serem anjir," Ujar Jioa menggaruk lehernya.
"Sebelumnya jangan bubar dulu bapak ibu sekalian, saya ingin memberikan sedikit informasi."
"Sesuai beberapa berita yang beredar di Fanbase SMASHA. Berita atas pengurungan putri dari pemilik sekolah ini Yocia Ganesha Mahendra akan saya ungkap kali ini."
"Seseorang dengan sengaja menguncinya di dalam kamar mandi lama dan gelap. Serta, udara yang menipis."
Semuanya hanya diam mendengarkan dengan seksama, terlihat dua wanita yang kini duduk di bangku siswa keringat dingin.
"Dan berikut rekaman Cctv-nya." Terlihat rekaman Video di belakang sana.
"Pintar sekali bukan pelakunya? Namun itu cukup muda bagi kami untuk mengungkap fakta sebenarnya."
"Alluna Cantika, Gadis dari kelas IPA. DIA PELAKUNYA!!!" Andi menunjuk kearah dimana Alluna dan Jessi duduk bersebelahan.
semua lampu yang ada menyorot semuanya. Feli berdiri dari duduknya, dan hendak menghampiri nya.
"A-apa? b-bukan aku pelakunya!! itu bohong!!" Elaknya.
"Kalau udah ketangkap mah nggak usah ngelak kali, mau nyimpen bangkai gimana pun akan tercium juga baunya." Elira tersenyum sinis.
...PLAK...
Feli menampar pipi Alluna dengan kasar. "Itu permulaan buat anda yang sudah berani menggangu putri saya," Ujar Feli dengan sorot kebencian.
...PLAK...
"Buat anda yang sudah bikin putri saya terbaring rumah sakit,"
...PLAK!!...
"buat anda yang sudah bikin putri saya trauma kembali,"
...PLAK...
"buat anda, yang sudah menghancurkan kesehatan anak saya!!"
"KAMU ITU IBLIS ALLUNA!!! KAMU ITU SEPERTI MAMA KAMU!! YANG HANYA BISA MENGHANCURKAN KEBAHAGIAN ORANG LAIN!"
"NGGAK MAMPU BAHAGIA SENDIRI YA KAMU HAH!!?"
Feli bagai kerasukan Reog, bahkan seluruh kulitnya terlihat merah saat marah.
...PLAK...
"SUDAH CUKUP KAMU BUAT ANAK SAYA MENDERITA ALLUNA!!!"
"jaga bicara anda dengan saudara saya nyonya Mahendra," ujar Jessi yang ikut berdiri.
"DIAM!!" sentak Feli menatap tajam Jessi.
Semuanya menatap tak percaya kepada Alluna, gadis itu menunduk sambil memegangi wajahnya.
"CEPAT MEMINTA MAAF KEPADA PUTRI SAYA!!" Feli menjambak rambut milik Alluna, sehingga membuat pemiliknya kesakitan.
"LEPASIN," rintihnya.
Feli melepas jambakan itu dengan kasar, dan mendorong Alluna hingga terjatuh di lantai.
"YA SAYA MENGAKU!! SAYA YANG MELAKUKAN NYA." Alluna berteriak kacau.
"Bagus,"
"Bagus,"
Feli bertepuk tangan dan mengelilingi Alluna yang tergeletak di lantai. Semua menatap nya dengan iba, namun tidak ada yang berani menolongnya.
"kamu iri kan dengan putri saya?" Feli mencengkram dagu Alluna agar menatapnya.
"Kalau kalah saing mah, saingin balik! yakali jatuhin mentalnya." Feli membuang wajah Alluna dengan kasar.
"Udah Bun, udah.." Yoga menenangkan Istrinya dan mencoba membawa nya duduk di kursi.
"Saya mau!! cabut saham dia dan hancurkan semua keturunannya!!!" Ancam Feli dan pergi meninggalkan aula.
"Dengar kan? istri saya lebih menyeramkan." Yoga mengikuti istrinya pergi.
"makasih loh lun, karena kamu? hidup aku menderita dengan paru-paru yang sudah tidak sempurna ini," Ujar Cia pergi.
Semua yang ada disana saling berbisik-bisik karena apa yang telah di dengarnya. Semua langsung memandang Alluna rendah, Karena pada dasarnya memang sudah rendah Allunanya.
"APA KALIAN TIDAK ADA HATI NURANI UNTUK MENOLONG SAUDARA SAYA??" Teriak Jessi meminta pertolongan.
...~•~•~•~•~...
..."*Aku hanya sebelah mata," ...
...Finish...
...Author deg-degan Woi*?!...
...open akun Menfess nih Author...
...cek di @Menfes_ac.offc!...