NOUS

NOUS
Nous 54



***Kalian kecewa nggak sama alur nya? kayaknya Kalian kecewa deh😔 Tapi emang Rey bukan cowok baik-baik. Maaf yah kali ini ikuti Alur Author (づ。◕‿‿◕。)づ


#DUKUNG_NOUSTerbit


#NOUS_NAIKLEVEL


NOUS PUNYA GROUP CHAT SENDIRI TAU! INI UNTUK UMUM YAH SEKALIAN KITA BAHAS-BAHAS TENTANG NOUS. WKWKWK SEKALIAN BIAR KALIAN TAHU JADWAL AUTHOR UPDATE.


KAPAN AUTHOR UPDATE, DAN KAPAN AUTHOR LIBUR GITUლ(´ ❥ `ლ)


KALAU MAU LINK GROUP NYA, SILAHKAN HUBUNGI AUTHOR👁️👄👁️


083865683501 (Elira***)



...Happy Reading...


Seminggu telah berlalu, Cia sudah mulai berlatih beberapa teknik menjaga diri yang dasar. Menurut Irfan sendiri mengajari Cia sangat mudah, cucu perempuan satu-satunya ini bisa paham apa yang dia ajarkan dengan cepat, Hal itu membuat Irfan mudah untuk mengajarinya.


Kemarin Han kembali ke Jakarta karena dia akan berhenti sekolah untuk sementara, dia juga akan keluar sementara dari sekolah Ganesha itu untuk sementara waktu dan menetap beberapa bulan di Bandung bersama Cia.


Hari ini Han belum kembali, mungkin dia masih sibuk dengan hal yang ada di Jakarta, Pagi ini Cia sedang berolahraga dengan setelan training nya.


"Pagi Cucu Nenek," Sapa Milla yang baru selesai berbelanja.


"Pagi nenek nya Cia yang paling cantik," Balas Cia dengan senyum manisnya.


Akhirnya setelah beberapa hari ini belajar dengan kakek Irfan, Cia menemukan jati dirinya yang sesungguhnya.


"Nenek mau masak apa?" Tanya Cia yang mengikuti Milla masuk kedalam mansion.


"Mau masak seafood asam manis, sama tumis kangkung," Ujar Milla mulai mengeluarkan belanjaan yang baru dia beli.


Bagi Cia walau dia mencoba berubah dari sifat nya yang childish [Kekanak-kanakan] namun tidak melupakan kewajibannya sebagai perempuan, yaitu salah satunya memasak.


"Cia bantu yah." Cia mengambil beberapa sayuran yang akan di Cuci.


Yovie sudah pulang hari Selasa lalu, karena dia mendapat kabar dari karyawannya bahwa ada salah satu Proyek yang ada masalah. Cia tidak terlalu keberatan seharian dengan abangnya juga sudah hari yang memuaskan menurutnya.


Irfan berjalan menuruni tangga, melihat kedua bidadarinya yang sedang memasak dengan begitu kompak membuatnya menarik sedikit sudut bibirnya.


"Selamat pagi bidadarinya kakek," Sapa Irfan sambil tersenyum.


"Pagi kakeknya Cia yang tampan," Ujar Cia dengan cengengesan.


"Sibuk amat, Cia mau home schooling?" Tanya Irfan pada Cia tiba-tiba.


"Nggak perlu Kakek, Cia hanya ambil cuti sebulan, nanti Cia bakalan ngebut kok di rumah sambil latihan sambil belajar gitu," Jelas Cia menunjukan deretan giginya.


"Ya udah kalau itu mau kamu, Kakek boleh kan bilang sama ayah bunda kamu? tentang semuanya?" Tanya Irfan pada Cia. Dia tidak mungkin melatih cucunya tanpa izin anak dan menantunya.


"Baru Cia mau minta tolong, biar kakek yang ngomong. Heheheheh" Ujar Cia cengengesan.


"Gampang, biar nanti kakek yang ngomong langsung," Ujar Irfan lalu membuka koran nya dan di temani secangkir kopi hitam di meja makan.


Di satu sisi, Han keluar dari mobil miliknya. Setelah satu Minggu dia libur akhirnya dia akan mengambil Cuti panjang ini.


Han melangkahkan kakinya menuju ke kelasnya, sungguh dia kurang bersemangat hari ini selain tidak ada Cia kali ini, kekasihnya juga sedang sakit di sana.


"Pagi guys," Sapa Han mencoba bersemangat menyapa teman-teman kelasnya.


"Pagi Reyhan"


"WIHHH AKHIRNYA NIH BOCAH DATANG," Ujar Dion lalu merangkul Han untuk duduk di kursinya.


"Apa-apaan ini?" Tanya Han curiga pada Dion.


"Gapapa kok, lu kan habis liburan masa nggak ada oleh-oleh," Ujar Dion sambil mengangkat alisnya.


"Bawa baju kotor noh di apartemen," Ujar Han dengan malas.


"Nggak boleh pelit Han, orang pelit kuburan nya sempit." Dion ikut duduk di samping Han.


Yoshi tampak mendekat kearah Han dan Dion, "Dimana Cia?" Tanya nya langsung.


Pertanyaan Yoshi pada Han membuat Rey yang tengah sibuk memainkan ponselnya melihat Yoshi dan Han. Rey ikut mendekat dan mengumpul dengan teman-temannya.


"Mana gw tau," Jawab Han acuh.


"dia bilang katanya sambil lu," Ujar Yoshi kembali.


"Bilang dimana Cia?" Bukan Yoshi yang bertanya melainkan Rey kekasih Cia.


"Makanya kasih tau, biar nanti kita bisa minta maaf," Ujar Rey kembali.


"Dengan kalian meminta maaf, tapi melakukan hal yang sama lagi, malahan lebih buruk mungkin, apakah bisa membuat Cia bahagia?" Tanya Han.


"CEPET KASIH TAU!!!" Yoshi terlihat emosi saat Han tidak mau memberitahu dimana kembarannya.


"Kok ngegas? Kalian sayang kan sama Cia? Biarkan dia menenangkan dirinya sendiri, katanya sayang kok bikin kecewa," Ucap Han dengan senyum smirk nya.


"Kalau sayang biarkan Cia menenangkan hati dan pikirannya, jadi nggak usah ribet deh. Dia pergi juga karena ulah kalian sendiri," Ujar Han kembali.


"Tapi no hp nya kok nggak aktif?" Tanya Yoshi kembali.


"Namanya lagi nenangin diri!! ya nggak main hp atau sosmed lah anjir," Han begitu kesal saat melihat respon teman-temannya.


"Udah sih tinggal nurut ajah, Cia pasti baik-baik ajah, mending kalian duduk. Tuh gurunya udah masuk," Ujar Azlan dengan menunjukkan senyum manisnya.


Yoshi dan Rey kembali ketempat duduknya masing-masing, Rey kini duduk dengan Yoshi karena dia tidak mau Cia semakin marah dengan nya.


...•••••...


Bell istirahat akhirnya berbunyi, Yoshi dan teman-temannya berjalan menuju ke kantin. Kini mereka tengah mendengarkan ocehan Dion yang sangat tidak penting.


"Oh iya gw mau bilang, kalau gw sama Cia bakalan ambil Cuti, mungkin sebulan." Ucap Han enteng, Ucapan Han tersebut membuat teman-temannya berhenti tiba-tiba.


"Nggak usah main-main lu! Jangan bercanda!" Peringat Yoshi yang tampak kesal.


"Tenang Shi, urusan beres-beres rumah sana nyetrika mah Bang Yovie bakalan sewa pembantu," ujar Han membuat Yoshi menarik sebelah alisnya.


"kok lu tau?" Tanya Yoshi


"apasih yang Han nggak tau? Udah lah kalian makan aja duluan, gw mau ke ruang bang Adit ambil berkas." Han berjalan berbeda arah dengan teman-temannya.


"Makanya kalau bertindak mikir dulu pea" Celetuk Dion tiba-tiba.


Kini hanya penyesalan yang Rey dan Yoshi rasakan, Yoshi sendiri lebih kecewa pada dirinya sendiri.


...••••...


Kini Cia tengah belajar menggunakan pistol dengan baik dan benar, bagaimana cara menembak musuh, bagaimana cara menembak cara musuh. Irfan dengan semangat mengajari cucu perempuannya.


Cia memang cucu perempuan satu-satunya di keluarga Mahendra, karena anak dari Shinta dan Sendhy adalah laki-laki dua.


"Bagus nak, kakek bangga dan puas ajarin kamu." Irfan bertepuk tangan Bangga pada Cucunya.


"Cia udah bener kek?" Tanya Cia kembali.


"iya sesuai, kamu mau liat markas nya nggak?" Tanya Irfan.


"Mau kek, ayok kesana" Cia tampak mendekat kearah kakeknya.


"ya sana siap-siap," Ujar Kakek Irfan.


"kok siap-siap, pake baju ini ajah! ini mau ke markas mafia bukan mau ke pesta jadi nggak usah pake dress pake ini ajah."Ucap Cia sambil memutar badannya.



...style Cia....


"Cucu Kakek udah berubah yah, bagus deh." Irfan hanya bisa membatin dari perubahan cucunya.


Akhirnya Cia dan Irfan menaiki mobilnya, dan menjalankan nya keluar dari Mansion.


...~~~...


Hari telah berganti Sore, Han baru saja sampai di Bandung, Awalnya dia akan mengajak mamanya. Namun, mamanya akan menjaga butik miliknya di Jakarta.


"Assalamualaikum nek," Salam Han saat memasuki rumah itu dengan menarik koper miliknya.


"Wa'alaikum salam nak, Han udah kembali?" Tanya Milla.


"iya Nek, udah ini. Cia kemana?" Tanya Han pada Neneknya.


"Dia sama Kakeknya sedang mengunjungi markas yang ada di Bandung," Ujar Milla.


"yaudah, Han mau bersih-bersih dulu yah, bau nih badan Han," Ujar Han berdiri dari duduknya.


"Ya sana, Nanti kalau mereka udah balik Nenek bilang," Ucap Milla kembali membuka majalah nya.


...Finish...