
Hallo gengss, Maap ya tahu tiba-tiba menghilang dan 10 hari lebih nggak update🌚 Emang sepadat itu jadwal tahu😠Organisasi sekolah udah jalan and ya waktu tahu abis buat belajar 🌚
Masih setia nunggu Nous nggak sih?? yuk absen yang baca ini komen ya!!!
...Edisi Yoshi dan Cia Full time....
...Happy Reading...
Cia mematikan ponselnya, moodnya seketika hancur setelah membaca pesan dari mantannya itu.
"mending tadi gw konser dulu di kamar, tik tok an atau apa kek," Ujarnya sambil mengaduk minuman yang ada di hadapannya.
"Bang Yoshi lama amat!! mandi atau ngapain sih dia, udah lama loh duduk disini." Cia mengumpat kasar.
"Jangan marah-marah, kenapa Hem?" Tiba-tiba terdengar suara dari belakang Cia.
Cia langsung menoleh dan melihat ada kembaran nya disana.
"Akhirnya datang juga, kok lama??" tanya Cia kepada Yoshi.
"lah kamu bilang abang dateng nantian aja kan?? ini nggak terlalu lama sayang, kamu kenapa?" tanya Yoshi heran.
Sebelum berangkat Cia masih baik-baik saja, mengapa setelah bertemu di cafe wajah Cia tampak cemberut dan Bete?? siapa yang bikin kembarannya seperti ini?? ayok maju!!.
"Tadi ada orang ngajak ketemu, giliran udah di tungguin lama-lama. Eh, malah nggak dateng!!! kan kesel!!" Cia tampak semakin cemberut.
"udah dong jangan cemberut nanti malah cantiknya berkurang, eh jangan cantik-cantik deng, nanti banyak yang suka lagi." Yoshi mengambil hoodie nya dan menutup wajah Cia.
Padahal posisi mereka di meja pojok, dan Cia duduk berhadapan dengan tembok. Siapa yang akan melihatnya jika seperti ini?
"Kok abang gw jadi pea? kena saraf dia?" Batin Cia.
"Bercanda, udah pesan makan belum hm?" Tanya Yoshi.
Cia menggeleng sebagai jawabannya, Yoshi langsung memanggil pelayan dan mulai memesan untuk dirinya dan Cia.
Sambil menunggu pesanan keduanya, Cia dan Yoshi hanya santai-santai dengan ponsel keduanya.
"Abang ciss." Cia menyodorkan kameranya dan mencoba foto bersama dengan abangnya.
Yoshi hanya menurut dan menatap kamera.
"Senyum kek bang, masa mukanya datar Mulu. Nggak bosen apa?" tanya Cia.
"lah kan emang gini Abang?" Yoshi mengangkat alisnya.
"Ishh, udah lah!" Cia akhirnya fokus kembali kepada ponselnya dan mulai memfoto sekitarnya.
Pertama Cia memfoto lukisan tembok yang menurut nya abstrak dan terlihat sangat cantik.
Kedua Cia mulai memfoto kedepan arah pintu keluar dan kasir.
Ketiganya Cia memfoto pemandangan senja yang menurutnya indah. Ini adalah alasan mengapa Cia duduk di pojok dan dekat kaca, Karena dirinya bisa menikmati indahnya senja di cafe ini.
Cia mengambil secangkir kopi di depannya dan meminumnya, matanya melihat keluar.
...Cekrek...
Yoshi tentu saja tidak mau membuang waktu ini sia-sia, dia langsung memfoto Cia dan menyimpannya.
Cia tidak sadar bahwasannya saudara kembarnya itu memfotonya.
"Permisi meja no 8 dengan pesanan ......." Ucap pelayan itu sambil menaruh beberapa makanan di hadapan keduanya.
"Iya, terimakasih ya mbak." Cia memandang makanan di depannya dengan girang.
"Ini untuk Bill nya, silahkan menikmati hidangan dan selamat Sore." Pelayan itu pergi dari Meja Cia dan Yoshi.
"Selamat makan sayang." Yoshi mengusap lembut kepala Cia.
Cia dan Yoshi mulai menyantap makanan yang mereka pesan tadi. Cia tampak lahap menikmati makanan tersebut.
"Habis ini mau kemana?" tanya Yoshi.
"Emmmm." Cia tampak berfikir, tempat apa yang ingin dia kunjungi.
"Kalau nonton gimana?? ada film hantu yang baru liris bang, ayok nonton." Ajak Cia antusias.
"dengan senang hati tuan putri," Balas Yoshi
Cia hanya terkekeh, Yoshi juga terlihat sangat bahagia. Bagi Yoshi kebahagiaan adalah ketika seseorang yang berada di dekatnya sedang bahagia dirinya juga bahagia.
...••••...
Cia dan Yoshi sudah selesai makan, mereka langsung membayar makanan tersebut ke kasir dan pergi dari Cafe itu.
"Mau nonton di Mall mana nih?" tanya Yoshi yang kini sudah duduk di kursi pengemudi dan Cia di sampingnya.
"Terserah, Abang mampir Starbucks yak. Mau beli minuman sama cemilan," Ujar Cia.
"Siap ayok, kemanapun abang antar," Ujar Yoshi.
Yoshi menjalankan mobilnya menuju Mall ****, karena perjalanan menuju ke sana melewati Starbucks.
"Adek ingat besok hari apa?" tanya Yoshi mencoba membangun topik setinggi langit seperti harapan.
"bagus, besok harus ambil vitamin tambahan dirumah sakit, tadi bunda mau bilang tapi katanya lupa." Ucap Yoshi masih fokus menyetir.
"Capek bang," lirih Cia.
"kok capek? kan kamu cuma duduk."
"ish, gimana ya Cia kedepannya? masa Cia hidup bergantungan dengan obat dan vitamin? Cia harus terapy setiap minggunya," Ujar Cia.
"Sayang, kamu harus semangat hidup dong. Abang mau kamu sembuh, bahkan bukan cuma Abang. Ayah, Bunda, Omah, Opah, Kakek, Nenek." Jelas Yoshi.
"Kamu pasti bisa, ada abang yang selalu ada di dekat kamu sayang, Abang janji akan selalu ada disisi kamu," Ujar Yoshi.
"Halah udah kayak buaya aja nih abang gw, gw butuh bukti bukan janji." Batin Cia muak.
Dengan semua masa lalu yang terjadi dan kini Cia harus percaya dengan omongan-omongan Yoshi? kayaknya Cia akan mulai ragu dengan semuanya.
"Itu Starbucks nya, udah jangan si pikirin. Sana mau pesen apa," Ujar Yoshi.
Cia mengangguk dan keluar dari mobil, Cia memesan dua minuman dan beberapa cemilan dan makanan yang ada di Starbucks.
Yoshi hanya menunggu di mobil sambil memainkan ponsel miliknya.
Beberapa menit telah berlalu, bahkan kini Yoshi sudah mulai bosan di mobil. Namun, Cia keluar dengan paper bag di tangannya dan berjalan mendekat kearah mobil Yoshi parkir.
"Lama ya bang?" tanya Cia.
"Maaf, tadi ngantri banget soalnya." Cia mulai duduk dan memasang sabuk pengaman.
"Udah mau Maghrib nih, kita berhenti di masjid dulu yak." Ucap Yoshi.
Cia mengangguk setuju dan Yoshi mulai menjalankan mobilnya.
...••••••...
Kini Yoshi dan Cia sedang duduk di ruang tunggu, film "Makmum 2" akan segera di mulai dalam waktu 10 menit lagi.
"Ayok bang duduk di barisan paling depan." Cia tampak antusias berlari kecil kesana kemari dengan popcorn yang berada dalam tangannya.
"Iya sabar sayang, belum dibuka itu pintunya," Ujar Yoshi mencoba sabar menghadapi sikap childish seorang Cia.
Setelah pintu terbuka, Cia dan Yoshi bergandengan tangan mencari tempat duduk sesuai nomor.
Kebetulan Cia dan Yoshi mendapat bangku barisan no dua dari depan dan no tiga dari samping kanan.
Cia tampak antusias menunggu film di mulai.
Yoshi tidak fokus kepada film namun dirinya hanya fokus kepada kembarannya yang kini sedang menikmati film yang sedang berputar di depan sana.
"Aaaaaa" Teriak Semuanya kaget..
Ketika hantu itu tiba-tiba bergelantungan di atas. Cia menutup matanya rapat-rapat dan mengeratkan tanganya pada Yoshi.
"Takut Ternyata," Sindir Yoshi terkekeh.
"Ish, mana ada takut. Cuma kaget ajah," Ujar Cia mencoba menetralkan nafasnya yang memburu.
Yoshi tersenyum mengiyakan apa yang di ucapkan kembaran nya.
Keduanya menikmati film tersebut ditemani popcorn dan minuman Starbucks sisa tadi.
...••••...
Setelah 1 jam lebih mereka menonton, akhirnya film selesai. Cia terlihat sangat senang setelah menonton cerita ini.
"Ayok pulang, pasti ayah dengan bang Yovie sudah pulang," Ajak Yoshi.
Cia mengangguk-anggukan kepalanya, dirinya masih menggenggam tangan Yoshi. Walau asik ceritanya namun feel nya sangat dapat, bahkan sekarang Cia tampak was-was. Takut ada hantu di kanan, kiri atau belakangnya.
Yoshi menjalankan mobilnya menuju kediaman Yofel. Cia masih tampak takut karena film tadi.
"Kalau nonton film hantu buat kamu kayak gini mah, tadi Abang ganti aja nonton kartun buat kamu dek," Ujar Yoshi memeluk Cia sambil berjalan masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumussalam,"
"Darimana kalian?" tanya Yoga yang sedang membaca koran di ruang tamu.
"habis jalan-jalan ayah, Cia capek yah. Cia bobo dulu yak," Ujar Cia lalu menaiki tangga menuju kamarnya.
"EHH AYAH!! JANGAN LUPA PASANG LIFT YA!! BARU BEBERAPA TANGGA AJA CIA UDAH NGOSH-NGOSHAN," Teriak Cia tampan terdengar hingga lantai dasar.
...Buah jatuh tak jauh dari pohonnya...
...Feli\=Kayak Toa masjid ...
...Cia\= Terompet Sangkakala...
...finish...
...20-Januari-2022...