NOUS

NOUS
Nous 80



...:¨·.·¨: Welcome to:¨·.·¨:...


...🅂🅃🄾🅁🅈 🄻🄾🄽🄴🄻🅈...


HALLO SEMUANYA💗😰 apa kabar nih???🤺 Baik-baik ya!!! Sebelumnya jangan lupa untuk


➻ Like


➻ Komen


➻ Vote


Yuk follow sosmed Authornya dulu, dan pantengin anak-anak Author🤺


Aku bakalan spoiler di Instagram dan Tik tok!!! Pantengin terus yak🔥🔥🔥


Salam hangat


:¨·.·¨:𝔏𝔬𝔫𝔢𝔩𝔶𝔉𝔯𝔦𝔢𝔫𝔡:¨·.·¨:


...Happy Reading...


Pagi tadi pukul 04.30 WIB, Yoga, Feli, Ommah dan Oppah sudah terbang menuju All England untuk pengobatan sang Grandparents.


Kini Cia sedang sibuk dengan dapur nya, sepulang dari bandara dia memutuskan untuk langsung mandi dan memasak untuk sarapan. Waktu sudah menunjukkan pukul 05.56, yang dimana waktu ini biasanya mereka sarapan bersama.


Cia menaruh tiga telor ceplok, salad sayur dan juga nasi merah. Nasi merah atau nasi dari beras merah adalah salah satu makanan favorit keluarga ini.


Yovie dan Yoshi bersama-sama menuruni tangga, karena lift yang mereka mau buat belum selesai dan menunggu Yoga dan Feli pulang dari All England.


"Selamat pagi Cia," Sapa keduanya. Cia tersenyum manis sebagai jawaban nya.


"Ayok makan bersama, Cia udah masak banyak." Cia tampak antusias dan duduk di kursinya.


"Dek, Gimana Stella sama Lira? udah sampai?" tanya Yovie mengambil piringnya.


"Stella sama Lira kesini?" Tanya Yoshi menatap keduanya.


"Iya, nanti sore Cia mau jalan-jalan sama mereka," Ujar Cia tersenyum bahagian.


"Senyum kamu tidak bisa menutupi rasa sakit yang kamu rasakan, Ci." Batin Yovie menatap dalam adiknya.


Mereka segera melangsungkan acara sarapan ini lebih cepat, "sayang, minum dulu obat kamu sama vitamin nya di bawa ya!" Perintah Yovie kepada Cia.


"Yoshi!! Abang nitip Cia sama kamu ya, awas kalau kamu nggak bener jaga princess nya Abang!! kick juga kamu dari warisan Ganesha Mahendra ini." Ucap Yovie panjang lebar menatap intens adik laki-lakinya.


"Bawel, jelas lah bakal di jaga. Tenang pasti balik masih bersegel Yocia Ganesha Mahendra." Balas Yoshi tak kalah dingin dengan Yovie.


"Diem ngapa sih, Cia bisa kali jaga diri sendiri. kayak nggak kenal Cia aja," ucapnya mulai membenarkan baju dan sepatunya.


"Cia kan Strong!!!"


...┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅┅...


Mobil milik Yoshi memasuki pekarangan parkiran sekolah, Yoshi segera turun dan melarang Cia membuka pintu mobil. Yoshi dengan cepat membuka kan pintu untuk adiknya dan menggandengnya menuju ke kelas.


"Tumben, ada apa nih?" ucap Cia terdengar lirih.


"Emang salah?" tanya Yoshi semakin mengeratkan genggaman tangannya.


"Nggak sih, Cuma kek aneh aja." Ucap Cia jujur sejujur-jujurnya.


"Seaneh ini? atau selama ini abang jarang gandeng kamu?" tanya Yoshi membuat Cia mengacuhkan pundaknya.


Mereka berjalan beriringan memasuki kelas, seketika mereka berdua menjadi pusat perhatian kelas. "Ada apa gerangan nih?" Tanya Dion seolah-olah tidak paham.


"Lu iri kan Yon? makanya nyari cewek," Ujar Azlan.


"Dih, mereka kan saudaraan. Adik gw kelas 5 SD an*ing, yang ada gw kayak bapak nya kalau gandeng dia," Ujar Dion.


"ya karena itu, makanya cari cewek. Yakali gamon Mulu sama Sherly," Ucap Rey menimpali keduanya.


"lagian juga, jadian cuma 2 hari. Gamon nya satu semester," Lanjut Cia membuat mereka tertawa.


"DIEM DEH KALIAN!!!" Dion tampak kesal dan mulai bersender pada kursi.


Hari ini jam pertama adalah matematika, Cia sempat mendapat kabar dari kelas sebelah. Bahwa guru matematika nya sedang mengadakan ulangan harian dadakan. Hal ini membuat Cia harus bergulat dengan rumus-rumus yang membuat hidupnya kacau.


...Kring.... Kring... Kring...


Bell terdengar nyaring, pertanda jika jam pertama akan berlangsung. Pak Iwan datang dengan tampang nya, dan buku yang di apit tangan nya.


"Selamat pagi semuanya,"


"Selamat pagi pak,"


"Ayok yel-yel nya,"


Benar sekali, salah satu yang membuat mereka tidak suka pelajaran Matematika dengan pak Iwan adalah adanya Yel-yel.


...Prok Prok...


"Ayo Belajar MTK"


"Matematika untuk semua"


"Matematika menyenangkan*"


Lagu itu terdengar sembari tangan yang bertemu satu sama lain.


"Loh kan harusnya semangat, ulangi coba!! lebih semangat lagi," Ujar pak Iwan tegas.


Dan mau tidak mau mereka semua harus mengulang Yel-yel sialan ini. "Ya Tuhan, cepat besarkan anak Bu Rossa." Batin Cia pasrah.


Sebenarnya Guru Matematika mereka adalah Bu Rossa yang termasuk wali kelas mereka sendiri. Namun, Bu Rossa mengambil Cuti karena, ia baru saja melahirkan anak ketiga nya beberapa Minggu yang lalu.


Setelah Yel-yel selesai, Pak Iwan mulai mengambil kertas yang tadi sempat dia print.


"Hari ini ada ulangan matematika dadakan!!!" Ucap pak Iwan membuat mereka semua melotot kan matanya.


"Nggak usah melotot juga, nanti copot tuh mata," Ujarnya mulai mencopot klip disana.


"Semua barang kecuali alat tulis dimasukan kedalam tas, termasuk buku dan hp!!" Ucapnya lagi.


Semuanya hanya pasrah, harapan mereka hanya mencari contekan pada siswa pintar saja.


Pak Iwan membagikan kertas ulangan tersebut, selama ulangan pak Iwan tak ada capenya terus berkeliling.


"Ya Tuhan, ini gimana minta ke Rey nya. Pak Iwan udah kayak hansip aja," Batin Dion kesal.


"Kamu kenapa Dion?? kok memejamkan matanya?" Tanya pak Iwan.


"Gapapa kok pak, pusing dikit." Jawab Dion santai.


"Kesel sama lu Anj!!" Batin nya kembali.


Setelah beberapa menit, akhirnya pak Iwan duduk di kursinya dan mulai membuka jurnal kelas. Dion tampak tersenyum, perlahan tangan nya terulur meminta jawaban ke Rey.


Rey yang sudah terbiasa langsung mencatat beberapa jawaban di tangan Dion.


"Sip, nanti gw kasih satu Waifu gw ke lu," lirihnya pada Rey.


"Gw bukan WIBU," Ucap Rey tampak datar.


Sedangkan Cia dengan santai mengerjakan setiap poin nya. Begitu juga dengan Han yang tak hentinya tersenyum sambil mengerjakan soalnya.


"Mirip orang gila tau ga," Ujar Cia terdengar lirih.


"Kenapa?"


"Senyum-senyum ga jelas, iya tau Lira besok bakalan seminggu Full ikut ngajar disini." Cia menghentikan ucapan nya.


"Bucin boleh, tolol jangan. Selesain deh," Sambungnya kembali.


Tak terasa, Jam pelajaran Pak Iwan telah selesai. "Wah dari Jurnal sih, yang nilai nya paling bagus Itu Yoshi, Alluna dan Yogie." Ucapnya membuat semua siswa menatapnya.


"Sekian dari bapak, selamat siang." Pak Iwan pergi dari kelas.


"Watashi mah cuma pasrah lah," Ucap Dion cukup keras.


"Pasrah-pasrah, nggak liat tangan lu banyak contekan?" Tanya Azlan kesal.


"Gimana soalnya?" Tanya Fariha pada teman nya.


"Biasa aja," Jawab Cia enteng.


"Iya lu yang belajar dari tadi malem, lah lu kasih tau kita tadi pagi. Mana cukup gw buat belajar waktunya," Ujar Jihan kesal.


"Ya maaf, gw juga tau malem-malem kali." Cia tersenyum Kikuk.


"Habis ini kelas Bu Endah ya? mager banget gw, kerjaan nya suruh ngarang Mulu," Keluh Dion kembali.


"Semua pelajaran lu keluhin, pelajaran apa yang Lu suka?" Tanya Azlan dengan nada mengejek.


"Jamkos sih,"


Bugh


Dengan perasaan kesalnya, Azlan menampar pelan lengan Dion. "Sakit bego," Ujarnya mengelus kepala.


Bu Endah datang dengan tote bag di tangannya, "Selamat siang semuanya,"


"Siang Bu!!"


"Hari ini ibu akan menerangkan tentang......."


Gendis adalah satu-satunya teman mereka yang sangat meminati sastra, Beberapa hari yang lalu dia baru saja menerbitkan karya ke lima nya. Setelah ke-empat karya nya sudah tersedia di beberapa Gramedia.


...Finish...