NOUS

NOUS
Nous 40



Langsung terjun nih kawand, episode selanjutnya. SIAPA JESSICA???


...Happy Reading...


Jessica Mahardika, gadis cantik memilik bulu mata lentik, bola mata berwarna Biru, yang memang dia blasteran Indonesia-Belanda, membuatnya semakin cantik dari fisiknya, siapa tau dengan otak dan pikiran nya?.


Gadis itu dulu waktu SMP, pernah berani memikat hati milik Rey, yang dulu memang belum sedingin sekarang. Dulu Rey terpikat pada Jessi karena kecantikannya dan keanggunan nya. DULU!


Cinta Rey hancur, ketika tau Jessi dulu berpacaran dengan sahabatnya sendiri, Renoo.


Reno, Rey dan Dion mereka berteman dari zaman dinosaurus. sebenarnya lebih lama sahabatan dengan Dion, Buktinya sampai sekarang.


Reno sendiri tidak tau kalau selama ini Rey menyukai Jessi, Reno dulu menembak Jessi ketika Turnamen basket antar sekolah, ketika Reno dan Rey menang, disitu ada Jessi dan pada saat itulah Reno menembak (bukan pake pistol, tapi pake perasaan Kawand) menembak hati Jessi, Jessi yang ternyata sangat menyukai Reno dia akhirnya menerimanya. di depan mata, kepala, alis, mulut, wajah Rey sendiri.


Rey cukup sadar diri, dia akhirnya memutuskan untuk berhenti mengejar Jessi, dan menjauh dari sahabatnya. Hingga suatu ketika, Akh sudah lah, tak perlu ku ungkap masa lalu Rey.


"Kamu kenapa?" Cia mengejutkan Rey yang sedang mengalamun, mengingat tentang masa lalunya.


"Eh- Gapapa kok" Rey tersadar dan kini dirinya ingat, bahwa sudah mempunyai pacar, Rey bersyukur mempunyai pacar seperti Cia, dan hanya Cia orang kedua yang berani mengambil hati milik Rey, Walau kedua namun keduanya bisa saling cinta


"Aku janji, bakal selalu percaya sama kamu! karena kamu hanya satu-satunya yang ada di hatiku" batin Rey, sambil menatap Cia didepan nya.


"Kamu kenapa sih? sedari tadi ngalamun, ayok ke kantin" Ajak Cia lalu berdiri dari duduknya.


ternyata sedari tadi Rey ngalamun, Bu Rossa sudah selesai memberi materi, bahkan kelas Matematika telah selesai.


"Hai Jessi" Jihan tampak mendekat pada Jessi.


"Hai"


"Aku Jihan" Jihan menyodorkan tangannya, dengan baik Jessi menerima dan membalas salam itu.


"Itu Fariha, itu Gendis, dan itu Cia" Ayok lah Jihan masih tetap Jihan, jika ada murid baru dia akan mengenalkan semua teman-temannya.


"Hai, Aku Jessi sepupunya Alluna dan Tristan" Ucap Jessi memperkenalkan dirinya. Azlan yang berada di sebelahnya terkejut.


"Lu sepupunya Alluna sama Tristan?" Tanya Azlan tiba-tiba. Jessi hanya mengangguk keheranan.


"kenapa nggak bilang dari tadi?"


"emang penting?"


"yah... enggak sih" Azlan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Itu Rey yah nggak sih" Ucap Jessi.


"REY" Panggil Jessi pada Rey, Rey yang merasa namanya dipanggil segera menoleh dengan muka Cool nya.


"Hai, kita ketemu lagi hehehe" Jessi tampak tersenyum dan tertawa kecil kearah Rey. Rey hanya diam menunjukkan wajah Coolnya.


"Hm" Jawabnya acuh


"By ish! di sapa juga, nggak baik tau kayak gitu" Cia agak emosi ketika melihat Pacarnya ini tidak ramah pada siswa baru.


"Apa sih sayang hm? ayok ke kantin" Rey membopong tubuh Cia dalam gendongannya menuju ke Kantin.


"YANG JOMBLO JANGAN IRI" Teriak Rey saat kakinya hendak keluar kelas.


"MENTANG-MENTANG UDAH DAPET RESTU CAMER" Reyhan tampak berteriak ikut keluar dari kelasnya.


"DIEM ANJIR, DIKIRA SEKOLAH INI MILIK NENEK MOYANG KALIAN" Teriak Gendis ikut keluar menuju ke kantin, diikuti Oleh Yoshi, Azlan, Dion, Fariha dan Jihan.


Jessi tampak cemberut, ternyata Rey sudah memilik kekasih, "Jes, ke kantin yuk" Ajak Alluna pada Jessi.


"ayok, em Lun" Jessi tampak ragu untuk menanyakan tentang Rey.


"Itu yang namanya Cia, Pacaranya Rey?" Tanya Jessi Ragu.


"iya, mereka baru ajah pacaran, belum sebulan malahan" Jelas Alluna.


"gw ikut" Tristan ikut kepada kedua sepupunya itu.


"Lu kenal Rey?" Tanya Alluna


"iya lah, Dia dulu suka sama gw waktu SMP" Jelas Jessi


"Really?" Alluna Tampak terkejut ketika mendengar nya.


"Dia Dingin gitu juga, mana mau sama lu yang petakilan" Alluna Tampak ragu percaya pada sepupunya itu.


"yaudah, iya-iya"


...•••••...


Cia tampak malu, pasalnya sedari perjalan dari kelas menuju Ke kantin, mereka jadi pusat perhatian, banyak siswa yang terang-terangan iri pada Cia yang di gendong oleh kutub SMA Ganesha.


"Kamu kenapa hm? mau dipeluk terus" Rey tampak menggoda Cia.


"Apaan sih!!! malu tau" Cia mengerucutkan bibirnya.


"Hahahahaha, kenapa malu? biar semua orang tau kalau Yocia Ganesha Mahendra itu punya, Tuan Reygan Gevano Putra" Ucap Rey memandang wajah cantik milik Cia.


"SUDAH NJIM, PERASAAN DARI TADI UWUW TERUS" Dion sudah muak dengan dua BUCIN di depannya ini.


"Keliatan banget iri nya" Ucap Rey.


"Aku mah apa atuh, hanya jomblo biasa" Dion mengaduk-aduk baksonya.


"Sabar Han, Sabar Lira bakalan kesini sebulan lagi Sabar" Reyhan tampak mengusap dadanya sabar, sambil mengkomat-kamit mulutnya.


"Lira mau kesini? Really?" ucap Cia butuh kebenaran.


"Iya, katanya tunggu sebulan atau mungkin dua bulan lagi" Jelas Han.


"Yes!! nambah saudara"


"Udah sini, makan!" Ucap Yoshi dingin.


"Bang ku kenapa dah? nggak biasanya diem. kek gini" Ucap Cia menyadari hal aneh pada kembarannya ini.


"pikir ajah sendiri" Yoshi masih fokus pada makanan nya.


"apa sih? bang jangan kode-kode dong! Cia bukan password hp" Cia tampak kesal.


"udah-udah, kamu makan dulu Gih" Rey tampak menyodorkan satu mangkok baksos dengan bonus toge yang banyak.


"makasih"


Saat mereka sedang enak makan, terdengar suara sepatu mendekat kearah meja mereka.


"Permisi" Jessi tampak berdiri disana sambil membawa satu nampan bakso dan satu es teh miliknya.


"Boleh ikut duduk nggak?" Tanya Jessi


"***~" Belum usai Cia ngomong.


"Nggak! kan disana banyak tuh" Rey menolaknya matanya mengelilingi kantin dan melihat banyak kuris yang memang masih kosong.


"Tapi aku pengen duduk sini" Jessi masih mencoba memaksa untuk duduk di meja tersebut.


"ish, sini du~"


"NGGAK! Disana masih banyak tempat duduk" Rey masih menolak.


"tapi~"


"To the poin, kenapa lu mau duduk sama kita? sedangkan sepupu lu pada di sana?" Tanya Azlan tiba-tiba pada Jessi.


"gw hanya mau dekat sama kalian kok, heheheh. Ya udah gw permisi" Jessi tampan menjauh dari meja tersebut.


"Kenapa dilarang sih? kan dia hanya mau~" belum sempat cia menyelesaikan kalimatnya lagi, Rey sudah memasukan satu bakso pada mulut Cia. Terpaksa harus Cia kunyah dulu itu bakso.


"By mah ihh" Cia tampak Cemberut, karena sedari tadi omongannya selalu di potong oleh Pacaranya.


"Udah, nggak usah urusin dia! dan jangan pernah deket-deket sama dia okeh" Ucap Rey dengan dinginnya, membuat siapapun yang mendengarnya merinding.


"Ya udah, iya-iya" Cia hanya menurut.


para perempuan juga hanya mengangguk, walaupun tidak tau arti itu. Dion tampak melirik pada Rey memberikan dia Kode "Are you okey?" Rey hanya mengangguk.


...FINISH!!!...


...DUA EPISODE SATU MALAM...


...AUTHOR LAGI NGGAK ADA TUGAS, JADI SABI LAH BUAT CIA SAMA REY...


Follow akun Noveltoon author yuk!!