
...Happy Reading...
Hari ini Cia sudah boleh pulang, namun harus tetap terapi setiap hari Jumat.
Cia terlihat sangat senang ketika Feli tengah membereskan barang-barangnya, tidak sabar dia kembali ke kamar dan rumahnya dan bertemu omah dan opah nya.
Omah dan opah Cia memilih menunggu Cia di rumah, daripada harus ke rumah sakit karena faktor umurnya.
Cia sudah menghubungi salah satu anak buahnya yang berada di Bandung, untuk membawa beberapa pasukan ke Jakarta untuk menjaganya dan mencari tau tentang siapa yang menguncinya di kamar mandi.
"Bundaaaa, bunda tau kan kalau Cia punya Mafia?" Tanya Cia pada Bundanya.
"iya tau, kamu jangan lupa selalu jaga diri ya sayang," Ujar Feli mengelus rambut putrinya.
"Pasti bunda, nanti anak buah Cia akan Cia pindahkan di Jakarta, terus tadi Cia udah suruh salah satu anak buah Cia untuk cari tau siapa yang sudah ngunci kamar mandi Cia," Kelas Cia.
"Bagus deh kalau gitu, kalau udah ketemu bilang bunda ya, nanti bunda ijek-ijek tuh," Ujar Feli tertawa lepas, lalu juga di balas tawa oleh Cia.
"Yasudah ayok, Ayah pasti sudah menunggu dan akan marah-marah," Ucap Feli.
"Gampang, tinggal bunda nggak kasih jatah aja. Pasti nurut ayah mah," Kekeh Cia.
"hahaha bener kamu, mau adik emangnya?" Tawar Feli pada anaknya.
"main aman dong Bun, masa sampe bikin adik. Nggak mau Cia ish," Ucap Cia kesal.
"Bercanda sayang, ututututut." Feli menggenggam tangan milik Cia lalu mereka berjalan beriringan.
...•••...
Di sekolah kini Yoshi tengah mendengarkan guru itu berceloteh dengan pelajaran, bahkan sekarang Yoshi merasa tidak bersemangat karena tidak ada adiknya.
...Kring..Kring...Kring...
Suara bel terdengar, banyak anak bernafas. Bahkan warga pojok belakang yang terbiasa tidur kini langsung bangun ketika mendengar Bell.
"Baik saya akhiri, sekian pamit undur diri. Selamat siang," Ucap guru itu sambil mengemasi buku-bukunya dan pergi dari ruangan.
"Jess." Alluna tampak pincang berjalan mendekat ke Jessi.
"Lu kenapa dah?" Tanya Jessi.
Seperti sebelumnya bahwa Yoshi duduk dengan Jio dan duduk paling depan, lebih tepatnya depan meja Jessi dan Rey.
"Keseleo tadi." Ucap Alluna sambil melirik Tristan.
"Oalah keseleo, aduh kasihan. Kenapa masih berangkat?" Tanya Jessi kembali.
"Nggak mau bolos ajah, mau ke kantin kan? bareng dong," Ujar Alluna lalu menarik Jessi keluar dari kelas.
"Gelang itu," Lirih Yoshi mengusap matanya.
"Nggak mungkin kan?" Pikirnya kembali.
"Yoshi.... Cia udah balik belum? mau jenguk takut udah pulang eh kitanya ke rumah sakit," Ucap Fariha lalu mendapat anggukan dari yang lain.
"Udah balik pagi ini, jadi kalian boleh jenguk dia nanti pulang sekolah," Ujar Yoshi.
"Okeh sip, tengkyu." Fariha dkk pergi meninggalkan kelas menuju ke kantin.
"Tumben lu nggak bareng pujaan hati lu Rey?" Tanya Azlan tiba-tiba.
"Nggak mood," Ujar Rey dingin.
"Kenapa?" Tanya Dion heran.
"Kemarin belanja sampai 5jt, ini tanggal tua bray, gw mana belum dapet transferan," Ujar Rey lebih tepatnya keluhan Rey.
"lagian cewek nggak baik-baik lu pacarin, gw yakin besok perusahaan lu ambles gara-gara dia," Ujar Dion, lalu mendapat pelototan mata dari Rey.
"Sorry, tapi kalau bener ya maaf," Ucap Dion kembali.
"lu doain gw?" Tanyanya.
"Doain tuh ada yang Aamiin-in, dari tadi enggak ada, jadi gw itu berucap Rey," Ucap Dion.
"Udah-udah, lama kita nggak nge-band? ruang musik?" Tawar Azlan.
"boleh juga, lama gw nggak pegang gitar sama bass," Celetuk Han yang tiba-tiba ikut menimbrung dengan mereka
"Gass lah." Mereka berbondong-bondong menuju ruang musik.
...•••...
"Kamu kemarin ada yang kunciin?" Tanya Mella begitu lembut di telinga Cia, jujur Cia merasa geli sendiri.
"i-iya, tumben-tumbenan kesini? enggak sekolah Mel?" Tanya Cia bingung mencari topik.
"enggak, kan memang udah beberapa hari yang lalu aku nggak sekolah, aku ke Amrik ikut Daddy aku," Ujar Mella kembali.
"Aku kesini itu karena khawatir dengan keadaan kamu tau ci, masa calon adik ipar aku kenapa-kenapa," Ujar Mella terlihat khawatir. Bahkan dari manik matanya sudah terlihat jelas bahwa dirinya jujur terlihat khawatir.
"Lah lu suka sama Abang gw? abang yang mana nih?" Tanya Cia penasaran.
"Aaaaaa jadi malu, gw suka sama abang kembaran lu, jangan cepu ya nanti gw makin malu," Ucap Mella sambil menutup wajahnya.
"Bocah aneh, tadi aku-kamu, sekarang lo-gw," Batin Cia mengumpat.
"Eh iya, ini oleh-oleh dari Amrik. Semoga suka ya, gw mau pulang. Cepet sembuh adik ipar, biar nanti sekolah kita ketemu. tenang gw bakalan jagain lu kok," Ujar Mella tersenyum.
"I-iya makasih, pintu pulang di sebelah sana ya," Ucap Cia sambil menunjuk pintu keluar kamarnya.
"iya gw tau, makasih ya jamuan nya. GWS ci," Ucapnya sebelum pergi dari kamar cia.
"Iya makasih juga udah jenguk gw," Ujar Cia tersenyum manis.
"Ada-ada ajah tamunya, baik karena ada maunya." Cia menaruh barang pemberian dari Mella di atas nakas.
Suara dering ponsel terdengar, terpapar nama Farhan, dengan cepat Cia mengangkatnya.
"Hallo Queen"
"........"
"........"
".........."
"........"
"........"
".........."
"........"
"........"
".........."
"........"
"........"
".........."
"Kerja bagus, sudah matikan," Pinta Cia lalu menaruh ponselnya kembali.
"permainan yang bagus, kini giliran aku membalaskan dendam ku dan kau akan menikmati permainan ku," Ujar Cia smrik.
Cia berjalan mendekat kearah jendela, matanya melihat area rumah miliknya dan jalan depan komplek perumahannya.
"Bosen ish, andai punya temen pasti nggak bosen," Ujar Cia menatap langit biru.
"Rian aku kembali mengingatmu, aku merasa bersalah. Karena kamu menolongku aku jadi Kehilangan sosok kamu"
"Merindukan mu sudah seperti orang yang tengah bertempur, harus bisa membuat hati, otak dan ego menjadi satu."
"Apakah kamu bahagia disana? aku mohon datanglah ke mimpi aku,"
Batin Cia melihat burung-burung yang lewat bertebangan di langit atas, rasanya susah mengendalikan ini semua pada dirinya.
Cia memilih untuk beristirahat sejenak, rasanya pening dan nafasnya kembali sesak. Untung dia ingat punya Vitamin dari dokter Dwi.
"aku harus meminumnya bukan?" Ujarnya lalu mencoba mencari dimana vitaminnya.
"Huh, pasti akan menjadi ribet karena ini semua." Ucapnya kembali setelah meminum vitaminnya dan berbaring untuk tidur.
...Finish...
Tahu balik, good morning and selamat berkahir pekan. Karena besok sudah kembali ulangan up nya pagi-pagi nih😙💖 Vote dan Like nya di tunggu. Jangan lupa juga Bom Coment