NOUS

NOUS
Nous 49



Welcome Oktober, akhirnya semua urusan sekolah Author selesai prend(๑•﹏•)


sesuai janji ayok Up, 1 dulu.


...happy Reading***...


Hari ini Cia cukup lelah, seakan dunia sedang terjadi sesuatu, banyak hal yang terjadi hari ini. Bahkan tadi dia pulang tidak dengan Rey, karena Rey pergi dengan Jessi dengan alasan akan ke Toko buku bersama.


“Dek” Panggil Yoshi pada Cia yang tengah melamun melihat luar jendela.


“Dek.. daripada kamu galau gitu, nanti malam keluar yah sama Abang, siap-siap yang cantik,” Ujar Yoshi mencoba menghibur adiknya.


“Kenapa nggak sekarang bang?” Tanya Cia.


“Abang mau ke markas dulu, ada urusan.” Yoshi mencium pipi milik Cia.


“janji yah bang, besok jadi kerumah nenek?” tanya Cia.


“iya, Iya lah katanya kakek mau ketemu kamu.” Yoshi beranjak pergi meninggalkan kamar Cia.


“jangan lupa dandan yang cantik yah,” Yoshi menutup pintu kamar milik Cia.


Sambil menunggu waktu berlalu, Cia yang di rumah sendirian merasa bosan apalagi hp nya kini dia matikan karena dia sedang malas dengan dunia sosmed. Cia merebahkan tubuhnya dan tertidur diatas kasur miliknya.


“Gabut, mending tidur.” Akhirnya Cia terlelap kedalam mimpinya


...•••••


...


Alarm Cia berbunyi, sebelum tertidur nyenyak Cia sempat memasang alarm agar dirinya mempunyai waktu untuk bersiap. Cia terbangun dan segera berdiri, Cia tersenyum manis terlihat dengan jelas matahari terbenam dari jendela besar milik Cia.


“indah sekali prend.” Cia mengambil handuknya dan masuk kedalam kamar mandi miliknya.


Setelah selesai mandi, Cia sibuk memilih baju, baju apa yang cocok Cia pakai? Setelah menemukan baju yang tepat dan sekiranya cocok, Cia memilih untuk memasak makanan sendiri anggap saja untuk mengganjal perut.


“Nanananana, it’s love shot, nananananananana.” Cia sibuk bernyanyi sambil memotong-motong buah dan roti.


“Nggak sia-sia gw belajar memasak sama bunda, xixixi” Cia terkekeh pelan kemudia mulai memasukan satu persatu makanan yang tadi dia buat.


Bumi berotasi dengan cepat, sekarang sudah hampir pukul 19.00, sedangkan janji Yoshi dia akan membawanya jalan-jalan habis Maghrb. Cia merasa bosan, hampir satu jam dia rebahan di depan televisinya.


“LAMAAAA”


“SABAR.. PUNYA KEMBARAN KEK YOSHI”


“UDAH DINGIN”


“NGESELIN”


“TUKANG PHP”


“KESEL-KESEL-KESEL” Cia melempar sepatunya.


Cia itu mudah banget marah, sensian karena dari dulu orang tuanya yang memang selalu memanjakan nya dan selalu memenuhi semua kebutuhannya. Dia juga orang yang disiplin jadi ketepatan waktu itu penting.


“CIA JADI BENCI SAMA BANG YOSHI!!” Cia memanyunkan bibirnya, hingga tiba-tiba terdengar suara bel rumah. Cia yang menduga itu Yoshi segera memakai sepatunya dan dia berfikir akan mencuekin abangnya.


Namun... Harapan Cia pupus saat tau bahwa yang datang ialah Reyhan, bukan Yoshi.


“eh Han, kenapa?” Tanya Cia.


“lu lagi galau kan? Jalan sama gw hayuk” ajak Han menyelonong masuk kedalam rumah.


“dasar, nggak tau sopan-santun!” Cia kemudian menutup pintu dan masuk.


“Udah siap ae lu, cenayang yah? Kok tau gw mau ngajak lu jalan?” tanya Han pada Cia.


Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi jalan-jalan, sepanjang perjalanan Cia menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya, dari Yoshi berjanji sampai Yoshi PHP pada Cia.


“lah, gw ajak lu jalan-jalan karena Yoshi sama Reygan jalan sama Alluna sama Jessi, gw Gedeg anjir sama pacar lu,” Ujar Han. Cia menatap tak percaya, memang takdir tak ada yang tahu.


“gw ajak lu jalan karena lu tau lah, gw sama Lira lagi LDR, Indonesia × Belanda.” Han mencoba menghibur Cia.


“udah-udah, btw kapan Lira ke indo? Pengen ketemu nih,” Ujar Cia dengan senyuman nya, senyum itu hanya senyuman palsu, yang memalsukan rasa kecewanya.


“katanya nunggu dia selesai semester ini, terus sekolah deh disekolah kita.” Han tampak memandang wajah Cia.


“tapi katanya gw kesana dulu, untuk jemput dia,” Ujar Han.


“gapapa lah, Lira kan cewek lu, jadi lu harus menjadikan dia ratu di hati lu.” Cia tampak kembali tersenyum, namun kini dia memandang jalanan yang banyak motor dan mobil berilalang lewat.


Akhirnya Cia dan Han sampai di sebuah mall, Cia berbelanja banyak keperluan apalagi sekarang keperluan dapur dirinya juga yang harus membelinya karena dirumah dia wanita satu-satunya. Han hanya menemani Cia yang mendorong trolinya kesana kemari mencari apa yang diperlukan nya. Han sangat menyukai sifat Cia yang dimana apa yang dibutuhkan itu yang paling utama dan harus dibeli terlebih dahulu.


“3 Troli, habis berapa Juta ini?” tanya Han terkejut saat dirinya mendorong satu troli penuh, Cia mendorong satu troli yang baru setengah dan setengahnya lagi sudah berada di dekat kasir.


“Gw yang bayar, lu ambil keperluan lu buruan!!!”


Setelah berbelanja, Han dan Cia mampir sebentar ke Cafe yang berada di Mall tersebut, mereka menikmati makan malam berdua. Ingat! Mereka hanya sebatas teman tidak ada kata FRIENDZONE antara mereka.


“Ehh gw besok mau kerumah nenek gw yang ada di Bandung, jadi mau nggak lu ikut nginep disana?” tawar Cia pada Han.


“besok? Terus lu sekarang mau balik gitu? Terus nanti Yoshi maaf-maaf sama lu?” Han juga tampak kesal pada kembaran temannya ini.


“IHH GW ADA IDE, GIMANA KALAU SEKARANG AJA KE BANDUNG.” Cia tampak berdiri dari duduknya.


“Belanjaan nya?” tanya Han heran.


“taruh sekarang ajah, mumpung belum larut malam nih.” Cia tersenyum.


Akhirnya Han menyetujui ide dari Cia, Cia tampak tersenyum akhirnya dirinya akan bertemu Dolli, anak kecil yang dulu selalu menempel pada Cia, walau Cia besar di London namun dia sering menemui neneknya setiap bulan. Dolli sendiri adalah anak dari pembantu dirumah neneknya. Irfan dan Mila mereka sekarang tinggal di Bandung, karena Irfan yang meminta pindah katanya lebih enak tinggal di tempat kelahirannya.


Setelah mereka sampai di mansion itu, dan benar saja masih belum ada orang akhirnya Cia segera menghubungi Yovie dan meminta izin akan kerumah Nenek Milla, Yovie hanya mengatakan iya, dirinya juga akan menyusul ke Bandung.


Cia menyiapkan barang-barangnya, dua koper dia hanya memerlukan waktu 15 menit untuk menata nya. Han tampak melongo tak percaya, “Lu mau berapa tahun disana?” tanya Han tak percaya.


“tahun mata lu, gw paling Cuma 1 Minggu, dan gw bakalan izin sama bang Adit.” Cia tampak menyeret koper-koper miliknya.


“Dua koper hanya satu Minggu, isi apa ajah itu Cia.” Han masih terlihat tidak percaya.


“Kopee yang ini, isinya hanya baju-baju selama satu Minggu dan satunya lagi isi keperluan anak perempuan.” Cia menjelaskan satu-satu.


“udah ayok, buruan!! Nanti keburu bang Yoshi balik,” ujar Cia. Han mau tak mau harus menurut kepada sang tuan putri.


Cukup lah yak(๑•﹏•)


SPAM NEXT YUK!!! VOTE NYA DI TUNGGU YAH😁


#DUKUNG_NOUSTerbit


#NOUS_NAIKLEVEL


NOUS PUNYA GROUP CHAT SENDIRI TAU! INI UNTUK UMUM YAH SEKALIAN KITA BAHAS-BAHAS TENTANG NOUS. WKWKWK SEKALIAN BIAR KALIAN TAHU JADWAL AUTHOR UPDATE.


KAPAN AUTHOR UPDATE, DAN KAPAN AUTHOR LIBUR GITUლ(´ ❥ `ლ)


KALAU MAU LINK GROUP NYA, SILAHKAN HUBUNGI AUTHOR👁️👄👁️


083865683501 (Elira)