NOUS

NOUS
Nous 59



Hampir 60 episode nih😱 Harapan Tahu, Sampai 200 episode 😋🖐️ Bismillah dulu yuk, ini belum inti cerita.


Ayok Follow akun sosmed Mereka🐻


@Lonely_Friend3030


@Yocia_ganesha


@Reygan_Gevano


@Yovie_Ganesha


@Yovie_Ganesha


@Felicia_Ganesha


@Yoga_Mahendra


@Lonely_Cansss


Follow yak, untuk Yovie sama Yoshi itu kalau nggak salah namanya😭


#DUKUNG_NOUSTerbit


#NOUS_NAIKLEVEL


NOUS PUNYA GROUP CHAT SENDIRI TAU! INI UNTUK UMUM YAH SEKALIAN KITA BAHAS-BAHAS TENTANG NOUS. WKWKWK SEKALIAN BIAR KALIAN TAU JADWAL TAHU UPDATE.


KAPAN TAHU UPDATE, DAN KAPAN TAHU LIBUR GITUლ(´ ❥ `ლ)


KALAU MAU LINK GROUP NYA, SILAHKAN HUBUNGI TAHU👁️👄👁️


083865683501 (Tahu unyu**)


...Happy Reading...


...•❈⊱✿⊰❈•...


Cindy, Cia dan Yovie kini sedang duduk makan malam, jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Setelah tadi bertelepon dengan bunda, mereka merasa lapar. Untung saja masakan Cia masih utuh, hanya di makan Yoshi tadi.


"Enak juga nih, siapa yang masak?" Tanya Cindy.


"Ciaaa lah," jawab Cia.


"Enak banget, eh iya aku nggak pernah liat pembantu disini?" Tanya Cindy heran.


"Emang nggak ada pembantu kak, soalnya Cia mengerjakan semuanya sendiri!" Ujar Cia sambil memasukan sendok berisi makanan itu kedalam mulut.


"Seriusan? Cia sendiri yang beres-beres?" Tanya Cindy tidak menyangka.


"Iya, tapi besok Abang mau nyari pembantu," Ujar Yovie.


"yahhhh kenapaaa?" Cia tampak murung saat mendengar nya.


"Biar kamu nggak kecapean dek, terus kamu ada temen nya. ngandelin Yoshi mah bisa kapan ajah ceroboh tuh bocah," Ujar Yovie.


"Ya udah deh, lagian Cia juga bakalan sibuk kayaknya," Ujarnya.


"Sudah-sudah ayok lanjut makan."


Mereka melanjutkan makan malam, namun suara lengkah kaki membuat mereka memberhentikan makan. Mata ketiganya mengarah kearah suara itu.


"Enak banget masuk nggak salam," Cibir Yovie pada Yoshi yang baru masuk.


"Eh, Abang udah balik? Assalamualaikum," Ujarnya mendekat kearah meja makan.


"nanti Abang tunggu di ruang tamu, duduk di sana!" Ujar Yovie serius.


"Tumben-tumbenan?" Batin Yoshi.


...•••...


Kini diruang tamu hanya ada Yoshi dan Yovie, karena Cia dan Cindy masih sibuk mencuci piring.


"Ada apa bang?" Tanya Yoshi.


"Darimana?" tanya nya dingin.


"em, dari luar."


"darimana?"


"Luar bang," jawabnya kembali.


"dari rumah siapa?" tanya Yovie mengangkat alisnya.


"Em rumah Alluna bang," Jawabnya sambil menundukkan kepala.


"Ngapain?" Tanya Yovie dingin.


"temenin dia, katanya nggak berani di rumah sendirian. Dia takut petir," Jawab Yoshi jujur sambil memainkan jari-jarinya.


"Kek nya otak kamu harus dibawa ke laundry an," Ujar Yovie sinis.


"Kenapa? emang salah bantu orang bang?" tanya nya menatap Yovie yang menatap sinis balik.


"Bantu si iya, kamu nggak mikir adik kamu? kembaran kamu? eh jangan-jangan bunda sama ayah salah ini, kalian nggak kembar ini," Ujar Yovie heran.


"ya enggak sih, tapi gw juga liat kalian lahir. huh," Yovie menghembuskan nafasnya.


"Emang Cia kenapa bang?" tanya nya begitu enteng.


"kesurupan," jawab Yovie asal.


"BANGG YOVVV!!!!" Teriak Cia dari dapur.


"BERCANDA SAYANG!!!" Teriak Yovie membalas Cia.


"serius bang, Cia kenapa?" Tanya nya kembali.


"bodo lah Shi, sekarang mending lu jauh-jauh dari Cia," Pinta Yovie.


"Nggak bisa gitu dong, kan Yoshi kembaran Cia, namanya juga Yoshi Yocia," Ujarnya tidak terima.


"gini deh, lu coba dapetin maaf dari Cia dulu, sebelum Cia di bawa pergi sama orang yang menyayanginya," Ujar Yovie berdiri dari duduknya dan berjalan ke dapur.


"BANG YOV!! NGOMONG YANG JELAS DONG!" Teriakan Yoshi terdengar berbarengan dengan rintik hujan di luar sana.


Yoshi mengikut Yovie dari belakang menuju ke dapur, "Ngapain lu ngikutin gw?" tanya nya.


"kalau kamu punya otak, pasti kamu tau dimana kesalahan kamu!" Ucap Yovie sinis.


"Ci, bisa jelasin nggak sih?" Tanya Yoshi mendekat ke Cia.


"Jangan dekat-dekat gw, banyak dosa Lo!" Ujar Cia.


...Degh...


"Ci, kok kamu jadi gini? salah banget ya Abang?" tanya Yoshi.


Cindy yang tahu keadaan sekitar, dia menarik Yovie untuk keluar dapur dengan alasan minta tolong untuk ditemani di ruang TV.


"Mikir ajah deh Lo," Ujar Cia mengibas-ibaskan tangannya.


"Abang minta maaf Ci, Abang tau Abang salah, kamu mau maafin Abang kan?" Yoshi tampak memohon pada Cia yang tengah mengeringkan tangan nya dengan lap.


"Dikira maafin lu udah kayak orang beli cilok, bayar selesai gitu? nggak yak! menurut Cia ini kesalahan Abang yang terbesar tau nggak?"


"Jadi kembaran Abang Cia apa Alluna? Jadi yang adek Abang Cia apa Alluna?"


"Cia capek tau nggak bang? maafin Abang, Abang ulangi lagi."


"jangan pernah meminta maaf, kalau masih berani ngulangin nya lagi!"


"Lagian Abang mau ajah di manfaatin sama dia, ujan-ujan gini keluar bawa mobil, cuma nemenin orang kayak dia," Ujar Cia mengeluarkan unek-unek kehidupan nya.


"Udah lah bang,"


"MENDING ABANG JAUH-JAUH DARI CIA" Ucapnya penuh penekanan lalu pergi dari dapur.


"CIA TUNGGU!!!" Yoshi menarik lengan Cia, yang memang terdapat luka.


"Aww," Ringisnya sambil memegangi luka di lengan miliknya.


"Ci, kamu kenapa?" Tanya Yoshi khawatir.


"Lepas! jangan sentuh gw!" Cia berlari sambil memegang lukanya yang sepertinya mengeluarkan darah lagi.


Yovie yang melihat Cia berlari terburu-buru, ia penasaran kenapa anak itu berlari-lari keatas menuju kamarnya.


"CIAAA"


"ABANG MINTA MAAF CIAA" teriak Yoshi yang ikut berlari di belakang Cia.


"Kalian kenapa?" Tanya Yovie.


"Diem bang! CIAA ABANG MINTA MAAF!!" teriak Yoshi mengabaikan Abang nya.


"Sudah malam, saya mau tidur dulu yah pak," Ujar Cindy lalu berdiri dari duduknya.


"Oh iya, silahkan." Yovie mempersilakan Cindy untuk ke kamar Cia.


...••••...


......*tuk-tuk-tuk......


"CIAAA"


"CIIII KAMU BOLEH BENCI ABANG, TAPI JANGAN KAYAK GINI CI!!"


"CIAAA"


"MAAFIN ABANG CI!!"


'"CIAAA*"


^^^teriakan itu terdengar remang-remang di telinga Cindy, Dirinya jadi tidak tega, namu dirinya juga tidak tau apa-apa.^^^


"Permisi," Ujarnya lirih.


"Adek, ini sudah malam. Mending kamu ke kamar dulu, besok lagi minta maafnya, Cia juga pasti udah mau tidur, kamu istirahat yak." Ucap Cindy sambil mengusap-usap kepala Yoshi.


Yoshi terdiam di tempat, kenapa teman abangnya ini ada di rumahnya? pikirnya.


Yoshi berdiri dari berlutut nya, dia pergi begitu saja ke kamar sebelahnya tanpa melirik Cindy sekalipun. Cindy menjadi tidak enak kepada Yoshi, yang sepertinya tidak nyaman dengan keberadaannya disini.


Cindy kembali menuruni tangga menuju keruang tv yang ada, "Pak, saya jadi nggak enak buat nginap disini," ujar Cindy sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Lah kenapa? kan saya yang meminta kamu untuk menginap," Ucap Yovie heran.


"Em sepertinya Yoshi tidak nyaman dengan keberadaan saya pak," Lirihnya.


"Ehh, kamu jangan pikirin anak itu! dia memang keras kepala!" Ujar Yovie.


"Tap-"


"Udah kamu tidur ajah," Ujar Yovie menyuruhnya.


"Tap-"


"atau mau tidur bareng saya hm?" Tanya Yovie sambil tersenyum smirk.


"Eh, E-e..enggak pak, kalau gitu saya duluan," Ujarnya gugup lalu berjalan cepat menuju ke kamar Cia.


Sebenarnya kamar tamu ada banyak disini, namun ini permintaan Yovie agar Cindy tidur dengan Cia.


...Tok-tok-tok...


"Ini kak Cindy, Ci." Ucapnya sambil mengetuk pintu.


Cia membuka kan pintu nya, dan menyuruh Cindy masuk.


"luka kamu kenapa Ci?" Tanya nya.


"Gapapa kak, tadi cuma ke gores dikit," Ucap Cia.


"udah kamu obati kan?" Tanya Cindy.


"Udah kak tenang ajah, ayok tidur," Ajak Cia lalu berbaring di kanan ranjang.


"Yasudah, ayok!"


Akhirnya mereka tertidur pulas malam itu.


...Finish...


...4 November 2021...