
...:¨·.·¨: Welcome to:¨·.·¨:...
...🅂🅃🄾🅁🅈 🄻🄾🄽🄴🄻🅈...
HALLO SEMUANYA💗😰 apa kabar nih???🤺 Baik-baik ya!!! Sebelumnya jangan lupa untuk
➻ Like
➻ Komen
➻ Vote
Yuk follow sosmed Authornya dulu, dan pantengin anak-anak Author🤺 @Lonely_Friend3030 Dan @Nous_Official123.
Aku bakalan spoiler di Instagram dan Tik tok!!! Pantengin terus yak🔥🔥🔥
Salam hangat
:¨·.·¨:𝔏𝔬𝔫𝔢𝔩𝔶𝔉𝔯𝔦𝔢𝔫𝔡:¨·.·¨:
...Happy Reading...
Bell istirahat berbunyi, Cia melangkahkan kakinya menuju kantin bersama teman-temannya.
"Ci, Li tau ga sih ini hewan apa?" Tanya Jio yang kebetulan ada di sebelah Cia.
"Dih, dikira gw bocah cilik ya. Jerapah kan," Ujar Cia tampak bangga.
"Astaga ci, kirain udah gede. Masa ga bisa bedain mana Gajah mana Jerapah, Ini itu Gajah." Jio memukul pelan kepala Cia.
"Kirain mau Ngonten yang kayak di tik tok," Ujar Cia tampak terkekeh.
"Kebanyakan Scroll tik tok sih lu,"
"Ya gimana, gabut. Mending Scroll ** kan." Cia mengacuhkan bahunya.
"Kasihan, besok-besok jalan sama gw aja. Daripada gabut," Ujar Jio dengan senyum smrik nya.
"Ga!" Bukan Cia yang menjawab melainkan Han dan Yoshi yang menjawab nya bersamaan.
"Wkwkwk, sabar Ji. Lain kali deketin kembaran sama bestie nya dulu," Ujar Dion tertawa puas sambil mengelus pelan bahu Jio.
"Minggir lu," Ujar Jio tampak kesal karena Dion.
Cia tertawa pelan, tiba-tiba matanya menangkap sosok Yovie yang datang dan sedang memarkirkan mobilnya.
"Wait, kalian duluan aja ke kantin. Bang ayok ikut gw," Ujar Cia berhenti dan menarik tangan Yoshi.
"Ha? ngapain?" Tanya Yoshi heran ketika di tarik Cia begitu saja.
"Gw ikutan dong, sekarang kan kita kembar tiga." Han ikut mengikuti Cia dan Yoshi yang berjalan menuju lorong dari Parkiran.
"Ngapain bang?" tanya Cia ketika Yovie sudah mendekat kearah mereka.
"Di panggil bang Andi, katanya kasus kamu yang waktu itu sudah ketemu pelakunya," Ujar Yovie menjelaskan.
"Serius??" Tanya Han dan Cia tak percaya.
"Kayaknya gw kenal," Ucap Yoshi tersenyum sinis.
"Sebelum lu, gw juga udah tau duluan!! Gara-gara lu gw di diagnosa kena asma anjer," Batin Cia kesal.
"Ayok ke Kantor, penasaran pake banget nih." Han dengan tak sabaran jalan duluan menuju kantor menarik tangan Cia.
Akhirnya mereka beriringan menuju kantor menemui Andi. Kasus tentang hilangnya Cia dan Cia yang di sekap di kamar mandi memang sudah hampir setengah bulan di selidiki. Namun, Cia sudah mengetahui siapa pelakunya. Jangan lupakan Black Rose dengan Queen Siya.
...Tok-tok-tok...
Mereka masuk setelah Andi mempersilahkan, dengan cepat semua menatap Andi serius seakan-akan mereka ingin cepat tau.
"Jadi sesuai penelitian dan penyelusuran dua Minggu ini, pelakunya adalah seorang perempuan." Andi berhenti di kalimat nya.
"Dari postur tubuh, Tangan, Kaki, seragam bahkan Rok sekalipun sudah kami selidiki.",
"Pelakunya adalah"
"Tepat dugaan gw," Batin Yoshi tersenyum sinis kembali.
"Yah, benar sekali. Cara main nya kurang halus nih." Batin Cia menatap seolah-olah tidak percaya karena Ucapan Andi.
"Ga mungkin sih," Ucap Cia menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tapi memang dia pelakunya, kenapa tidak mungkin?" Tanya Andi serius.
"Ya, kayak ga mungkin aja. Padahal dia anaknya kalem banget loh," Ucap Cia sedikit tersenyum sungging.
"Terus mau gimana? gw mau bilang ayah bunda nih," Ujar Yoshi hendak mengambil ponselnya.
"Cia ada rencana," Ujar Cia tersenyum.
"Apa?" Tanya mereka serius.
"Jadi...... ......."
"Bisa banget sih, setuju gw." Han bertepuk dengan Cia karena setuju dengan rencana Cia.
"Pensi kan akhir bulan nanti, semingguan lagi lah. Hiburan sebelum kelas yang XII ujian, terus setelah itu kita yang ulangan," Ujar Andi tersenyum sumringah.
"Bakalan asik nih, kita harus menyimpan tenaga buat Minggu depan bestie," Ujar Han.
"Udah kan gini doang?? Cia lapar, mau makan." Cia berdiri dari duduknya dan di ikuti Yoshi dan Han yang juga ikut berdiri.
"Abang ikut dong."
Mereka berjalan keluar dari kantor dan pergi menuju kantin meninggalkan Andi.
"Anjwing, di tinggal lagi. Gapapa di bawain bekel sama Bu Chintya," Ujar Andi senang.
...••••...
Saat melangkahkan kakinya di dalam kantin, mereka menjadi pusat perhatian seluruh warga kantin.
Mereka sengaja memilih duduk di sebelah meja teman-teman mereka. "Hallo bang Yov," Sapa Jio lalu duduk ikut bergabung dengan mereka.
"Lah Ji, lu temen mereka?" Tanya Yovie tak percaya.
"Yoi, adik lu cakep ya bang," Ujar Jio sambil menatap Cia.
"Yoshi? lu g*y?" Tanya Yovie tak percaya.
"Anjir lah, Cia lah. Yakali Yoshi, jijik." Ucap Jio.
"Gw mah emang cantik, yakali." Cia mengibaskan rambutnya kecil.
"Cuma sering di sia-siain aja," Sambung Han tertawa renyah.
"anying lah, nyari pacar mah yang serius anti selingkuh club-club," Ucap Cia penuh penekanan.
"Selingkuhan nya sih yang murahan, wkwkwk." sambung Dion di meja sebelah.
"Ngikut Baen lu bocah," Ucap Yoshi sinis ke Dion.
"Ampun suhu,"
"Yang pesen siapa?" tanya Jio.
Semuanya diam, pertanda bahwa Jio yang harus memesan nya. "Ya, gw tau." Jio berdiri dari duduknya dan pergi memesan beberapa paket makanan.
"Bang, kok kenal Jio?" Tanya Cia heran.
"ya kenal, dia sering gantiin ayahnya rapat. Jadi, kenal lah," Ujar Yovie fokus dengan layar ponselnya.
Begitupun dengan Yoshi dan Han yang kini sedang Mabar bersama, sambil menunggu Jio yang memesan makanan lama. Cia merasa bosan dan seketika Unmood ketika dirinya di kacangi oleh abang-abang nya.
"Cia disini kali, bukan disana!!!" Ucap Cia kesal lalu menyembunyikan wajahnya di sela-sela tangan nya.
"Ututututu, jangan ngambek kali." Han mematikan hp nya dan langsung melihat Cia.
"Maafin, ini Jio kok lama?" Tanya Yovie dan ikut memasukan hp nya ke dalam kantong kembali.
"Maafin sayang, kamu mau apa hm?" Tanya Yoshi.
Semua langsung perhatian kepada Cia yang sepertinya marah, Cia adalah tipe anak yang paling tidak suka kalau sedang berkumpul semua sibuk dengan urusan masing-masing.
"Cia nya di apain? kok marah gitu?" Tanya Jio tiba-tiba.
"Ga, pengen Chicken Wings deh." Cia langsung menatap mereka semua.
"Nanti pulang sekolah ke Mekdi bareng gw," Ujar Han.
"Jangan, mending ke KeeFCi bareng gw," Ucap Jio menawarkan dirinya.
"Ke Starbucks aja sama Abang, atau ke HokBen." Tawar Yoshi kembali.
"Apaan!! ga, ga, ga. Cia sama abang aja besok kan kamu ambil libur dek," Ujar Yovie kembali lalu memakan gado-gado yang di bawa Jio.
"Ga usah deh, udah ga pengen. Tiba-tiba malah pengen es yang seger-seger." Lanjut Cia berbinar ketika melihat penjual es tebu serut.
"Ga!! nanti kamu flu sama batuk," Ujar Yovie melarang.
"PLISSS!!!"
"Heung..."
Di saat Cia memohon meminta es di sana. Disatu sisi di meja Jihan dkk yang berbeda dengan meja Azlan dan Rey dkk.
"Cia adalah gadis terberuntung sedunia ini," Ucap Fariha tiba-tiba.
"Setuju sih, dia itu udah kayak bidadari di keturunan GM (Ganesha Mahendra)" sambung Jihan.
"Gadis yang selalu beruntung, dan di manjakan oleh kedua orang tua nya, pantesan perilakunya kayak Childish," Ujar Jessi terdengar di telinga Jihan.
"Iri pasti ya ga pernah di manjain ortu, makanya minta di manjain lah. Masa iya cuma ngomongin orang," Ujar Jihan pedas.
"Ngapain iri, gw juga bisa manja sama mami papi gw," Ucap Jessi menimpali.
"Halah, harga diri lu aja murah. Jadi ga percaya tentang harta," Ujar Jihan tersulut emosi.
"Ada apa?" Tanya Cia tak paham.
...Finish...