NOUS

NOUS
Nous 74



Cia melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar miliknya, dirinya mencoba menetralkan nafasnya yang terengah-engah akibat menaiki tangga.


"Bunda sama Ayah suruh pasang lift nih, yakali tega sama anaknya. Menaiki tangga sepanjang itu," Ujarnya sambil berkacak pinggang.


"BUNDA!!! BUNDA!!!" Teriak Cia sambil berjalan menuju kamar Bundanya yang lumayan jauh dari kamarnya.


"APA SAYANG??? BUNDA DI TAMAN BELAKANG INI!!!." Teriakan itu terdengar dari arah kolam renang.


"NGGAK JADI LAH!! CIA MAGER," Ujarnya cemberut lalu berjalan kembali menuju kamar miliknya.


Yoshi yang merasa terganggu langsung keluar dari kamarnya dan berpas-pasan dengan Cia yang cemberut.


"Kenapa?" Tanya nya.


"Mau pasang lift, Cia capek naik turun nggak pake lift," Ujarnya.


"Minta ayah atau Oppah, kamu merasa sakit ya dadanya?" Tanya nya terdengar sangat lembut di telinga Cia.


"Itu tau, nanti Abang mau temenin Cia makan di cafe?" Tanya Cia kepada abangnya.


"Boleh, hari ini Abang free,"


Entah mengapa Cia merasa rindu makan berdua dengan kembarannya itu.


Saat Yoshi dan Cia sedang berbicara bersama di dekat tangga, Feli datang dengan nampan berisi dua susu.


"ada apa sayang?" Tanya Feli kepada Cia.


"Bunda nggak mau pasang lift?? Cia capek tau manjat nurun naik tangga," Ujar Cia cemberut.


"Kan deket sayang, cuma ke situ tuh." Feli menunjuk bawah.


"Tapi kan kamar Cia di lantai tiga, bundaa ayok pasang lift," Ucap Cia memohon kepada bundanya.


"iya-iya, nanti bunda bilang sama ayah," Ujar Feli.


"Nah, Ya udah cia mau ganti baju dulu babay," Ucap Cia sambil melambaikan tangannya.


"Dasar Bocil," Lirih Yoshi namun masih bisa terdengar di telinga Feli.


"gitu-gitu juga kembaran kamu, mood dia lagi bagus itu tandanya." Feli tampak melanjutkan jalannya sambil berbicara dengan putra keduanya.


"Bunda, kalau cewek mood nya lagi jelek harus di kasih apa??" tanya Yoshi mengikuti bundanya dari belakang.


"Em coba kamu tanya, dia maunya apa, terus dia sukanya apa itu juga penting nak," Ujar Feli


Seketika Feli mengangkat alisnya, "Kamu lagi Deket sama cewek ya?" Tanya Feli curiga kepada putranya.


"Enggak bunda, eh maksudnya bukan berarti Yoshi nggak suka sama cewek, tapi nggak ada yang Yoshi suka aja," Jelas Yoshi ikut masuk kedalam kamar Oma dan oppah nya.


"Lah terus nanya gituan kenapa??" Tanya Feli manaruh nampannya di dekat Nakas.


Dilihatnya kedua orang yang sangat dia cintai sedang tertidur lelap. Ini sudah siang dan jamnya mommy dan daddy nya meminum susu mereka berdua.


"ya kembaran Yoshi lah, Yoshi aja kadang merasa kayak nggak kembar sama Cia, nggak bisa ngertiin apa yang dia pengen," Ucapnya panjang.


"Bunda.... Yoshi mau bercerita sama bunda," Ujar Yoshi sambil menyenderkan kepalanya di bahu Feli.


"Ya udah kamu ke kamar kamu, nanti bunda nyusul yak," Ucap Feli mengelus pelan rambut Yoshi.


Yoshi mengangguk antusias, kemudian mencium pipi bundanya dan beranjak dari sana.


...•••...


Cia kini masih sibuk dengan beberapa make up yang kini ada di depan matanya. Cia sudah terlihat sangat cantik tanpa make up sedikitpun. Namun, hari ini dia ingin sedikit memberi sentuhan pada wajah cantiknya.


"Lalalalalala, kamu tidak nyata tapi aku tetap suka." Cia tampak sedang bersenandung dengan musik yang kini berputar.


...Ting...


Cia memberhentikan aktivitas nya sebentar, matanya melirik ponsel yang menyala.


Ex:)


"Sibuk nggak?"


^^^Nggak^^^


"Mau ketemu nggak?"


^^^Hem^^^


^^^Di cafe Jasmine, 30 menit lagi^^^


Cia mematikan sambungan data miliknya, dirinya tampak berpikir "Ada apa dengan Rey??" Dirinya sedang tidak memberi harapan dengan Rey okey?? hanya ada rasa kasihan karena kedua orang tuanya habis bercerai.


...•••...


"Bun, Yoshi pernah peduli sama orang."


"waktu awal ketemu dia baik, friendly, kalem, pendiam, rajin, dan pinter."


"Yoshi mencoba untuk dekat dengan dia, dan tanpa sadar Yoshi sendiri yang jauh sama kembaran Yoshi," Ujar Yoshi menjeda kalimatnya.


Feli masih setia mendengarkan celotehan putranya.


"Tapi semakin kesini dia malah sering jatuhin Cia Bun, cuma gara-gara Yoshi jauh dari dia."


"Yoshi termasuk kasih harapan ke dia ya Bun?? demi tuhan sekali pun Yoshi mending kehilangan Girlfriend Yoshi sendiri daripada kehilangan kembaran Yoshi," Ujarnya.


Feli berpikir sejenak, "Kamu udah besar, seharusnya kamu tau mana yang benar dan mana yang salah." Berbicara lembut sambil menatap putranya.


"Kamu harus bisa ikuti kata hati kamu, kamu suka nggak sama cewe itu?? kamu nyaman nggak sama dia?? terus kamu merasa lebih baik nggak ketika sama dia? Kalau hati kamu ngerasa nggak nyaman itu artinya itu bukan terbaik buat kamu, cobalah menyatukan hati dengan pikiran." Feli mengusap lembut rambut Yoshi.


"Yoshi aja nggak tau sama perasaan Yoshi sendiri," balasnya menunduk.


"Makanya, jalani dulu yang ada, kalau sekiranya semuanya udah mantap dari hati, pasti kamu bisa menghadapinya, okey?" Feli memeluk putranya.


...Tok-tok-tok...


Terdengar suara ketukan pintu, Cia datang sudah siap dengan outfit miliknya.


"Kamu udah siap?" Tanya Yoshi. Cia hanya mengangguk sebagai jawaban nya.


"Bunda ngapain di kamar Abang?" Tanya Cia kepo.


"Nggak tadi Abang kamu ada.."


"Ada keperluan," Yoshi memotong pembicaraan bundanya sambil tersenyum manis mengkode bundanya.


"Owh, Abang belum siap kan?? Abang nanti nyusul aja, Cia juga ada urusan. Di cafe Jasmine ya bang, Babay bunda. Babay Abang, muach." Cia pergi begitu saja.


"mau ngapain ke cafe??" Tanya Feli heran.


"Biasa anak muda Bu, mungkin butuh healing." Yoshi mengacuhkan bahunya.


"Yaudah bunda mau turun yah, bentar lagi sore. Ayah pasti pulang sama Abang kamu dan akan kelaparan," Ujarnya lalu pergi dari kamar Yoshi.


Yoshi segera bersiap, mandi dan juga hal lain pada lelaki pada umumnya.


Cia kini sedang menunggu ojek online pesanan nya.


Ex:)


^^^Gw otw^^^


Meski Ceklist satu, Cia langsung mematikan ponsel miliknya dan beriap untuk menaiki motor.


Sekitar 12 menit dari kediaman Cia, kini Cia sudah sampai di cafe Jasmine.


Cia mencari tempat andalannya, yaitu di pojok cafe dekat jendela.


"Pesen dulu kali yak, ya udah." Cia berceloteh dengan dirinya sendiri.


Dirinya langsung memesan makanan nya, dan sambil menunggu dia mengscroll Instagram miliknya.


...~~~...


Sudah 20 menit Cia duduk disini, bahkan cemilan dengan minuman yang tadi dia pesan sudah hampir abis.


"Ishhh mana sih!!!" Cia tampak kesal.


Kemudian dirinya membuka Room Chat pada ponselnya.


Ex:)


"*Maaf Ci, Jessi lagi sakit perut, kapan-kapan aja ya ketemunya."


"Maaf banget loh*,"


Cia hanya membaca pesan itu, "Sabar Ci, mood lu lagi bagus hari ini,"


"Jadi isoke not problem." Cia mengelus dadanya sabar.


"Tapi nggak bisa bgst,"


...Finish...