
Selamat malam semua🥳 Hari ini Author kembali lagi. Sedikit berpromosi
SPAM NEXT YUK!!! VOTE NYA DI TUNGGU YAH😁
#DUKUNG_NOUSTerbit
#NOUS_NAIKLEVEL
NOUS PUNYA GROUP CHAT SENDIRI TAU! INI UNTUK UMUM YAH SEKALIAN KITA BAHAS-BAHAS TENTANG NOUS. WKWKWK SEKALIAN BIAR KALIAN TAHU JADWAL AUTHOR UPDATE.
KAPAN AUTHOR UPDATE, DAN KAPAN AUTHOR LIBUR GITUლ(´ ❥ `ლ)
KALAU MAU LINK GROUP NYA, SILAHKAN HUBUNGI AUTHOR👁️👄👁️
083865683501 (Elira)
...Happy Reading guys...
Setelah selesai memasak dengan kakeknya, Cia dan Han akan berkeliling komplek, karena kata neneknya di sekitar perumahan ini banyak yang berjualan. Cia tetap Cia, gadis kecil yang suka kuliner Nusantara.
"Jalan nih?" Tanya Han sambil memakai sepatunya.
"Ya iya lah, masa cuma keliling komplek ajah naik mobil," Ujar Cia.
"Naik sepeda ajah nak," Ujar Nenek Milla tiba-tiba.
"ada nek?" Tanya Cia menaikan alisnya keatas.
"ada lah, itu di garasi mobil ada tiga atau empat, pake ajah, udah lama itu nggak di pake," Jelas Nenek Milla lalu berlalu pergi
...outfit CIA...
...outfit Han...
mereka segera mencari keberadaan sepeda yang tadi neneknya bilang, Akhirnya mereka menemukannya dan segera keluar dan mencari kulineran.
Cia menggoes sepedanya dengan semangat dan di ikuti oleh Han dibelakangnya, "Han ada tukang cakwe noh," Teriak Cia saat melihat banyak penjual yang berada di luar perumahan.
"Ya udah yuk beli," Ajak Han.
mereka mendekat kearah tukang cakwe itu. Perumahan dibandung tidak biasa sudah seperti satu RW sendiri, setiap gang nya terdapat 8-12 rumah saling berhadapan, dan di perumahan ini terdapat 5 gang atau bisa di jumlah sekitar 50+ rumah ada disini. Penjagaan juga cukup ketat setiap gank nya juga terdapat saptam sendiri-sendiri. Tapi jangan ditanya berapa harga jika ingin berumah di perumahan ini.
"Mang Cakwenya 10 ribu," Ujar Cia kepada mamang penjual itu.
"Mau minum nya apa?" Tanya Han pada Cia.
"Apa yak, coba deh nyari," Ucap Cia, matanya mengelilingi sekitar mencari keberadaan penjual minuman.
"apa itu Han?" Tanya Cia saat matanya melihat penjual es tebu serut.
"Baca lah anjir, itu tukang es tebu serut. Mau?" Tawar Han.
"Nggak pernah nyoba gw," Ujar Cia tampak ragu.
"orang lu gede ajah di London pea, mana pernah beli ginian waktu SD," Ujar Han.
"Kan lu juga besar di luar negeri juga bodoh!" Cia tampak kesal.
"ya waktu gw TK disini, sempat lah beli itu." Han tidak mau mengalah malah semakin ngegas untuk berantam dengan Cia.
"ISHHH, iya-iya... Cia mau itu," Ucap Cia menunjuk penjual es tebu itu.
"Tunggu sini." Han tampak mendekat kearah penjual es tebu tersebut dan mulai memesan nya.
Sedangkan di Jakarta, Yoshi sudah keliling ke rumah teman-teman adiknya, bahkan dia sudah sampai ke rumah teman kelasnya. Namun, hasilnya nihil.
"Akhhh, bisa depresod gw lama-lama." Kini Yoshi sedang berteduh dibawah rindangnya pohon beringin.
"Rey kenapa sih anjir, kok dia bisa kayak gitu?" Tanya Azlan bingung.
Yoshi tidak sendirian dia dibantu Azlan dan Dion mencari keberadaan adiknya. "Lu pada haus nggak apa? gw haus nih, nyari minum yuk." Ajak Dion tersenyum manis.
"Tuh sebelah lu ada air comberan kenapa nggak lu minum dulu?" Tanya Azlan menawarkan air yang lebih dekat.
"masih sayang nyawa, belum mau mati," Ujar Dion.
"ayok ke Cafe itu," Ajak Yoshi menunjuk sebuah cafe yang tidak jauh dari mereka.
Akhirnya mereka masuk kedalam cafe, "Lumayan ngadem disini," Ujar Dion setelah membuka pintu cafe tersebut.
Teman-temannya tidak menanggapi ucapannya itu, mereka mencari tempat duduk yang strategis yang sekiranya bisa untuk membahas hal ini.
bukan nya menemukan tempat yang strategis, mata Azlan malah menemukan dua orang berbeda kelamin sedang duduk berdua ketawa ngakak ngikik kayak Kunti di pojok cafe.
"Bentar-bentar itu bukan nya Rey?" Tanya Azlan heran.
"Bangsat, udah punya pacar adek gw, malah jalan sama cewek lain!!" Yoshi tampak emosi, dirinya tidak terima jika kembarannya di kayak giniin.
"sabar shi, kita pantau sambil bahas apa yang harus kita lakukan." Azlan dan Dion mencoba menenangkan Yoshi.
Yoshi jika sedang mempunyai masalah dia suka lupa mengendalikan omongannya, suka lupa pada dirinya sendiri.
"Btw Han kemana? apa dia belum tau kalau Cia hilang?" Tanya Azlan duduk di salah satu meja yang ada disana.
"tadi malam gw kesana, yak mau kemana lagi yak kalau bukan kesana. Gw ketemu mamanya katanya dia lagi liburan, menghilangkan pening dan padatnya kota Jakarta," Jelas Yoshi.
"buset nggak ngajak-ngajak lagi, sama siapa dia?" Tanya Dion.
"Kata mamanya sih sama temen kecilnya," Jawab Yoshi seadanya.
"bentar-bentar otak gw ngebug seketika, gini yak bukannya temen kecilnya Han itu Cia?" Tanya Azlan heran.
"Bentar, jangan bilang ...," Yoshi menggantung kalimatnya.
"kita sepemikiran?" Azlan masih syok apa yang ada dipikirannya.
"apa sih anjir, otak gw kok nggak nyampe!!" Dion kesal pasalnya kedua temannya ini tidak memberitahu apa yang mereka pikirkan.
"diem lu, coba deh lu telefon Han," Pinta Azlan, dengan segera Yoshi memencet beberapa angka di Keyboard miliknya.
disisi lain, Kini Han dan Cia sedang duduk sebuah taman kecil yang banyak anak kecil dan banyak penjual pinggiran disini.
"Han, Cia mau itu.." Rengek Cia melihat penjual permen kapas.
"Buset masa calon mafia kayak gini," batin Han.
"ya udah tunggu, nitip nih handphone." Han berdiri dari duduknya kemudian berlari mendekat kearah penjual permen kapas itu.
Saat Cia sedang sibuk meminum es tebu yang tadi dia beli, namun suara telefon mengalihkan perhatian nya.
tertera dengan jelas di ponsel milik Han nama 'Yoshi kutub Antartika', dengan keberaniannya Cia mengangkat hp itu. Untuk sementara Cia mengganti no SIM Dan kartunya.
"Halo Han lu dimana anjir?"
"Lu sama Cia yak!!"
"Halo bang" Jawab Cia ragu-ragu.
"Astaghfirullah Cia, kamu dimana sih? Abang pusing nih nyari kamu!" Terdengar bahwa Yoshi mengeluh karena kelelahan mencari keberadaan Cia.
"Kalau pusing nggak usah nyari, biarin ajah" Jawab Cia terdengar dingin.
"kamu dimana sayang?" Tanya Yoshi di Jakarta sana.
"Abang nggak perlu tau, Cia baik-baik ajah, Abang jaga diri yang bener yak, Cia lagi menyegarkan pikiran jadi Cia mau private dulu." Tanpa menunggu jawaban dari Yoshi disana, Cia mematikan ponselnya secara sepihak dan memblokir no Yoshi di hp milik Han.
"Gw liatin lu habis telefon pake hp gw? Lira?" Tanya Han menyodorkan satu buah permen kapas.
"Bukan, tadi bang Yoshi telefon, gw udah jelasin supaya mereka disana nggak khawatir," Uajr Cia memakan permen kapas itu.
"Oalah" Jawab Han tak terlalu memikirkan telefon Yoshi itu.
"Tau nggak Han, permen-permen apa yang berat?" Tanya Cia tersenyum Jail.
"Permen batu?"
Cia menggelengkan kepalanya.
"Permen apa yak"
"Permenmata?"
Cia kembali menggelengkan kepalanya, Han dibuat bingung oleh teka teki yang Cia berikan.
"Jawabannya Candy Borobudur," Ujar Cia tertawa lepas.
"CANDI, BUKAN CANDY CIAAAA!!!" Han dibuat kesal karena teka teki ini.
"Udah lah udah, capek nih"
...•••••...
Di sisi lain Kakek dan Nenek sedang duduk santai di sofa depan tv sambil menikmati es teh milik masing-masing.
"Mah, sepertinya Cia harus belajar menjaga diri," Ujar Kakek Irfan.
"Ya kemarin mama juga udah dengar ceritanya, suruh masuk ajah ke mafia kita," Saran Nenek Mila.
"baru juga mau ngomong, boleh nih berarti?" Tanya Kakek Memastikan.
"Iya lah demi kebaikan nya juga, lagian selama ini Yoga kurang perhatian sama anak-anaknya." Milla meminum es teh miliknya.
"ya sudah biar nanti papa yang bicara sama Yoga dengan Feli," Ujar Irfan.
...Finish...