NOUS

NOUS
Nous 58



Beberapa hari lalu Tahu ulang tahun tau! sekarang panggil Author tahu ༎ຶ‿༎ຶ Biar unyu-unyu, soalnya Author suka Tahu.


kalian nggak mau ngucapin Habede buat tahu? Jahad sekali! waktu itu mau up, keburu Malas. pantengin Instagram kita dong(ᗒᗩᗕ).


Ayok Follow akun sosmed Mereka🐻


@Lonely_Friend3030


@Yocia_ganesha


@Reygan_Gevano


@Yovie_Ganesha


@Yovie_Ganesha


@Felicia_Ganesha


@Yoga_Mahendra


@Lonely_Cansss


Follow yak, untuk Yovie sama Yoshi itu kalau nggak salah namanya😭


#DUKUNG_NOUSTerbit


#NOUS_NAIKLEVEL


NOUS PUNYA GROUP CHAT SENDIRI TAU! INI UNTUK UMUM YAH SEKALIAN KITA BAHAS-BAHAS TENTANG NOUS. WKWKWK SEKALIAN BIAR KALIAN TAU JADWAL TAHU UPDATE.


KAPAN TAHU UPDATE, DAN KAPAN TAHU LIBUR GITUლ(´ ❥ `ლ)


KALAU MAU LINK GROUP NYA, SILAHKAN HUBUNGI TAHU👁️👄👁️


083865683501 (Tahu unyu)


...*Happy Reading...


...•❈⊱✿⊰❈*•...


Malam hari pun tiba, kini di rumah hanya ada Cia dan Yoshi, karena Yovie pergi ke kantor dengan Cindy. Bukan nya apa, mereka hanya mengambil berkas yang tertinggal di laci meja Yovie.


Cia tengah sibuk memasak makan malam.


"Nggak usah masak sayang, kamu pasti capek kita gopud ajah," Ujar Yoshi menuruni tangga.


"Nggk sehat," Jawab nya acuh.


"kamu marah yak sama Abang?" tanya Yoshi.


"nggak"


"tapi kok jawab nya gitu?" tanya nya kembali.


"gimana?"


"kenapa pendek-pendek sih, Cia sekarang berubah banget," Ujar nya panjang lebar.


"siapa yang lebih berubah?" tanya membalik.


"Maaf yah, waktu itu Abang lupa." Yoshi duduk di meja makan sambil menunggu masakan Cia matang.


"hm"


Cia menaruh semua masakan nya ke meja makan. Bukan nya duduk, Cia malah berlalu pergi meninggalkan Yoshi. Sungguh Cia sudah muak dengan semua ini.


"Kamu nggak makan?" tanya Yoshi saat melihat adiknya pergi begitu saja.


"Ga" jawab nya acuh


Yoshi hanya menghembuskan nafasnya panjang, semua ini terjadi juga karena nya.


Cia terbaring di atas tempat tidurnya, dia lapar hanya saja makan dengan Yoshi membuatnya semakin tidak napsu. Akhirnya Cia memilih makan setelah kembaran nya itu selesai.


10 menit telah berlalu, rasa lapernya kini semakin melonjak. karena sudah tidak tahan Cia hendak keluar dari kamarnya, namun..


"De.."


Cia hanya mengangkat alisnya


"Abang pergi yak, kasihan Alluna dirumah sendirian, hujan-hujan gini mati lampu disana," Ujar Yoshi.


"Gila Alluna pake pelet dukun mana sih, sampai Abang gw kek nggak punya otak," Batin nya.


"Hm" Cia berlalu pergi.


Yoshi menyalakan mobil miliknya, tadi Alluna menghubunginya kalau dirumahnya mati lampu, sedangkan cuaca sedang hujan petir seperti ini. Jessi sedang pergi dengan Rey oleh karena itu Alluna meminta tolong Yoshi.


"Plisss dia pake pelet dukun mana! Abang gw bego apa bego amat sih, ujan-ujan gini dongo, mau-maunya pergi," Ucap Cia mendumal sambil mengambil nasi dan lauk.


saat tengah sibuk mengambil makanan sambil nyerocos, Tiba-tiba semua lampu mati.


"Ha," Cia terkejut.


"Pliss nggak usah main-main deh," Ujarnya lirih.


"HELLO" teriaknya.


Cia mencoba memberanikan diri untuk berjalan mencari hp nya.


...Dugh...


Cia menabrak ujung tangga yang memang lancip, Tangan Cia terluka namun itu tidak seberapa. Cia memang mafia kecil, namun dia belum bisa mengendalikan phobia gelapnya.


semakin lama suara petir semakin terdengar, Cia masih mencoba menaiki tangga pelan-pelan menuju ke kamarnya. Kini rasa laparnya sudah hilang, tergantikan rasa takut akan suara petir dan gelapnya malam.


"ABANGG..." teriaknya sambil ketakutan.


terdengar suara telapak kaki, membuat Cia segera berlari tidak peduli dengan kakinya yang lecet karena tergesek tangga.


"ABANGG...." teriaknya


ingatan tentang masa lalunya kembali berputar, dimana dia di sekap di gelapnya malam, dan kerasnya petir membuat suasana malam ini semakin mencekam.


...DERRR...


"AKHHHH" Teriak Cia, Cia terduduk di lantai sambil menutup telinganya rapat-rapat, dirinya kembali dirundung pusing.


Matanya sudah berlinang air mata, rambutnya acak-acakan, darah berserakan karena kakinya yang lecet. suara petir dan gelapnya malam membuat suasana kembali mencengkram.


"HIKSS, ABANG..." teriaknya kembali.


"ABANGG...." teriaknya kembali


Miris..


...~~~...


Hujan sudah mereda, Cia terbaring di lantai depan pintu kamar Yoshi. padahal tinggal beberapa langkah lagi kamar milik Cia.


darah nya tidak henti-hentinya berhenti, mengalir begitu saja hingga berserakan. Cia tidak peduli akan hal itu.


"CIAAA"


suara itu membuat mata Cia yang awalnya tertutup ketakutan, terbuka melihat gelapnya malam.


"CIAAA" teriak Yovie berlari secepat mungkin.


tadi di kantor Yovie juga mati lampu, karena merasa firasat tidak enak akhirnya dia dan Cindy segera pulang untuk mengecek keadaan Cia.


Yovie segera berlari memeluk adiknya yang kini terlihat sangat berantakan, matanya merah, rambutnya sudah seperti orang gila, dengan darah yang ada di tangan dan kaki.


"Abang..." Tangis Cia benar-benar pecah, sesegukan terdengar begitu sesak. Yovie dibuat tidak tega akan hal itu.


Yovie segera membopong Cia dan membawanya ke kamar milik Cia, Cindy juga terlihat begitu syok melihat keadaan Cia.


Karena hujan dan Yovie yang buru-buru akhirnya Cindy ikut kerumah Yovie kembali.


Yovie membaringkan tubuh Cia di ranjang, Cia masih diam membisu. seakan dirinya benar-benar lupa jati diri.


"Cia are you okey?" Tanya Cindy yang ikut khawatir.


"Minum obatnya." Yovie menyodorkan satu pil obat pada Cia.


Cia hanya diam membisu, pikiran nya kosong. Semuanya begitu hal yang tidak terduga, Hal ini kembali terjadi setelah 3 tahun yang lalu.


3 tahun yang lalu Cia juga mengalami hal yang sama, namun saat itu ada Yoshi yang menjaga dan memeluknya.


Yovie memasukan obat itu kedalam mulut Cia, dan menyuruhnya minum air putih.


"Yov, Cia nggak kerasukan kan?" Tanya Cindy khawatir.


"Nggak, dia hanya syok." Yovie menarik selimut milik Cia.


Cia masih diam, hingga akhirnya mungkin dia lelah matanya menutup sendiri.


"obatnya sudah bekerja," Ujar nya kembali.


"Cin kamu mau nginep dulu nggak?" Tanya nya.


"Ha?" Cindy di buat Syok.


"Tenang, kamu jagain Cia saya minta tolong, saya mau kembali ke kamar menghubungi Bunda, bagaimana pun Cia mencari sosok perempuan." Yovie tampak memohon kepada Cindy.


"Ya sudah iya, saya akan menemani nya," Ujar nya.


"Baju kamu basah, saya ambilkan baju Cia yak." Yovie berjalan mencari baju yang sekiranya pas di badan ramping milik Cindy..


"Nggak usah pak, harusnya kamu yang ganti baju, liat basah ada darahnya lagi." Cindy mendekat sambil menahan tangan Yovie.


"Gapapa, nanti kamu masuk angin." Yovie tetap kekeh mencarikan Cindy baju


"nanti kamu juga masuk angin, biar aku nyari sendiri yak." Cindy menarik tangan Yovie dan menggenggamnya.


"Ya Allah bangun haus gini, kenapa liat beginia."


"Pake eye contact"


"pengen pindah ke Jupiter, orang-orang di bumi jahat"


Batin Cia saat melihat Abang dan teman ceweknya begitu uwuw di depan matanya.


"Hm, liat-liatan terus." Cia mengambil minum yang berada di samping nakasnya.


"Eh" keduanya tersadar.


"udah gapapa lanjutin ajah, nanti Cia lanjutin pingsan nya," Ujar Cia lalu kembali berbaring dan menutup matanya.


"Kamu udah bangun? udah sadar?" Yovie tampak heran, biasanya setelah kejadian seperti ini Cia pasti akan terlihat ketakutan, namun ini?.


"Kamu tidur sama kak Cindy yak, Abang mau kembali ke kamar," Ujar Yovie lalu segera keluar dari kamar milik Cia.


"Em kakak pinjem baju tidur kamu yak, em kamar mandi sebelah mana?" Tanya Cindy canggung.


"di belakang kakak tuhhh," Tunjuk Cia.


"ah.. iya maaf nggak liat." Cindy masuk kedalam kamar mandi.


"Pake malu-malu burung unta," Cibir Cia.


"Akhh" ringisnya merasa sakit di bagian kaki dan lengan nya.


...*Selamat pagi...


...salam dari Tahu...


...Vote sama Like dong*!!...