
Tahu balik😋🙏 Eh ada yang nanya, up jarang, sekali up cuma satu༎ຶ‿༎ຶ gini prend, kan tahu udah sekolah PTM. Ya tahu stress liat tugas dan tagihan tugas yang banyak :).
...Happy Reading...
Kini Cia tengah di rawat di dalam UGD, ada Han, Jio, Adit, Yoshi, Yovie dan Jihan Dkk.
"Vi, kek nya ini ada yang sengaja Vi," Ujar Adit bisik-bisik pada Yovie.
"Emang gimana sih kronologis nya?" tanya Yovie pada Adit.
"Katanya mah yak, ada yang sengaja ngunci pintu kamar mandi Cia Vie, mana lagi kan Cia phobia gelap Vie," jelas Adit.
"Lebih detailnya yak kurang tahu sih, tanya Jio tuh kayaknya tau," Lanjut Adit, dagu miliknya menunjuk Jio.
"Ji-"
Tiba-tiba Dokter keluar dari UGD, Semua orang langsung berdiri dan menatapnya penuh harapan.
"Nona Cia belum sadar, sepertinya traumanya kembali menyerang, di usahakan ada seseorang yang selalu menemaninya."
"Oh iya, saya akan mengecek bagian pernapasan nya, untuk membuktikan dia punya asma atau tidak," Sambung nya.
"Lakukan yang terbaik buat adik saya yah Dok," ujar Yovie.
"Kami akan lakukan yang terbaik demi nona Cia," ucap Dokter itu.
"Kalau begitu saya permisi." Dokter itu segera pergi ke lab untuk memeriksa semuanya.
...•••...
"Kayaknya Bunda sama Ayah pulang deh," lirih Yovie.
"Serius?" bisik Adit di telinga Yovie.
"Kayaknya bodoh! gw mau nelfon ayah sama bunda yak, lu sini ajah!" Ucap Yovie lalu menjauh dari ruangan UGD.
"kita belum boleh masuk?" Tanya Jihan khawatir.
"Belum kek nya, nunggu pindah ruang rawat inap," ujar Han menyenderkan kepalanya di senderan kursi.
"Kalian mending kembali ke sekolah, bukan kah masih jam pelajaran? biarkan disini hanya ada beberapa orang saja," Pinta Adit pada semuanya.
"Tapi pak, saya khawatir sama Cia pak," ujar Gendis khawatir.
"Cia in sya Allah baik-baik saja, kalian balik lah ke sekolah, Jio kamu bawa mobil saya saja. Bawa anak-anak perempuan ini ke sekolah yak." Perintah pak Adit pada Jio.
"Hm, baiklah. Ayo semuanya," Jio berjalan menuju keluar rumah sakit.
...••••...
Han, Yovie, Yoshi dan Adit masih menunggu UGD terbuka, menunggu Cia yang tak kunjung sadar.
"Hmm, kapan sadar sih!" Lirih Han.
"Jangan ngumpat Mulu lu, Cuma nunggu sadar sabar ajah," Ujar Adit.
"Hmmm"
Tiba-tiba UGD terbuka, terlihat para suster menarik ranjang Cia, Sepertinya dia akan di bawa ke ruang rawat inap.
"Permisi saudara Cia akan di masukan ke kamar rawat inap, mawar hitam no 15," Ujar salah satu suster.
"What!! mawar hitam? mending merah, " Lirih Han tak percaya.
"Udah nurut, ayok kesana ngikut.." Ucap Adit menarik Han.
Mereka berbondong-bondong mengikuti suster itu ke ruangan mawar hitam. "Mawar Hitam kek mana sih njrt," umpat Han kembali.
"Diem tinggal ngikut juga," ucap Yoshi.
Yoshi tidak membalas ucapan Han, jika membalasnya sama saja dia buang-buang waktu.
...~~...
Mereka telah samapi di kamar mawar hitam, Han langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa, begitupun dengan yang lainnya.
"Suster Cia kapan sadar?" tanya Yovie pada suster yang memasang infus.
"Sekitar 1-3 jam kedepan tuan," Ujarnya.
"Tolong usahakan hasil tesnya cepet keluar yak, jika memang dia mengidap asma, kami akan membawanya berobat keluar negeri," Jelas Yovie.
"Akan kami usahakan tuan, saya permisi." suster itu pergi meninggalkan ruangan.
"Bunda sama ayah lagi perjalanan pulang tau," Ujar Yovie memberitahukan semuanya.
"Gapapa deh, biar Ayah tahu kelakuan Lu Shi."
"Kok gw?"
...~~...
Tiba-tiba terdengar nafas Cia yang memburu, seperti kejang-kejang.
"Ci!!"
Mereka semua panik dengan kondisi Cia, mata yang masih tertutup dan kondisi badan yang kejang-kejang.
"CIA!!"
"ayok sadar ci,"
"DOKTER!!!" Yoshi berlari keluar mencari dokter yang merawat Cia.
"VIE, NAFAS CIA VIE." Adit menunjuk perut Cia yang sudah diam, dan tidak kembang kempis.
Dokter segera masuk, dan memeriksa keadaan. Yoshi sudah cemas akan keadaan Cia.
"Maaf, Nona Cia sudah tidak ada."
Semua diam membisu, sepertinya ini hanya mimpi semata. bahkan Yoga dan Feli tidak ada disini.
"Nggak, Dokter bohong kan?" tanya Yoshi masih tidak percaya.
"Lu bohong dok!! Cia prank kita kan?" tanya Han mencoba tidak percaya begitu saja.
"Ayah sama bunda bahkan belum pulang, Pliss Ini bohong kan?"
"Jangan main-main dok, mau saya pecat!!!" Teriak Yoshi menarik kerah sang dokter.
"Saya tidak bohong, tuhan terlalu sayang padanya hingga mencabut nyawanya secepat ini," ujar sang dokter.
Semua berbondong-bondong masuk ke kamar itu, Tangis mereka benar-benar Pecah saat melihat kondisi Cia terbaring lemah.
"CI!! LU BOHONG KAN!!!"
"BANGUN CI BANGU!!!"
"LU BELUM SEPENUHNYA MAAFIN GW CI!!"
"DEK KAMU NGEPRANK KAN DEK? NGGAK LUCU TAU NGGAK!!"
"FIKS INI PRANK, AYOK BANGUN CANTIK, CANTIK BANGUN," Ujar Yovie sambil membuka selang pernafasan Cia dan menatap nya sendu.
Mereka semua menangis, apa yang harus mereka katakan pada ayah dan Bunda nanti? Kakek? nenek? Omah dan opah?.
...🐻...