NOUS

NOUS
Nous 44



Selamat malam semua (っ˘̩╭╮˘̩)っ Aku kembali😚 Kangen Cia sama Yoshi nggak? harusnya kangen! setiap hari Author usahakan update 1 episoden habis Maghrib, stay yak (っ˘̩╭╮˘̩)っ Sayang kalian😚💘


...Happy Reading kawand...


Bel istirahat pun berbunyi, Cia dan Rey dkk, berjalan menuju ke kantin. "Lu sih Yoshi, hp gw di sita kan! gara-gara lu." Omel Dion pada Yoshi.


"Lah?" Yoshi hanya mengerutkan keningnya, seolah-olah bertanya 'Apa salah gw?'


"Lu nggak mau bagi contekan anjir, gw nanya brainly, eh malah hp gw yang di sita," Ucap Dion.


Bukan nya mereka berbelas kasih, mereka malah tertawa ngakak.


"Yang ketawa saudaranya setan!" Dion tampak kesal pada teman-temannya.


"Lagian, itu bukan salah Yoshi, Dion." Azlan merangkul pundak Dion.


"Itu salah lu sendiri, kalau lu ngarepin jawaban Yoshi, lu kapan pinternya anji," Sambung Azlan.


"Yah kan, gw udah bingung" Dion tak mau kalah menjawab pernyataan dari Azlan.


"Makanya lu baca! percuma punya mata sama otak nggak di gunain, cuma buat pajangan," Sarkas Azlan, pedes kek omongan ibu-ibu kompleks.


"Ngejleb, a'a"


"dedek sakit hati" Ucap Dion memegang dadanya.


"Anjir, banyak drama nih orang" Azlan mulai duduk di mejanya


"Good bang Azlan" Cia menunjukan jempolnya.


Kenapa Cia memanggil teman-teman Abang nya dengan embel-embel 'Bang'? Karena menurut Cia walaupun mereka satu kelas tapi untuk menghormati teman kembaran alias Abang nya.


"Iya dong Ci, nyakitin makhluk kek Dion kan suatu kelebihan gw" Ucap Azlan membanggakan dirinya.


"Bi Siti!" Teriak Cia


"Eh non Cia sama temen-temennya" Bi Siti tampak mendekat kearah meja Cia dan Reygan dkk.


"Mau pesen, Cia tetap pada Bakso dengan bonus toge yang banyak yak Bi." Pesan CIA


"Sama bakso, tapi yang biasa Ajh"


"kalau aku ......"


"Samain kek Fariha deh"


"Batagor satu"


"Somay"


"minumnya Es teh manis anget yah bi," Ujar Dion ngawur.


"Heh anjir, lu mah mau nya aneh-aneh, Hamil anak siapa lu?" Tanya Azlan.


"Abwang jahat, abwang kan yang hamilin aku" Dion kembali memulai dramanya.


"kapan? najes saya sentuh kamu" Azlan mengikuti alur buatan Dion.


"Zlan, urus istrimu yang bener," Ujar Jihan


"Najis gw punya istri jelmaan kek dia" Azlan menggeliat.


"Abang jahat, udah sentuh aku nggak mau nerima aku juga! Semua lelaki sama ajah" Dion kembali seperti banci perapatan.


"Bang Dion!! tobat lah!! ingat ini akhir zaman" Cia sudah mulai geram.


"tapi Cia ... lihat bang Ajlan nggak mau tanggung jawab" Dion mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil perempuan' minta mainan.


"Hahahaha anjir, bisa yak bibir lu di gituin" Rey tertawa renyah.


"HAHAHAHHA" Akhirnya mereka satu meja ketawa oleh tingkah Dion.


Saat mereka sedang tertawa riang di meja sana, seseorang datang kearah mereka.


"Permisi" Ucap orang itu.


"Iya?" Tanya mereka bingung.


"Kak Cia nya ada?" Tanyanya, Cia yang merasa namanya dipanggil langsung menjawab.


"Saya, kenapa dek?" Terlihat dari lengan sebelah kanan nya ada tulisan kelas '10'


"ini ada titipan salad, dari Abang gojek di depan, Katanya dari 'Yovie' suruh dimakan" Ucap adik kelas itu.


"Oalah, makasih yak" Cia mengambilnya kemudian mulai membuka nya.


"Tumben-tumbenan bang Yovie anter makanan salad buah lagi, biasanya sayur" Cia mulai mencicipi jeruk di atasnya.


"Permisi neng-neng, aa-aa" Bi Siti datang dengan karyawannya.


"Mangga bi, pesanan kita kan?" Jihan Mulai mengeluarkan duit Mereka yang tadi sudah di kumpulkan.


"Ini duitnya Bi, makasih yak" Jihan memberikan dua lembar uang warna merah.


"nggak bi, itu dari Cia anggap ajah, bayar hutang nya bang Dion," Ujar Cia sambil terkekeh.


"Heh, Makasih yah Cia, kalau begini gw jadi nggak usah bayar" Ucap Dion cengengesan.


"Oalah, tapi masih lebih Non" Bi Siti merasa tidak enak.


"udah gapapa bi, anggap ajah ucapan makasih dari kami, karena bakso dan dagangan bi Siti enak semua," Ucap cia menunjukkan senyum manisnya.


"Makasih yah Non, Bibi terima ini duitnya"


Akhirnya Bi Siti pergi meninggal meja mereka, Mereka pun mulai menyantap makanan di depannya satu persatu. Mereka makan ada yang mengobrol ada juga yang sibuk dengan ponselnya.


Di satu sisi, ada seseorang di balik tembok tersenyum smirk, "Gw tunggu kematian lu" Ucapnya.


"Alluna" Panggil Jessi tiba-tiba lalu duduk di meja Alluna dan Tristan.


"Kenapa sih Jes?" Tanya Alluna.


"Kalau aku kasih makanan ke Rey, di tolak nggak yak? aku bikin nasi goreng buat dia nih" Jessi tersenyum manis.


"Eh Jessi! Rey udah ada Cia, lu jangan sampai di cap jadi PHO Lu," Ucap Alluna.


"Coba ajah, diterima itu mungkin, tapi kalau di makan? itu yang nggak mungkin," Ujar Tristan.


"Kalian jahat, dukung gw kek, ini mah bikin gw putus asa," Ujarnya.


"Nih yah Jes, Lagian dia kan udah ada pacar, lu mending nggak usah deket-deket mereka, takut lu sakit hati, nanti kena mental" Ucap Tristan asal.


"Kalian bener-bener yak"


Di meja Cia dkk, Cia terlihat sudah memakan baksonya sampai habis, hingga akhirnya tiba juga saatnya memakan salad buah yang Abangnya kasih.


"YUHUU Cuci mulut, gw makan dulu yak" Cia mulai membuka mulutnya dan memasukan satu sendok buah di saladnya.


"Enak Juga" Cia melanjutkan makan salad buahnya.


Rey tersenyum, ketika melihat kekasihnya dengan lahap memakan salad buah pemberian Abangnya.


"Aduh" Lenguh Cia.


"Kamu kenapa?" Rey terlihat panik.


"Aww, Sakit" Cia mulai memegang perutnya.


"CIA..." teriak mereka ketika melihat Cia tiba-tiba Pingsan.


"By...," Rey tampak memukul pelan pipi gembil Cia


"By, jangan bikin aku panik by" Rey terlihat panik.


"Dek, Dek! Bercanda nya nggak lucu Dek," Begitupun dengan Yoshi yang sangat panik melihat keadaan kembarannya.


"Eh Cia kenapa itu?"


"Ada apa itu?"


"Lah ada apa Rame-rame?" Adit tampak datang ke kantin.


"Jihan, ada apa itu?" Tanya Adit pada Jihan.


"Pak.. pak.. Cia pak! Cia" terlihat dari raut wajah Jihan ikut khawatir.


"Cia kenapa?" Tanya Adit


"Cia pingsan pak, setelah makan salad!!"Ujar Jihan.


Adit langsung menuju ke tempat rubungan itu.


"Bawa sepupu saya ke rumah sakit!! segera!!" Pinta Adit.


dengan segera Rey membopong tubuh milik Cia, dan segera membawanya ke parkiran. diikuti dengan Cia dan Reygan Dkk.


Saat Dion dan Azlan keluar dari gerbang sekolah, mereka bertemu dengan grab sepertinya membawa paket.


"Mau ketemu siapa pak?" Tanya Dion


"ini ada Go food untuk mba Yocia" Ucap bapak-bapak itu.


"Ha?" Dion mengambilnya.


"Saya temannya pak, ini dari siapa?" Tanya Dion


"Ohh, Dari mas Yovie dari kantor Cakrawala" ucapnya senyum ramah.


"Makasih yak pak"


...Finish ...


Vote yak!! nggak vote sama like! aku bunuh dan santet