NOUS

NOUS
Nous 77



SAYAA BALIK!!! Kangen Mimin nggak? tangan Mimin gatel, kalau ada ide nggak di catetπŸ™πŸ™ Mimin selingkuh dari Nous gessss..... ayok baca cerita terbaru Mimin di Instagram @Lonely_friend3030. Like dan follow juga ya, updatenya saya jadwal mulai Minggu depanπŸ’ƒ giliran sama Nous gitu LochπŸ™


...Happy Reading...


Yovie menyelusuri lorong bersamaan dengan Adit, keduanya tengah membicarakan beberapa hal tentang pekerjaan.


...Tok-tok-tok...


Adit mengetuk pintu kelas Cia.


"Silahkan."


"Bu, maaf menganggu waktunya." Adit masuk kedalam kelas di ikuti dengan Yovie di belakangnya.


Tatapan dan aura Yovie yang tidak bersahabat membuat para kaum hawa yang ada disana langsung terpesona.


Tatapan dingin, style simpel namun terkesan lebih dan juga aroma-aroma wangi yang keluar dari parfum miliknya.


"Cia mana ya Bu?" tanya Adit kepada guru yang tengah mengajar itu.


"Cia lagi~"


"Disini." Cia tiba-tiba muncul dengan Jio di sebelahnya.


"habis darimana?" tanya Yovie terdengar lembut dan mengelus rambut Cia.


"habis rapat OSIS bang, emang sekarang ya?" tanya Cia.


"Nggak dek, abang cuma mau ajak kamu keluar aja." Yovie menyeret pelan tangan Cia keluar.


"Saya izin bawa Cia ya Bu, ada urusan keluarga juga." Adit tampak pamit dan mengambil tas milik Cia.


"Yoshi ikut yang bang?" tawar Yoshi berdiri dari duduknya.


"Belajar aja lu, nanti di rumah aja." Adit pergi keluar dari kelas itu.


...ο½‘β˜†βœΌβ˜…β˜…βœΌβ˜†ο½‘...


Yovie mengajak Cia untuk duduk di kantin, padahal bel cuma tinggal 15 menit lagi. Dan, Cia akan terapi sekitar satu jam kedepan.


"Kamu belum sarapan, kamu duduk dulu biar abang yang pesan." Yovie mendudukkan Cia di kursi kantin dengan Adit di sebelahnya dan Yovie pergi menuju penjual bakso langganan Cia.


"Gini amat tinggal di Indonesia, padahal tadi pagi Cia sarapan pake Roti sama susu bang," Ujar Cia mengadu kepada Adit.


Cia tetap Cia, sifat Childish Cia dengan orang terdekat nya masih sama. (Tidak berlaku bagi Yoshi)


"Kamu kan mau terapi, kamu harus makan yang mengenyangkan sayang." Adit membelai Surai hitam Cia.


"Hari ini hari pertama Cia terapi, kira-kira sakit nggak bang?" tanya Cia.


"nggak dek, kamu mau sembuh kan? pasti kamu bisa menghadapinya dek."


Cia mengangguk paham, dirinya tidak terlalu gugup untuk terapi kali ini. Namun, dirinya yakin pasti nanti obat atau jenis vitaminnya nambah lagi.


"satu mangkok bakso dengan toge 3Γ— lipat lebih banyak khusus tuan putri abang." Yovie menaruh satu mangkok bakso di depan Cia dan satu cangkir es teh manis untuk sang adik.


"permisi ini punya tuan sama pak KS." salah satu karyawan disana datang dengan membawa dua cangkir kopi untuk Adit dan Yovie.


"Apaan ini? nggak!! kalian berdua nggak boleh ngopi, mbok ganti aja ini susu putih sama kopi susu aja mbok." Cia meminta karyawan itu mengganti pesanan abangnya.


"No!! Cia nggak suka!!" Cia tampak cemberut.


"Maaf dek, ya udah ayok dimakan." Yovie menyodorkan sendok dan mangkok itu kedepan Cia.


"udah nggak mood Cia," Ujar Cia sambil menaruh kedua tangannya di depan dada.


"Cerita nya marah nih? minta di suapin kan? ayok aaaa." Yovie mengambil sendok itu dan memasukan makanan di atasnya lalu menyodorkan kepada Cia.


"Ayokk aaaa, nanti pulang rumah pasti udah ada lift dek." Yovie sedikit menyogok Cia agar mau makan.


"Seriusan? ayah beneran pasang lift?" tanya Cia tampak langsung senang.


Yovie mengangguk sambil tersenyum manis. Cia membuka mulutnya dan memakan bakso itu.


"Cia lagi pengen di suapin abang, Cia mau di suapin ya," Ujar Cia puppy eyes.


Tiba-tiba bell istirahat berbunyi, kantin yang awalnya sunyi perlahan terdengar suara sepatu yang saling bertubrukan dengan tanah.


Cia dan abang-abang nya duduk di barisan depan dekat dengan pintu masuk kantin, saat beberapa murid yang berlarian seketika langsung memelankan jalannya sambil menunduk melewati Adit.


Yoshi and the circle datang ke kantin, Yoshi hanya mengambil satu kotak teh Sosro botol dan menempatkan dirinya di meja bersama abang-abangnya. Rey datang dengan empek-empek di nampannya.


Yovie masih sibuk menyuapi Princess nya itu. Sedangkan di satu sisi ada seseorang yang menatapnya dengan tatapan sinis.


"Yaelah udah gede, masa iya makan masih di suapin. Tangannya amputasi aja kali mba," Ucapnya lirih namun masih bisa di dengar oleh orang-orang yang duduk di sebelahnya.


"Hust, Lun!! Lanjutkan, saya dukung." Jessi semakin mendukung Alluna.


"Nanti malem gw mau pergi, lu ikut nggak?" Tanya Jessi kepada Alluna.


"Kemana?" tanya nya heran.


"Biasa, gw sama Tristan." Jessi menaik-turunkan alisnya.


"Gw nonton gitu?" tanya Alluna.


"Main bertiga dong." Tristan datang tiba-tiba lalu bergabung dengan kedua wanita tersayang nya itu.


"Eh Mami tadi bilang sama gw, katanya jangan boros sekarang lagi ada masalah di kantor." Jessi berucap sambil mengaduk-aduk makanannya.


"Tenang, Daddy gw baru transfer buat bayar SPP. Tapi kita gunain dulu aja buat nanti malem, seneng-seneng bareng." Tristan menarik Jessi dan memeluknya dari samping.


"Yoi!!!"


di satu sisi, di meja Dion, Azlan, dan Rey melihat meja ketiganya hanya menatap jijik.


"Rey liat cewek lu, kek LonT anjir." Dion tampak menyipitkan matanya sambil mengangkat bahunya.


"Mereka cuma sepupuan," Ujar Rey tampak masih tenang.


"Gw heran sama lu, dulu aja lu anti banget tuh namanya sama cewek, Kok sekarang malah salah milih?" Tanya Azlan heran.


"Eh jangan salah, Jessi itu cinta pertama nya Rey. Cuma ya dulu emang gitu sih," Ucap Dion menggaruk tengkuknya gatal.


"Nggak sih, gw tau Rey kayak gimana!! Rey lu nggak di guna-guna kan??" tanya Azlan to the point.


"Apaan sih, gw nggak percaya gitu-gituan." Rey menaruh es jeruknya di meja.


"Eh jlan, kalau misal Rey di guna-guna mana dia tau lah anjir, seharusnya lu nanya nya sama Jessi langsung pea," Ujar Dion.


"Ya kan, anu. Rey kayak bukan Rey yang gw kenal gitu," Ujar Azlan.


"Udah si diem aja!!"


...β˜…β”β”β”β”β”β” - β”β”β”β”β”β”β˜…...


Di sisi lainnya, Cia tengah membujuk abangnya agar mau mengizinkan Cia meminta empek-empek milik Han yang cukup pedas.


"Han ... Cia mau." Cia mencibirkan bibirnya.


"Bang Yov, kasih ya? Han nggak tega jadinya," Ujar Han tampak pasrah ikut membujuk Yovie.


"Enggak, itu pedes banget sayang. Yang lain ya?" tawar Yovie.


"Huft, ya udah tapi dikit aja! dua suap ya?" Yovie mengijinkan Cia agar memakan empek-empek itu.


Kalian mencari Jio? akh, dia sedang ada panggilan untuk extra kurikuler yang dia ikuti, jadi untuk saat ini tidak melihat adanya kehidupan Jio.


Beberapa siswa disana sudah tau, bahwa Cia adalah keturunan dari Ganesha Mahendra. Mereka juga pada tau, kalau Cia yang bakalan pegang sekolahan ini kedepannya.


Makanya mereka harus jaga sikap dengan Cia, setelah beberapa kali Yoga kesana untuk mencari bukti yang lalu. Terbongkar sudah identitas Cia.


Untuk saat ini kasus yang di alami Cia masih di tangani oleh orang suruhan Yoga, sedangkan Yoshi hanya mempunyai firasat. Yoshi punya rencana sendiri untuk mengungkapkan hal ini.


Yoshi tau apa yang harus dia lakukan agar kasus yang lalu cepat selesai, tadi pagi baru start dia mulai misinya.


Cia merasa senang ketika sudah memakan empek-empek milik Han, dirinya sangat mood hari ini karena berita yang dia dengar tadi pagi.


..."Tolong siapapun yang bikin Adek gw unmood, gw ajar lu!!!"...


...Yovie...


...Finish...


Kalian punya Twitter nggak sih? Follow akun sindiran mimin dong @AllinaElira, Like and follow juga ya.


...TBC...


jangan lupa Like part ini, dan spam untuk next ceritanya~~~