
GUYS AUTHOR BALIK NIHಥ‿ಥ SPAM KOMEN NYA DONG!!! LIKENYA, VOTE!! SAMA FOLLOW AUTHOR LAH🐻
...WELCOME STORY CIA DAN REY...
...HAPPY READING...
Cia mengikut Rey dan yang lainnya, setelah mereka tiba di markas anak-anak Jeyden mereka segera turun.
"ayok masuk" ajak Rey
"ayok"
mereka masuk melewati lorong depan, bukannya apa itu jalan hanya Rey yang melewatinya.
"Hai guys" Sapa Rey.
"lah kalian lewat situ, gw lewat Sono jauh" Reyhan tampak mengerucutkan bibirnya.
"nggak usah di maju-majuin tuh bibir, mau gw cium" Ancam Dion.
"najis, gw belum belok yah anjir" Reyhan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"lagian lu Han, jyjyk anjir" Kini Yoshi ikut mencela.
"jadi gimana?" tanya Rey tiba-tiba.
"untuk sementara masih aman, cuma kemarin salah satu anggota kita ada yang di serang sama musuh Alvatair" Ucap Azlan.
"Alvatair? kita kan nggak pernah cari gara-gara sama mereka" Ucap Rey heran.
"biasalah, mungkin kekuasaan wilayah" Dion mencela.
"nanti malam ada balapan noh" Ujar Dion
"Dimana? hadiahnya apa?" tanya Rey kepo.
"nggak!" Cia ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka.
"kali ini ajah by, boleh yah" Rey memohon.
"nggak" Cia tetap kekeh dengan keinginannya, dirinya takut kalau Pacaranya ini kenapa-kenapa.
saat Rey sibuk membujuk Cia agar mengizinkannya balapan, di satu sisi Dion sedang tertawa dan senyum-senyum sendiri dengan ponsel miliknya. Yang lainnya tampak heran sama si tulul satu ini.
"lu kenapa?" tanya Reyhan heran.
"gw kan main virtual yak, asik nih" ujar Dion.
"virtual keras bro, disini lu jaga hati, disana dia main hati" ucap Azlan.
"Virtual keras bro, pelukan pake garis miring atau Emot-emot" Ujar Reyhan.
"enak ajah, cewek virtual gw beda yak" sarkan Dion.
"Jahat banget sih lu shi!" ucap Dion cemberut.
"dibilangin juga, gw harap lu nggak sakit hati" Yoshi menepuk pelan pundak Dion.
"udah lah, gw berhenti main Virtual! cukup stalkingin doi, kek Azlan" Dion menaik-naikan alisnya.
"Diem lu anj" Sarkas Azlan lalu melempar bantal pada Dion.
"lah anjir sakit goblok" Dion tak terima, lalu ikut melempar bantal pada Azlan.
"Doi lu sapa kak?" tanya Cia pada Azlan.
"NADIA NOH! ANAK IPA 3" Teriak Dion.
"Yang orang Budha itu?" tanya Cia memastikan.
Azlan mengangguk-angguk kepalanya, lalu kembali fokus pada hpnya.
"caelah, beda agama juga. sok iye banget lu," Reyhan melempar Kulit kuaci.
"dengerin lirik ini deh Zlan" Rey tampak mengambil ponselnya, tak perlu waktu lama musik pun terdengar
"Dia yang kau cinta, mencintai yang lain"
^^^"Eh iya ada benernya, kemarin gw liat Nadia lagi jalan Sama Edo, anak kelas kita" Ucap Reyhan ^^^
"gw lagi bingung ajah, kenapa anak-anak Jeyden generasi pertama pada suka gibah" Ucap Rey heran.
"By laper, ada dapur nggak sih?" tanya Cia.
"jangan salah, Disini super lengkap! no dapur" Dion menunjukan arah lain.
"Ada apa ajah di dapur?" tanya Cia.
"ada lebah, kambing, semut"
"Serius ih!" Cia tampak cemberut.
"lagian, dapur yak isinya barang-barang dapur sama beberapa bahan masak" Jelas Dion.
"by belanja yuk, buat isi dapur di sini! biar nanti kalau laper tinggal aku masak" Ajak Cia.
"ayok" Rey tampak berdiri lalu mengambil jaketnya.
...•••...
...finish...
...16 Agustus 2021...
...start...