NOUS

NOUS
Nous 84



...:¨·.·¨: Welcome to:¨·.·¨:...


...🅂🅃🄾🅁🅈 🄻🄾🄽🄴🄻🅈...


HALLO SEMUANYA💗😰 apa kabar nih???🤺 Baik-baik ya!!! Sebelumnya jangan lupa untuk


➻ Like


➻ Komen


➻ Vote


Yuk follow sosmed Authornya dulu, dan pantengin anak-anak Author🤺 @Lonely_Friend3030 dan @Nous_Official123.


Aku bakalan spoiler di Instagram dan Tik tok!!! Pantengin terus yak🔥🔥🔥


...Salam hangat...


...:¨·.·¨:𝔏𝔬𝔫𝔢𝔩𝔶𝔉𝔯𝔦𝔢𝔫𝔡:¨·.·¨:...


kaget nggak tahu langsung update dua episode? kaget dong!! harus, kapan lagi coba tahu mau update dua keluarin draft..


...Happy Reading...


Perdebatan itu berakhir karena Cia yang merasa sakit di paru-parunya. Yovie mangambilkan semua obat milik Cia.


Yoshi menyiapkan minum dan juga buah jika sudah selesai minum obat agar tidak membekas rasa pahit nya.


"Minum nih Ci, maafin abang." Yovie menunduk setelah meminumkan obat untuk Cia dan Yoshi menyodorkan nya minuman.


"tidur deh, nanti kan bunda pulang." Cia berbaring dan langsung memejamkan matanya.


"gara-gara lu sih bang," Ujar Yoshi menyalahkan.


"matamu!!"


"udah diem, mending semuanya keluar." Ucap Cia sambil menutup matanya.


Bukan nya keluar, malah Yoshi dan Yovie berbaring di sebelah kanan dan kiri Cia.


...•••...


Satu jam telah berlalu, kini semuanya masih berlarut dalam mimpi masing-masing.


...Ceklek...


Feli tersenyum saat melihat pemandangan di depan nya. Sebenarnya Feli sudah pulang dengan Yoga tentunya.


Ommah dan Oppah di tinggal di England dan menyuruh abang Feli untuk giliran menjaganya. Karena kebetulan abangnya Feli ada pemindahan tempat pekerjaan dan dia harus pindah ke England bersama anak dan Istrinya.


"Ayah, sini!!" Panggil Feli kepada suaminya agar mendekat kearah nya.


"ada apa sayang?" tanya nya masih menatap istirnya yang tersenyum.


"Lucu ya yah, fotoin dong!" Pinta Feli sambil menunjuk anak-anak nya yang tertidur dengan memeluk satu sama lain.


Yoga ikut tersenyum melihatnya, di ambilnya ponsel dari dalam sakunya.


Cekrek


Cekrek


"Ayok istirahat, biarkan mereka tidur." Yoga menggendong Feli ala bridal Style.


Jangan salah, walaupun Yoga dan Feli sudah berumur. Yoga masih memiliki tenaga hanya untuk membopong Feli mah hanya hal kecil.


"Turunin ga yah, bunda berat," Ucap Feli meronta-ronta meminta turun.


"kenapa sih? diam aja kali. muach," Ucap Yoga dan di akhiri dengan ciuman di pipi kanan Feli.


Feli mengalungkan tangannya di leher Yoga dan mencium bibir ranum suaminya.


(Allahuakbar, baru puasa hari ke tiga!!)


Mereka akhirnya ikut tidur di kamar mereka.


...|||||...


Hari menjelang sore, namun Kakak beradik itu sama sekali belum terbangun dari tidurnya.


Feli memasuki kamar anaknya, benar saja dugaannya bahwa anaknya masih terlelap dengan alam bawah sadarnya.


Tadi Stella dan Elira datang disini. Mereka hanya ingin bermain bersama, Feli akhirnya memintanya agar menunggu dulu karena Cia masih tertidur.


"Astaga!! udah mau Maghrib kalian malah masih enak-enak tidur!! ayok bangun," Ucap Feli memukul pelan kaki anak laki-lakinya.


"Heung"


"heummm"


Semuanya membuka matanya perlahan-lahan, mereka terkejut kala melihat Bunda nya sudah ada di depan mereka.


"Bunda? kita telat ya?" Yovie langsung terduduk dari tidurnya.


"Bundaaa, Cia kangen." Cia berdiri dan langsung memeluk bundanya erat.


"Yoshi kangen juga." Yoshi ikut bergabung dan memeluk kedua wanita kesayangan sepanjang hidupnya itu.


"Dikira kalian doang, Abang juga kangen bunda." Yovie ikut memeluk keluarganya itu.


"Kalian apa-apa an sih, udah peluknya bunda pegel nih." Feli mengelus punggung anak-anaknya.


Yoga hendak turun dan melirik kamar Cia, ternyata anak-anaknya itu sedang memeluk istrinya.


"Hei kalian, lepasin bunda nya dong. Kan bunda punya ayah," Ujar Yoga sambil mencoba melepaskan pelukan anak-anaknya.


"Dih ayah, bunda kita juga ya." Cia tersenyum sinis kala ayah nya kini memeluk istrinya erat.


"Kamu ngapain sih yah, malah ikut-ikutan meluk. Bunda mau lanjut masak, Cia ada Stella sama Lira main itu. Dan kalian mandi sana, udah mau Maghrib juga," Ucap Feli berlalu pergi.


"Iya bunda."


Semuanya bubar dan langsung keluar dari kamar Cia, Cia langsung mengambil handuk miliknya dan membersihkan dirinya, Menganti baju nya dengan baju tidur.


Sekitar 30 menit, Cia keluar dari kamar nya dengan baju tidur miliknya. Perlahan dia melangkahkan kakinya menuruni lantai deni lantai tangga.


"Hello gess," Sapa Cia lalu duduk di samping keduanya.


"Di minum yuk, minum." Cia menyodorkan minuman yang ada di depan mereka.


"apaan dah, orang udah nambah tiga kali juga," Ucap Lira memutar bola matanya malas.


"Minggu depan Lira ngajar ya? kasihan Stella sendirian," Ujar Cia.


"Gapapa sih, mau nyari ayang orang Indonesia aja. Biar nanti anak gw blasteran," Ucap Stella.


"Terserah!!"


Tiba-tiba hujan turun membasahi tanah bumi, suara yang perlahan-lahan terdengar samar-samar semakin jelas. Ketika rintik hujan yang bertabrakan dengan atap rumah.


(Bukan anak Indie jadi ga bisa se estetik yang Laen)


"Kalian nginep deh, daripada ujan-ujanan." Cia menatap kedua sahabatnya penuh harapan.


"Gw juga bawa mobil kali, tapi boleh lah nginep disini. ada WIFi nya juga," Ucap Stella menimpali.


"Sialan lu, sana ganti baju tidur gw dulu." Cia berdiri dan mengajak sahabatnya untuk masuk kedalam kamar miliknya.


"Kalian ganti ya, terus turun. Gw mau bantu Bunda tercintahhh masak," Ucap Cia sebelum pergi dari kamar miliknya.


"Gw ganti duluan, lu nanti aja." Stella memasuki wardrobe milik Cia dan meninggalkan Lira yang terduduk di atas ranjang Cia.


Lira memandangi sekitar nya terlihat sebuah plastik dengan merk rumah sakit. Karena rasa penasaran yang bergejolak, Lira sedikit membukanya dan membaca setiap obatnya.


Matanya membulat sempurna, sungguh di luar dugaan. Dia juga membaca beberapa resep yang tertulis di kertas itu.


Lagi-lagi dia di buat terkejut kala apa yang dia baca.


"Asma dan Efisema?" lirihnya sambil memegang obat itu.


"Gw udah nih, pegang apa lu?" tanya Stella.


"eh, enggak. Cuma baca-baca Vitamin nya cia untuk wajahnya," Ucap Lira gugup.


"Oalah, yaudah sana. gw keluar duluan yah." Stella berlalu pergi meninggalkan kamar. Lira dengan segera mengganti baju nya dan buru-buru keluar dari kamar.


...•••••...


Makan malam kini terlihat ramai, karena adanya Stella dan Lira disana. Menambah kesan ramai di meja makan ini.


"Ayok dimakan, kalian ke Indonesia kapan?" Tanya Feli kepada kedua sahabat anaknya.


"Beberapa hari yang lalu si bun, tapi memang kita baru ketemu bunda. Kata Cia bunda baru dari England ya?" tanya Lira


Lira dan Stella memang memanggil orang tua Cia dengan sebutan Bunda dan Ayah. Karena itu memang kemauan mereka.


......


Setelah makan malam dan berbincang sebentar, Kini Stella dan Cia tengah menunggu Go Food pesanan nya datang.


Memang hujan-hujan seperti ini enaknya menyusahkan orang lain, mereka memesan beberapa cemilan dan Snack.


Lira duduk di kursi yang ada di teras kamar Cia, di lihatnya air hujan yang turun. Tiba-tiba hp nya berdering menunjukkan nama


...'My booo❤️👻'...


Kebetulan ada hal yang harus dia tanyakan pada kekasihnya itu.


Lira mengangkat nya dan langsung menanyakan apa yang dia lihat tadinya. Han menjelaskan apa yang terjadi pada Cia.


...Finish...


Tandain kalau ada typo atau apa!!