NOUS

NOUS
Nous 87



...:¨·.·¨: Welcome to:¨·.·¨:...


...🅂🅃🄾🅁🅈 🄻🄾🄽🄴🄻🅈...


HALLO SEMUANYA💗😰 apa kabar nih???🤺 Baik-baik ya!!! Sebelumnya jangan lupa untuk


➻ Like


➻ Komen


➻ Vote


Yuk follow sosmed Authornya dulu, dan pantengin anak-anak Author🤺 @Lonely_Friend3030 dan @Nous_Official123.


Aku bakalan spoiler di Instagram dan Tik tok!!! Pantengin terus yak🔥🔥🔥


...Salam hangat...


...:¨·.·¨:𝔏𝔬𝔫𝔢𝔩𝔶𝔉𝔯𝔦𝔢𝔫𝔡:¨·.·¨:...


...Happy Reading...


Hari-hari telah berlalu, setelah musnahnya Jessi dan Alluna yang sekarang entah dimana, membuat hari-hari Cia menjadi lebih baik.


Kini setelah kemarin kelas 12 selesai dengan ujiannya, kini saatnya adik kelas mereka bertempur dengan buku-buku milik mereka.


Cia harus bisa memposisikan kedudukan nya sama dengan Yoshi. Jujur saja, dari dulu Cia selalu ingin berkedudukan sama dengan kembarannya itu.


Seminggu sebelum ulangan Cia menjadi lebih sibuk dengan buku miliknya, bahkan dia melupakan kesehatannya ini. Memang dia rajin kontrol ke dokter. Cuma, bukan kah harus di dampingi dengan obat?.


Hari ini hari ketiga ulangan, mata pelajaran Cia ada disini. Matematika, aduh hampir semua orang membenci mata pelajaran ini.


Sejak SD nilai Cia selalu berselisih dengan kembarannya, entah kapan dirinya bisa mendapatkan nilai lebih dari Yoshi.


Sekarang dia akan mencobanya kembali, karena mungkin untuk kelas 12 nanti dia akan lebih fokus praktek dan SNMPTN. Bukan Yoga tidak mampu membiayai Cia, hanya Cia ingin seperti orang lain yang tau arti berjuang.


...••••••...


Sekitar 90 menit, ulangan matematika sudah selesai. Cia meregangkan otot-otot miliknya. Semua materi yang ada sudah dia pelajari, ia yakin sudah semaksimal mungkin mengerjakan ini.


"GW TAHAN NAFAS NGERJAIN SOALNYA," teriak Jihan di sebelah Jonathan.


Saat ini mereka duduknya secara urut abjad, sehingga Yocia duduk dengan saudara kembarnya.


"Kamu ngerjain nya serius banget," Ujar Yoshi menatap kembarannya.


"Mau nyaingin abang, kalau berhasil kita liburan ke Raja Ampat ya," Ucap Cia menunjukkan jari kelingkingnya.


"iya, nanti abang bawa kamu jalan-jalan ke Raja Ampat." Yoshi menempelkan jari kelingkingnya pada sang adik.


"Ajak gw dong." Tiba-tiba Jio menyela dan duduk di kursi kosong sebelah meja mereka.


"Kalau Jio ikut, gw juga ikut." Sela Rey yang tak jauh duduk dari mereka.


"nyenyenye, ngikut bae lu burung onta," Ujar Jio menatap sengit Rey.


"suka-suka gw, yang mau liburan bukan lu doang." Rey ikut menatapnya sinis.


"Cinta emang membutakan," Ujar Azlan membuang nafasnya.


"ADEK, CINTA TAK SELAMANYA INDAH DEK." Azlan berteriak bersamaan dengan Dion.


"Beda agama diem aja," Ujar Jio menatap Azlan kesal.


"Yang gamon satu semester jangan sok keras," Ujar Rey menanggapi Dion.


Cia melangkahkan kakinya menuju ke kantin bersama teman-temannya, selama perjalanan mereka diiringi dengan gibahan.


"Guys, minggu depan selesai ulangan, gw bakalan ulang tahun, kita party ya." Gendis mengalihkan topik.


"Wah, iya kah?" Tanya Cia tampak antusias, dan Gendis mengangguk semangat.


"Jelas dateng dong, kita kan bestie." Fariha merangkul Gendis dan Cia.


"Adik gw itu," Ujar Yoshi mencoba melepaskan rangkulan dari Fariha.


"Elah, posesif amat bang." Fariha menatapnya sinis.


Yoshi menatapnya tajam, wanita di depannya ini sangat menyebalkan.


Mereka semua duduk di bagi menjadi tiga, Yoshi, Rey, Jio dan Cia duduk dalam satu meja, Fariha, Gendis dan Jihan satu meja, Dion, Azlan dan Rey juga dalam satu meja.


"Mau pesan apa?" Cia mendongak.


Dua orang yang selalu mengganggu dirinya kembali. Siapa lagi kalau bukan Rey dan Jio.


"Bang Yoshi aja yang pesenin, abang biasa ya bang." Ucap Cia cengengesan.


"Iya, kalian mending pesen sendiri-sendiri aja." Ujar Yoshi sebelum pergi memesan.


Jio dan Rey sepakat bahwa akan bersaing secara sehat untuk mendapatkan Cia.


Jio yang memang sedari dulu menyimpan rasa dan kini terang-terangan menyatakan perasaannya kepada Cia.


Rey yang sudah putus dari Jessi dan kini mau mendapatkan wanita yang dulu pernah singgah dan ada untuk dirinya.


Namun, kini masalahnya kembali kepada Cia. Apakah dia mau dan mampu menerima orang baru untuk hatinya?.


Jio dan Han yang melihatnya langsung panik, secara tidak semua tau tentang apa yang di rasakan Cia.


"Ci, kamu oke?" Tanya Han mengusap bahu Cia.


"Cia, kamu bawa obat sama vitaminnya?" Tanya Jio panik dan membantu mengusap dada Cia.


"T-to-lo-n-ng c-carikan d-d-i t-tas." Cia terbata-bata karena merasakan sakit di dadanya.


Jio langsung bangkit dan berlari menuju kelas mereka. Han masih mengelus kepala Cia, Cia semakin lama semakin susah dalam bernafas.


"Ci, kamu kenapa??" Yoshi tampak panik, saat dirinya kembali kenapa kembarannya jadi seperti ini.


Rey, Dion, Azlan, Jihan, Fariha, dan Gendis mendekati Cia. Semuanya memasang wajah khawatir.


"Ci,"


"Cia,"


Semuanya memanggil nama Cia, membuat sang empu mengalami sakit kepala. Dengan cepat, Yoshi menggendong Cia menuju UKS.


"Han, bilang Jio ke UKS ya." Pinta Yoshi.


Han mengangguk lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Jio.


"Kalian makan aja, Cia baik-baik aja." Ucap Han sebelum pergi meninggalkan kantin.


Semuanya mengangguk khawatir, ini bukan saatnya semua ke UKS. Bukankah Cia lebih baik menetralkan kembali kesehatannya?.


Yoshi membaringkan tubuh saudaranya di atas ranjang, Rasa khawatir nya memuncak kala mata Cia perlahan meremang.


"Dek, jangan gini." Lama kelamaan air mata keluar dari mata Yoshi.


"Abang takut," lirihnya di sebelah Cia.


"Jangan ngomong gitu, Cia anak yang kuat," Ujar Han mengusap bahu Yoshi pelan.


Jio datang dengan terburu-buru dan langsung masuk ke UKS, kini paniknya menjadi dua kali lipat. Mengingat jarak UKS dengan kelasnya cukup jauh.


"Adanya cuma obatnya, vitaminnya nggak ada." Jio menyodorkan obat tersebut.


"Apa Cia nggak bawa vitamin?" Tanya Han heran.


"Yang penting ini dulu," Ujar Yoshi lalu membuka mulut Cia dan memasukkan beberapa butir obat kedalam mulutnya.


Semuanya diam, rasa khawatir kembali melanda ketika Cia belum bangun-bangun dari pingsan nya.


"Gw mau ngehubungi bang Yovie dulu. Kalian jaga Cia yang bener," Ujar Yoshi keluar dari UKS.


Han dan Jio mengangguk sebagai jawabannya. Entah kapan wanita di hadapannya sembuh dari semua beban ini. Rasanya melihatnya saja sudah cukup berat, sakit banget Tuhan.


Cia memang akhir-akhir ini suka melupakan kesehatannya, dirinya lebih mementingkan belajar untuk ulangan. Ini kesempatan bagi dia untuk memposisikan kedudukannya sama dengan Yoshi.


...••••...


Yovie kini sudah sampai dirumah sakit, dia memilih tidak menghubungi bunda dan ayahnya. Karena nanti bisa membuat mereka khawatir.


"Bangun..." Lirih Yoshi.


"Udah mau satu jam Ci," Ujar Han.


"Bangun yuk, besok setelah ulangan kita langsung ke Raja Ampat," Ujar Yoshi antusias.


Dulu, saat mereka baru sampai disini. Cia sangat ingin pergi berlibur dengan keluarganya.


"Liburan abang akan bawa kamu liburan, abang janji." Yovie ikut menunduk takut.


Perlahan mata Cia membuka, seperti biasanya. Aroma obat-obatan dan atap putih. Cia menatap orang-orang di sekitarnya. Aish, Cia pikir dia berada di rumah sakit.


"bang," panggilnya membuat mereka langsung menatapnya.


"Ci,"


"kamu mau apa hm? ayok bilang."


Cia menggeleng-gelengkan kepalanya.


...finish...


Kasih sayang itu bukan hanya sekedar memberikan ini dan itu, kasih sayang juga antara berbicara bersama membahas hal yang sekiranya pada umumnya.


Kasih sayang bukan dari uang, tapi juga kedekatan antara kedua belah pihak!


Hallo gess, I'm comeback. How are you today? Semoga good ya.


Tandai jika ada typo atau penggunaan tanda baca yang salah(θ‿θ)


Spam next untuk part selanjutnya »


Beberapa part menuju ending!!


Tim Happy Ending»»


Tim sad ending»»


Like dan komennya ya kak(•‿•)