
...:¨·.·¨: Welcome to :¨·.·¨:...
...🅂🅃🄾🅁🅈 🄻🄾🄽🄴🄻🅈...
HALLO SEMUANYA💗😰 apa kabar nih???🤺 Baik-baik ya!!! Sebelumnya jangan lupa untuk
➻ Like
➻ Komen
➻ Vote
Yuk follow sosmed Authornya dulu, dan pantengin anak-anak Author🤺🤸🏻♀️ @Lonely_Friend3030 dan @Nous_Official123.
Aku bakalan spoiler di Instagram dan Tik tok!!! Pantengin terus yak🔥🔥🔥
...Salam hangat...
...:¨·.·¨:𝔏𝔬𝔫𝔢𝔩𝔶𝔉𝔯𝔦𝔢𝔫𝔡:¨·.·¨:...
...Happy Reading...
Cia menatap dirinya tak percaya, acara telah usai. Setelah mengambil piala dan hadiahnya, Cia izin untuk ke toilet membenarkan dandanannya.
"Berhasil nih?" tanyanya di depan kaca.
Cia tersenyum girang, padahal rada nyeri menjalar di dada nya. Ayolah, sedang berbahagia seperti ini apa Cia mengingat obat vitaminnya?
Cia berjalan dengan tersenyum girang, di dudukkan bokongnya di kursi barisan keluarganya.
"Ayah bangga sama Yoshi, Yocia." Yoga menatap kedua anaknya itu bangga.
"Yoshi lebih bangga karena Cia berhasil," Ujar Yoshi tersenyum.
Momen yang sangat jarang terjadi, Mereka foto bersama setelah acara selesai.
"Putri bunda bisa? BISA!! putri bunda itu ga pernah gagal," Ujarnya tertawa.
"Nggak bunda, Cia selalu gagal." Cia masih tersenyum.
"Apasih. Putri bunda itu selalu berhasil banggain orang tuanya," Ucap Feli merangkul putrinya.
Kini mereka berjalan beriringan menuju parkiran mobil.
"CIAAA!! CONGRATS CANTIK!!" Jihan berlari memeluk Cia.
Cia yang menerima serangan dadakan langsung membalas pelukan sahabatnya itu. Jihan memeluk diikuti oleh Fariha dan Gendis.
"Selamat ya bro, tutor pinter dong." Dion bersalaman dengan Yoshi.
"Belajar lah, bukan main game." Azlan menyela lalu bersalaman dengan Yoshi.
"CIA SUMPAH!! CIAAA LO JUARA SATU, GA NYANGKA GW!!" Dion berteriak histeris.
"Berasa bodoh banget gw di mata bang Dion," Ujar Cia tersenyum seperti Ipin.
"Nggak gitu, lu pinter cuma emang kadang keselip sama kembaran lu aja," Ucap Dion blak-blakan.
"NGGAK MAKAN-MAKAN NIH?" tanya Han menyela.
"Ayok semuanya menuju restoran ****, Ayah yang bayar." Yoga membenarkan jas nya lalu mengeratkan tangan sang istri yang berada di lengannya.
"YEAY!! OM YOGA EMANG BAIK BANGET," ujar mereka bersama.
...•••••...
Sore kembali hadir dengan Senja yang begitu cantik, Cia menidurkan badannya di atas ranjang miliknya. semua badannya pegal linu.
Nyeri itu kembali hadir, Cia memegang dadanya kasar. diremasnya baju miliknya.
Cia berdiri dengan cepat, rasanya begitu sakit. Sakit sekali.
Cia mengambil beberapa pil obatnya dan langsung memasukkan nya ke mulutnya. Rasa nyeri itu mereda sedikit demi sedikit.
"Udah berhasil, udah ga ada apa-apa lagi kan?" tubuh Cia luruh bersandar pada kasur dan menatap dirinya di depan kaca.
Tubuh yang kecil dan terlihat begitu ringkih, lengan panjang yang semakin hari semakin mengecil, wajah yang pucat dan pelipis yang selalu mengeluarkan keringat.
"Miris."
Cia sudah terlalu capek dengan dunia ini. Harinya sudah cukup indah, sekarang tujuan utamanya selesai. Bukankah sudah usai? ini akhirnya? TIDAK!!
Cia menangis perlahan, sudah capek, sudah lelah, drama kehidupan yang entah kapan akan berakhir. Memang hidup itu ada asam dan manis nya. Kata Cia lebih banyak asam nya, yang tak begitu manis.
Gagal di percintaan, gagal di kesehatan, rasanya sudah tak ada lagi yang harus di pertahankan.
...••••...
Cia membuka ponselnya, "Gendis Birthday". Cia tersenyum, Dia segera membalas pesan itu dan pergi membersihkan dirinya.
Malam ini akan diadakan acara di rumah Gendis, sepertinya akan sangat ramai. Secara Gendis juga mengundang seluruh teman-temannya. Keluarga Gendis itu masih termasuk orang yang sangat mampu.
Cia memilih beberapa baju yang akan dia gunakan. Semuanya berwarna pink kalem. Dia harus tampil maksimal, karena nanti akan ada banyak tamu.
"Yaudah yang ini ajah," Finalnya.
Cia turun dan pergi menuju ayah dan bundanya. "Ayah, Bunda. Cia nanti malam bakalan pergi ke rumah Gendis, dia undang seluruh teman sekolah ke acara ulang tahun nya." Jelas Cia.
"Sama Yoshi?" Tanya Feli.
Cia mengangguk, Cia merebahkan kepalanya di lengan sofa dengan kaki berselonjor.
"Ayah, ayok berkebun. Cia kan sudah lama nggak berkebun sama ayah." Ajak Cia menatap ayahnya memohon.
Memang, sudah satu tahun lebih Cia dan Yoga tidak berkebun bersama. "Ayok, ayah juga merasa sudah lama tidak berkebun." Yoga berdiri dari duduknya dan pergi menuju kamarnya.
"Ayah ganti baju dulu, kanu ganti baju juga ya," Ujar Yoga.
"Bunda mau bikin desert, kamu ajak abang mu juga." Feli berlalu.
Cia berlari menuju lift, dia sangat tidak sabar untuk berkebun bersama ayah dan kembarannya. Bisa di ingat kapan terkahir kali mereka seperti ini, kalau tidak salah waktu Cia dan Yoshi kelas 9 dulu.
"Bang Yoshi!!" Panggil Cia.
"Ayok berkebun!! Ayah ajak kita berkebun di belakang, ada banyak sayuran Abang," Ujar Cia tersenyum girang.
"Ya, nanti." Yoshi hendak menutup pintu kamarnya.
"Cia tunggu," Ujarnya berdiri bersandar di pintu.
"Masuk sini, Abang mau cuci muka." Yoshi mempersilahkan adiknya masuk.
Kamar Yoshi sangat tidak menarik bagi Cia, dengan warna tembok yang semuanya berwarna Navy. Kesan gelap dan sangat seram, begitu pula gorden yang di buka hanya ujungnya saja, lebih ke rumah hantu kata Cia.
Di sudut ruangan ada beberapa rak susun, disana tersusun rapi foto Yoshi dan Yocia yang selalu bersama. Cia melangkah mendekat, diraihnya satu album ketika dia baru saja juara satu waktu kelas 6.
"Dulu kayaknya bahagia banget ya," Ujar Cia mengusap foto itu dengan air mata yang perlahan turun.
"Kangen masa ini, sekarang udah terlalu rumit hidupnya." Cia menaruh kembali album itu. Sambil menunggu kembarannya itu selesai, Cia melihat sebuah buku Diary milik Abang kembaran nya.
"Kayak cewek aja, curhat ke Diary. Jangan-jangan pas gw lagi sedih, dia juga sedih." Cia bergumam lalu meraih buku itu.
"Cia kamu ng-ngapain?" Tanya Yoshi.
"Cia Abang kayak cewek, nulisnya di Diary." Cia tertawa geli.
"Taruh itu!! ga penting. Ayok keluar," ujar Yoshi membawa kembaran nya keluar.
Mereka menghabiskan waktu bersama. Berkebun, berenang (walaupun Cia tidak bisa berenang), membersihkan mobil bersama, berlari-lari di taman depan rumah. Begitu Dejavu di alur hidup Cia.
...~~~~...
Cia menatap dirinya di pantulan Cermin, dirinya begitu cantik dengan dress berwarna pink kalem. Beberapa warna emas menghiasi di gaun itu.
"Cantik banget ya, kok bisa ada wanita cantik kayak aku di dunia ini." Cia memutar badannya.
"Yocia Ganesha, ayok buruan!!" Panggil Yoshi yang entah ke berapa kalinya.
"Iya Abang, bawel banget." Sambungnya.
Cia membawa bag berisi hadiahnya, di gandengnya tangan sang adik. Wajah yang tidak begitu mirip, menambah kesan seakan mereka pasangan.
"Jagain adeknya ya bang, jangan lalai pokoknya!!" Ingat Feli.
"Babay ayah, bunda. Jaga diri baik-baik," Ujar Cia sebelum masuk ke mobil.
Mobil milik Yoshi masuk ke parkiran gedung, acaranya memang berada di gedung. Begitu banyak motor dan mobil terparkir disana.
Cia menggandeng lengan sang abang. Kakinya masuk menuju Gendis yang berdiri di tempat utama.
"Happy birthday cantik, panjang umur dan sehat selalu." Cia memeluk Gendis senang.
"Iya terimakasih ya Ci, muach banget sama kamu." Gendis tersenyum senang.
Cia menyerahkan bag tersebut dan berlalu setelah bercipika-cipiki dengan mama papa nya Gendis.
"Abang, aku sama Jihan disana tuh ya. Abang sama temen Abang aja," Ujar Cia hendak melepaskan tangannya.
"Iya, hati-hati ya."
Cia mengangguk, dia mendekat kearah Jihan dan Fariha yang sedang mengobrol.
"Lagi bahas apa nih?" Tanya Cia kepo.
"Itu loh, tadi gw liat ada Jessi kesini," Ujar Fariha sambil matanya melirik kesana kemari.
"Serius? Gendis undang?" Tanya Cia tak percaya.
"Iya kali, secara dia undang nya lewat email sekolah juga, Alluna sama Gendis kan belum keluar dari email sekolah kita kayaknya," Ujar Jihan.
Lihat!! mereka begitu julid Bestie.
Mereka mengobrol bersama, seakan mereka membicarakan ekonomi negara. "Itu crush gw bukan sih? gw mau kesana dulu ya," Ujar Jihan berlalu meninggalkan sahabatnya.
"Giliran udah punya crush, temen sendiri di lupain." Fariha mendengus kasar.
"Gw mau ambil minum dulu, mau nambah?" Tawar Fariha.
"Gausah, gw disini aja." Cia menggelengkan kepalanya.
Fariha berlalu, Cia melihat sekeliling. Tempat yang bertema Outdoor itu dengan dikelilingi lampu kecil di atasnya, dan beberapa lampion di sudut ruangan. Kesan nya elegan, mungkin kalau Cia dan Yoshi ulang tahun dia akan memplagiat konsep dari Gendis ini. Ingat, dua bulan lagi Yoshi dan Yocia akan bertambah usia.
...BYURRRR...
"TOLONG!!"
"TOLONG!!"
TOLONG!!!"
Cia mengangkat tangannya tinggi-tinggi meminta bantuan, nafas yang terengah-engah dan kaki yang semakin lemas. Cia terdiam dan tenggelam begitu saja.
...BYURRR...
Yoshi dan Jio mencebur ke kolam bersama-sama, Yoshi mengangkat tubuh kembarannya dan menepikannya ke ujung kolam.
"CIA!!" Teriak mereka histeris
...Finish...
Hallo gess, I'm comeback. How are you today? Semoga good ya.
Tandai jika ada typo atau penggunaan tanda baca yang salah(θ‿θ)
Spam next untuk part selanjutnya »
Beberapa part menuju ending!!
Tim Happy Ending»»
Tim sad ending»»
Yukk 1 atau 2 part lagi nih, xixix.
Like dan komennya ya kak(•‿•)