NOUS

NOUS
Nous 79



Hallo semuanya!! absen yuk siapa yang masih setia dengan Nous ini?


Follow Instagram dan Akun tik tok Mimin yuk🤗


ig••@Lonely_Friend3030


TT••@Allina_Cakep


Apa kabar kalian? semoga sehat ya, sebelumnya jangan lupa like, share, dan vote karya ini ya!!!


...Happy Reading...


...꒦꒷⏝꒷꒦...


Yovie menjalankan mobilnya keluar komplek perumahan Cindy di dampingi dengan Cia, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00.


Mereka keluar dari rumah sakit sekitar pukul 19.15 dan langsung pergi mengantarkan Cindy pulang, lalu mereka langsung menuju rumah sendiri.


Rumah Cindy berada di arah kanan perapatan kota, sebelum sampai di perkompleks-an harus melewati jembatan, Bar diskotik, Puskesmas dan warung-warung.


Cia meminta abangnya agar berhenti sebentar di penjual Hotdog yang kebetulan di depan Bar. Yovie turun di ikuti dengan Cia di belakangnya, mata Cia berbinar ketika melihat makanan yang satu ini.


"Abang, yang ini terus ini." Cia menunjuk beberapa hotdog yang sepertinya dia sangat doyan.


"Mas, ini dengan ini terus ini ya mas." Kini Yovie langsung memberi tau kepada penjualnya.


"Abang mau Coffee," Ujar Cia duduk di salah satu bangku.


"Susu aja ya, susu anget?" tawar Yovie.


Yovie itu hampir idaman para semua wanita. Namun, hanya Cia seorang yang beruntung mendapatkan dan seseorang yang statusnya akan menjadi Istri Yovie nantinya.


"Yaudah deh, daripada nanti kehausan sama air mineral ya," Ucap Cia tersenyum melihat abangnya pergi ke dua toko di sampingnya.


Hp Cia tertinggal di mobil, dia terlalu mager jika hanya untuk mengambilnya. Matanya melirik kedepan dan mencari sesuatu siapa tau ada yang menariknya.


Dan benar saja, Mata Cia tertarik dua orang wanita yang tengah dengan seorang pria masuk kedalam Bar.


"Cih, murahan amat." Cibir Cia menatap keduanya.


"Terlalu maruk sih sebenarnya tuh cowo," Ujarnya lagi terdengar lirih.


"Tapi baju yang satunya kayak kenal, punya siapa?" pikir Cia.


Cukup lama berkecamuk dengan pikiran nya, Yovie akhirnya datang dengan plastik di tangannya. Yovie terheran-heran adiknya melamun seperti memikirkan sesuatu.


"Mas ini udah, mba nya di panggil diem aja," Ucap penjual itu menyerahkan dua plastik kepada Yovie.


"owh, berapa mas?"


Yovie bertransaksi uang dengan penjual tersebut dan mengambil plastiknya.


"Dek, Cia." Yovie menepuk pelan pundak Cia agar sang empu tidak terkejut.


"emhhh, iya bang?" Cia menoleh kearah sang abang.


"Kamu mikirin apa? ayok pulang pasti bunda dengan ayah sudah menunggu." Yovie berdiri lalu mengambil kunci mobil miliknya.


"Akhhh, iya ayok bang." Cia dan Yovie beranjak dari sana.


...••••...


"Kamu mikirin apa?" tanya Yovie melihat Cia yang tengah asik memakan hotdog nya.


"heum? enggak kok," Ujar Cia jujur.


"tadi pas di penjual Hotdog dek," Ucapnya lagi.


"owh, gapapa nggak penting." Cia mengambil beberapa pil obat yang tadi di bawa nya.


"Kamu jangan banyak pikiran, kesehatan kamu itu utama dek. Terus kalau ada yang ngapa-ngapain kamu itu bilang abang," Ujar Yovie.


"Iya bang, bawel." Cia memakan obatnya dan langsung mengambil air mineral yang tadi di belinya.


"Obat yang dirumah nggak perlu di makan kan?" tanya Cia pada sang abang.


"Hanya vitamin nya dek, setiap kamu konsultasi pasti akan dapet obat baru lagi sesuai perkembangan kamu. Makanya obatnya nggak banyak kan," Ujar Yovie menjelaskan.


"Tolong, ini nggak banyak dari segi mana nya? banyak banget juga," batin Cia meronta-ronta.


"Dek, semesta bercanda nya nggak lucu ya. Takdir terlalu kejam buat kamu yang belum tau arti dunia sesungguhnya dek." batin Yovie.


Disatu sisi kini Yoshi sedang mondar mandir di ruang keluarga karena belum juga mendapati kembaran nya pulang. Bahkan sedari tadi dia belum makan karena menunggu kembaran nya.


Ketika telinganya mendengar suara gerbang terbuka dan mobil masuk, ia langsung berlari keluar.


Dan benar saja, Cia keluar dari sana dengan Hoodie dan tas sekolahnya jangan lupa beberapa plastik di tangannya.


Cia tertawa girang karena sempat menjaili sang Abang, sedangkan Yovie memasang raut kesal dan membersihkan wajahnya yang ada lelehan keju ulah adik nya.


Yoshi tersenyum lega. Tawa Cia berhenti ketika melihat Yoshi yang tengah berdiri di hadapannya dengan senyum yang merkah di bibirnya.


"nungguin kamu dek, ayok masuk." Yoshi menarik pelan tangan saudaranya.


"Apa sih bang? kok bawa aku ke arah meja makan?" Cia masih bingung.


Dia tadi sempat memakan hotdog yang cukup besar dan itu dua hotdog. Hal itu membuat Cia sudah merasa kenyang penuh dengan hotdog.


"Abang, Adeknya jangan di tarik-tarik gitu!!" Peringat Feli kepada putranya.


"Maaf Bun, Yoshi mau ajak Cia makan." Yovie tampak sangat antusias makan malam dengan kembarannya.


Yovie memasuki rumahnya dengan tas kecil miliknya, Yovie terkejut ketika melihat tatapan dari kedua orang tuanya.


"Duduk dulu Vie," Ucap Feli mengajak Yovie untuk duduk.


Yovie menurut dan duduk di samping sang Bunda, "Ada apa?" tanya nya tanpa dosa.


"Pake nanya, gimana keadaan putri bunda? mau liat surat hasil konsultasi hari ini, man?" Tanya Feli dengan tidak sabaran.


"Nih." Yovie menyodorkan sebuah surat kepada sang bunda.


Yoga dan Feli tampak perlahan-lahan membuka surat itu, matanya keduanya dengan teliti membaca nya.


"kamu tau nggak? gejala ini itu apa aja? apa nggak sebaiknya kita bawa Cia ke pengobatan luar negeri aja?" Feli tampak akan menangis ketika melihat surat yang di bawa Yovie.


"Tenang dulu Bun, kalau emang kita harus ke Singapura maka ayok kita kesana," Ujar Yoga memberi saran.


"Ayah, bunda. Tadi Yovie sempat berbicara dengan Cia," Ujar Yovie menggantung.


"Katanya dia mau disini aja, di tanah kelahirannya. Dia mau berobat disini aja, kalau memang ini bukan takdir nya pasti ini yang terbaik untuk nya," Ujar Yovie.


Benar, tadi Mereka sempat berbicara selama perjalan menuju rumah Cindy dengan Cindy tentunya.


Feli tak kuasa menahan air matanya, perlahan dia memeluk sang suami dan menangis disana.


"bisa skip adegan uwu nya nggak sih?" batin Yovie jengah.


Disatu sisi, Kini Yoshi tengah memaksa sang adik untuk makan malam.


"Makan dulu ya, tau nggak? dari tadi aku nungguin," Ujar Yoshi menatap kembarannya.


"Yaudah iya." Cia akhirnya menemani sang kembaran makan.


"Suapin ya, mager atau ambilin kek," Ucap Cia manyun.


"aaaa." Yoshi menyodorkan sendok berisi makanan tersebut kepada Cia.


Cia langsung memakan nya dan mengunyah makanan tersebut, Yoshi juga mengambil makanan yang sama dan memakan nya sendiri.


"aaaa." Yoshi kembali menyodorkan sendok itu kepada Cia.


"Swabwatr, bwelum ke tehlen ini," Ucap Cia terbata-bata dengan makanan yang masih ada di mulutnya.


Mereka berdua tampak menikmati makan malam kali ini dengan sepiring berdua.


Feli tersenyum getir, ketika melihat kedua anak kembarnya yang tampak akur. Dia menghapus air matanya yang mengalir di pipinya, perlahan namun pasti kakinya melangkah mendekati kedua nya dan mencoba tersenyum manis.


"Hei kalian, bunda mau ngomong," Ujar Feli mendekati keduanya dan duduk di sebelah Cia.


"Ada Ottoke Bun?" tanya Cia heran.


"Besok ayah dengan bunda harus bawa Omah Opah konsultasi di All England, dua hari aja. Kalian gapapa kan?" Tanya nya.


"Gapapa bun, yang panting duit ngalir." Cia terkekeh pelan.


"Nanti uangnya bunda transfer, obat nya di minum ya sayang, yang rajin biar cepet sembuh anak tercantik bunda." Feli mengelus pelan rambut Cia dan mencium kening sang putri.


'Iya bunda iya, Cia cuma bercanda kok." Cia tampak tersenyum girang.


Yoshi melihat interaksi kedua wanita kesayangan nya ikut tersenyum.


"Adek!! ini Emil Vc nih. Katanya akun kamu off nggak on gitu," Ucap Yovie menuruni tangga dengan baju tidur miliknya dan Laptop di tangan nya.


"Hua!!! Cia lupa on data bang," Ujar Cia.


"*Hallo Cia sayang, hai Yoshi."


"Hallo bunda juga, apa kabar kalian*??"


"Sehat, Alhamdulillah." Jawab keduanya tidak untuk Cia yang diam.


"Cia sehat? udah sembuh kan?"


Cia mengangguk sebagai jawabannya.


Mereka akhirnya mengobrol bersama dan saling bertukar cerita. Terutama Cia dengan Emil yang memang sangat dekat dari dulu.


...Finish...


...SPAM NEXT KIW!!!...