NOUS

NOUS
Nous 91



...:¨·.·¨: Welcome to :¨·.·¨:...


...🅂🅃🄾🅁🅈 🄻🄾🄽🄴🄻🅈...


HALLO SEMUANYA💗😰 apa kabar nih???🤺 Baik-baik ya!!! Sebelumnya jangan lupa untuk


➻ Like


➻ Komen


➻ Vote


Yuk follow sosmed Authornya dulu, dan pantengin anak-anak Author🤺🤸🏻‍♀️ @Lonely_Friend3030 dan @Nous_Official123.


Aku bakalan spoiler di Instagram dan Tik tok!!! Pantengin terus yak🔥🔥🔥


...Salam hangat...


...:¨·.·¨:𝔏𝔬𝔫𝔢𝔩𝔶𝔉𝔯𝔦𝔢𝔫𝔡:¨·.·¨:...


...Happy Reading...


Cia berlari kecil, Yoshi dan Yovie tersenyum dibelakang sana. Cia dengan tas kecil di punggungnya membuat dia terlihat lebih gemoy. Dia berlari menuju penjual telur gulung yang ada di taman kota ini.


Setelah tadi mereka berkeliling di mall, kini mereka ingin menikmati senja dari taman kota. Sebenarnya tadi Cia sempat melihat penjual cendol, yang mengharuskan mereka berhenti dan sekalian saja duduk duduk sore disini.


"Bang, Telor gulung nya 3 cup." Yovie mengeluarkan uang dari dompet miliknya.


Setelah membayar itu, plastik yang dia pegang dia serahkan kepada Cia.


"Mau apalagi?" tanyanya kembali.


"eum..." Cia mengedarkan pandangannya.


"Mau sempolan sama Cakwe bang," Ujar Cia meraih tangan Yovie dan menunjuk penjual Sempolan, Cakwe, serta beberapa gorengan lainnya.


Yovie terus mengikuti adeknya. Yoshi duduk di kursi yang tersedia disana. Disebelahnya ada tas kecil milik sang adik, serta jaket milik sang abang. Yoshi sendiri tidak ikut kesana kemari, karena dia tau kalau jajan dengan Cia akan ini dan itu.


Setelah beberapa menit, Yovie dan Cia kembali bersama Yoshi. Di genggamannya beberapa keresek yang berdominan berisi gorengan.


Cia tersenyum puas, wajahnya berseri-seri. Jujur saja, Cia lebih suka jalan dengan Abang sulungnya daripada dengan Yoshi, kembarannya.


"Beli apa aja tuh?" Tanyanya.


"Banyak!!!"


"Liat, Cia beli balon ini!!" Cia menunjukkan sebuah cairan seperti sabun. Jika ditiup maka akan muncul balon.


"Makan dulu nih," Yovie mengeluarkan sedikit demi sedikit makanan yang mereka beli.


Cia sambil makan makanan nya dia berlari kecil di depan abangnya dengan balon yang sedari tadi dia tiup kesana kesini.


Yoshi tersenyum, begitupun dengan Yovie. Rasanya dunia mereka kembali berwana, di timbang dengan kemarin dengan Cia yang selalu menyerah dan tidak semangat menjalani hari.


...~~~~...


Pukul 20.45, Yovie memarkiran mobilnya di bagasi rumahnya. Di tengoknya ke belakang, terdapat Cia yang tertidur di pangkuan Yoshi.


Yoshi meminta Yovie agar segera membopong kembarannya.


Yovie membopong tubuh mungil Cia, Cia yang mungkin kelelahan bermain dan makan disana hal itu membuatnya tertidur nyenyak selama perjalanan pulang.


"Gimana jalan-jalannya?" Tanya Feli kala membuka pintu.


"Kok tidur?"


"Hus..."


"Cia kecapean Bun, Yovie bawa ke kamar nya ya." Yovie berlalu kala Feli mengangguk.


"Kalian pasti capek, udah pada makan kan? soalnya makan malam nya udah habis," Ujar Feli kepada putra keduanya itu.


"Kok bisa? ya kita udah makan si Bun." Yoshi mengangguk-angguk sambil membawa tentengan belanjaan mereka.


"Tadi Han kesini sama temen-temen kamu, katanya mau main bareng. Yaudah bunda ajak makan aja, eh malah pada pulang." Jelas Feli panjang.


Yoshi melototkan matanya, dia baru ingat, dia harusnya ngumpul bersama teman-temannya tadi sore. Diraihnya ponsel dari dalam saku miliknya dan segera menghubungi teman-temannya.


"Ayah mana bun?" Tanya Yoshi mencoba membangun suasana.


"Di ruang kerjanya, bentar lagi juga selesai. Kamu mandi sama bersih-bersih, kamu beli apa aja emangnya tuh?" tanya Feli penasaran.


"Mainan buat Cia," jawabnya enteng.


"MAINAN? Cia udah gede sayang, masa iya dia beli Barbie?" tanya Feli tak menyangka.


Yoshi menghembuskan nafasnya panjang, dibuka nya totebag yang dia bawa. Dan... Jreng, benar saja beberapa set Barbie dengan baju outfit milik Barbie itu.


"Beli baju buat sendiri? bukan, beli baju buat Barbie? iya." Feli menggelengkan kepalanya.


"Habis berapa itu?" tanya Feli.


"Satu set nya tiga juta Bun, tau sendiri adik gimana kalau udah sama bang Yovie," Ujar Yoshi bingung.


"Mentang-mentang belum nikah sama udah kerja sendiri, duitnya buat belanjain adik-adiknya." Feli mendengus kesal.


"Gapapa Bun, sekali-kali." Yovie menyaut dari ujung tangga.


"Bun, ayah mana? ada yang mau aku omingin." Yovie mulai serius.


"Ada apa? ayah masih di ruang kerjanya. Mau ngomong apa? kok serius banget?" Tanya Feli penasaran.


"Begini Bun, aku kan udah 25 tahun lebih ya, aku juga butuh pasangan hidup, aku nggak mungkin hidup sendirian terus begini." Yovie memberhentikan kalimat nya.


"Aku mau lamar seorang perempuan Bun," Sambungnya.


"Kamu seriusan? Tanya Feli tak percaya


Yovie mengangguk, sedangkan Yoshi melongo tak percaya.


Yoga datang menuju keluarganya, dilihatnya mereka sedang bingung satu sama lain.


"Bahas apa nih? putri ayah mana?" Tanyanya ikut duduk di samping istrinya.


"Cia tidur yah, ayah Yovie mau lamar seorang perempuan." Ucap Feli to the point.


"Ha? mau lamar siapa kamu bang?" Tanya Yoga tak percaya.


"Siapa Yovie? Rekan kerja? ceweknya cantik ga?" Tanya Feli heboh.


"Nanti, kalau aku free aku akan ajak dia kesini Bun." Yovie tersenyum kesemsem.


...~~~~...


Pagi hari menyapa, Jumat pagi dengan mentari pagi yang indah. Hari dimana kenaikan kelas akan di umumkan. Feli sedari tadi sedang heboh di dapur sambil berteriak kesana kemari.


"Bunda! Dasi ayah dimana ya?" Teriak Yoga dari lantai tiga hingga dasar lantai.


"Di cantolin ayah, kalau cari yang bener dong." Feli mengumpat kasar, dengan tangan kanan memegang penggorengan dan tangan kiri ia letakan di pinggang.


"Bunda, pewangi yang biasa di lemari mana?" Teriak Yovie.


"Di lemari laundry bang, di laci no tiga ya!" Balasnya.


"Selamat pagi bunda cantik," Sapa Cia tersenyum manis.


"Pagi juga putri bunda, sabar ya sayang. Sarapannya masih Coming Soon." Jelas Feli mengusap peluh yang mengalir dari keningnya.


"Gapapa bunda, kita kan berangkat nya barang. Ini tinggal masak nya aja kan? Bunda mandi sama siap-siap sana, biar ini Cia yang urus." Cia tersenyum meminta sang Bunda agar segera bersiap-siap.


"Kamu bisa nggak?" Tanya Feli ragu.


"Ya bisa dong, Cia juga mau bikin salad buat sendiri." Cia terkekeh pelan.


"hati-hati ya cantik, bunda mau mandi sama siap-siap." Feli berlalu meninggalkan dapur.


Acara pembagian raport akan dimulai pukul 08.30, sedangkan ini masih pukul 07.45, beginilah kondisi keluarganya Ganesha Mahendra.


Sudah 15 menit berlalu, kini semuanya sudah siap di meja makan. Feli datang dengan salad di Tangannya.


"Salad siapa tuh?" Tanya Yovie tergiur.


"Saladnya Cia, abang jangan minta!!" Peringat Cia.


"mau dek, sesuap aja dong. aaa...." Yovie membuka mulutnya.


"Sesuap aja ya!!" Cia menyodorkan sendoknya dan mulai memasukannya kedalam mulut Yovie.


"Sudah, ayok sarapan. Nanti kita terlambat ke sekolahan nya."


...•••••...


Mereka kini sudah siap, mereka akan bersama-sama menaiki mobil yang sama. Yoga dan Feli yang di depan dan ketiga anaknya di belakang.


Cia cukup bimbang, apakah kali ini dia akan berhasil dan sesuai dengan apa yang dia harapkan? Cia menggenggam tangan kedua abangnya erat-erat. Untuk saat ini, Cia belum tau tentang lamaran yang dibahas Yovie tadi malam.


Mereka telah sampai di sekolah Ganesha. Mereka turun bersamaan dan menjadi pusat perhatian. Cia berada di belakang kedua orangtuanya dengan kedua abangnya disisinya.


Setelah berbincang-bincang dengan Adit, selaku kepala sekolah. Pintu ruang kepala sekolah berbunyi, mereka semua fokus kepada pintu itu.


"Silahkan masuk," Ujarnya mempersilahkan.


"Pak, acaranya segera dimulai!" Ujarnya.


"Baik, ayo semuanya keluar." Pinta Adit kepada om dan tantenya.


...•••••...


"Acara selanjutnya adalah pengumuman siswa berprestasi tahun ini, di mulai dari kelas XI, kepada bapak kepala sekolah semoga sudah siap dengan Hadiahnya." Ujar MC atau pemimpin acara itu.


"Juara ke lima, diraih oleh Aisha Larasati dari kelas XI IPS 1."


"Juara ke empat, diraih oleh Wright Yogie Graham dari kelas Xl IPA 1"


"Juara ketiga, diraih oleh Cantika Permaisari dari kelas XI IPA 3."


"Juara kedua, diraih oleh Yoshi Ganesha Mahendra dari kelas XI IPA 1"


"Selamat Abang," ujar cia tersenyum haru.


"Ayah... Cia gagal." Mata Cia memerah, rasanya dia ingin menangis sekeras mungkin.


"Itu belum selesai, jangan takut dulu." Yovie mengusap pelan pergelangan tangan sang adik.


"Dan yang ditunggu-tunggu, Juara satu tahun ini jelas XI adalah... BAGUS SUSWANTO dari kelas XI IPA 5." Semuanya tepuk tangan meriah.


Cia tak bisa menahan air matanya lagi, sekarang dia kembali gagal. Di genggamannya pergelangan lengan sang abang, dia menangis kecil disana.


"Gagal Abang..."


"Saudara Bagus mohon segera naik ke atas panggung, eh. em, heem." MC itu mengangguk dan kembali melihat kertas.


"Maaf semuanya, Bagus Siswanto itu kelas X bukan kelas XI. Maaf saya salah baca."


"Saya ulangi, Juara satu tahun ini kelas XI adalah YOCIA GANESHA PUTRI dari kelas IPA 1, wah kayaknya IPA satu borong prestasi ini ya Bu Rossa," Ujar MC itu.


Cia terkejut. "Maju dek," Pinta Yovie.


"Ha? malu bang," Ujar Cia mengusap pelan air matanya.


Cia berdiri, dirapikan nya baju kebaya miliknya. Baju yang sama dengan apa yang Yoshi dan keluarganya pakai.


Cia tersenyum senang, dia percaya "Usaha tidak pernah mengkhianati hasil."


...~~~~...


...Finish...


Hallo gess, I'm comeback. How are you today? Semoga good ya.


Tandai jika ada typo atau penggunaan tanda baca yang salah(θ‿θ)


Spam next untuk part selanjutnya »


Beberapa part menuju ending!!


Tim Happy Ending»»


Tim sad ending»»


Yukk 2/4 part lagi nih, xixix.


Like dan komennya ya kak(•‿•)