
Tanpa dukungan dari kalian, Nous nggak bakal sampai 70 episode seperti ini🙏 and ya saya sudah selesai ulangan bestih!! yuk bantu spam supaya aku semangat up nya☺️💖
...Happy Reading....
Pagi ini Cia sudah bersiap dengan seragam sekolahnya, benar hari ini Cia sudah mulai kembali ke sekolah.
"Morning bunda," Sapa Cia sambil memasang blazer OSIS kebanggaan nya.
"Morning sayang, sini-sini." Feli mendekat dan menarik lembut Cia.
"Bunda udah masak banyak, kamu harus makan yang banyak, kamu kan mau ulangan semesteran." Feli tampak sibuk mengambil makanan untuk putrinya.
"Morning Bunda, ayah, Adek." Sapa Yovie sambil berjalan dengan Yoshi yang berada di sampingnya.
"Morning juga gantengnya Bunda, sini-sini sarapan." Sungguh pagi ini Feli sangat bawel menurut Yoga.
"Bunda kenapa sih? sibuk banget perasaan hm? ribut terus," Ucap Yoga berhati-hati takut menabrak perasaan istrinya.
"Nggak boleh ya Yah? ya udah bunda diem ajah," Ucap Feli kemudian duduk di kursinya dengan perasaan kecewa.
"Nggak gitu bund, ayah tadi cuma nanya kok. Dilanjut aja urus anak-anaknya," Ucap Yoga merayu istrinya.
"Nggak, Bunda mau anterin makanan dulu ke Ommah sama oppah kalian makan aja," Ucap Feli lalu berdiri dari duduknya dan berjalan mencari nampan yang sudah dia siapkan.
Semuanya menjadi diam melihat tingkah bundanya itu, Cia juga merasa bingung. Tidak biasanya bundanya seperti ini.
"Hayoo ayah, Bunda kenapa sih yah? sensian banget hm?" Tanya Cia sambil memasukan makanan dalam mulutnya.
"Sebentar Ayah cek tanggalan dulu ya, kalian makan ajah." Yoga langsung mengecek kalender di jan tangan miliknya.
"apaan coba hubungannya sama tanggal," lirih Yovie.
"Bener aja bunda sensian, kalian harus nurut yang sama bunda. Dia lagi halangan bulanan nak," Ujar Yoga memberitahu semua anak-anaknya.
"Waw kok ayah tau?" tanya Cia heran.
"Ayah kan suaminya, jadi wajar lah kalau ayah tau. Inget pesan ayah, kalian nurut apa yang bunda mau okeh? jangan mengeluarkan kata-kata yang sekiranya menyakiti hatinya." Ucap Yoga lalu memakan makanannya.
"Iya Yah." Jawab semuanya.
Mereka terlihat sangat sibuk dengan makanannya masing-masing. Saling menikmati satu sama lain, Mereka akui masakan bundanya tidak ada tanding.
"Cia selesai, Cia berangkat dulu sama Han." Ucap Cia berdiri dari duduknya dan berjalan menaiki tangganya.
"Kenapa nggak sama Yoshi sayang?" Teriak Yoga menanyakan sama putrinya.
"Nggak lah yah, takut di turunin di jalan. Kan berabe, xixixix." Cia tertawa kecil kemudian mengambil tas miliknya.
"Aish... Han kemana sih, nggak biasanya jam segini belum kesini." Cia tampak mengumpat kemudian mengambil ponselnya dan mencari no milik Han.
"Nggak di angkat bestie, bisa emosi nih saya," Ujar Cia tersenyum kemudian memasukan ponselnya dan vitamin miliknya ke dalam tas.
"Gapapa lah nunggu di luar aja, ada ayah juga." Pikir Cia lalu keluar dari kamarnya.
Saat Cia keluar dari kamarnya, bebarengan dengan Feli yang baru saja keluar dari kamar Ommah dan oppah, kebetulan kamar Cia dan Ommah oppah nya tidak terlalu jauh.
"Bunda." Cia tampak mendekat kepada bundanya.
"kenapa?" Tanya Feli.
"bunda baik-baik dirumah, Ciae berangkat dulu muach." Cia mencium pipi milik bundanya lalu pergi meninggalkan lantai atas.
"dasar Cia." Feli tersenyum kemudian melanjutkan aktivitasnya.
"Ayah.. Abang... Han belum sampai ya?" Tanya Cia khawatir pada abang dan ayahnya yang tengah sibuk bersiap di bawah.
"Belum sayang, kamu mau bareng ayah? atau mau sama abang aja hm?" Tanya Yoga kepada putrinya.
"Nggak lah Yah, Cia nunggu Han aja, palingan juga masih di jalan," Ujar Cia kepada Ayahnya.
"Ya sudah, Ayah berangkat duluan ya." Cia hanya menganggukkan kepalanya kemudian matanya masih sibuk dengan Handphone miliknya.
"SAYANG!!!! BUNDA!!!" Teriak Yoga mencari istrinya.
"Ayah mau berangkat sini." Yoga melambaikan tangannya agar isterinya mendekat.
"kenapa hm?" tanya Feli heran.
...Muach, Muach, Muach...
"OMG, AYAH!!!" Teriak Cia ketika melihat adegan di depannya ini.
"ayah!! malu bunda." Feli tampak memeluk suaminya terlebih dahulu.
"Iya dah dunia milik berdua, kita ngontrak! besok juga udah mau ke mars tenang ajah," Ujar Cia lalu berdiri dari duduknya.
"Mau kemana?" Tanya Yoga pada putrinya.
"mau packing-packing, mau pindah ke Mars." Ucap Cia ngarang bin ngawur.
"Mau sekolah lah, Cia sama bang Yoshi aja lah," Ujar Cia kesal karena menunggu Han.
Yoshi nampak terkejut, dirinya terlihat sangat senang. Yoshi sangat merindukan momen ini di masa lalunya.
"Sebentar ya." Yoshi berdiri kemudian mencium pipi sebelah kanan Feli.
"Good bye mom, Dad." Yoshi pergi begitu saja.
Feli geleng-geleng kepala melihat tingkah anak-anak nya yang berubah drastis.
"Sudah ya sayang peluk nya, nanti lagi kalau ayah udah pulang okeh," Ucap Yoga menggoda istirnya masih dalam posisi pelukan.
"apaan sih, skip-skip. Kapan-kapan Yovie pamer juga ginian sama isteri Yovie nanti," Ujar Yovie kesal kemudian bersalam dengan kedua orang tuanya.
"Ayah juga berangkat ya." Yoga menyalami isterinya kemudian pergi.
"Hati-hati kalian" Teriak Feli senang.
di satu sisi, suasana hati Yoshi sangat bahagia. Saat dirinya bisa berangkat bareng dengan Cia. setelah dia pikir-pikir ternyata sudah satu bulan lebih keduanya tidak berangkat bersama.
"Adek nggak mau bubur?" Tanya Yoshi.
"Nggak bang," Jawab Cia.
"Biasanya juga beli bubur, mau Abang beliin?" Tanya Yoshi kembali.
"Nggak usah bang, Cia mau cepet-cepet sampai ke sekolah," Ujar Cia tanpa memikirkan perasaan Yoshi.
Yoshi memilih diam mengiyakan kembarannya, sungguh pikiran nya tidak sesirkon dengan hatinya.
Cia menjadi tidak enak saat melihat wajah masam Yoshi, bagaimana pun mereka kembar. Jadi Cia bisa tau apa yang di rasakan Yoshi.
"Cia mau bubur deh bang, bubur ayam banyakin ayamnya ya bang," Ujar Cia mencoba tersenyum untuk Yoshi.
"Beneran? ya udah Abang beliin. Kamu tunggu disini okeh," Ujar Yoshi.
Keduanya tidak memikirkan Jam yang pada dasarnya selalu berputar setiap detiknya.
Cia kemudian melanjutkan aktivitasnya sambil menunggu Yoshi yang membeli bubur, Cia sedang bingung beli bubur buat apa? dirinya sudah sarapan. Biasanya dia beli bubur untuk sarapan karena bundanya ada di London.
"ini dek, itu dua abang satu yak." Yoshi berucap kemudian melanjutkan perjalanannya.
"okey," Jawab Cia singkat lalu memegang bubur miliknya.
Cia membuka bubur tersebut, kemudian mulai memasukan kepada mulutnya.
"Abang mau, aaa." Yoshi membuka mulutnya meminta di suapin oleh kembarannya.
Yoshi kini sedang memanfaatkan keadaan untuk kembali dekat dengan kembaran nya, dia sangat merindukan momen-momen seperti ini.
...Finish...
Morning prend 💖 Salam manis dari mommy tahu.