NOUS

NOUS
Nous 50



Han dan Cia akhirnya menuju ke Bandung, Han hanya membawa satu tas gunung milik nya dan hanya berisi beberapa keperluan utamanya.


“Kecil amat tas lu, sehari doang lu?” Tanya Cia heran.


“Nggak lah, paling Selasa gw bakalan balik, nggak baik ketinggalan pelajaran,” ujar Han masih fokus pada jalanan didepan sana.


“Telefon Lira dong.” Cia tampak mengambil ponsel miliknya dan mencari nama Lira di kontak miliknya.


Akhirnya mereka telefon-an selama perjalanan, Lira bukan orang yang mudah cemburu, dirinya tau akan hubungan Han dan Cia yang hanya sebatas Teman.


...••••


...


Tepat pukul 23.15, mereka sampai di perumahan namun di bukit, hal itu membuat suasana tiba-tiba menjadi dingin. Cia meminta saptam yang berjaga untuk membukakan Gerbang nya.


“ASSALAMU’ALAIKUM... NENEK, KAKEK!!” teriak Cia dari luar sambil memencet bel yang ada.


“Berisik anjir, suara lu udah kayak suara sangkakala.” Han tampak menutup telinganya rapat-rapat.


“sirik ae lu, iri? Bilang prend.” Cia tersenyum sinis


Sampai akhirnya Milla datang membukakan pintu, “Siapa?” tanya nya sambil mencari kacamata di dalam saku dasternya.


“Astaga nenek, cucu sendiri nggak kenal.” Cia mengerucutkan bibirnya kesal.


“oalah, Cucu cantik nya nenek, ayok masuk nak.” Mila mempersilahkan Cia untuk masuk kedalam mansion nya.


“Dari Jakarta pukul berapa hm? Kok baru kesini padahal sudah mau satu bulan,” Ujar Mila sambil menarik Cia untuk duduk.


Sedangkan sedang dibuat keteteran padahalkan dirinya juga tamu kenapa seakan-akan dirinya supir Cia?.


“Dari Jakarta sekitar setengah delapan Nek, tadi juga mampir sana sini dulu istirahat” Cia tersenyum manis menatap Neneknya.


“Ayah sama bunda kamu mana hm?” tanya nya kembali


“Mereka di London, kasihan Omah jagain Oppa yang sakit-sakitan sendiri,” Ujar Cia.


“Astagfirullah, mereka sakit apa?” tanya Mila


“biasa Nek, bawaan umur.” Cia tersenyum


“Sama juga, nenek sama kakek juga kadang-kadang sakit, aduh rasanya emang luar biasa mana anak-anak jauh sana sini, Tante Shinta juga jarang jenguk kita apalagi Yoga,” Ucap Mila.


“dia siapa?” tanya Mila menatap Han.


“hallo omah, aku teman baiknya Cia salam kenal Reyhan,” Ucapnya tersenyum.


“Woalah, sudah malam nih sana masuk untuk istirahat, dan kamu Han kamar tamu sebelah sana,” Ujar Mila menunjukan kamar tamu.


Mereka ke kamarnya masing-masing, jangan bertanya kemana kakek Irfan, dia sedang tidur karena umur maybe, hanya Milla yang mendengar suara Bell makanya dia cepat-cepat keluar dari kamarnya.


Sedangkan di Jakarta, Yoshi sedang mencari keberadaan adeknya bahkan sekarang Yovie tidak ada rumahnya. Yoshi merasa dirinya tidak berguna, Yoshi melajukan motornya menerjang malam yang sangat dingin, kota Jakarta terlihat sepi ketika sudah tengah malam, Yoshi berniat untuk kerumah Reyhan karena dia yakin Cia ada disana.


...Tok.. tok.. tok...


Ketukan pertama masih senyap, apartemen yang memang sudah sepi membuat ketukan itu terdengar keras.


...Tok.. tok.. tok.....


Yoshi masih mencoba mengetuk pintu apartemen Reyhan.


“HAN..” panggilnya


...Tok.. tok.. tok..


...


Akhirnya mama Han keluar, “Siapa?” tanyanya.


“tante disini ada Cia?” tanya Yoshi pada Syiren.


“nggak tuh, kemana dia?” kini Syiren berbalik tanya kepada Yoshi, sebelum berangkat mereka menjelaskan sedikit tentang apa yang terjadi. Dan Syiren akan mebgikutiz alur peemainan yang anak-anaknya perbuat.


“Kalau saya tau saya juga nggak bakalan nyari Tan, kalau Han kemana?” tanya nya


“Reyhan? Anak itu sedang pergi dengan teman kecilnya,” Ujarnya.


“Siapa? Kemana?” tanya Yoshi berturut-turut.


“Ada temen nya, katanya mau liburan dulu,” Ujarnya.


“kalau begitu saya permisi Tan, assalamualaikum.” Yoshi berlalu pergi menaiki lift untuk pergi keluar. Kini dirinya semakin merasa bersalah. Yoshi menaiki motornya kini dia tak tau arah apakah harus pulang dengan tangan kosong, atau terus mencarinya?.


...•••••••


...


“ANDAI TADI GW NGGAK PERGI”


“GW KEMBARAN NYA BUKAN SIH?”


“JAHAT BANGET GW JADI ABANG NYA”


“MERASA NGGAK PANTES JADI ABANG”


“apa gw ke kantornya bang Yovie yah, tapi kalau gw di tanya gw jawab apa?” Yoshi semakin bingung.


Yoshi memberhentikan motornya di sebuah bawah pohon yang besar, dia dibuat bingung menjadi-jadi mencari Cia.


“Salah gw ANJ”


“Kalau dia diculik gimana?”


“Kalau tiba-tiba dia lapor sama ayah bunda, gw bisa di bejek-bejek satu keluarga ini.” Yoshi mengusap wajahnya pelan, tiba-tiba terdengar suara handphone nya. Tertera dengan jelas nama Abang nya ‘Bang yov'


“halo bang” jawab nya khawatir.


“dimana lu?”


“Di jalan, kenapa?” tanya Yoshi.


“Balik, udah tengah malam ini,” Ujarnya.


“Tapi...”


“nggak ada tapi-tapian,” Ucap Yovie disebrang sana.


“apa yang terjadi itu juga karena gw, tapi gw takut dipisahkan,” Ujarnya lalu menaiki motornya menuju kembali kerumahnya.


Setelah Yoshi kembali, ternyata abangnya sudah tertidur. Yoshi bernafas lega kemudian berjalan memasuki kamar miliknya.


“Ngapain diluar?” tanya Yovie.


“Ha?” Yoshi tampak seperti orang bodoh.


“gw nanya kenapa malam-malam diluar?” tanya Yovie sekali lagi.


“gpp bang,” Ujarnya lalu menguap dan segera masuk ke kamar miliknya.


“Rasain tuh, makanya kalau udah janji di tepatin.” Batin Yovie tersenyum smirk lalu kembali ke kamarnya.


...Yoshi POV...


"huh untung bang Yoshi nggak nanya," Ujar Yoshi lalu membaringkan tubuhnya. Matanya menutup namun pikiran nya entah kemana.


sungguh Yoshi tidak bisa tertidur malam ini, dipikiran nya hanya ada 'Cia, Cia, Cia.' Kemana gadis itu?.


...++++++...


Pagi pun tiba, Yovie membangunkan Yoshi yang tertidur.


"Dek..." Panggilnya.


"Yoshi," Panggilnya sekali lagi.


"apa bang?" Yoshi berjalan menuruni tangga dengan mata panda nya.


"Astaga, mata lu kenapa?" tanya Yovie.


"kecolok apaan?" Tanya nya kembali.


Yoshi tidak menggubrisnya, dirinya kemudian duduk dimeja makan. Walau Yoshi belum mandi karena tiba-tiba dia merasa malas.


"Dih kek orang stress gw ngomong sama lu!" Yovie mengoleskan Roti dengan Nutella.


"gini.. hari ini Abang nggak pulang, ada acara di luar kota, salah satu karyawan kita ada yang nikahan. lu jangan pulang malam-malam kayak nanti malam yak," Ujarnya sambil memakan roti miliknya.


"hm.." Jawab Yoshi dingin.


"Jadi Prihatin gw sama dia, kalau ditinggal Cia beneran bisa gila nih bocah," Batin Yovie sambil melirik Yoshi yang sepertinya tidak napsu makan.


"Gw berangkat, jaga rumah yak." Yovie membawa beberapa bajunya.


entah tidak sadar atau bagaimana, Yoshi tidak sadar bahwasanya Yovie pergi menggunakan baju santai dan memakai motor miliknya. apakah itu patut untuk kondangan? bahwa Yovie tidak membawa tas.


...Finish...


Happy 50 Episode Nous😊🖐🏻 Semoga pembaca dan Vote nya makin banyak.... Author kembali update, kalau author nggak PTM in sya Allah up lumayan banyak😊.


Jadi selamat melakukan aktivitas....


Cukup lah yak(๑•﹏•)


SPAM NEXT YUK!!! VOTE NYA DI TUNGGU YAH😁


#DUKUNG_NOUSTerbit


#NOUS_NAIKLEVEL


NOUS PUNYA GROUP CHAT SENDIRI TAU! INI UNTUK UMUM YAH SEKALIAN KITA BAHAS-BAHAS TENTANG NOUS. WKWKWK SEKALIAN BIAR KALIAN TAHU JADWAL AUTHOR UPDATE.


KAPAN AUTHOR UPDATE, DAN KAPAN AUTHOR LIBUR GITUლ(´ ❥ `ლ)


KALAU MAU LINK GROUP NYA, SILAHKAN HUBUNGI AUTHOR👁️👄👁️


083865683501 (Elira)