
...:¨·.·¨: Welcome to :¨·.·¨:...
...🅂🅃🄾🅁🅈 🄻🄾🄽🄴🄻🅈...
HALLO SEMUANYA💗😰 apa kabar nih???🤺 Baik-baik ya!!! Sebelumnya jangan lupa untuk
➻ Like
➻ Komen
➻ Vote
Yuk follow sosmed Authornya dulu, dan pantengin anak-anak Author🤺🤸🏻♀️ @Lonely_Friend3030 dan @Nous_Official123.
Aku bakalan spoiler di Instagram dan Tik tok!!! Pantengin terus yak🔥🔥🔥
...Salam hangat...
...:¨·.·¨:𝔏𝔬𝔫𝔢𝔩𝔶𝔉𝔯𝔦𝔢𝔫𝔡:¨·.·¨:...
...Happy Reading...
Cia memasuki rumahnya dengan kresek putih bertuliskan 'IndoJuni' di tangannya. Senyum merekah terbit di kedua sudut bibirnya. Matanya melihat sang bunda yang sedang membaca majalah di ruang keluarga.
"Hallo bunda cantik," Sapa Cia lalu duduk di samping bundanya dan langsung menaruh tas nya asal.
"Bawa apa kamu nak?" tanya Feli bingung kala anaknya datang dengan girangnya dan kresek di tangannya.
"Jajan bunda, Nanti makan bareng-bareng ya." Cia mengangguk bersemangat.
"Nanti malem Cia mau nonton bareng sama kalian, pokoknya nanti malam habis makan malam kita nonton Upin Ipin ya," Ujar Cia terlihat sangat gemas.
Yoga dan Yoshi yang baru memasuki rumah pun tercengang, mereka nanti malam akan nobar Upin Ipin? si kembar botak yang anak yatiem pietu?
"Plis ya, temenin adek nonton. Kan adek jarang-jarang nonton bareng sama abang sama ayah bunda," sambungnya lagi.
"Iya sayang, kamu mandi dan bersih-bersih. Bunda mau nyiapin makan malam yah," Ucap Feli tersenyum.
"Jajan nya simpan dulu, abang juga bersih-bersih ya." Yoga berjalan mendekati putrinya yang terduduk bersama istrinya.
Yoshi dan Cia mengangguk. Cia berdiri dari duduknya, lalu mengambil tasnya dan berlari kecil menuju lift. Yoshi yang di belakangnya terkekeh geli melihat tingkah sang adik.
Anggap saja ini sebagai pengganti. Dulu, waktu Cia dan Yoshi masih kecil, mereka berdua menonton kartun hanya dengan Grandpa dan Grandma. Bahkan Yoga dan Feli selalu meninggalkan mereka berdua. Feli yang memang sudah seperti asisten nya, asisten hidup maksudnya. Cia hanya ingin menikmati akhirnya (?).
Cia dan Yoshi keluar dari lift saat bel lift berbunyi. "Kamu seneng banget, cuma beli eskrim sama nonton?" Tanya Yoshi heran.
"Iya dong, kan Cia udah lumayan lama ga makan es krim." Cia terkekeh geli lalu membuka kenop pintu nya dan masuk kedalam kamar miliknya.
Yoshi tersenyum, dirinya tidak tahu seperti apa dengan takdir. Takdir itu pilihan terbaik menurut tuhan untuk umatnya. Dan Yoshi percaya akan itu.
...••••...
Benar saja, setelah makan malam, sekitar pukul 18.45 Cia dan keluarganya berkumpul di ruang keluarga. Cia berlari kecil dari dapur membawa kresek yang sama seperti saat dia pulang tadi.
"Ini es krim buat Abang." Cia memberikan cup es krim kepada Yovie.
"Ini es krim buat kembaran tercinta," Ujar Cia terkekeh lalu memberikan es krim dengan rasa berbeda kepada Yoshi.
"Ini buat ayah sama bunda, yang ada love nya." Cia menaruh cup es krim dengan merek ternama di depan kedua orang tuanya.
Semuanya duduk dibawah beralaskan karpet bulu, Feli bersandar kepada dada bidang sang suami. Yovie duduk bersender kepada kursi, begitupun dengan Yoshi. Sedangkan Cia, dia tiduran diatas paha ayahnya.
Semuanya tampak menikmati film Upin Ipin di depannya ini, hampir semua episode sudah di putar lebih dari 10×. Itu bukan hal yang membosankan.
Sekitar 30 menit berlalu, Upin dan Ipin tampak dikejar Rembo, ayam kecil milik tok dalang. Yang mempertandakan bahwa cerita Upin Ipin telah selesai.
"Ayah, Cia mau minta sesuatu boleh?" Ucap Cia mendongak kan kepalanya.
"Boleh, mau apa hm?" Semuanya tampak fokus.
"Cia mau ayam yang kayak Rembo," Ujarnya asal.
Semua kembali tercengang. Sangat tidak masuk akal bagi mereka semua. Melihat raut wajah bingung semuanya, Cia tertawa geli. "Bercanda, Cia cuma boongan kok." Cia lagi-lagi tertawa sendirian.
"Niatnya mau abang belikan ayam warna warni aja dek, biar kayak pelangi gitu." Yovie tertawa geli.
"Mau nonton apalagi dek?" tanya Feli mengelusi rambut sang putri.
"Keluarga Cemara."
Mata Cia fokus kepada film yang berputar didepannya. Feli dan Yoga masih saja memenuhi keinginan putri satu-satunya itu.
Sampai pada akhirnya film selesai, Feli mengusap air mata yang mengalir pada sudut matanya. Apa maksud semua ini? pikirnya.
Cia tampak tenang dengan mata yang tertutup, dia tertidur saat rambutnya dielus oleh kedua orangtuanya.
Yoga menatap wajah teduh putri nya, putri yang dulu masih kecil sekarang sudah tumbuh dewasa. Dirinya bahkan tak sepenuhnya melihat dewasa sang Putri.
"biar abang yang bawa adek ke kamarnya," Ujar Yovie lalu berdiri dari duduknya hendak mengangkat tubuh Cia.
"Jangan, ayah aja." Putus Yoga lalu perlahan-lahan berdiri dan menggendong sang putri.
Putri kecil yang selalu tersenyum riang kepadanya, tak pernah mengeluh sedikitpun tentang apa yang dia hadapi dan kenyataan berikan.
"Bunda tidur yah, kalian juga iya. Besok biar ayah sama Bunda yang temenin Cia kontrol," Ujar Yoga lalu memasuki lift.
Yoshi dan Yovie mendekati sang bunda. "Maafin bunda ya, kalian kekurangan kasih sayang orang tua." Feli menangis kecil. Rasanyaa dia tidak pantas dengan sebutan 'Bunda'.
"Bunda apa-apaan sih, bunda itu tetap bunda cantiknya kita. Bunda yang selalu kasih kebahagiaan kepada anak-anaknya, bunda itu Ironman nya kita." Yovie memeluk sang bunda, begitupun dengan Yoshi sebaliknya.
Angin malam menyapa manja, dingin mulai terasa membuat bulu kuduk berdiri. Suara rintik hujan terdengar samar, dedaunan yang terkena angin jatuh perlahan ke atas tanah yang basah.
Yoga membaringkan tubuh kecil sang putri, tubuh yang semakin lama semakin ringkih. Pergelangan tangan yang kecil, perut yang tak sama seperti dulu, rambut yang perlahan-lahan kusut dan juga bibir pucat nya.
"Selamat malam princess nya ayah," Ujarnya lalu menarik selimut sampai ke leher sang putri.
Yoga berlalu, dirinya dan sang istri selama ini salah. Yang anak-anak nya butuhkan bukan hanya uang dan harta, mereka juga butuh kasih sayang keduanya. Sebelum usai, memang harusnya memperbaiki dulu bukan?
...~~~...
Sesuai dengan yang Yoga bilang, Hari Minggu memang tidak ada jadwal check up buat Cia. Namun, Yoga sudah menghubungi dokter Dwi suruh mencatat jadwal bahwa dia beserta anak istrinya akan menemani Cia Check up.
"Hari ini hari Minggu ayah, obat sama Vitamin nya masih banyak."
"Tapi ayah udah bikin jadwal sama dokter Dwi sayang," Ujar Yoga kekeh.
"Ayah sama bunda mau bikin Cia overdosis ya?" Tanya Cia tak menyangka.
"Nggak gitu sayang, dengerin ya. Mumpung ayah libur kerja, ayah mau kontrol kesehatan sekalian check up kamu, kita tensi sama cek gula dan darah bareng-bareng." Jelas Feli mencoba meyakinkan sang putri.
"Janji deh, ga minta obat sama Vitamin baru buat kamu." Yoga mengangkat jari kelingkingnya di depan sang putri.
Setelah berdebat sedikit, akhirnya Cia setuju. Dia langsung ke kamarnya untuk bersiap-siap.
Yovie dan Yoshi juga akan ikut serta, mereka akan satu mobil. Ayolah, kapan terkahir kali mereka seperti ini?
Cia berada di tengah-tengah antara kedua abangnya, di depan ada ayah dan bundanya. Cia tersenyum senang. Rasanya dia sangat kangen dengan momen seperti ini.
"Ayah, habis kita cek kesehatan kita ke pantai boleh?" Tanya Cia ragu-ragu.
"Iya boleh, nanti kita ke pantai bersama-sama."
Cia mengangguk lalu tersenyum puas, Dia berterimakasih kepada Tuhan, karena Tuhan telah memberikan nya keluarga yang seperti ini.
...Finish...
Hallo gess, I'm comeback. How are you today? Semoga good ya.
Tandai jika ada typo atau penggunaan tanda baca yang salah(θ‿θ)
Spam next untuk part selanjutnya »
Beberapa part menuju ending!!
Tim Happy Ending»»
Tim sad ending*»»
Like dan komennya ya kak(•‿•)