
Hayyi Prend, Tahu back*
...Happy Reading...
Cia melangkahkan kakinya masuk kedalam kelas, "Hallo guys," Sapanya dengan senyum manis yang mengembang.
"CIA??!"
"ITU LO CI?"
"HAI CI,"
Cia melangkahkan kakinya mencari tempat duduk yang ada tas miliknya, sepertinya Han kali ini benar-benar tepat memilih tempat duduk. Barisan no 2 dari belakang dekat kaca dan tembok, itu tempat yang strategis menurut Cia.
"Hai Han," Sapa Cia lalu duduk.
"Hai,"
Jihan, Gendis, Fariha langsung mendekat kearah meja Cia dan Han.
"pada Napa sih kumpul di meja gw?" tanya Han heran.
"Ke-pedean lu orang kita mau sama Cia," Ujar Gendis menoyor kepada Han.
"sakit pea, udah lah Minggir! gw samau Azlan ajah," ujar Han lalu pergi ke meja Azlan dan Dion.
sekarang Yoshi duduk dengan Jio yang tak lain ketua kelas ini, Yoshi memandang adiknya yang kini sedang tertawa puas. Mungkin karena cerita lucu dari Fariha.
"Harus gimana?" lirih Yoshi menunduk.
...••••...
Pelajaran pun di mulai, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuat semua orang yang berada di dalam ruangan menengok.
"Permisi Bu," Ujar seorang adik kelas.
"Iya ada apa nak?" Tanya Bu sasih yang kini tengah mengajar.
"Mau panggil anak osis, Kak Jio, Kak Yocia, Kak Alluna sama Kak Hafid," ujar adik kelas itu ramah.
"Oh duluan ajah, mau nyari name art OSIS dulu." Kata Cia lalu mengobrak-abrik tas nya.
"Ayok Ci," Ajak Jio berdiri dari tempat duduknya.
"Mau bareng Ji?" Tanya Cia.
"Boleh ayok." Jio menarik tangan kanan Cia di depan mata, kepala, hidung, wajah Rey sendiri.
"Pelan-pelan Ji."
"Maaf,"
Mereka berjalan bersama menuju ke ruang OSIS, sudah lama Cia tidak ke ruang OSIS. Mudah bagi Cia untuk bertahan di organisasi OSIS apalagi dia juga keturunan pemilik sekolah ini.
"Assalamualaikum," ucap Cia bersamaan dengan Jio saat hendak masuk.
"wa'alaikumussalam." Jawab orang-orang yang berada di dalam ruangan.
"Kak Cia." Terdengar suara histeris dari beberapa adik kelas yang sepertinya syok atas kedatangan Cia.
"Hai semua," Sapa Cia menunjukan senyum manis miliknya.
"Hai kak Cia, Iren kangen kak Cia!!" Ucap seorang adik kelas yang memang terbuka kepada Cia.
"Hai Iren, nanti cerita yak," Ujar Cia sambil duduk di bangku miliknya.
"Akhirnya Kak Cia balik, Kak ada masalah nih," Ujar Noval yang tak lain ketua OSIS ronde ini.
"Masalah apa Val?" Tanya Cia bingung.
"Begini kak, dana yang kita kumpulkan untuk acara akhir tahun ini ada yang hilang, kas kita jalan, denda jalan tapi hilang kak," Ujar Noval bimbang.
"Kok bisa, siapa yang urus?" Tanya Cia ikut terkejut.
"Kak Alluna, semenjak kakak menghilang semuanya dia yang pegang," ucap Noval sambil menunjuk Alluna yang terduduk.
"Bisa jelasin?" tanya Cia dingin.
"Aku nggak tau apa-apa, aku udh menghitungnya dan pas!" Ujar Alluna. Alluna duduk dengan tidak tenang, Cia sudah tau dari gerak geriknya.
"Ya sudah biar nanti gw yang ganti, hilang berapa?" tanya Cia dingin membuat suasana tiba-tiba menjadi senyap.
"300k, kak." Kata Noval
"Hm, ini." Ucap Cia mengeluarkan tiga lembar duit berwarna merah kesukaan emak-emak akhir bulan.
"Mulai sekarang gw ajah yang pegang, bisa buat foya-foya nanti kalau di tangan orang yang nggak bener," Ujar Cia mengambil dompet Osis itu.
Semua masih diam, mata mereka melirik Allina diam-diam yang kini masih mencoba mengontrol nafasnya.
"ya sudah jadi kita akan bahas.... .... ...."
Noval mulai menjelaskan apa saja yang akan dia bahas dan di perjelas.
Waktu demi waktu berlalu, tak terasa dua mata pelajaran telah terlewat. Sebentar lagi bell istirahat akan berbunyi.
"Eh Val, bentar yak! perut gw sakit, mau ke toilet bentar doang kok," Kata Cia izin keluar dari Rapat untuk ke toilet.
"Gapapa kak, ini juga sudah selesai mau saya tutup, ke toilet saja silahkan." Noval mempersilahkan Cia untuk keluar.
Akhirnya rapat selesai, Cia masih di dalam kamar mandi yang dekat dengan ruang OSIS. Kamar mandi itu terkenal dengan gelapnya, walau Cia phobia gelap namun kali ini dia akan mencoba melawan phobia nya dengan cepat-cepat ke kamar mandi tersebut.
Saat Cia mencoba mengontrol nafasnya, dan mencoba mengendalikan phobia nya tiba-tiba suara Bell terdengar, membuat Cia bernafas lega berarti di luar Ramai.
"Aduh gara-gara tadi Han pake beli pop mie pedes sih, gw mules." Umpat Cia di dalam toilet sambil memainkan air.
Tiba-tiba terdengar suara kunci.
......Krekk.Krekk.Cklek......
"SIAPA!!" Teriak Cia dari dalam.
...Dogh..Dogh......
Cia mencoba menggedor pintu, sepertinya dugaan nya benar dia di kunci dari luar di dalam kamar mandi.
seketika badan Cia lemas, kini rasa sakit perutnya sudah tidak terasa. Jangan bilang bahwa phobia Cia akan kembali kambuh?.
"Pliss jangan sekarang!"
"Obat Gw di tas!"
"Ciaaa Lu bisa! okeh bisa!"
Cia mencoba mengontrol nafasnya yang kini memburu, sungguh dia sangat merinding dengan keadaan sekitar.
tiba-tiba lampu di kamar mandi mati, Cia otomatis langsung syok, nafasnya kini semakin memburu dia merasa sesak nafas.
"Tolong!!!" Teriak Cia histeris.
"Tolong!!"
Cia mencoba mendobrak pintu kamar mandi dari dalam. tiba-tiba kembali terdengar suara tawa kecil. mata Cia mulai merabun, matanya sebentar lagi akan tertutup.
"T-tolong.. s-esak!" Ucap Cia terbata-bata.
...•••...
Jio kini sedang menunggu Cia di ruang OSIS, mau nunggu di depan kamar mandi takut di bilang yang tidak-tidak.
"Ji, Cia mana?" Tanya Han yang tiba-tiba muncul.
"Astaga!" Jio tampak terkejut lalu mengelus dadanya.
"Sorry, Cia mana? kok nggak sama lu?" Tanya Han heran.
"Lagi di toilet, tapi tadi gw liat gelap banget, lama lagi," Ucap Jio.
"Kamar mandi sebelah mana? udah lama belum?" Tanya Han mulai panik.
"Di sebelah ruang OSIS itu loh, sekitar 13 menit lah," Ucap Jio Jujur.
"What?! Cia phobia gelap lol!" Han berlari menuju ke kamar mandi, rasa khawatir mulai membanjir hatinya begitupun dengan Jio.
"CIA!!"
"CIAAA!!!"
"CI!!!"
"JANGAN BIKIN PANIK YAH!!"
...finish...
...Sekian, terimakasih 🙏...
Tahu udah PTM gengs