
Happy 55 Episode Nous 🙏 Makasih yang udah support karya ini dari nol. I love you🐻❤️ Udah kepoin Instagram Cia dkk belum sih?
@Lonely_Friend3030
@Yocia_ganesha
@Reygan_Gevano
@Yovie_GnshaMhndra
@Yovie_GnshaMhndra
@Felicia_Ganesha
@Yoga_Mahendra
@Lonely_Cansss
Follow yak, untuk Yovie sama Yoshi itu kalau nggak salah namanya😭
#DUKUNG_NOUSTerbit
#NOUS_NAIKLEVEL
NOUS PUNYA GROUP CHAT SENDIRI TAU! INI UNTUK UMUM YAH SEKALIAN KITA BAHAS-BAHAS TENTANG NOUS. WKWKWK SEKALIAN BIAR KALIAN TAHU JADWAL AUTHOR UPDATE.
KAPAN AUTHOR UPDATE, DAN KAPAN AUTHOR LIBUR GITUლ(´ ❥ `ლ)
KALAU MAU LINK GROUP NYA, SILAHKAN HUBUNGI AUTHOR👁️👄👁️
083865683501 (Elira)
...Happy Reading...
Hari-hari telah berlalu, Yocia sudah satu bulan di Bandung bersama Han dan kakek neneknya. Banyak perubahan dari gadis itu, Mulai dari fisik, sifat dan kebiasaannya.
"Pagi," Sapa Cia pada neneknya yang tengah sibuk memasak.
"Pagi Cucu Nenek, Sini bantu nenek masak." Pinta nenek Milla saat melihat cucu perempuan nya turun dari tangga.
Cia langsung berjalan menuju neneknya dan membantunya, tidak perlu waktu lama Han dan Kakek Irfan masuk dari arah taman belakang.
"Pagi Kek," Sapa Cia.
"Pagi Nak"
"Kakek doang, gw nggak di sapa?" Tanya Han mengangkat alisnya.
"Pagi Han Jelek," Sapa nya.
"Gapapa jelek, yang penting udah punya pasangan," Ujar nya sambil duduk di meja makan.
Cia tampak mendekat membawa dua gelas susu hangat, buktinya masih ada uap nya. Pagi ini sangat dingin sehingga untuk pagi ini lebih enak minum susu hangat.
"Ini Minuman nya Kek," Ujar Cia menaruh susu putih ke Kakeknya.
"Ini punya lu." Cia menaruh susu Cokelat ke Han.
"Makasih Ci," Ujar Han.
Cia hanya menganggukkan kepalanya dan kembali ke Wastafel dan membantu Neneknya.
"Nek besok kalau Cia udah kembali ke Jakarta, nenek sewa pembantu yah," Ujar Cia sambil mencuci Wortel.
"Iya nak, Nenek juga ngerasa nenek udah nggak mampu ngerjain ini semua sendirian,"Jawab Milla masih fokus dengan kuah sup buatannya.
Di satu sisi di meja Han dan Kakek Irfan.
"Han, udah satu Bulan kalian disini, kalian juga sudah pintar dalam berlatih selama ini, apa kalian akan kembali ke Jakarta?" Tanya Irfan.
"Entah lah Kek, Han mah ngikut Cia kek. Kemana pun Cia pergi Han akan ikut bersamanya," Ujar Han.
"Kakek berterimakasih yah, karena kamu udah mau berteman dengan Cia," Ujar Irfan.
"Kakek ngomong apa sih, Han yang seharusnya terimakasih karena Cia, Han bisa lepas dari masalah waktu itu," Ujar Han dengan senyum manisnya.
Kalim pasti tidak tau bagaimana awal bertemunya Han dengan Cia di masa lalu, biar lah itu menjadi sepenggal kenangan masa lalu. Intinya sekarang Han dan Cia adalah teman dekat.
Irfan sudah bilang kepada Yoga dan Feli, bahkan dia sudah menjelaskan dengan detail apa yang terjadi. Awalnya Feli menolak jika Cia harus masuk ke Mafia, Namun Feli tidak boleh Egois dia harus ikut dengan apa kemauan putrinya.
"Sarapan sudah Siappp," Ucap Cia sambil membawa nampan berisi beberapa makanan.
Pagi ini Cia dan keluarganya sarapan dengan satu mangkuk sup dan ayam goreng jangan lupa sambal terasi kesukaan kakek neneknya.
Cia mengambil beberapa piring dan menaruhnya nasi, dia mengambil piring itu untuk kakek nya, jangan lupa dia juga mengambil piring untuk Nenek dan Han. lihat bukan kah Dia calon istri yang baik?
"Selamat makan," Ucap nya lalu duduk di kursinya.
Mereka makan dengan tenang, hanya terdengar suara detingan Sendok dan piring yang saling bertubrukan.
"Nak..., Apa kamu akan kembali ke Jakarta?" Irfan kembali memulai percakapan.
"Iya kek, Cia kan sudah cuti satu bulan. Cia udah ketinggalan banyak pelajaran Kek," Jelas Cia pada kedua Kakek dan Neneknya.
"Kalau itu udah keputusan kamu, kembali lah bahas semua masalah mu dengan kembaran mu,", Ujar Milla.
"Kapan kamu akan kembali ke Jakarta?" Tanya Irfan.
"Mungkin Besok atau Lusa Kek, Soalnya Cia juga harus ke Markas dulu," Ucap nya.
Kakek Irfan hanya mengangguk mengiyakan apa yang cucunya bicarakan, Mereka kembali makan dengan tenang.
Setelah Cia selesai dengan sarapan nya, dia segera mencuci piring dan bersiap menuju ke markas.
Sungguh berat Jika Cia harus meninggalkan markas Di sini, namun bukan kah pendidikan nya lebih penting?
Sekarang dia tidak lagi memikirkan Rey ataupun siapapun itu, dia sudah kenyang dengan semua kekecewaan yang Rey lakukan, dia sangat muak ketika mengingat ucapan-ucapan Manis yang keluar dari mulut Rey Dulu.
Han menjalankan mobilnya menuju ke Markas, Cia hanya duduk sambil memainkan ponsel baru miliknya.
...Simpanan Om Burhan💐...
Fariha Kyut❤️
^^^Jamet sekali kawand🙏😔^^^
Jihan Bar-bar 🤙
'Cia kapan lu kembali ke Jakarta?'
^^^Kapan-kapan Yah^^^
Gendis Kalem
'Tau nggak Ci?'
^^^Nggak^^^
Gendis Kalem
'Sabar Pea'
'Rey sama Jessi Jadian OMG'
Fariha Kyut❤️
'GENDISSS!!'
'PEA LU! HARUSNYA JANGAN KASIH TAU
CIA DULU ANJEM'
^^^Gapapa Udah tau juga gw^^^
Jihan Bar-bar🤙
'What kok lu udah tau, Kecewa yah?
sama kok gw juga'
Gendis Kalem
'Cia ajah udah tahu kali, daripada dia belum tau
ending nya entar sakit hati'
Fariha Kyut ❤️
'Sumpah gw Gedeg banget liat mereka amjeng'
'Gatel mah di garuk kali, masa rebut cowo orang, nggak level banget haduh'
Gendis Kalem
'Najis cuma keseleo kaki sendiri, di bawa ke UKS pengen muntah njem🤮🤮'
^^^Hahah anjem ngakak^^^
^^^udah dulu yah Gw ada urusan, bye Girl^^^
.../CIA Off...
Cia memasukan ponselnya sambil tertawa, sungguh dia sangat beruntung mempunyai teman sebaik Mereka.
"Kenapa lu cengengesan? nggak kerasukan kan?" Tanya Han memastikan.
"Enak ajah, Gapapa Cuma lagi ngakak ajah Rey jadian sama Jessi," Ucap nya.
"Lah yang di bilang bang Yovie bener dong, terus Yoshi sama Rey musuhan?" Tanya Han.
"Mana gw tau, bukan urusan gw sih yah mau musuhan atau enggak, intinya pembalasan dendam gw harus jadi," Ujar nya.
"Ini baru Siya, bukan Cia." Han memberhentikan mobil mereka di sebuah gedung seram.
Siya adalah nama samaran Cia, Siya dan Cia adalah satu orang berbeda Sifat. Kalau Siya orang nya galak dan seram, sedangkan Cia sisi baik dari Siya.
Cia atau Siya turun dari mobilnya, kakinya melangkah menuju pintu rahasia menuju markas.
"Hai Guys," Sapa Cia pada beberapa anak buah nya.
Cia/Siya adalah tuan Putri di Mafia keturunan Mahendra ini, untuk King nya masih di pegang oleh kakek nya. sampai saat ini belum ada kedudukan Queen dalam mafia nya. Nama mafia nya sendiri adalah Black Rose atau Mawar Hitam.
"Pagi Putri Siya," Jawab beberapa orang yang berada di sana.
"Tolong cari biodata Alluna Cantika, nggak pake lama!!" Perintah Cia pada Farhan, Salah satu Hackers di Black Rose.
"Baik Putri," Ujar nya lalu mengotak-atik Laptop yang berada di depan matanya.
"Jangan la~"
Nama: Alluna Cantika.
Tempat tanggal Lahir: .../.../..
anak dari Kesya dan entah siapa, anak kedua dari tiga bersaudara. mempunyai Kakak bernama Resya anak dari Kesya dan Sesar. Mempunyai adik bernama Jessica Anak Kesya dengan seorang lelaki keturunan Laut Biru.
"Buset gercep juga, gapapa makasih yah," Ujar Siya dengan senyum manisnya.
"I-i-iya" Ujar Farhan gugup saat melihat senyum manis Siya.
"Nggak usah senyum Si, meleleh tuh anak-anak," Ujar Han saat melihat beberapa anak buah nya mimisan.
"Ekhm, Siya harus murah senyum🙏" Ucap Siya.
"Oh iya Guys, gw pamit mau balik ke Jakarta tapi gw janji gw bakalan sering ke sini. Tapi gw minta ada beberapa anak buah pindah ke sekolah gw mantau Alluna sama Jessi oh iya Rey juga," Ucap Siya.
"siap Nona, biar nanti saya yang urus." Ucap seseorang berpakaian serba Hitam.
"Bagus Prince," Siya memberikan dua jempol kepada lelaki yang di sebut nya Prince.
...Finish...