
...:¨·.·¨: Welcome to:¨·.·¨:...
...🅂🅃🄾🅁🅈 🄻🄾🄽🄴🄻🅈...
HALLO SEMUANYA💗😰 apa kabar nih???🤺 Baik-baik ya!!! Sebelumnya jangan lupa untuk
➻ Like
➻ Komen
➻ Vote
Yuk follow sosmed Authornya dulu, dan pantengin anak-anak Author🤺 @Lonely_Friend3030 dan @Nous_Official123.
Aku bakalan spoiler di Instagram dan Tik tok!!! Pantengin terus yak🔥🔥🔥
...Salam hangat...
...:¨·.·¨:𝔏𝔬𝔫𝔢𝔩𝔶𝔉𝔯𝔦𝔢𝔫𝔡:¨·.·¨:...
...Happy Reading...
Cia kini tengah sibuk dengan dapurnya, mengingat kini di rumahnya banyak kurcaci yang harus di kasih makan.
"Biar Abang bantu." Yovie mengambil beberapa sayur yang akan Cia masak nantinya.
"Abang pulang kapan?" Tanya Cia menengok sekilas kearah Yovie.
"mungkin setengah jam yang lalu, Kamu happy?" Tanya Yovie yang tau tadi adiknya menghabiskan waktu bersama teman-teman lamanya.
"I'm really happy bang," Ujar Cia senang dan tertawa kecil.
"Tiga hari kedepan Abang libur, besok temanin kamu cek up, Sabtu ambil cuti dan Minggu memang Abang libur," Ujar Yovie memberitahu adiknya.
"Cia besok kan izin, Sabtu Minggu kan memang libur," Ujar Cia menimpali.
Bahkan Yovie selalu memberi tahu Cia apa yang terjadi di harinya dan ada rencana apa untuk kedepannya. Yovie memang abang idaman semua umat.
"Gimana ke Bandung lagi?" Ajak Yovie kepada sang adik.
"besok kan Ayah, Bunda pulang."
"Kalau Sabtu?? emang kamu ga mau cek Black Rose?" Tanya Yovie kembali.
"Boleh juga bang, nanti Cia sehari doang dong?" Tanya Cia.
"Ya mau gimana? ga kangen soto nya mang Slamet?" Tanya Yovie mengungkit hal yang membuat Cia senang dan betah di Bandung.
Cia tersenyum mengingat betapa enaknya soto mang Slamet yang tak jauh dari rumah Nenek nya itu. Cia juga cukup merindukan Black Rose.
...•••••...
Sesuai dengan jadwal yang Cia buat, hari ini Cia pergi konsultasi ke dokter Dwi. Pagi ini Cia sudah datang ke rumah sakit, dia sedang menunggu antrian karena kebetulan dia dapat no urut dua.
"Nona Cia silahkan," Ujar suster disana.
Yovie dan Cia mengangguk, mereka berjalan beriringan dengan tangan Yovie yang setia menggenggam tangan kecil Cia.
Bahkan untuk saat seperti ini Cia tidak yakin kalau Yoshi kembaran nya? dia malah lebih percaya kalau Yovie seperti kembaran pada umumnya.
"Selamat pagi," Ujar dokter Dwi dengan senyuman nya.
"pagi dok,"
"tumben kalian pagi sekali, setiap hari Jumat nona Cia hanya ada pemeriksaan biasa, seperti cek darah, kolesterol dan yang umum-umum saja. Tidak ada pemeriksaan dengan alat-alat karena saya beroperasi sampai sholat Jumat saja," Jelas dokter Dwi.
Cia dan Yovie senantiasa mendengarkan penjelasan dokter. Cia kini berbaring di atas ranjang rumah sakit.
Seperti yang dokter Dwi bilang, Cia hanya cek pemeriksaan biasa saja setiap hari Jumat nya.
...••••...
Di sekolah, Yoshi tampak diam. Dia seperti tidak ada semangat untuk hidup, tadi pagi ada adegan kecil karena Yoshi yang memaksa ingin ikut menemani Cia konsultasi. Namun, Yovie bersikeras meminta Yoshi untuk sekolah saja.
"Lemes amat bro, kenapa?" Tanya Dion duduk di samping Yoshi.
"palingan ga ada kembaran nya, gw mah heran." Jio menggantung kalimatnya dan menatap manik mata semuanya serius.
"Kalian itu kembar darimana nya? tapi pas gw main ke rumah nya Cia, itu emang sih pas kecil kalian tuh Mirippp banget."
"Tapi pas gede, ga ada mirip-mirip nya. Yakin ga ketukar?" tanya Jio asal to the point.
"Heh bocah ingusan, gw aja nih ya udah temenan sama mereka dari zaman SMP sama Rian juga. bukan SMP tapi Junior School, tapi gw setuju sama lu ji. Karena emang semakin besar kemiripan mereka malah menghilang," Ujar Han merangkul pundak Jio.
"Kepo amat lu bocah," Ujar Han menipuk pelan kepala Jio.
"Tau lagu nya ayu ting-ting nggak?" tanya Dion pada Jio.
"Yang mana?"
"Masa lalu, biar lah masa lalu~"Ujar Dion terkekeh.
"Si anjir tapi emang iya."
"Bukan nya itu lagi ya Inul ya?" Ujar Azlan menimpali Dion.
"lah iya, itu lah pokoknya. Kirain lagunya ayu Ting Ting sekalian sama alamat palsu," Ucap Dion menahan malunya
Beberapa menit mereka saling diam, hingga akhirnya ada pengumuman dari bell meminta agar seluruh anak OSIS berkumpul.
Semuanya membahas pensi untuk Minggu depan spesial sebelum bergelut dengan soal ujian kenaikan kelas.
...•••••...
Cia kini sudah duduk di kamar nya bersama abangnya tentunya. Setelah pulang dari rumah sakit mereka tidak kemana-mana. Cia harus berbelanja nanti siang dan menjemput Bunda dan ayahnya.
"Abang, kalau nanti Cia pergi Abang ikhlas?" tanya Cia begitu saja.
Yovie yang sedang bermain hp di pangkuan Cia, seketika mendongak menatap adiknya tajam.
"Ngomong apa kamu? ga abang ga bakalan ikhlas," Ujar Yovie sedikit emosi.
"Jangan gitu ya bang, abang harus bisa menerima. Cia lama-lama capek bang, Cia juga ga mau ketergantungan dengan obat," Ujar Cia menatap manik mata Yovie.
"Mau kita harus ke Antartika buat penyembuhan kamu, Abang ladenin Ci." Yovie memeluk adeknya posesif.
"Hahahah, kalau Cia sewaktu-waktu udah nyerah banget sama keadaan abang janji harus bahagia ya?" tanya Cia seolah-olah hendak pergi.
"udah jangan ngomong ginian lagi, abang yang nggak bisa Ci," ucap Yovie lalu menutup mulut Cia dengan jari nya.
"Tidur siang aja hust, sini abang peluk." Yovie berbaring di samping Cia. Cia yang awalnya bersender pada senderan ranjang langsung berbaring di samping abangnya.
"Cia bilang ke bang Yoshi dulu, takut pas ketuk pintu kita ga denger. Kunci nya ada di pot gitu," Ujar Cia.
Setelah mengetik beberapa kalimat, Cia memencet tombol mengirim dan mematikan ponsel miliknya.
Cia tertidur dengan Yovie yang memeluk nya dengan erat, Yovie cukup menyayangi Cia.
...•••...
Yoshi kini sedang menjalankan motornya di tengah panas nya kota Jakarta. Setelah membaca pesan dari kembaran nya itu, dia langsung memutuskan untuk pulang dengan cepat dan tidak ikut nongkrong.
Dia juga ingin menghabiskan waktunya dengan kembaran dan keluarganya pasti. Yoshi mengambil kunci rumah yang selalu ada di pot tanaman hias meja depan.
"Yoshi pulang~" Kala kakinya melangkah memasuki rumah, rumah nya tampak sepi seperti tidak ada benih-benih kehidupan.
Yoshi berlari menaiki tangga menuju kamar Cia, dia sangat ingin tidur siang bersama kembaran nya itu.
Yoshi menuju kamarnya dan membersihkan dirinya, setelah selesai dengan itu semua. Yoshi langsung mengetuk pintu kamar Cia namun tidak ada sautan sama sekali.
Karena pintunya tidak di kunci, Yoshi pun membuka nya dengan perlahan. Dia sangat kesal kala melihat abang nya memeluk kembaran nya secara erat.
Yoshi langsung masuk dan berbaring di sebelah kanan Cia, dirinya langsung memeluknya posesif.
Cia dan Yovie yang terganggu langsung terbangun menatap Yoshi.
"Kenapa sih?" tanya Yovie kepada adik lelakinya.
"lepasin, gantian sama Yoshi. Yoshi mau peluk Cia juga," Ujar Yoshi layak nya anak kecil yang tengah berebutan.
"Apaan sih, abang duluan juga," Ucap Yovie menimpali.
"makanya nikah, jangan peluk Cia terus. Cia kan punya Yoshi," Ujar Yoshi kembali lalu menatap Yovie dengan kesal.
"Makanya cari pacar, biar ga dikira g*y." Yovie tersenyum Smrik.
"Sialan, gw doyan cewe ya!! yakali jeruk makan jeruk," Ucap Yoshi sinis.
"Diem napa sih, nafas Cia sesak nih." Cia meronta-ronta keluar dari pelukan keduanya.
Dadanya kembang kempis karena pasokan udaranya semakin menipis, pandangan Cia memburam.
...***Finish...
Tandain jika ada typo!! komen sebanyak-banyaknya***!!!