
Selamat malam kawand(づ。◕‿‿◕。)づ
author kembali, yang ikuti Instagram author sama pemain lainnya, pasti tau kenapa beberapa hari yang lalu Author nggak update-update.
follow yuk biar tau apa yang terjadi
@Lonely_Friend
@***Reygan_gevano
@Yocia_gnshputri(ada di bio Rey)
@Yoshi_Ganesha
@Yovie_Ganesha
author Update info di Instagram (づ。◕‿‿◕。)づ***
Pagi ini Cia berangkat dengan kembarannya, karena Rey bilang dia ada urusan kembali. Besok adalah hari Sabtu dimana sekolah besok akan libur, sesuai dengan yang sudah di rancang kemarin. Cia dan Yoshi akan berkunjung kerumah kakek dan nenek mereka yang berada di Indonesia.
“Rey kemana?” Tanya Yoshi pada kembarannya.
“Katanya Rey ada urusan, kenapa? Nggak mau di kasih tumpangan sama kembaran sendiri?” Tanya Cia begitu saja.
“Nggak gitu, biasanya kan lu sama Rey udah kek Lem sama prangko,” Ujar nya dengan memutar matanya.
“Dua hari ini Rey selalu sibuk,” Ucap Cia sambil memainkan ponselnya menunggu Notif ucapan selamat pagi dari Rey.
“Ya positif thinking ajah, Rey emang sibuk, lagian Rey kan dingin seleranya cewek elit kayak lu,” Ujar Yoshi kali ini berbeda yaitu lebih panjang dan lebar, sudah seperti rumus luas persegi panjang.
“lu tau nggak bang?” Tanya Cia menggantung kalimatnya.
“Nggak,” jawabnya singkat.
“Ihhhh, Jessi murid baru di kelas kita itu cinta pertamanya Rey,” Ujar Cia melanjutkan kalimatnya.
“Owh, saudaranya Allin yah nggak sih?” Tanya Yoshi.
“Iya, mereka juga sepupuan sama Tristan.” Cia tampak mulai serius dengan perbincangannya ini.
Cia tampak sedikit memutar radio di mobil Yoshi, seperti biasanya Cia jika berangkat dengan Yoshi akan mendengarkan musik lewat radio, anggap saja inj sebuah kebiasaan keduanya. Mereka bernyanyi-nyanyi mengikuti melodi musik.
“Bang, kalau sewaktu-waktu Cia mendapat masalah apa Abang bakalan selalu percaya sama Cia?” Tanya Cia tiba-tiba membuat Yoshi mengerutkan keningnya.
“Ngomong apa sih kamu? Ya jelas kita kan punya ikatan batin,” Ujar Yoshi lalu tampak berhenti di lampu merah.
Mata Yoshi membulat ketika melihat sebuah motor di depan sana. Menggunakan jaket Jeyden dan membonceng wanita.
“Dek ..” panggilnya.
“Hm?” Cia tampak menoleh kearah Yoshi.
“itu Rey bukan sih?” Tanya nya menunjuk motor berwarna hijau itu.
“Bonceng siapa itu?” lanjutnya penuh tanya-tanya.
“Tas nya kek pernah lihat Cia.” Cia mencoba mengingat tas berwarna pink dengan hiasan jahitan wortel untuk motifnya.
“Itu tas nya Jessi yah nggak sih?” pikirnya membuat bingung.
“udah nggak usah di pikirin, Rey Cuma suka sama lu,” Ujar Yoshi lalu menjalankan mobilnya menuju ke SMA Ganesha.
Benar saja motor itu milik Rey, buktinya dari plat dan jaket nya tertera nama ‘Reygan’ dan belakang nya benar Jessi. Cia sungguh kecewa bahkan disaat dirinya menunggu ucapan selamat pagi dari Rey. Rey malah membohonginya.
“Awas ajah itu Rey, minta di tabok Ama gw,” Ujar Yoshi kesal, pasalnya teman nya berani-beraninya membohongi adiknya.
“udah lah bang, nggak usah.. lagian Cia percaya kok sama Rey,” Ujar Cia berbohong.
Terlihat jelas dari sorot matanya dirinya sangat kecewa dengan pacarnya, memang dia yang salah kali ini dia terlalu berekspektasi. Namun Realitanya memang seperti ini.
“Kalau sampai dia berani ngapa-ngapain lu, jangan harap besok dia bakalan bisa ngelihat lu lagi” Ucap Yoshi memarkirkan mobilnya.
“Eh, itu ngapain si Rey bukain helm di kepala Jessi?” Tanya Yoshi heran.
“udah lah bang, Cia nggak ambil pusing,” Jawab Cia lalu berdiri dari kursinya dan mbuka pintu mobilnya.
“Ayok masuk,” Ajak Yoshi menggandeng tangan milik Cia kemudian pergi begitu saja.
Sebelum pergi Cia tampak melirik kearah Jessi dan Rey sang sedang tertawa bersama seperti tidak ada beban.
“apa mungkin benar, Rey masih cinta sama masa lalunya?”
“Kalau iya, gw pelampiasan dong?”
“tapi kenapa gw selalu ingat si anj*”
“ Cia, kalau dia nyakitin lu inget kata tukang pakir, Lu mundur lagian dia udah sama Cinta pertama nya”
“Terus mau bagaimana gw kedepannya?”
“Gw harus cuek, atau seakan-akan gw nggak sakit hati?”
Sepanjang perjalanan Cia hanya melamun, walaupun tangannya sedari tadi di genggam Yoshi.
“Dek,” Panggil Yoshi.
“Dek” panggilnya kembali.
“Adek ku tersayang,” Yoshi tampak menepuk-nepuk pipi Cia.
“Apa bang?” Tanya nya
“Dengerin Abang, kamu jangan pikirin yang tadi, fokus dulu. Cinta emang rumit buktinya bang Yovie belum nikah sampai sekarang karena masih sibuk mencari masa lalunya.” Yoshi berucap sambil berjalan menggandeng tangan Cia, karena dirinya tau bahwa Cia kini sedang bimbang.
“kali ini Abang bakalan duduk sama kamu, dan nggak bakal biarin Rey sentuh kamu sedikit pun,” Ujar Yoshi lalu duduk di kursi samping milik Rey.
“Tapi bang?” Cia tampak ingin menolak, namun tidak hatinya dia juga ingin sedikit ada jarak dari Rey.
Mereka telah sampai, kelas sudah ramai walau teman-teman Cia belum ada yang datang satu pun, Cia sibuk memainkan ponselnya yang sedari tadi bergetar karena notif Reyhan.
“kamu mau sarapan apa?” tanya Yoshi tiba-tiba.
“nggak usah, tadi udah nitip sama Han, tinggal nunggu doang.” Ucap Cia masih fokus sama ponsel di genggamannya.
“ya udah, sekalian punya gw,” Ujar Yoshi.
Akhirnya Rey memasuki kelasnya dengan Jessi, Alluna dan Tristan dibelakangnya. Cia mencoba tidak melihatnya namun bagaimana kursi Cia dan Rey bisa dibilang dekat dengan pintu.
“eh shi, kok lu duduk sama Cia? Ini kan tempat gw.” Rey mencoba mengusir Yoshi.
“maaf, kali ini aku ingin duduk sama kembaran aku,” Ujar Cia lalu memegang tangan Yoshi.
“ya udah sih Rey, kamu duduk sama aku ajah sini.” Jessi mengajak Rey untuk duduk di samping nya di belakang meja Yoshi.
“Lah gw?” Azlan menunjuk dirinya.
“ya tinggal pindah depan tuh, sama Alluna” Usir Jessi
“ya udah iya,” Azlan tampak berdiri dari kursinya lalu berjalan maju dan duduk di kursi milik Yoshi di samping Alluna.
Bahkan disaat Cia kecewa, Rey kembali membuat dirinya kecewa. Memang Cinta itu benar-benar bikin pusing dan penuh kekecewaan.
Rey bukannya menolak, malah ikut duduk di samping Jessi, tingkah Rey tersebut yang tiba-tiba berubah membuat teman-temannya tercengang, terutama Dion, temannya yang sudah berabad-abad bersamanya.
Han tiba-tiba masuk dan membawa satu kresek makanan seperti roti dan susu, “Pagi guys, ini pesanan lu.” Han tampak melempar pelan plastik yang dibawanya kearah meja Cia dan Yoshi.
“kok ada yang aneh,” Han mengerutkan keningnya.
“Lu ngapa duduk di situ Samsul? Lah Azlan sama Rey juga pindah,” ujar Han sambil duduk di kursi barisan samping paling depan dengan Dion.
Tanpa kalian tahu, selama ini Dion dan Han duduk bersebalahan depan persis papan tulis, maklum Dion orang nya rabun, mau pakai kacamata setebal dosa lu, juga bakalan tetap nggak kelihatan.
“Makasih Han, baik banget mau nanyain, bawain lagi.” Cia tampak membuka bukus roti itu kemudian memasukkan nya kedalam mulutnya.
Fariha, Jihan dan Gendis pun akhirnya masuk kedalam kelas, merska juga di buat bingung hari ini, ada apa sebenarnya?
“lah Rey, lu Napa duduk di situ? Kan itu tempat Azlan,” Ucap Gendis kemudian duduk di barisan kedua samping Rey dan Jessi.
“Gapapa, tempat gw di rebut sama Yoshi,” Ujar nya kemudian melanjutkan memainkan ponselnya.
“Heh monyet, gini yah kan tempat lu di rebut Yoshi? Kenapa lu nggak pindah ke tempat Yoshi, kenapa malah ke tempat Azlan?” tanya Jihan heran.
“Udah sih, kalian sirik amat, suka-suka Rey dong mau duduk dimana.” Bukannya Rey yang menjawab malahan Jessi yang menjawabnya.
**NOUS PUNYA GROUP CHAT SENDIRI TAU! INI UNTUK UMUM YAH SEKALIAN KITA BAHAS-BAHAS TENTANG NOUS. WKWKWK SEKALIAN BIAR KALIAN TAHU JADWAL AUTHOR UPDATE.
KAPAN AUTHOR UPDATE, DAN KAPAN AUTHOR LIBUR GITUლ(´ ❥ `ლ)
KALAU MAU LINK GROUP NYA, SILAHKAN HUBUNGI AUTHOR👁️👄👁️
083865683501 (Elira**)