
Maaf yak kalau sering banyak typo, atau ada nama yang keliru kadang otak ku nggak bisa fokus jadi asal ngetik gitu😭🙏 Okeh kapan-kapan ku revisi!.
Maap kan perghostingan ini, Author Udah mulai PTM soalnya😭 seminggu PTM seminggu daring gitu, Minggu ini Author daring jadi ayok rajin update 🥵.
#DUKUNG_NOUSTerbit
#NOUS_NAIKLEVEL
NOUS PUNYA GROUP CHAT SENDIRI TAU! INI UNTUK UMUM YAH SEKALIAN KITA BAHAS-BAHAS TENTANG NOUS. WKWKWK SEKALIAN BIAR KALIAN TAHU JADWAL AUTHOR UPDATE.
KAPAN AUTHOR UPDATE, DAN KAPAN AUTHOR LIBUR GITUლ(´ ❥ `ლ)
KALAU MAU LINK GROUP NYA, SILAHKAN HUBUNGI AUTHOR👁️👄👁️
083865683501 (Elira)
...Happy Reading...
Cia kembali ke rumah neneknya, dia terkejut karena ada mobil milik Abang nya, Yovie bukan Yoshi.
"Ini bukan nya mobil bang yov yah?" Tanya Han pada Cia, Cia hanya menjawabnya dengan anggukan.
Cia berlari masuk kedalam rumah neneknya, dan di ikuti oleh Han yang ikut berlari karena refleks.
"ABANGGG!!!" Teriak Cia berlari kedalam mansion itu.
tiga orang berbeda usia itu, sedang berbincang-bincang santai, ketiganya kaget saat mendengar suara seperti toa masjid itu.
Cia berlari dan langsung memeluk Abang Pertamanya itu Erat, Tersirat rasa rindu yang menggebu-gebu. Jujur Cia sangat merindukan Yovie karena Yovie selalu sibuk dengan kantornya bahkan dia jarang melirik Cia.
"Cia kangen," Ujarnya di dalam pelukan Yovie.
"Perasaan baru di Bandung, udah kangen ajah?" Tanya Yovie heran.
Yovie itu bisa di bilang lelaki tidak peka! berbeda dengan Han.
"Bang Yov, maksudnya Cia itu dia lama nggak santai bareng bang Yov," Jelas Han sambil duduk di salah satu sofa disitu.
"Memang nya kamu kerja terus Yov?" Tanya Milla.
"Iya Nek, Yovie sibuk urus perusahaan disini," Kelas Yovie sambil mengusap-usap rambut Cia di dalam pelukan nya.
"Kalian habis darimana?" Tanya Yovie pada Han dan Cia.
"Habis kulineran bang, seneng di Bandung. Banyak yang jualan, udaranya segar behhhhh enak Bang," cerocos Cia sambil mengeluarkan kepalanya dari pelukan itu.
"Cia kangen Abang kan? Mau ikut Abang keluar kompleks nggak?" Tawar Yovie ingin menebus waktu yang selama ini dia buang.
"Mau bang!! ayok Han ikuta yak," ajak Cia pada Han dan langsung berdiri dari duduknya.
Saat Yovie berdiri, Kakek dan neneknya memberi sebuah kode, bukan token listrik 🙏.
"Naik Mobil ajah yak, soalnya agak jauh," Ujar Yovie memencet tombol di kunci mobilnya.
"Ayokkk"
hari pertama di Bandung, Cia terlihat sangat bahagia walaupun hatinya sangat cemas, bagaimana keadaan Yoshi di sana? siapa yang akan masak untuk sarapan? siapa yang menyetrika pakaian? siapa yang pasangin dasi buat Yoshi? Sungguh Cia memikirkan itu semua. Bagi Cia itu bukan pekerjaan seorang pembantu, itu lebih pekerjaan seorang wanita. Pembantu hanya membantunya untuk mengurus itu semuanya, tapi Cia yakin dia sendiri juga bisa, secara dia juga calon seorang istri Nanti.
"Dek Abang mau ngomong," Ujar Yovie mulai serius.
"Mau ngomong apa?" Tanya Cia.
"Rey selingkuh." Bukan Yovie yang memberi tahu itu semua, namun Han yang memberi taunya.
"Ha? Nggak mungkin," Ujar Cia sambil cengengesan.
"Mungkin Dek, Akhir-akhir ini ada yang aneh sama Rey..."
"Kan hanya akhir-akhir ini, nggak bakalan selingkuh Dia." Cia masih mencoba biasa saja.
"Dengerin dulu! dia udah selingkuh sama Jessi," Ujar Han.
"iya dek, beneran! Rey hanya lelaki yang masih belum bisa menerima masa lalunya," Ujar Han kembali.
"Kamu boleh kecewa kok," Ujar Yovie mengelus rambut Cia yang masih nggak nyangka.
"tap-Tapi kenapa dia selama ini?" Cia menggantung kalimatnya.
"Dengerin, Dia deketin kamu hanya untuk melupakan masa lalunya. Maaf kalau ini buat kamu kaget, tapi Abang nggak tega liat kamu di permainkan seperti ini," Ujar Yovie mencoba menahan emosinya.
Beberapa hari yang lalu Han tidak sengaja bertemu dengan Yovie di sebuah Cafe, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengobrol sebentar, Namun mata elang milik Yovie menangkap dua orang anak remaja yang menggunakan seragam SMA sedang membeli hotdog di sebrang sana. Oleh karen itu Han menceritakan semuanya pada Yovie.
"Gapapa kok bang, Makasih udah kasih tau Cia. Ternyata Cia bodoh banget ya," Ujar Cia mencoba tersenyum, namun tidak dengan sorot matanya yang terlihat sangat kecewa.
"Kamu masih ada hubungan kan sama dia? nggak mau balas dendam?" Tanya Han tiba-tiba.
" Pengen sih, tapi nggak tau gimana caranya." Cia menghapus air matanya, dirinya fokus pada jalanan sekitar yang sangat Hijau.
"kamu udah tau kan sifat Yoshi gimana? Apa kamu nggak mau mencoba jaga diri sendiri?" Tanya Yovie tiba-tiba.
"Maksudnya?" Cia terlihat bingung karena Pertanyaan dari Abangnya.
"Kamu nggak mau belajar bela diri? buat jaga diri kamu sendiri, kita nggak selalu ada buat kamu," Ujar Han pada Cia.
"Maksudnya kalian, kalian mau pergi ninggalin Cia? gapapa silahkan!" Ujar Cia terlihat semakin kecewa.
"dengerin dulu Cia, ini hanya perumpamaan. Maksudnya gini mau masuk Mafia nggak?" Tanya Han to the poin, sungguh Han sangat greget dengan ini semua.
"Mafia? yang tembak-tembakan itu?" tanya Cia.
"Nggak, Masak-masakan!" Ujar Han sewot.
"Nggak usah sewot kali! Demi balas Dendam Cia mau dong" Jawab Cia tampa pikir panjang.
"Seriusan?" Tanya Han memastikan.
"Iya, emang Mafia nya milik siapa?"Cia mengangguk dengan semangat.
"Nenek," Jawab Yovie dengan santainya.
"WHAT!! KOK CIA BARU TAU?" Cia membelakaan matanya sempurna.
"Namanya mafia yah Diem-diem bodoh!" Han kembali sewot seperti embak-embak yang PMS.
"Oh iya, Mau dong Cia ajarin. Cia juga kadang cape pura-pura kuat padahal mah, Extra Silat ajah males-malesan," Ujar Cia.
"Nah gitu dong, btw kakek Irfan hebat yak! berani bikin mafia di Indonesia kayak gini," Ujar Han masih tak percaya.
"Cia juga masih nggak nyangka."
"Udah-udah, Sekarang nggak usah mikirin apa-apa dulu, kalian fokus untuk melatih diri yah," Ujar Yovie memberhentikan mobilnya di sebuah taman yang sangat sepi.
"wahhh indah banget bang," Ujar Cia tiba-tiba, lalu membuka Pintu mobilnya dan beranjak keluar.
"Bagus kan, ini namanya Curug, belum ada yang kesini kayaknya," Ujar Yovie mengambil jaket miliknya.
"Kok lu nggak pernah bilang, ada tempat sebagus ini Disini? kenapa nggak jadi tempat wisata?" Tanya Han tiba-tiba.
"Bisa ajah, lagian tanah ini bukan milik siapa-siapa, Curug ini bisa jadi tempat rekreasi yah nggak sih?" Ujar Yovie mulai berjalan maju.
"Bang ayok kesana," Ajak Cia menarik tangan Yovie.
"Indah sih, ada danaunya" Mata Cia terlihat berbinar saat melihat sebuah danau dan ada beberapa kumpulan angsa yang sedang berenang.
"Sayang banget hp Cia lagi Hiatus, Han boleh minjem Hp nya buat Foto?" Tanya Cia pada Han.
"Ambil" Han menyodorkan hpnya pada Cia.
"Fotoin ya" Cia terlihat sangat bahagia hari ini.
Cia hanya gadis biasa yang di temani dengan kesunyiannya, Kasih sayang orang tua ia dapatkan namun jarang, perhatian dari Abang nya dia juga jarang. Sedangkan kembarannya yang memang kalian tahu sendiri seperti apa?.
Dan sejak saat itu, Cia mulai belajar banyak Hal dengan kakek nya, dia di ajari berbagi teknik menjada diri dan beberapa teknik penembakan dengan benar dan baik.
Untuk Minggu-minggu ini Cia akan belajar yang dasar dulu, baru mulai yang lainnya.
......finish hari ini......