NOUS

NOUS
Nous 48



Malam Minggu prend, ku up lumayan malam nih... tapi tenang ku udh siapkan part ini beberapa hari lalu jadi


...Happy Reading...


Akhirnya pelajaran kembali dimulai, Cia hanya menyimak pengajar di depan, mata doang yang melihat kearah papan tulis, padahal pikiran nya sedang berkelana. Yoshi yang melihat kembarannya kurang fokus membuatnya iba.


“Udah Abang bilang, jangan di lihatin, biarin. “ Ucapnya lalu menatap wajah Cia.


“Bu saya izin, keruangan pak Adit,” Ujar Cia tiba-tiba lalu berdiri dari duduknya. Hal itu membuat semua siswa yang berada di kelas menatapnya.


“Kenapa by?” Tanya Rey di belakang sana.


“Gapapa, tadi ba~, eh pak Adit chat saya.” Cia keluar kelas setelah di persilahkan oleh gurunya.


“gara-gara lu anj*” Lirih Gendis yang masih duduk.


“Salah gw apa?” Tanya Rey tanpa dosa, tanpa beban kehidupan.


“salah Lo, banyak!” Gendis mulai terpancing emosi karena tingkah Rey yang memang benar-benar berubah.


Cia berjalan pelan menuju ke kantor Adit, karena merasa pusing dan otaknya yang tidak bisa di ajak bekerja sama, Barus saja dirinya di tinggal Emil ke Swis, kenapa seakan-akan semua ini sudah di atur?.


Cia mengetuk pintu ruangan Adit, sampai akhirnya Adit mempersilahkan Cia untuk masuk.


“Kenapa?” tanya nya.


“Gapapa bang, pusing ajah,” Ujar Cia lalu duduk di sofa kantor.


“pusing itu ke UKS, bukan ke ruang guru Cia.” Adit menggeleng-gelengkan kepalanya.


“bukan pusing biasa, pengen ke sini ajah” Cia menyembunyikan kepalanya pada bantal yang ada di sofa.


“Kamu kenapa? Sini cerita.” Adit tampak mendekat kearah Cia yang masih rebahan di sofa miliknya.


“Gapapa bang, emm.. Cia boleh nggak sih cemburu sama orang yang Cia sayang,” Ucap Cia penuh hati-hati.


“Masalah Rey?, kenapa? dia Selingkuh?,” Tanya Adit menarik kepala Cia agar tiduran di atas paha miliknya.


“nggak kok bang, Cuma misalnya aja sih.” Cia terkekeh pelan, supaya Abang sepupunya ini tidak terlalu paham sama masalahnya.


“kalau ada masalah cerita yah, kan bunda Feli nggak ada dirumah, pasti kamu butuh tempat cerita, bisa lah cerita sama Abang.” Adit tampak mengusap pelan rambut Cia.


“iya bang, pasti..” Cia tersenyum manis menatap abangnya.


“Abang mau keluar sebentar, kamu di dalam ajah disana ada laptop tuh, ngedrakor sana,”


Pinta Adit lalu menaruh kepala Cia di bantal kemudian berdiri dari duduknya bersiap untuk pergi.


“Sippp! Abang the best emang.” Cia langsung berdiri mengambil laptop yang di tunjukan Adit dan membanya kesofa.


“dasar, Bocil!” Adit keluar dari ruangannya meninggalkan Cia di dalam kantor sendirian.


Setelah 2 Mata pelajaran selesai, akhirnya bel istirahat berbunyi. Yoshi segera menyusul adeknya yang kini berada di Kantor.


“Rey, gw mau ngomong sama lu sebentar.” Rey tampak menoleh ke arah Dion yang tadi memanggil nya.


“Kenapa?” tanya nya kemudian mendekat kearah Dion.


“NANTI PULANG SEKOLAH TOLOL! SEKARANG JEMPUT CIA YUK,” Ajak Dion menarik tangan hendak pergi dari kelas, namun...


“Rey, ke kantin yuk! Laper nih” Tiba-tiba sesengut, eh Tiba-tiba Jessi menarik tangan Rey yang tadi di genggam Dion, sehingga Rey terlepas dan ketarik menuju ke kantin. Tidak ada perlawanan sedikitpun dari Rey, dirinya hanya menurut kepada Jessi.


“ini tidak ada unsur persantetan, sama guna-guna kan?” Gumam Dion menatap kepergian Rey.


“WOI! NGAPAIN LU?” Teriak Azlan di belakang Dion.


“Heh, Gapapa ayok jemput Cia,” ajak nya lalu berjalan mengikuti Yoshi yang sudah jauh disana menuju ke kantor.


Mereka berjalan menuju ke kantor, seperti orang tawuran. Sepanjang jalan mereka hanya membahas apa yang terjadi dengan Rey hari ini, seakan-akan dia itu bukan Rey.


“Udah sih, biar gw yang ngomong,” Ujar Dion menatap jengah teman-teman nya.


“sok dewasa, padahal kek bayi.” Azlan tampak menampol pelan lengan Rey.


“Anjir, gw juga tau situasi anjir”


“CIA LU GAPAPA?” Teriak Jihan mendekat ke arah Cia yang sudah penuh air mata.


“Ehh.” Cia terkejut atas kedatangan teman-teman nya.


“Kamu kenapa nangis hm?” Tanya Yoshi pada kembarannya itu.


“Gapapa bang,” Ujar Cia sambil mengusap air matanya pelan.


“ini lihat Drakor, kasihan. COWOK NYA JAHAT BANGET! MASA UDAH DI BAPERIN MALAH DI TINGGALIN! EMANG! SEMUA LELAKI SAMA AJAH!!” Cia melampiaskan semua masalahnya pada teman-temannya.


Semua temannya hanya menatapnya datar, ternyata hanya Drakor. Sungguh Cia sangat menyebalkan sudah buat panik ternyata hanya DRAKOR.


“Kalau semua lelaki sama ajah, jadi gw kayak om Yoga dong.” Dion tampak tersenyum, kemudian menatap semuanya yang kini juga menatapnya aneh.


“NGGAK GITU KONSEP NYA!!!” Cia semakin kesal karena ulah Dion.


“Eh, Rey mana?” tanya Cia pada semua orang.


“ada di kantin, dia katanya laper duluan,” Ujar Yoshi berbohong sedikit.


“oalah, ya udah ayok.. Cusss ke kantin.” Cia menutup laptop milik Adit, kemudian berdiri dari duduknya merapikan wajahnya yang berantakan karena menangis.


“ayok”


Mereka berjalan beriringan menuju ke kantin, sepanjang jalan mereka hanya membahas hal yang penting saja. Namun Cia hanya diam, sebenarnya dia tau kenapa Rey tidak ikut ke kantor untuk bertemu dengannya, pasti karena wanita itu kan?.


“kamu kenapa dek?” tanya Yoshi pada kembarannya.


“Gapapa bang,” Ujar Cia lalu tersenyum manis.


Akhrinya mereka semua sampai di dalam kantin, Mereka duduk dalam satu meja.


Mata Cia mengelilingi kantin mencari keberadaan kekasihnya, maybe.


Matanya akhrinya menemukan titik dimana Rey sedang duduk di meja bersama Jessi, Alluna, dan Tristan.


“Jangan di lihat, itu orang kena guna-guna.” Dion tampak berbisik kearah Cia kemudian menarik kepalanya supaya Cia tidak mengarah ke meja Jessi Dkk.


...Jessi Dkk POV...


“tumben lu nggak bareng sama geng lu?” tanya Alluna tiba-tiba kearah Rey.


“Gapapa, pengin yang baru ajah.” Kalimat itu keluar tiba-tiba dari dalam mulut Rey.


“Kan ada pacar lu, kenapa nggak sama dia?” tanyanya kembali, namun kali ini mendapat pelototan dari Jessi.


“Sekarang gw nanya, kenapa lu nggak sama temen cewek lu lagi?” Ucap Rey balik nanya kepada Alluna.


“ada sepupu gw,” Ucapnya masih sibuk memakan pesanannya.


Topik itu akhirnya berhenti, sampai akhirnya mereka mendengar sebuah tawa di meja milik Cia dkk, dirinya melihat Dion yang tampak merajuk karena ulah teman-temannya.


“Lihat Rey, masa mereka tertawa disana nggak mau ngajak kamu,” Ujar Jessi menatap Rey yang kini menatap meja milik Cia dkk.


Okeh Prend, Author bakalan sibuk banget nih😭 untuk info lebih lanjut bisa lah kalian lihat insta story Author di @Lonely_Friend3030, gw bakalan kasih spoiler setiap part prend.


SPAM NEXT YUK!!! VOTE NYA DI TUNGGU YAH😁


#DUKUNG_NOUSTerbit


#NOUS_NAIKLEVEL


NOUS PUNYA GROUP CHAT SENDIRI TAU! INI UNTUK UMUM YAH SEKALIAN KITA BAHAS-BAHAS TENTANG NOUS. WKWKWK SEKALIAN BIAR KALIAN TAHU JADWAL AUTHOR UPDATE.


KAPAN AUTHOR UPDATE, DAN KAPAN AUTHOR LIBUR GITUლ(´ ❥ `ლ)


KALAU MAU LINK GROUP NYA, SILAHKAN HUBUNGI AUTHOR👁️👄👁️


083865683501 (Elira)