Natural Ability

Natural Ability
BAB 7



Lily dan Jakson pun masuk kamar mereka untuk beristirahat dan memulihkan energi mereka untuk beraktivitas pada esok harinya.


 


"Saya berangkat perjalanan bisnis selama 2 bulan jadi saya minta kamu untuk jaga Septian dan kiyara saat saya tidak ada."ucap Jakson.


 


"Ya tentu saja saya akan menjaga mereka dengan baik."ucap Lily pada suaminya.


 


keesokan paginya Lily, kiyara dan Septian sudah bersiap untuk mengantar Jakson sang ayah ke bandara untuk penerbangan bisinisnya.


 


"Pah, Papah benar mau berangkat hari ini ke Singapore engga mau ditunda aja."ucap kiyara pada Jakson.


 


"Engga bisa sayang Papah harus pergi hari ini untuk mengembangkan bisnis disana, ini semua kan Papah lakukan buat kalian."ucap Jakson pada kiyara.


 


"Pah barang barang nya udah disiapin semua ada yang ketinggalan engga."ucap Lily pada Jakson.


 


"Udah Papah cek semua ko Mah engga ada yang ketinggalan."ucap Jakson pada Lily.


 


Jakson kembali mengingatkan Septian akan tugasnya sebagai CEO dan tugasnya untuk menjaga ibu dan adiknya.


 


"Ka, inget pesan Papah sama kamu jangan lupa sama tanggung jawab kmu sebagai CEO dan jangan lupa kamu harus jagain Mamah dan kiyara ya, Papah percaya sama kamu ka."ucap Jakson pada anak tertuanya itu.


 


"Papah tenang aja Septian akan jaga Mamah dan Aya, Tian engga akan ngecewain Papah, percaya sama Tian Pah."ucap Septian pada Jakson.


 


"Papah percaya sama kamu ka."ucap Jakson sambil tersenyum pada anak laki -lakinya.


 


keluarga Jakson sarapan bersama sebelum ia berangkat untuk perjalanan bisinisnya kiyara yang hari ini izin tidak masuk sekolah karena ingin mengantar sang papah berangkat.


 


sebelum itu kiyara sempat menitipkan tugas yang sudah ia kerjakan kepada Chacha dan memintanya untuk mengabarinya jika ada tugas lain.


 


setelah selesai sarapan Jakson pun berangkat, ia antarkan oleh istri dan kedua anaknya.


 


📱📲 group chat massage ....


 


Dimas


💬 *guys kalian udah sampe sekolah belum?.


 


Julian*


💬 belum bro gue masih di rumah ini aja lagi makan."


 


Chacha


💬sama Chacha juga masih di rumah, sebentar lagi berangkat.


 


kiyara tidak membalas atau melihat pesan group chat mereka ia hanya fokus membaca novel yang kemarin ia beli dan sesekali tertawa karena mendengar cerita sejarah kedua orang tuanya bertemu.


 


"De kamu tau engga sebelum kamu lahir itu ya Tian Kaka kamu itu masih suka tidur bareng papah sama mamah."ucap Jakson pada kiyara.


 


"Emang iya mah, ka Tian masih suka tidur sama papah sama mamah."ucap kiyara memastikan apa yang ia dengar


 


"Iya beneran de yang papah kamu bilang ka tian tuh dulu masih tidur bareng papah sama mamah ya Pah."ucap Lily pada kiyara.


 


Kiyara tertawa bahagia mendengar apa yang diucapkan oleh kedua orangtuanya.


Septian pun tidak merasa malu dengan apa yang di ceritakan oleh kedua orangtuanya karena apa yang mereka ceritakan itu memang benar ada nya.


 


"Tetapi setelah kamu lahir ka tian itu jadi lebih dewasa,  udah engga mau tidur sama papah ,mamah , mau jagain kamu dan janji sama papah, mamah engga mau kamu disakitin sama siapapun ka Tian engga akan  biarin satu orang pun buat  kamu nangis."ucap Lily dan Jakson


 


kiyara yang mendengarnya pun menangis karena ia terharu dengan apa yang kedua orang tuanya katakan, sekaligus ia merasa sedih dengan kepergian sang ayah untuk waktu yang lama, dan janji yang di ucapkan Septian pada kedua orang tuanya untuk menjaganya.


 


"Hei kenapa kamu nangis sayang."ucap Lily, dan Jakson yang merasa khawatir. apa ada yang sakit atau terluka.


 


 


karena tidak ingin melihat keluarganya yang merasa khawatir ia pun segera tersenyum kembali.


 


"Engga ko mah, Pah Aya cuma terharu aja sama apa yang Mamah , papah , ka Tian  kasih sama Aya selama ini.kasih sayang mamah, Papah, ka Tian walaupun kalian sibuk, dan sedih karena Papah mau pergi lama."ucap kiyara yang mulai berkaca-kaca.


 


"sayang kan ada Mamah ada ka Tian ada bi mirah dan ada yang lainnya."ucap Jakson mencoba menenangkan kiyara yang mulai terisak.


 


"Tapi tetap aja engga sama, suasananya Pah."ucap kiyara pada Jakson.


 


"De denger Papah ya, papah itu kerja buat kalian sayang, buat masa depan Aya, cuma sebentar ko de, papah janji akan pulang cepet kalau semua kerjaan papah udah selesai.


 


"Iya de kan ada ka Septian sama mamah yang akan jagin kamu selama papah pergi ke Singapore nanti kalau kamu  kangen papah kan kita bisa nyusul kesana.okay.


 


Jakson, Istri dan kedua anaknya sudah sampai di bandara untuk mengantarkannya untuk perjalanan bisnis dan Jakson pun tidak sendiri ia berangkat bersama pengawal dan sekertaris nya.


 


"Yasudah Mah, Tian adek, ayah berangkat dulu ya."ucap Jakson pada istri dan kedua anaknya.


 


"Iya Pah hati - hati ya kalau udah sampe di sana kabarin Mamah ya pah."ucap Lily mengingatkan.


 


"Iya mah pasti Papah kabarin ko."ucap Jakson pada Lily.


 


Jakson pun berpamitan kepada istri dan kedua anak mereka untuk berangkat.saat sudah selesai berpamitan Jakson menuju pesawat untung boarding pass.


 


Lily , kiyara dan Septian menunggu sampai pesawat yang di tumpangi oleh suami , dan ayah mereka benar -benar sudah berangkat, Baru mereka pulang kerumah.


 


di tempat lain.


 


Dimas , Julian sudah sampai di sekolah pagi - pagi sekali mereka menunggu kedatangan Chacha karena ada suatu hal yang ingin mereka tanyakan pada Chacha, tak lama setelah itu Chacha datang.


 


"Nah panjang umur nih anak datang."ucap Dimas pada Chacha.


 


Iya "ucap Julian.


 


"kenapa kalian kangen ya sama chacha, iya Chacha tau kalo Chacha itu emang imut , cantik, dan ngangenin."ucap Chacha pada Julian dan Dimas.


 


"Iya nih Chacha panjang umur baru juga kit omongin eh, udah dateng aja orang nya."ucap Julian pada Chacha.


 


"Ih Lian Chacha tuh belum ulang tahun, ulang tahun Chacha masih lama."ucap Chacha meyakinkan Julian.


 


"Iya ca iya emang ulang tahun Chacha tanggal berapa bulan apa."ucap Dimas pada Chacha.


 


"kenapa emang mau ngadoin Chacha ya kalo Chaca ulang tahun."ucap Chacha antusias.


 


"Engga cha tanya aja."ucap Dimas.


 


"Ih....jahat."ucap Chacha pura -pura ngambek.


 


Dimas dan Julian mencoba membujuk Chacha agar ia tidak ngambek lagi supaya ia mau menjawab pertanyaan yang ingin mereka tanyakan.


 


"Chacha dimas minta maaf ya chacha Jangan ngambek lagi dong."ucap Dimas dengan tangan yang sedang memohon.


 


Julian pun melakukan hal yang sama seperti yang Dimas lakukan ia juga meminta maaf kepada Chacha agar Chacha tidak marah lagi padanya dan Dimas.


 


"Chacha Lian juga minta minta maaf ya sama chacha plis Cha, Chacha jangan ngambek lagi ya sebagai permintaan maaf Dimas sama Lian gimana kalo Chacha istirahat nanti kita traktir di kantin terserah deh Chacha boleh makan apa aja nanti kita yang bayar gimana, tapi Chacha harus maafin kita ya."ucap Lian dan diikuti anggukan kepala oleh Dimas.


Tbc.