
"Kemungkinan besar tidak, tetapi jika mereka bukan manusia."ucap kiyara yang membuat Julian dan chacaha saling pandang karena binggung.
"Apa yang kamu maksudkan dengan kemungkinan mereka bukalah manusia."ucap Julian yang diikuti dengan tatapan chacaha pada kiyara.
"Tidak ada lupakan aja."ucap kiyara pada kedua sahabatnya itu.
kiyara mengajak kedua sahabatnya berkeliling melihat rumah rumah penduduk disana dan saat sedang berkeliling kiyara merasa ada seseorang yang memanggil namanya dan ia langsung berhenti dan menengok kebelakang.
"Ada apa."ucap Chaca saat melihat temannya behenti.
"Seperti ada yang memanggil namaku tadi."ucap kiyara pada Chacha.
"Siapa apa kamu mengenali penduduk disini."ucap Julian.
"Aku tidak tau tetapi benar aku mendengar ada seseorang yang memanggilku."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Kami tidak mendengar apapun."ucap keduanya.
"Yasudahlah ayo kita lanjutkan kembali perjalanan kita."ucap kiyara.
tiba-tiba kiyara dan yang lainnya dikejutkan dengan seseorang yang berlari kearah mereka dengan wajah yang dilumuri darah segar.
"Apa yang terjadi padamu."ucap chacaha pada seseorang itu.
"Aku dibunuh oleh mereka."ucap seseorang itu pada kiyara dan kedua sahabatnya sambil nenunjuk penduduk desa itu.
"Maksutnya kamu sudah meninggal."ucap chacaha merasa takut.
"Tolong bantu aku."ucap seseorang itu.
chacaha semakin dibuat binggung dengan apa yang baru saja terjadi padanya dan sahabat sahabat nya itu ia meminta penjelasan kepada kiyara tentang apa yang baru saja terjadi.
"Dinda tolong jelasin ke chacaha apa yang terjadi sebenarnya dan kenapa chacaha bisa liat orang yang sudah mati."ucap chacaha yang terlihat sangat ketakutan.
"Okay sekarang kita balik kerumah dulu setelah itu aku akan menjelaskan semuanya pada kalian."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Dinda .....Dinda ....Dinda...."ucap seseorang yang entah berada diamana.
kiyara tetap berjalan tanpa menghiraukan suara yang terus saja memanggil namanya itu dan kedua temannya pun ternyata juga mendengarnya tetapi Mereka tidak berniat untuk bertanya sekarang dan menunggu saat sudah sampai dirumah.
"Kita sudah sampai."ucap kiyara pada kedua sahabatnya saat mereka sampai disebuah rumah yang cukup besar.
"Kita dimana."ucap Julian pada kiyara.
"Kita dirumahku."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Rumahmu apa kamu serius."ucap chacha apa kiyara.
"Sudah ayo masuk aku akan menceritakan semuanya kepada kalian."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"chacaha engga mau ah cahcha mau pulang aja."ucap chacaha pada kiyara.
Julian yang mendengar itupun langsung menoleh dan berniat untuk membujuk Chacha agar tetap disana dan tidak pergi kemanapun tanpa ia dan kiyara karena ia tidak tau apa yang akan terjadi diluar sana jika ia pergi tanpa kiyara.
"Chacaha jangan kemana -mana ya disini aja sama kita jangan keluar kemanapun tanpa Dinda soalnya kita kan engga tau apa yang ada diluar sana kalo kita pergi tanpa Dinda oke."ucap Julian panjang lebar.
"Ih...Lian jangan nakut- nakutin chacaha dong yaudah deh Chacha engga jadi keluar chacaha juga takut sih."ucap chacaha pada Julian.
"Yaudah makanya."ucap Julian pada Chacha.
"Tapi chacaha laper nih engga ada yang mau makan apa."ucap chacaha pada kedua sahabatnya itu.
"Tenang Cha makanan mah ada ko tapi mungkin engga seperti yang biasanya kita makan engga apa apa."ucap kiyara memastikan karena ia sangat tau bagaimana sahabatnya itu.
"Engga apa apa yang penting makanan."ucap chacaha.
"Yaudah ini kalian makan dulu setelah itu aku akan cerita semuanya sama kalian."ucap kiyara pada kedua sahabatnya itu.
kiyara meminta keduanya sahabatnya untuk makan siang terlebih dahulu setelah itu baru ia akan menceritakan semuanya kepada kedua sahabatnya tentang apa yang terjadi padanya dan alasan mereka datang ketempat itu untuk apa.
"kenapa kamu engga cerita sekarang aja sih Din bikin penasaran aja.
"lebih baik kalian makan dulu deh setelah itu baru aku ceritakan semuanya.
"Tapi kenapa."ucap Chacha dibuat penasaran oleh kiyara.
"Nanti kalian muntah kalau aku cerita saat kalian makan."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Oke kalau begitu setelah kita makan siang aja baru kamu cerita."ucap chacaha pada Kiyara.
"Oke."ucap kiyara kembali.
setelah itu kiyara Julian dan Chacha selesai dengan makan siang mereka dan kiyara mulai bercerita banyak hal tentang apa yang terjadi dan kenapa mereka bisa sampai disini.
"Oke kita udah selesai makan nih jadi gimana."ucap Chacha pada kiyara.
"Oke jadi gini."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
Flashback on
kiyara bangun dan ia akan bersiap karena ingin bertemu dengan kedua sahabatnya julian dan chacaha setelah itu ia bergegas pergi menuju kamar mandi untuk bersiap dan tidak butuh waktu lama kiyara keluar dengan pakaian yang sudah rapih dan ia segera keluar dari kamarnya menuju tempat makan meja makan untuk sarapan bersama keluarganya dan setelah itu kiyara sarapan bersama keluarganya dan setelah itu ia pergi untuk menemui kedua sahabatnya itu.
"Pagi semua."ucap kiyara dengan senyuman manisnya.
"Pagi, kamu udah siap aja mau kemana."ucap Raka pada kiyara.
"Aya mau ketemu Julian sama chacaha kita udah janjian mau ketemu hari ini."ucap kiyara pada keluarganya.
"Yasudah tapi jangan lama-lama ya kamu itu masih masa pemulihan mengerti."ucap Maya yang tiba -tiba datang entah dari mana.
"Iya baiklah aku mengerti."ucap kiyara kepada keluarganya.
setelah itu kiyara berangkat dengan roti yang masih berada di mulutnya. ia segera berangkat kerestoran yang sudah ia reservasi sebelumnya atas namanya.
"Pak kita berangkat sekarang ya."ucap kiyara pada pak Adi supir yang memang mengantarnya dari Jakarta.
"Baik non kita akan pergi kemana."ucap pak Adi pada kiyara.
"Kita kerestoran Italia ya pak, sudah saya sharelock ya."ucap
"Baik non Aya."ucap pak Adi pada kiyara.
kiyara bertemu dengan teman-teman nya Julian dan Chacha yang sudah datang duluan dan sudah menunggunya.
"Kalian udah lama."ucap kiyara pada kedua sahabatnya itu.
"Lumayan, kamu kemana aja sih."ucap chacaha pada kiyara.
"Dari rumah."ucap kiyara.
"Ko lama, engga tau ya kalo chacaha tuh udah laper nungging Dinda."ucap Chacha pada kiyara.
"Maaf ya, tadi ada sedikit urusan di jalan jadi kesininya lama deh."ucap kiyara.
"Yaudah engga apa-apa jadi apa yang mau kamu ceritain sama kita."ucap Julian yang mulai buka suara.
kiyara melihat sekitar sebelum menceritakan semuanya kepada kedua sahabatnya.
"Kalian percaya tentang dunia lain."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Apa yang kamu maksudkan dengan dunia lain."ucap chacaha tidak mengerti.
"Percaya bukankah kita dan dunia mereka saling berdampingan bukan."ucap Julian kembali.
"Baiklah selesaikan sarapan kalian kita pergi kesuatu tempat."ucap kiraya.
"Kemana, kenapa tidak bicara disini saja."ucap chacaha pada kiyara.
"Kamu akan tau setelah ini, ada seseorang yang terus saja mengawasi kita."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Kamu bisa melihat kearah jam dua belas dan jam tiga kalian bisa melihat peria dengan setelan jas dan masker yang sedang melihat kearah kita."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
Julian dan kiyara melihat kearah yang diinstruksikan kiyara pada mereka dan benar saja mereka melihat orang -orang yang disebutkan ciri- cirinya pada kiyara barusan.
"Bersikaplah biasa, jangan sampai mereka mengetahui kalau kita menyadari kehadiran mereka.''ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Baiklah."ucap Julian dan Chacha bersamaan.
"Habiskan makanan kalian dan kita pergi dari sini."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Okay."ucap Chacha kembali.
kiyara mengisyaratkan kepada kedua sahabatnya untuk mengikuti aba -aba darinya dan pergi dari sana tanpa diketahui oleh mereka.
"Aku akan bayar dan kalian tunggu aku di mobil."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Biar aku saja yang bayar mereka tidak tau aku bukan."ucap chacaha pada kiyara.
"Lalu bagaimana Sekarang."ucap chacaha pada kiyara.
"Biar aku saja yang bayar dan kalian tunggu di mobil mengerti."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Baiklah aku mengerti dan bilang pada Julian jika ia harus tetap menyalahkan mensin mobilnya setelah aku keluar kita langsung berangkat mengerti."ucap kiyara pada chacaha.
chacaha menganggukan kepalanya tanda mengerti.chacha kembali ke dalam mobil dan memberitahukan kepada Julian Tetang apa yang baru kiyara katakan padanya, saat mendengar itu Julian langsung menangguhkan kepalanya tanda mengerti.
"Baiklah aku mengerti."ucap Julian pada Chacha.
Julian dan chacaha menunggu kiyara didslam mobil dengan rasa harap -harap cemas tetapi itu tidak berlangsung lama karena ia sudah melihat kiyara yang keluar dari restoran tanpa diketahui siapapun.
"Gimana mereka tau."ucap chacaha dan Julian penasaran.
"Tenang aja mereka engga tau ko."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Kita berangkat sekarang ya."ucap kiyara.
"Okay."ucap Julian.
Julian mengikuti arahan jalan yang di berikan pada kiyara Dan sialnya mobil mereka diikuti oleh orang-orang suruhan entah dari siapa.julian menancapkan gasnya mobilnya dengan sangat kencang dan membuat mereka kehilangan jejak.
"Sekarang."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
kiyara membuka portal dunia lain dan mereka masuk kesana dengan mobil yang mereka naiki.
"Okay kita sampai."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Kita dimana Din."ucap chacaha pada kiyara.
"Kita udah sampai."ucap kiyara kepada kedua sahabatnya.
Banyak orang yang melihat kearah mereka dengan tatapan sulit diartikan.
"Kenapa sih sama mereka ngeliatin kita gitu banget chacaha tau ko, kalo chacaha cantik."ucap chacaha dengan senyuman bahagianya.
"Jangan pedulikan mereka dan tetap saja jalan."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
Saat sedang berjalan kiyara seperti terpanggil oleh seseorang yang entah dari mana asalnya.
"Dinda......Dinda.....Dinda......
"Kamu kenapa."ucap Julian.
"Engga apa-apa."ucap kiyara pada julian.
kiyara dan kedua sahabatnya kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah lamanya dan lagi -lagi ada saja yang membuatnya kembali harus beurusan dengan mahluk yang kembali menyerangnya dan ingin membunuhnya.
"Kamu harus mati."ucap sosok itu pada kiyara.
"Kita lihat saja nanti siapa yang akan mati."ucap kiyara dengan semirik diwajahnya.
"Kamu harus mati."ucap sosok itu pada kiyara.
orang -orang yang melihat itu membantu kiyara untuk lepas dari seseorang yang mencekiknya itu.
"Lepaskan."ucap chacaha yang memegang tangan wanita yang kerasukan itu.
sepertinya upaya chacaha tidak membuahkan hasil tetapi Chacha tidak berhenti dan menyerah sampai disitu ia terus saja membantu melepaskannya tetapi, ia malah telempar jauh dari sana dan membuatnya tidak sadarkan diri.
"Chacaha."teriak Julian yang melihat satu sahabatnya terlempar dan tidak sadarkan diri.
Julian melihat kearah kiyara dan kiyara mengisyaratkan padanya untuk membantu Chacha dan ia kan menangani sosok itu sendirian.
"Din."ucap Julian pada kiyara.
"It's okay."ucap kiyara.
kiyara segera mengeluarkan benda yang ia bawa dari dalam tasnya dengan leher yang masih tercekik oleh wanita itu. ia segera mengeluarkan ranting pohon dan air untuk membasuhkan tangannya yang sudah ia lukai sebelumnya dan mengarahkan kepada wanita yang kerasukan itu dan benar saja tak lama setelah itu sosok itu keluar dan pergi dari tubuh wanita itu hanya meninggalkan bekas cekikan saja disana.
"Kita pergi dari sini."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Ayo."ucap kedua sahabatnya dengan tubuh yang terpapah.
dan mereka sampai rumah dengan tangan yang terluka tubuh yang sudah lemas.
"Kalian engga mau makan siang chacaha laper nih."ucap Chacha pada kedua sahabatnya.
"Yaudah kita makan dulu ya."ucap kiyara pada Julian dan Chacha.
"kalian makan siang dulu dan setelah itu baru aku ceritakan semuanya."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"kenapa engga sekarang aja sih."ucap chacaha penasaran.
"Nanti aja ya setelah kalian makan siang dulu aku engga mau kalian muntah atau engga jadi makan karena denger ceritaku.,"ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Jijik."ucap Chacha.
"Iya."ucap kiyara kembali.
"Yaudah kita makan dulu setelah itu baru kamu cerita."ucap chacaha pada kiyara.
kiyara melanjutkan makan siangnya bersama kedua sahabatnya dan pak Adi supir kiyara.dan setelah itu kiyara melanjutkan ceritanya.
"Jadi dulu orang tuaku itu punya kemampuan yang sama seperti ku dan nenekku bilang jika ibuku melahirkan anak perempuan kekuatan ku akan jauh lebih besar itu yang di katakan nenekku dan waktu kecil aku melihat seorang wanita sedang memakan daging manusia dengan begitu lahap dan anehnya hanya aku yang melihat itu dan saat itu nenekku menyadari jika aku mewarisi bakat ibuku"ucap kiyara panjang lebar.
"lalu apa kamu masih sering melihat mereka."ucap Julian penasaran.
"Masih samapai Sekarang bahkan aku bisa mencium aroma Kematian jika sesuatu hal akan terjadi."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Bau kematian."ucap chacaha kembali.
"Iya bau kematian."ucap kiyara.
"Sejak kapan."ucap Julian pada kiyara.
"Sejak kita ngeluarin sosok dari tubuh diva."ucap kiyara.
"Jadi kamu bisa tau akan ada yang mati dengan mencium bau kematian."ucap Chacha pada kiyara.
"Iya."ucap kiyara.
Chacha dan Julian binggung dengan apa yang baru saja dikatakan sahabatnya itu tetapi Julian menyadari satu hal jika yang diucapkan kiyara itu benar karena ia penah menyaksikannya sendiri jadi ia sudah tidak terkejut dengan apa yang ia dengar sekarang.
"Akan ada yang meninggal dikota ini."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Apa kamu menciumnya lagi."ucap Julian pada kiyara.
"Iya benar aku mencium aroma Kematian di desa ini."ucap kiyara.
"Apa yang kamu katakan Dinda chacaha engga ngerti."ucap chacaha pada kiyara.
"Kita pergi dari sini sekarang."ucap kiyara pada kedua sahabatnya dan supirnya.
"Tapi kenapa."ucap Chacha.
"Mereka akan mengincar nyawa kita juga jika kita masih berada disini."ucap kiyara pada kedua sahabatnya.
"Baiklah jika seperti itu ayo kita tinggalkan tempat ini."ucap Julian.
kiyara dan yang lainnya meninggalkan tempat itu segera mungkin dan kiyara bersiap untuk membuka portal dan keluar dari sini.
"sekarang."ucap kiyara.
mereka meninggalkan tempat itu dengan segera.
flashback off
Kiyara kembali pulang kerumah dijemput oleh sang ibu dan sang Kakak yang sudah sangat merindukan sosok anak dan adiknya tersebut.
"Sayang kita pulang sekarang ya."ucap Lily pada kiyara.
"Iya mah."ucap kiyara kembali.
Maya yang melihat putri dan cucu laki-lakinya itu langsung memeluknya erat.
"Kalian engga mau minum teh dulu."ucap Maya pada Lily dan Septian.
"Iya Bu kami mau ko ya kan kak."ucap Lily pada putranya.
"Iya mah, Kakak juga kangen teh buatan nenek."ucap Septian pada ibunya.
"Yasudah ini diminum dulu tehnya."ucap Maya pada putri dan cucunya.