Natural Ability

Natural Ability
BAB 48



kiyara yang sudah tau siapa yang dimaksudkan dengan sosok itu akan memulainya besok dan ia akan beristirahat dan memikirkan apa yang harus ia lakukan nanti.


"Aku akan beristirahat dan kau bisa keluar dari kamarku."ucap kiyara pada sosok wanita tanpa bola mata itu.


"Baiklah."ucap sosok itu.


sosok itu menghilang dan keluar dari kamar kiyara setelah itu ia tertidur dan saat ia terbangun ia berada di tempat yang ia tidak asing baginya dan sewaktu kecil saat ia menginap dirumah neneknya ia selalu kesana.


"Dimana aku,kenapa aku ada disini."ucap kiyara.


"Tolong bantu aku."ucap wanita yang tadi bersamanya.


"Kau lagi jadi ini semua ulahmu."ucap kiyara merasa kesal.


"Aku menarikmu kesini karena aku butuh bantuanmu."ucap sosok wanita tanpa bola mata itu.


"Baiklah -baiklah aku akan membantumu jadi untuk apa kita kesini."ucap kiyara pada sosok wanita itu.


"Aku ingin melihat semuanya."ucap wanita itu pada kiyara.


"Baiklah kita akan menyusuri tempat ini dan kita melihat bagaimana dan siapa yang menabrakmu."ucap kiyara pada wanita itu.


kiyara dan sosok wanita itu terus menerus menunggu Samapi hari sudah mulai gelap dan sebuah toko yang mulai tutup dan keluarlah seorang peria dengan motornya dan melaju kencang tanpa melihat ada seorang wanita disana dan ia tertabrak dan meninggal.


"Awas."ucap kiyara pada wanita itu.


kiyara ingin menyelamatkan nya tetapi ia tidak bisa karena ia tidak bisa menyentuh wanita itu dan ia tidak bisa dilihat kecuali dengan wanita yang setengah sekarat itu. tetapi bukannya menolong peria yang menabrak itu malah meninggalkan tempat itu dan pergi dengan sangat cepat.


"Ada apa dengan tubuhku dan ada apa dengan tanganku kenapa aku tidak bisa menyentuh orang lain."ucap kiyara binggung.


"Tolong aku."ucap wanita itu.


orang-orang yang melintas disana langsung bergegas melihat wanita itu dan membantu menelfon 911 untuk meminta bantuan karena ada korban kecelakaan kiyara merasa kesal karena ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ia tidak bisa membantu dan menolong wanita itu.


"Kenapa aku tidak bisa membantunya."ucap kiyara merasa kesal.


saat sedang berbicara sendiri tiba -tiba ada seorang peria yang menghampirinya dan berkata.


"Kamu tidak akan bisa menolongnya karena ini bukan diduniamu."ucap peria itu pada kiyara.


"Apa maksutmu dan siapa kamu."ucap kiyara merasa binggung dan kesal setengah mati karena ia hanya bisa melihat kejadian yang terjadi tepat dihadapannya tetapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kamu tidak bisa menyentuhnya karena kamu bukan manusia biasa."ucap peria itu.


"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan dan jangan membuatku kesal dengan ucapanmu yang tidak aku mengerti."ucap kiyara lalu meninggalkan tempat itu.


"Aku akan terus mengawasi mu dari sini dan jangan berbuat sesuatu yang akan kamu sesali nantinya."ucap seseorang itu pada kiyara.


"Memangnya siapa dia berani mengatur hidupku dan apa yang aku lakukan dia benar -benar mrmbuatku kesal."ucap kiyara sambil menghentakkan kakinya begitu saja.


Saat sedang berjalan wanita ia melihat pohon dan ia melihat ada seorang peria yang berdiri disana dan melihat padanya dengan tatapan tidak suka. membuat ia merasa binggung dab aneh.tak lama setelahnya kiyara kembali dengan kondisi yang tidak baik seperti habis tercebur di sebuah kolam lumpur.


"Nenek Aya pulang."ucap kiyara pada Maya.


"Ya ampun sayang kamu dari mana aja dan tubuh kamu kenapa seperti itu."ucap Maya pada kiyara.


"Aya juga tidak tau kenapa, Aya engga inget apa yang terjadi sebelumnya nek yaudah Aya masuk dulu ya nek mau bersih-bersih."ucap kiyara pada Maya.


"Iya sayang.


Saat sedang berjalan kiyara berpapasan dengan Resa yang bertanya kepadanya apa yang terjadi tetapi kiyara tidak menjawabnya dan langsung bergegas masuk kekamar untuk membersikan tubuhnya.dan Resa memutuskan untuk bertanya kepada kiyara saat makan malam nanti karena ia cukup penasaran dengan apa yang terjadi pada kiyara.


"Bu apa yang terjadi pada Aya sebenarnya dan kenapa tubuhnya penuh dengan lumpur."ucap Resa pada Maya sang ibu.


"Ibu pun tidak tau kenapa itu bisa terjadi."ucap Maya pada putranya dan pergi meninggalkannya untuk menyiapkan makan malam.


"Apa yang sedang kau lihat."ucap Raka yang tiba-tiba muncul entah dari mana."


"Kau.. bisa tidak jika muncul itu ucapkan salam jadi aku tidak akan kaget seperti ini."ucap Resa merasa kesal.


"Apa yang kau lihat."ucap Raka mengikuti arah Pandang Resa.


Raka langsung mengetahui apa yang difirkan oleh resa itu dan tiba -tiba Septa pun datang entah dari mana dan sudah berapa di belakang mereka dan lagi -lagi resa dibuat terkejut oleh Raka dan Septa.


"Kalian sedang lihat apa."ucap Septa yang sudah berada di belakang mereka.


"Kau."ucap Raka dan Resa bersamaan.


kini Septa melihat arah Padangannya kearah pintu kiyara yang sedang tertutup Raka dan Resa tiba -tiba menganggukan kepada mereka seperti sudah tau apa yang terjadi pada spupu mereka dan Resa yang tidak mengerti apa yang terjadi dan langsung melinggalkan mereka bedua.


"Apa yang kalian lakukan apa terjadi sesuatu pada Kiya, tetapi aku tidak dapat merasakan apapun."ucap Resa pada Raka dan Septa.


"Kami tidak sedang memikirkan apa-apa."ucap Raka dan Septa.


"Sudahlah lupakan."ucap Resa lalu meninggalkan tempat mereka berdiri.


Tiba-tiba pintu kamar kiyara terbuka dan sekarang kiyara sudah berada diluar kamar untuk makan malam ia binggung tiba -tiba di depan pintu kamarnya sudah ada Raka dan Septa karena penasaran ia bertanya.


"Apa yang kalian lakukan di depan kamarku."ucap kiyara pada Raka dan Septa.


"Kami ingin memanggilmu untuk makan malam."ucap Raka dan Septa yang terlihat gugup.


"Apa kalian melakukan suatu kesalahan."ucap kiyara merasa binggung.


"Tidak memangnya apa yang kami lakukan."ucap Raka dan Septa bersamaan.


"Aku tidak tau makanya aku bertanya pada kalian apa kalian membuat kesalahan padaku sebelumnya."ucap kiyara.


"Tidak."ucap Raka dan Septa bersamaan.


"Baiklah."ucap kiyara lalu meninggalkan mereka berdua.


Raka dan Septa tidak melihat siapapun dan gelagat mencurigakan dari kiyara tetapi mereka akan terus mengawasinya.


"Baiklah ayo kita makan malam."ucap kiyara yang muncul kembali.


"Baiklah ayo."ucap Raka dan Septa yang mengekor di belakang kiyara.


kiyara sudah berada di meja makan bersama yang lainnya dan akan memulai makan malam mereka.


"selamat makan."ucap kiyara pada semua orang.


tidak ada yang bersuara atau memulai pembicaraan mereka tetep diam sampai .Aya yang tiba-tiba buka suara yang membuat semua orang melihat kearahnya.


"Dek nenek mau tanya ko kamu bisa dari luar sih bukannya tadi itu kamu tidur ya kamar."ucap Maya pada kiyara yang membuat semuanya melihat kearahnya dan Maya.


"Aku juga tidak tau nek."ucap kiyara merasa binggung.


"Kamu yakin kamu engga tau."ucap Maya memastikan kembali.


"Iya Aya yakin anehnya Aya engga inget apa- apa."ucap kiyara.


"Yaudah engga usah kita bahas lagi kalo gitu ya."ucap Maya pada semua yang ada Disana.


"Iya."ucap kiyara


mereka selesai makan malam dan Langsung menuju kamar mereka masing masing setelah selesai membereskan meja kecuali kiyara yang masih tetap ada disana sebelum ia beranjak dan pergi menuju keluar rumah untuk menghirup udara segar.


"Apa yang terjadi padaku bukankah, seharusnya aku sudah tidak bisa melihat mereka lagi."ucap kiyara merasa binggung.