Natural Ability

Natural Ability
BAB 52



Kiyara kembali pulang kerumah dijemput oleh sang ibu dan sang Kakak yang sudah sangat merindukan sosok anak dan adiknya tersebut.


"Sayang kita pulang sekarang ya."ucap Lily pada kiyara.


"Iya mah."ucap kiyara kembali.


Maya yang melihat putri dan cucu laki-lakinya itu langsung memeluknya erat.


"Kalian engga mau minum teh dulu."ucap Maya pada Lily dan Septian.


"Iya Bu kami mau ko ya kan kak."ucap Lily pada putranya.


"Iya mah, Kakak juga kangen teh buatan nenek."ucap Septian pada ibunya.


"Yasudah ini diminum dulu tehnya."ucap Maya pada putri dan cucunya.


"Iya Bu."ucap Lily pada Maya sang ibu.


Lily merasa ada yang aneh setelah putrinya kembali entah dari mana ia merasa putrinya berbeda tidak seperti biasanya.


"Ini sayang kamu minum dulu."ucap Lily pada kedua putri dan putranya.


"Iya mah makasih."ucap kiyara pada kedua putri dan putranya.


Maya mengetahui sesuatu yang terjadi pada salah satu cucunya ia merasa ada yang mengikutinya dan karena itu ia merasa ada yang aneh pada sikap cucunya itu.


"Kamu itu kenapa Li"ucap Maya pada Lily putrinya.


"Aku engga kenapa -napa bu."ucap Lily pada Maya.


"Kamu yakin."ucap Maya pada Lily yang membuat kiyara melihat mereka.


"Iya aku yakin."ucap Lily kembali.


"Yasudah kalau begitu."ucap Maya pada Lily putrinya.


kiyara dan Septian duduk sambil menyantap minuman yang diberikan oleh sang nenek pada mereka.


"Ini enak deh aku suka."ucap kiyara pada sang kakak.


"Iya."ucap Septian pada adik kesayangannya itu.


"Kamu darimana."ucap Septian pada kiyara.


"Aku baru saja bertemu dengan Julian dan Chacha."ucap kiyara pada sang kakak.


"Kapan kalian bertemu dan diamana."ucap Septian pada sang adik.


mendengar pertanyaan sang kakak padanya yang tanpa jeda ia tertawa bahagia dan merasa senang dengan apa yang ia dengar tanpa ada rasa kesal sedikitpun.


"kamu kenapa ko ketawa."ucap Septian pada kiyara.


"Aku engga apa apa cuma seneng aja."ucap kiyara pada sang Kakak.


"Kamu seneng kenapa."ucap Septian pada kiyara.


"Seneng aja karena aku tau Kakak sayang banget sama aku."ucap kiyara pada Septian.


"Kamu nih ada ada aja."ucap Septian pada kiyara.


"Iya."ucap kiyara pada kakaknya.


Kiyara kembali merasa senang dengan apa yang ia dengar dari kakaknya itu.


"Kamu ini."ucap Septian pada kiyara.


setelah selesai dengan minum teh Lily dan yang lainnya berpamin dengan Maya untuk pulang kerumah.


"Yaudah sayang ayo kita pulang pamitan dulu dengan nenek dan yang lainnya."ucap Maya pada kiyara.


"ayo mah kita pulang Aya udah kangen rumah."ucap kiyara pada Lily sang ibu.


"Yaudah Ayo sayang."ucap Lily pada kedua putra dan putrinya.


"Bu, Lily pamit pulang ya."ucap Lily pada maya dan keluarganya.


"Iya sayang hati hati ya."ucap Maya pada Lily


Maya memeluk putri dan kedua cucunya sambil tersenyum.


"Hati hati ya sayang."ucap Maya kepada cucu laki-lakinya.


"Iya nek pasti."ucap Septian pada Maya.


Maya memeluk cucu perempuannya sambil membisikkan sesuatu kepada kiyara dan diikuti anggukan kepalanya tanda ia mengerti.


"Nek, Aya pulang dulu ya, makasih untuk semuanya lain kali Aya nginep lagi disini ya. "ucap kiyara pada sang nenek.


"Iya sayang boleh. "ucap Maya pada cucu perempuannya.


setelah selesai berpamitan dengan sang nenek, kiyara, liliy dan Septian langsung menuju mobil untuk melakukan perjalanan pulang kerumah mereka.


"Dek bagaimana selama tinggal dirumah nenek apa kamu merasa senang."ucap Lily pada sang putri.


"senang mah sangat senang dan menyenangkan."ucap kiyara pada sang ibu.


"Memangnya apa hal yang menyenangkan yang ada dirumah nenek."ucap sang Kaka tiba tiba.


Kiyara binggung untuk menjawab pertanyaan sang Kaka padanya, ia sempat berfikir cukup lama baru menjawabnya.


"Apa yang menyenangkan dirumah nenek."ucap Septian kembali.


"Banyak hal kak, aya bercerita Dengan nenek dan bermain dengan Septa dan resa."ucap kiyara Septian.


Lily yang mendengar itupun merasa terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar dan bertanya kepada sang putri apa benar ia bermain dengan Septa dan resa.


"Aya tadi kamu bilang apa, kamu bermain dengan siapa."ucap Lily pada putrinya itu.


"Aya main sama ka resa dan ka septa mah memangnya kenapa."ucap kiyara pada Lily.


"Kamu bermain dengan mereka, apa kamu yakin."ucap Lily pada putrinya kembali.


"Iya mah, aya yakin ko memangnya ada apa."ucap kiyara merasa binggung dengan tingkah sang ibu.


"Tidak apa apa sayang."ucap Lily kembali.


"Ada apa sebenarnya, dan kenapa wajah ibu seperti itu."ucap kiyara dalam hatinya.


Septian yang melihat wajah sang ibu langsung memberikan isyarat kepada sang ibu supaya ia tidak terlalu khawatir dengan mengelus punggung tangan sang ibu.


"Ia sayang makasih ya. "ucap Lily pada sang putra.


"Ia mah, sama sama, mamah engga perlu khawatir Septian yang akan jagain aya dan engga akan biarin seorangpun ngelukain atau mendekati kalian."ucap Septian dengan yakin.


"Makasih ya sayang, mama percaya sama kamu."ucap Lily pada sang putra.


ditempat lain......


"Cari mereka semua, bagaimanapun caranya mereka harus ditemukan."ucap salah seorang pria paruh baya itu.


"Baik, kami akan mencari tahu tentang mereka."ucap yang laiinya.


"Aku akan menemukanmu pasti."ucap pria paruh baya itu dengan smiriknya.


Lily, kiyara dan Septian sampai dirumah dan ia langsung beristirahat karena mereka sangat lelah.kiyara ingat pesan yang diberitaukan pada Maya sebelum ia berpamitan tadi.


flashback on


"Sayang kita pulang sekarang ya."ucap Lily pada kiyara.


"Iya mah."ucap kiyara kembali.


Maya yang melihat putri dan cucu laki-lakinya itu langsung memeluknya erat.


"Kalian engga mau minum teh dulu."ucap Maya pada Lily dan Septian.


"Iya Bu kami mau ko ya kan kak."ucap Lily pada putranya.


"Iya mah, Kakak juga kangen teh buatan nenek."ucap Septian pada ibunya.


"Yasudah ini diminum dulu tehnya."ucap Maya pada putri dan cucunya.


"Iya Bu."ucap Lily pada Maya sang ibu.


Lily merasa ada yang aneh setelah putrinya kembali entah dari mana ia merasa putrinya berbeda tidak seperti biasanya.


"Ini sayang kamu minum dulu."ucap Lily pada kedua putri dan putranya.


"Iya mah makasih."ucap kiyara pada kedua putri dan putranya.


Maya mengetahui sesuatu yang terjadi pada salah satu cucunya ia merasa ada yang mengikutinya dan karena itu ia merasa ada yang aneh pada sikap cucunya itu.


"Kamu itu kenapa Li"ucap Maya pada Lily putrinya.


"Aku engga kenapa -napa bu."ucap Lily pada Maya.


"Kamu yakin."ucap Maya pada Lily yang membuat kiyara melihat mereka.


"Iya aku yakin."ucap Lily kembali.


"Yasudah kalau begitu."ucap Maya pada Lily putrinya.


kiyara dan Septian duduk sambil menyantap minuman yang diberikan oleh sang nenek pada mereka.


"Ini enak deh aku suka."ucap kiyara pada sang kakak.


"Iya."ucap Septian pada adik kesayangannya itu.


"Kamu darimana."ucap Septian pada kiyara.


"Aku baru saja bertemu dengan Julian dan Chacha."ucap kiyara pada sang kakak.


"Kapan kalian bertemu dan diamana."ucap Septian pada sang adik.


mendengar pertanyaan sang kakak padanya yang tanpa jeda ia tertawa bahagia dan merasa senang dengan apa yang ia dengar tanpa ada rasa kesal sedikitpun.


"kamu kenapa ko ketawa."ucap Septian pada kiyara.


"Aku engga apa apa cuma seneng aja."ucap kiyara pada sang Kakak.


"Kamu seneng kenapa."ucap Septian pada kiyara.


"Seneng aja karena aku tau Kakak sayang banget sama aku."ucap kiyara pada Septian.


"Kamu nih ada ada aja."ucap Septian pada kiyara.


"Iya."ucap kiyara pada kakaknya.


Kiyara kembali merasa senang dengan apa yang ia dengar dari kakaknya itu.


"Kamu ini."ucap Septian pada kiyara.


setelah selesai dengan minum teh Lily dan yang lainnya berpamin dengan Maya untuk pulang kerumah.


"Yaudah sayang ayo kita pulang pamitan dulu dengan nenek dan yang lainnya."ucap Maya pada kiyara.


"ayo mah kita pulang Aya udah kangen rumah."ucap kiyara pada Lily sang ibu.


"Yaudah Ayo sayang."ucap Lily pada kedua putra dan putrinya.


"Bu, Lily pamit pulang ya."ucap Lily pada maya dan keluarganya.


"Iya sayang hati hati ya."ucap Maya pada Lily


Maya memeluk putri dan kedua cucunya sambil tersenyum.


"Hati hati ya sayang."ucap Maya kepada cucu laki-lakinya.


"Iya nek pasti."ucap Septian pada Maya.


Maya memeluk cucu perempuannya sambil membisikkan sesuatu kepada kiyara dan diikuti anggukan kepalanya tanda ia mengerti.


"Nek, Aya pulang dulu ya, makasih untuk semuanya lain kali Aya nginep lagi disini ya. "ucap kiyara pada sang nenek.


"Iya sayang boleh. "ucap Maya pada cucu perempuannya.


setelah selesai berpamitan dengan sang nenek, kiyara, liliy dan Septian langsung menuju mobil untuk melakukan perjalanan pulang kerumah mereka.