Natural Ability

Natural Ability
BAB 30



"Aku harus mencari tau sebenarnya ada apa dengan diriku sendiri dan apa yang terjadi sebenarnya dan aku akan bertanya kepada seseorang akan menjawab semuanya dan aku yakin ia tau jawabannya."ucap kiyara dalam hati.


pemikiran kiyara sama seperti yang difikirkan sang Kaka dan ia akan menanyakan hal ini kepada kedua orangtuanya terlebih dahulu kiyara sampai dirumah ia tertidur pulas Septian tidak tega jika harus membangunkan sang adik, Septian memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya setelah selesai ia menggendong adiknya itu menuju kamar kiyara agar adik ya bisa beristirahat.


"Aden non kiyara kenapa den."ucap bi Mirah pada Septian.


"Aya engga kenapa- Napa bi hanya saja ia kelelahan."ucap bi Septian pada bi Mirah.


"Syukur den jika seperti itu ohya Aden juga harus istirahat."ucap bi Mirah pada Septian.


"Iya bi, ohya bi saya ingin mengingatkan besok kiyara sudah masuk sekolah kembali, jadi besok bi mirah bisa buatkan sarapan pagi buat kiyara dan saya."ucap Septian pada bi Mirah.


"Baik den."ucap bi Mirah.


pagi hari kiyara sudah bersiap dengan seragam sekolahnya dan perban ditangannya pun sudah di ganti oleh suster yang datang langsung kerumahnya, begitupun dengan Septian yang sudah siap dengan pakaiannya, bi Mirah sudah bangun dan sedang memasak untuk mereka.


"Pagi bi"ucap kiyara pada bi mirah.


"Pagi non."ucap bi Mirah kembali.


bi Mirah berniat untuk membangunkan kiyara dan Reyhan bi mirah menaiki anak tangga untuk sampai ke kamar keduanya, bi Mirah mengetuk pintu kamar kiyara terlebih dahulu setelah itu baru kamar Septian dan tertanya saat sedang mengetuk pintu lampu di kamar mereka sudah menyala menandakan mereka sudah bangun, bi Mirah kembali mengetuk untuk memastikan.


tok....tok....tok...


"Iya bi masuk."ucap kiyara pada bi Mirah.


"Non Aya sudah bangun."ucap bi Mirah memastikan kembali.


"Udah bi Aya udah bangun."ucap kiyara pada bi Mirah.


"Baik, non, non Aya mau di masakan sarapan apa non."ucap bi Mirah pada kiyara.


"Apa aja deh bi terserah bibi mau masak apa."ucap kiyara pada bi Mirah.


"Baik non, kalau begitu bibi masak. nasi goreng kesukaan non Aya dan den Tian saja."ucap bi Mirah.


"Iya bi boleh."ucap kiyara kembali.


bi Mirah mengetuk kamar Septian untuk membangunkannya tetapi Septian sepertinya sudah bangun bi Mirah menanyakan hal yang sama kepada Septian dan tertanya jawaban Septian maupun kiyara sama aja, jadi bi Mirah turun kebawah untuk memasak sarapan untuk keduanya.


"Maaf den sarapan pagi ini mau di buatkan apa."ucap bi Mirah pada Septian.


"Apa saja terserah bibi."ucap Septian pada bi mirah.


"Baik den bibi akan masak nasi goreng kesukaan non Aya dan den Tian."ucap bi Mirah pada Septian.


"Baik bi terimakasih."ucap Septian.


"Iya den sama - sama.


kiyara mengecek kembali peralatan sekolahnya ia takut jika ada yang tertinggal dan karena ia rasa sudah semuanya dan tak lupa sebelum ia turun kebawah ia memasukan buku yang diberikan kepadanya itu untuk mendapatkan jawaban dari semua pertanyaannya, kiyara dan Septian turun kebawah untuk sarapan pagi bersama.


"Non aya den Tian sarapan sudah siap , ayo sarapan dulu sebelum berangkat."ucap bi Mirah mengingatkan.


kiyara dan Septian turun kebawah untuk sarapan, sebelum mereka melakukan aktivitas masing- masing.


"Ayo kita sarapan dek."ucap Septian pada kiyara.


"Iya ka."ucap kiyara.


di sela - sela waktu sarapan mereka kiyara menanyakan kepada Septian kapan kedua orangtuanya akan kembali bersama mereka lagi karena ini sudah sangat lama.


"Ka Tian Aya kapan papah sama mamah pulang ko lama banget sih."ucap kiyara pada Septian.


"kenapa kamu udah merindukan mereka ya. "ucap Septian pada adiknya itu.


"Iya memang nya Kaka engga rindu mamah sama papah."ucap kiyara pada sang Kaka.


"Papah sama mamah bilang kalau mereka akan pulang besok karena semuanya sudah selesai."ucap Septian meyakinkan sang adiknya.


"Serius ka papah sama mamah akan pulang besok."ucap kiyara tidak percaya karena ia sangat merindukan keduanya orangtuanya dan karena ia sangat bahagia.


"Iya besok mereka pulang."ucap Septian meyakinkan adiknya.


kiyara yang sangat merasa senang tidak bisa menghilangkannya senyuman dari wajahnya yang mungil itu, Septian yang melihat itupun merasa senang karena melihat adiknya sudah merasa lebih baik.


"Aya makan sarapannya ko engga dimakan sih sarapannya, nanti kamu telat loh berangkatnya."ucap Septian pada kiyara.


"Iya ka Tian, Aya seneng banget pokonya."ucap kiyara pada Septian.


Septian di sela- sela sarapan mereka mengingatkan adiknya untuk tidak membuka perbannya dan tidak boleh mengangkat beban berat, tidak boleh terlalu memaksakan diri untuk melakukan sesuatu yang berbahaya apa lagi bertengkar dengan seorang pria, karena itu salah satu sifat jelek adiknya, karena ia tidak ingin terjadi sesuatu pada adiknya itu.


"De ingetnya kamu itu engga boleh buka perbannya , engga boleh angkat beban berat, apa lagi bertengkar dengan pria mengerti."ucap Septian pada kiyara.


"Iya ka Tian iya."ucap kiyara pada Septian.


mereka sudah selesai sarapan pagi dan mereka perangkat untuk beraktivitas seperti biasanya, kiyara berpamitan dengan semuanya dan ia berangkat kali ini Septian yang mengatakan adiknya kesekolah karrna hari ini hari pertamanya masuk kembali kesekolah dan nanti ia akan di jemput oleh pak Adi dan pak Lee.


"Ayo kita berangkat, Kaka anterin kami kesekolah dulu setelah itu Kaka berangkat kerja."ucap Septian pada kiyara.


"Tapi bukannya Kaka ada meeting pagi ini."ucap kiyara pada Septian.


"Iya tapi jadwalnya Kaka undur sepuluh menit jadi Kaka ada waktu buat anterin kamu sekolah.


"Kaka tau tapi tetap aja Kaka khawatir udah ayo berangkat Kaka engga suka ada penolakan ya."ucap Septian pada kiyara.


"Iya."ucap kiyara dengan pasrah.


kiyara dan Septian meninggalkan halaman rumah mewah mereka untuk beraktivitas hari ini, Septian mengantarkan kiyara sampai sekolah dan ia baru berangkat berkerja,dan meminta pak Adi untuk menjemput kiyara tepat waktu.


"Pak Adi biar saya saja yang mengantarkan kiyara, nanti pulang sekolah pak Andi bisa menjemputnya."ucap Septian pada pak Andi.


"Baik den."ucap pak Andi pada Septian.


kiyara dan Septian meninggalkan halaman rumah mewah mereka dan Septian mengantarkan adik kesayangannya untuk berangkat sekolah.


"Yaudah ayo kita berangkat sekarang nanti telat."ucap Septian pada kiyara.


"okay."ucap kiyara pada Septian dengan senyuman di wajahnya.


Septian dan kiyara berangkat bersama Septian mengantarkan adik kesayangannya itu sampai sekolah dengan selamat.


"Ka berhenti di sini aja ya ka jangan sampai masuk kedalam."ucap kiyara.


"kenapa."ucap Septian pada kiyara.


"Kaka kan lagi buru- buru jadi anterinnya sampai sini aja okay."ucap kiyara pada Septian.


Septian yang tidak ingin adiknya kenapa - Napa itu langsung menolak dan mengatakan jika ia tidak apa jika harus telat, demi adiknya itu karena menurutnya adiknya itu segalanya untuknya.


"Ka Tian itu engga masalah kalo telat demi kamu karena buat Kaka itu kamu yang paling penting dari apapun jadi jangan nolak ya.


kiyara yang mendengar itupun hanya bisa pasrah dengan apa yang di katakan oleh kakanya itu, ia sudah coba segala cara tetapi tidak juga berhasil jadi ia hanya bisa mengikuti apapun yang kakanya katakan.


"yaudah ka Tian Aya ikut aja deh apa yang Kaka bilang."ucap kiyara pada Septian.


tetapi kiyara hanya bisa berbicara dalam hati jika semua orang akan tau siapa dirinya sebenarnya karena ia diantarkan oleh sang Kaka.


"Ayo, ka Tian anterin kamu Sampai kelas jangan nolak ka Tian engga suka penolakan. "ucap Septian pada kiyara.


"Iya ka Aya tau."ucap kiyara.


semua siswa dan siswi yang ada disana memperhatikannya dan bergosip tentang nya kiyara tidak peduli dengan semua itu, tetapi saat kakanya mengetahuinya ia langsung mengumpulka. semua siswa dan siswi ia ingin mengatakan siapa dirinya dsn adiknya itu.


"Pak saya mau semua siswa dan siswi disini berkumpul di lapangan ada yang ingin saya bicarakan pada mereka."ucap Septian pada kepala sekolah.


"Baik pak Septian saya akan mengumumkan kepada semuanya."ucap kepala sekolah itu pada Septian.


Chacha, Dimas dan Julian bertanya kepada kiyara apa yang akan di katakan kakanya oleh semua orang dan kenapa kakanya itu mengumpulkan semuanya di lapangan, kiyara yang mendengar itupun hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti.


"Engga tau apa yang akan di katakan oleh Septian dia sendiri pun tidak mengetahuinya tetapi ia merasakan perasaan yang tidak enak tentang masalah ini.


"Aya keadaan kamu sekarang gimana."ucap chacha, Dimas dan Julian.


"Udah baik -baik aja tapi karna lukanya belum kering jadi perbannya belum boleh di lepas."ucap kiyara menjelaskan kepada ketiga sahabatnya itu.


"Ah...begitu."ucap ketiganya.


Septian masuk kedalam lapangan setelah kepala sekolah menjelaskan jika putra pemilik sekolah akan mengenalkan anak kedua dari pemilik sekolah itu.


"selamat pagi semuanya saya Septian saya putra pertama dari keluarga Jakson pemilik sekolah ini mungkin kalian sudah tidak asing lagi dengan saya, dan saya akan mengenalkan anak kedua dari keluarga Jakson yang kalian tidak pernah sangka jika ia akan pemilik sekolah, mari kita sambut kiyara adinda Putri zavira."ucap Septian pada semua audience.


semua siswa dan siswipun merasa terkejut dengan apa yang baru saja mereka dengar mereka tidak percaya jika selama ini kiyara yang mereka bully itu dan di anggap wanita es batu ternyata anak pemilik sekolah.


"Apa benar jika ternyata kiyara itu anak kedua dari keluarga Jakson pemilik sekolah ini."ucap salah satu siswi.


"Engga mungkin jika kiyara yang dimaksudkan itu kiyara cewe es batu itu."ucap siswi lainnya.


"Terus menurut kalian dia Septian itu cuma membual aku rasa engga deh, lagi pula di sekolah ini kiyara yang sifatnya kaya es batu itu kan cuma satu di sekolah kita."ucap sisiwi itu kembali yang tak lain adalah Tina.


"Jadi mulai sekarang kita harus hati hati sama dia karena jika Septian tau dia engga akan ngelepasin kita dengan mudah, karena yang aku denger dia itu sosok yang sangat kejam."ucap Tina pada teman - teman yang lain.


setelah mengenalkan sang adik pada semua siswa dan siswi disekolah SMA negeri Jakarta itu ia segera kembali dan menemui adiknya itu dan meminta tolong kepada chacha dan kedua sahabat lainnya untuk menjaga adiknya, setelah itu ia pamit untuk pergi bekerja.


"chacha Dimas dan Julian saya titip kiyara sama kalian ya tolong jaga kiyara jangan sampai tangannya terluka kembali.


"Baik ka kita pasti jaga kiyara dengan baik ko kaka jangan khawatir. "ucap chacha dan yang lainnya.


"Yaudah Aya Kaka berangkat kerja dulu ya nanti kamu pulang nya dijemput pak Andi inget persen Kaka yang tadi okay."ucap Septian pada kiyara.


"Iya ka Aya inget ko."ucap kiyara pada Septian.


Septian meninggalkan halaman sekolah adiknya dan berangkat kekantor.


"Ya segitu pedulinya Kaka kamu sama kamu ya."ucap chacha pada kiyara.


"Ya gitulah sekarang semua orang jadi udah tau siapa aku sebenarnya, ancur sudah penyamaranku."ucap kiyara dengan tepukan jidatnya.


"Yaudah yuk masuk kelas."ucap chacha pada kiyara.


"Okay."ucap kiyara.


kiyara, chacha, Dimas dan Julian masuk kelas dan menunggu kelas dimulai, semua orang memandang kiyara dengan tatapan binggung dan ketakutan karena sikap dinginnya dan latar belakang keluarganya.