Natural Ability

Natural Ability
BAB 38



Flasback on


dipagi hari yang mulai cerah seorang wanita cantik yang sedang mengandung berjalan dengan wanita paruh baya dan anak lelaki yang sangat tampan sedang berjalan jalan di taman bersama tiba -tiba ada seorang nenek tua yang memegang perut wanita cantik itu dan berkata jika anak yang di kandungnya akan memiliki kekuatan yang sangat berharga dan besar ia harus menjaganya dengan baik.


"Kau akan melahirkan seorang anak yang sangat cantik dan ia memiliki kemampuan yang tidak di miliki orang lain, jaga baik -baik ia jika tidak, anak itu akan berada dalam bahaya besar."ucap seorang nenek tua itu.


"Apa yang kau bicarakan."ucap wanita hamil itu.


wanita hamil itu bertanya kepada ibunya apa maksud semua itu dan kenapa wanita tua itu berbicara seperti itu, saat itu ia merasa takut, jika bayi yang di kandungnya mengalami hal buruk, tetapi untung jasa anak laki lakinya itu meyakinkannya jika tidak akan terjadi sesuatu padanya atau adiknya itu.


"Ibu bagimana jika terjadi sesuatu pada putriku."ucap wanita hamil itu pada ibunya.


"Kamu tidak perlu khawatir tentang itu anakmu, dan cucuku pasti akan baik -baik saja."ucap ibu dari wanita itu mengingatkan.


"Iya ibu tenang saja aku akan menjagamu dan calon adikku dengan baik."ucap anak laki-laki itu pada ibunya.


wanita hamil itu merasa tenang karena ia dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya dan ia sayangi, walaupun suaminya sedang jauh dengannya tapi ia percaya jika suaminya pun akan menjaga keluarga kecilnya dengan baik.


"Terimakasih ibu, terimakasih sayang ibu percaya padamu, kau sudah tumbuh besar sekarang."ucap wanita hamil itu pada anak laki-lakinya.


"Iya ibu.


wanita hamil itu tidak bisa melupakan kejadian yang baru saja ia alami, ia sangat takut jika terjadi sesuatu pada putrinya itu ia tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi padanya atau pada putrinya ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Aku takut jika terjadi sesuatu padamu nak."ucap wanita hamil itu sambil mengelus -elus perutnya yang buncit.


tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu kamarnya dan ia mendengar suara tangisan seorang bayi, ia tidak tau apa itu mimpi atau nyata karena ia sendiri bisa merasakannya.


"Siapa disana."ucap wanita itu ia beranjak dari tempat tidur sambil memegang perutnya dan berdiri secara perlahan, karena perutnya yang semakin membesar dan menunjukan sudah hampir waktunya bayi yang ada didalam sana lahir kedunia.


tok...tok....tok..


"Siapa disana."ucap ia kembali. dan tidak ada satu jawaban pun yang keluar.


tok....tok....tok....


"Ia membuka pintunya perlahan tanpa rasa takut saat ingin membuka tiba-tiba knop pintunya seperti ingin dibuka oleh seseorang secara berutal.


"Siapa kamu apa yang kamu mau."ucap wanita hamil itu entah dengan siapa.


wanita hamil itu terus saja bertanya tetapi tidak ada jawaban dari luar sana dan saat ia membuka pintu tiba-tiba.


"Kau."ucap wanita hamil itu.


"Maaf sayang sudah mengagetkanmu."ucap seorang peria dari depan pintu.


wanita itu merasa penasaran ia bertanya kembali kepada peria yang tak lain iyalah suami dari wanita itu.


"Kenapa kamu belum tidur."ucap suami wanita itu.


"Aku tidak bisa tidur."ucap wanita itu pada suaminya.


"Kenapa,apa ada yang sedang kau fikirkan."ucap suami dari wanita itu.


"Aku takut jika ucapan seorang nenek yang bertemuku di taman tadi jadi kenyataan."ucap wanita itu pada suaminya.


"Memang nya apa yang ia katakan sampai membuatmu merasa takut seperti ini.


"Ia mengatakan jika aku akan melahirkan seorang anak yang sangat cantik dan ia memiliki kemampuan yang tidak di miliki orang lain, jaga baik -baik ia jika tidak, anak itu akan berada dalam bahaya besar."ucap wanita itu menjelaskan panjang lebar.


"Sudah tidak udah difikirkan, anak kita akan baik -baik saja,dan tidak akan terjadi sesuatu padanya, aku berjanji."ucap peria itu meyakinkan istrinya.


"Tetapi."ucap wanita itu kembali.


"Baiklah,sekarang kamu harus tidur, jangan terlalu difikirkan,kamu tidak boleh merasa stress atau tertekan akan sesuatu karena itu akan berdampak pada Putri kita didalam kandunganmu itu, mengerti."ucap peria itu pada istrinya.


"Baiklah aku akan tidur sekarang."ucap wanita itu.


Jakson tidak ingin jika istrinya itu merasa tertekan atau stress ia tidak ingin jika wanita yang sangat dicintainya itu dalam bahaya begitu juga bayi yang ada di kandungannya.


"Aku berjanji akan menjaga keluarga kecil kita."ucap Jakson sambil mengecup kening sang istri dengan sayang.


wanita itu akhirnya bisa tertidur dengan tenang dan bangun di pagi hari, dengan tidak lagi memikirkan apa yang diucapkan oleh wanita tua itu padanya.


"Pagi sayang."ucap Maya.


"Gimana apa kamu tidur dengan nyenyak semalam."ucap Maya putrinya.


"Semalam ia masih terus saja mengingat apa yang di ucapkan oleh nenek tua itu padanya."ucap Jakson pada ibu mertuanya itu.


Maya memperhatikan putrinya itu ia tau jika ada raut wajah ketakutan dan khawatir yang ia rasakan di balik wajah cantiknya itu, ia mencoba tidak peduli, tetapi ia juga seorang ibu mungkin jika ia jadi putrinya ia akan melakukan hal yang sama seperti putrinya sekarang ini, yang ia bisa hanya melindunginya dari orang orang yang ingin mencelakainya dengan kemampuan yang ia punya.


"Sayang ibu kan sudah bilang sama kamu, ibu akan selalu ada untuk kamu dan akan selalu menjaga kamu dari siapapun."ucap Maya sambil menggenggam erat tangan putrinya itu mencoba untuk menguatkannya.


"Iya ibu tenang saja aku juga akan menjagamu dan calon adikku,aku berjanji akan menjaga kalian dimanapun dan sampai kapanpun."ucap laki -laki tampan itu yang tak lain adalah Septian.


Lily yang melihat itupun merasa sedikit tenang dan nyaman bersama mereka orang -orang yang sangat ia cintai dan ia sayangi, dan tak terasa sudah waktunya ia melahirkan ia merasa perutnya mengalami kontraksi yang sangat hebat ia mengatakan jika ia akan segera melahirkan bayinya,dan semua yang sedang makan bersama itu menghentikan kegiatannya dan beregas menuju rumah sakit.


"Kita kerumah sakit sekarang."ucap Maya pada menantu dan cucunya.


"Baik Bu."ucap Jakson pada Maya ia bergegas menggendong sang istri untuk naik ke mobil dan mereka semua berangkat.


sesampainya mereka dirumah sakit Jakson meminta suster untuk membantunya membawa sang istri, dan salah satu suster datang dengan membawa brankar rumah sakit untuk membawa istrinya keruang bersalin.


Maya, dan Septian menunggu kedua orangtuanya keluar dari ruang operasi cukup lama mereka tunggu tiba-tiba lampu operasi itu mati dan dokter keluar dari ruang operasi untuk memberitahu jika pasien dan anaknya selamat.


"Permisi keluarga Jakson."ucap dokter.


"Iya dok kami keluarga Jakson,bagimana dok dengan kondisi anak saya dan cucu saya."ucap Maya pada dokter itu.


"Bayi dan anak ibu sehat, mereka akan kamu bawa keruangan inap pasien, jika seperti itu saya permisi.


"Baik Dok terimakasih informasinya.


Septian yang tidak sabar untuk melihat adiknya itu meminta Maya untuk masuk menemui ibu dan adiknya tetapi ternyata adiknya tidak menangis saat keluar melainkan haya diam suster yang merasakan ada yang aneh segera memanggil dokter untuk memeriksakan kondisi adiknya itu dan ternyata adiknya tidak selamat.


"Maaf Bu, pak,kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi nyawa anak ibu dan bapak tidak bisa kami selamatkan."Ucap Dokter arka pada Jakson.


"Tapi bagaimana bisa dok,putri saya tadi baik -baik saja kan, kenapa jadi seperti ini."ucap Jakson pada dokter.


"Maaf pak tapi kejadian seperti ini baru terjadi dirumah sakit ini, kami minta maaf."ucap dokter arka pada Jakson.


Lily yang mendengar itu pun terkejut dan langsung menangis sambil memeluk putri kecilnya itu begitupun dengan Maya dan Septian mereka juga menangis tetapi setelah setengah jam berlalu putri mereka menangis dan ia kembali hidup membuat semua orang yang menyaksikan itu takjub dan tidak menyangka.


"Putriku kamu kembali."ucap Lily merasa bahagia.


setelah itu mereka kembali kerumah dan merawat putri mereka yang diberi nama kiyara adinda Putri zavira putri kecil mereka itu tumbuh menjadi gadis cantik yang baik hati dan periang.


flasback off


Namun itu tidak bertahan lama karena kiyara tumbuh dengan penglihatan yang tidak biasa ia bisa melihat sosok yang tidak bisa dilihat orang lain dengan mata biasa ia bermain bercerita dan jalan jalan dengan mereka,sampai ia masuk sekolah hingga sekarang ia masih tidak bisa lepas dari bayang-bayang mereka.


"Ayo Aya kita bermain."ucap sosok anak kecil peria.


"Kalian mengajakku bermain."ucap kiyara tidak percaya akhirnya ia memiliki teman.


"Tentu saja,ayo."ucap sosok anak laki-laki itu.


kiyara dan keempat anak kecil itu bermain bersamanya disaat kedua orangtua dan kakanya tidak ada dirumah dan mereka pergi bekerja, Kiyara bermain bersama mereka.


"Kalian dari mana saja aku mencari kalian."ucap kiyara pada anak kecil laki- laki dan perempuan itu.


"Kami ada bersamamu dan kami tidak kemana- mana."ucap mereka pada kiyara.


"Aku tau itu, tapi apa aku boleh bermain dengan kalian."ucap kiyara pada teman-teman barunya itu.


"Tentu saja ayo kita bermain bersama."ucap mereka pada kiyara.


kiyara bermain dengan anak-anak kecil disekitar rumahnya, tanpa dia sadari anak kecil yang bermain dengannya itu adalah sosok anak kecil yang tidak bisa dilihat dengan orang lain.


"Aya, ayo kita bermain."ucap kiyara pada teman -temannya.


kiyara segera berlari mengikuti anak-anak yang bermain bersamanya, tetapi ia orang -orang yang menjaganya atau yang bekerja di rumahnya tidak melihat siapapun yang bermain dengannya.