
karena penasaran Maya dan septa melihat keadaan kiyara, dan benar saja keadaannya memang tidak baik Maya hanya melihat tubuhnya kiyara saja yang ada disana sedangkan sukmanya tidak ada bersama tubuhnya.
"Saya hanya melihat tubuhnya saja yang sedang bersama kita tetapi jiwa dan Sukma nya tidak ada bersama tubuhnya."ucap Maya.
"Lalu dimana Sukmanya dan apa yang ia lakukan disana."ucap Resa pada Maya.
"Sepertinya ada yang meminta bantuannya jadi orang itu menjemput sukma kiyara untuk dibawa ketempat lain.
"Pantas saja aku merasa ada yang aneh dengan tubuhnya kiyara."ucap Resa pada Maya.
"Kalian berdua harus mencarinya dan cari tau dimana ia berada."ucap Maya.
"Baik."ucap Raka dan Resa.
Resa dan Raka memasuki dimensi lain untuk mencari keberadaan kiyara tentunya di bantu oleh Maya dan septa, mereka memulainya dan di samping tubuh kiyara tentunya ia menyiapkan lilin yang di buat lingkaran dan didalamnya ada Resa dan Raka dan baik resa dan Raka mengetuk lantai rumah mereka dengan jadi telunjuk dan seketika ia berpindah ke dimensi lain untuk mencari kiyara dan puncak permasalahannya.
"Apa kita sudah sampai."ucap Resa pada Raka.
"Ya kita sudah sampai di tempat tujuan."ucap Raka.
"Baiklah apa yang harus kita lakukan."ucap Resa pada Raka.
"Kita harus mencari kiyara."ucap Raka pada Septa.
"Ayo kita harus bergerak cepat karena waktu kita tidak banyak."ucap Raka pada Resa.
"Waktu apa yang kamu maksudkan."ucap Resa merasa binggung.
"Kita hanya memiliki waktu sampai besok pagi untuk selamatkan mereka dari bahaya jadi jangan sia- siakan waktu kita, atau kita tidak akan bisa kembali."ucap Raka panjang lebar.
"Baiklah ayo."ucap Resa.
pencarian dimulai dari saat mereka sampai dan orang - orang yang melihat mereka merasa aneh karena tidak pernah melihat mereka sebelumnya dan mereka sudah di pengaruhi oleh sosok - sosok yang mengerikan.
"Kamu harus hati-hati karena mereka sudah di pengaruhi oleh sosok lain."ucap Raka memperingati.
"Baiklah."ucap Resa pada Raka.
"Siapa kalian dan mau apa kalian datang kesini."ucap salah seorang warga disana.
"Apa kalian melihat seorang wanita cantik berpakaian seperti kami lewat sini."ucap Resa pada penduduk itu.
"Kami tidak melihatnya sebaiknya kalian pergi dari sini."ucap salah seorang warga disana.
Tiba -tiba saat mereka ingin meninggalkan tempat itu salah seorang warga ingin menyerang mereka dan dengan sigap seorang wanita datang dengan membawa ranting pohon yang sudah diberikan mantra dan air untuk membuat mereka tidak bisa mendekat dan meminta Raka dan Resa meninggalkan tempat itu dan ia kan menyusulnya nanti.
"Cepat pergi dari sini, aku akan menghlau mereka pergi ke arah sana dan kalian akan menemukan apa yang kalian cari, cepat kalian tidak punya banyak waktu."ucap wanita itu.
"Tapi bagaimana denganmu kami tidak akan pergi kami akan membantumu di sini, kita pergi bersama."ucap Resa.
"Tidak ada waktu kalian harus pergi aku bisa sendiri untuk mengusir mereka cepat.''ucap wanita itu sambil berteriak kearah mereka.
akhirnya baik Resa dan Raka hanya mengikuti perintah wanita itu dan arahnya sambil menunggu wanita itu tiba ia akan bertanya siapa wanita itu dan apa tujuannya membantu mereka, tak lama setelah itu wanita yang menyelamatkan mereka datang.
"Kalian tidak apa-apa."ucap wanita itu.
"Ya kami tidak apa-apa, harusnya kami yang bertanya padamu."ucap Resa pada wanita itu.
"Apa kamu baik -baik aja."ucap Resa pada wanita itu.
"Ya aku baik -baik saja."ucap wanita itu.
Raka yang sedari tadi hanya diam saja akhirnya buka suara dan bertanya kepada wanita yang sudah menolong mereka tadi.
"Terimakasih atas bantuanmu tadi, dan kenapa kamu membantu kami."ucap Raka penasaran.
"Aku tau apa tujuan kalian datang kesini, dan aku pun memiliki tujuan yang sama seperti kalian aku sama seperti kalian."ucap wanita itu menjelaskan.
"Maksudmu."ucap Resa yang merasa binggung.
"Aku juga memiliki kekuatan seperti kalian tapi tidak sebesar kekuatan wanita yang sedsng kalian cari."ucap wanita itu.
Resa yang mendengar itupun terkejut bukan main bagaimana bisa ada seseorang yang tau tujuan mereka kesini dan kekuatan kiyara, Raka yang mendengar itu juga merasa terkejut tetapi ia tidak menunjukkannya.
"Kalian mencari seorang wanita bukan."ucap wanita itu pada mereka.
"Aku juga sedang mencari seorang wanita yang bersamanya."ucap wanita itu.
"Kami tidak percaya padamu."ucap Resa pada wanita itu.
"Kalian tidak harus mempercayaiku."ucap wanita itu.
"Sudah berhenti berdebat dan kita haru cepat karena waktu kita tidak banyak."ucap Raka pada Resa dan wanita yang belum ia ketahui namanya itu.
Raka dan Resa meninggalkan tempat itu begitupun wanita yang bersama mereka itu.
"Kemana kita harus mencari mereka."ucap Resa pada Raka.
"Kita akan mencari mereka di tempat ini karena aku yakin mereka sudah kabur dari kejaran para bos narkoba itu.
"Darimana kau tau."ucap Resa merasa binggung.
"Aku bisa mengetahui keberadaan mereka Sekarang kalian berdua ikut aku."ucap wanita itu.
Disisi lain kiyara sedang membantu David untuk menenangkan Victoria yang tidak sadarkan diri karena benturan di kepala tadi dan ia masih di pengaruhi oleh sosok yang merasuki tubuhnya.
"Bagaimana ini ia tidak sadarkan diri juga."ucap David panik.
"Sementara itu biarkan dulu seperti ini aku akan mencoba mengeluarkan sosok yang merasukinya.
"Apa kamu butuh bantuan."ucap David pada kiyara.
"Tentu saja aku tidak bisa mengeluarkan nya sendirian jadi aku butuh bantuanmu untuk pegangi ia jangan sampai ia terlepas dan kau terlempar keluar mengerti."ucap kiyara pada David.
"Baiklah akan ku usahakan."ucap David pada kiyara.
kiyara memulainya seperti yang sudah ia lakukan sebelumnya tanpa ragu dan tanpa ada rasa takut sedikitpun ia menggores kan luka pada tangannya dan menyiramkannya pada air garam setalah itu ia mengambil ranting pohon dan menempelkannya pada kepala Victoria tetapi David tiba tiba saja memarahinya akibat tindakan bodohnya itu yang menggoreskan tangannya sendiri.
"Apa kau sudah tidak waras ya menggoreskan tanganmu sendiri apa kau mau mati disini."ucap David yang merasa marah pada kiyara.
"Aku baik -baik saja itu memang caraku untuk mengeluarkan mahluk ini dari tubuhnya."ucap kiyara.
"Apa tidak ada cara lain selain melukai dirimu sendiri."ucap David pada kiyara.
"Hei aku baik- baik saja."ucap kiyara.
"Aku tidak ingin membantu mu."ucap David bersikeras.
"Terserah kau saja,aku hanya ingin menolongnya."ucap kiyara tak kalah keras.
David yang merasa binggung tidak tega melihat kiyara melakukannya sendirian ia juga ingin membantu wanita itu akhirnya ia meminta maaf dan membantu kiyara.
"Baiklah aku minta maaf karena sudah berteriak padamu."ucap David.
"Iya tidak apa-apa, aku yakin kamu pasti kaget dengan apa yang ku lakukan ini tetapi ini memang jalan satu satunya untuk membantu mereka."ucap kiyara
Ditempat lain
Maya dan Septa terkejut dengan apa yang mereka lihat telapak tangan kiyara mengeluarkan darah yang sangat banyak itu yang membuat mereka panik bukan main dan septa langsung bergegas mengambil kotak p3k untuk mengobati lukanya.
"Ibu jadi tangan kiyara."ucap septa pada Maya.
"Sebentar aku ambil kotak p3k dulu untuk mengobati lukanya."ucap septa pada Maya.
"Yaudah kamu ambil kotak p3k."ucap Maya.
Septa kembali kekamar untuk mengobati luka yang berada di telapak tangannya kiyara.
"Kamu itu kenapa sih ya seneng banget ngundang bahaya."ucap Septa binggung.
"Tunggu dulu jangan kamu obatin dulu biar dia selesaikan tugasnya."ucap Maya pada Septa.
"Tapi nanti kalo darahnya abis gimana."ucap Septa panik.
"Yaudah kamu obatin aja dulu."ucap Maya.
"Iya."ucap Septa.
Maya merasa ada yang aneh dengan anak itu tetapi ia juga tidak ingin cucunya kenapa- Napa.