
kiyara menunggu ketiga sahabatnya dikamarnya dengan bukti yang sudah ia siapkan.
"Lain kali kalau kamu mau masuk tuh ketuk pintu dulu atau permisi, biar aku engga kaget."ucap kiyara dengan kesal.
"kamu fikir aku manusia, yang masuk harus ketuk pintu dulu."ucap seseorang itu pada kiyara.
"Oh...benar juga ya."ucap kiyara kembali.
Tidak lama setelah itu ketiga sahabatnyapun tiba dirumah kiyara dengan membawa barang barang yang ia minta seperti ranting pohon tua, air doa, dan beras yang sudah dibacakan doa. entah mereka dapat dari mana kiyara juga tidak tau, yang jelas dan pasti ia sudah mendapatkan benda benda tersebut.
"Dinda."ucap Chaca yang sudah memasuki pekarangan rumah kiyara.
"Siapa, tunggu sebentar."ucap seseorang dari dalam sana.
"Non aya ada yang mencari non."ucap wanita paruh baya itu dari bawah lantai satu.
"Iya."ucap kiyara.
Kiyara segera bergegas menuju bawah lantai satu untuk bertemu dengan ketiga sahabatnya karna ia sudah diberitahu sebelumnya jika ketiganya sudah ada didepan rumahnya.
"Aku harap mereka bawa apa yang aku minta."ucap kiyara.
"Hei kau mau ikut tidak."ucap kiyara kembali.
"Apa tidak apa jika aku ikut denganmu kebawah."ucap sosok itu.
"Tentu saja, memang nya kenapa sampai aku tidak mengizinkannya sepertinya aku tidak punya alasan untuk itu."ucap kiyara menjelaskan panjang lebar.
"Baiklah, apa mereka juga bisa melihatku seperti kau melihatku."ucap sosok itu.
"Aku akan bantu mereka agar mereka bisa melihatmu itu akan sangat membantu bukan."ucap kiyara.
"Terserah kau saja."ucap sosok itu.
"Baiklah ayo, mereka sudah menunggu kita.
kiyara langsung kebawah untuk menemui ketiga sahabatnya dan tak lupa sebelum itu ia meminta bibi untuk menghubungi neneknya.
"Bi tolong hubungi nenek ya bilang sama nenek kalo kami sudah sudah berkumpul."ucap kiyara kepada bi mirah.
"Hanya itu,apa ada pesan lainnya non."ucap bi mirah pada kiyara.
"Ah....dan juga katakan pada nenek jika aku sangat menyayangi nya dan merindukannya.
aku akan mengunjunginya setelah aku lulus nanti.
"Baik non aya, akan bibi sampaikan."ucap bi mirah pada kiyara.
setelah itu bi mirah langsung menghubungi Maya dan kiyara langsung menemui teman temannya dan menunjukan apa yang ia ketahui sesuai janjinya tadi pada teman temannya.
"Jadi bagaimana denganku."ucap pria yang ada di hadapan kiyara saat ini.
"Tentu saja kamu ikut denganku."ucap kiyara.
"Apa ini tidak terlalu cepat."ucap pria itu pada kiyara.
"Kamu ini ngomong apa sih, ini waktu yang tepat untuk mengenalkan mu pada mereka agar mereka tidak kaget jika bertemu denganmu nanti, karna kamu akan membantuku bukan."ucap kiyara panjang lebar.
"Baiklah tapi jangan salahkan aku jika mereka terkejut nanti."ucap pria tersebut dengan nada mengejek.
"Terserah."ucap kiyara dengan memutar kedua bola matanya malas.
Bi mirah kembali menemui kiyara ditengah perdebatan yang membuatnya lelah, kiyara seketika diam dan membahas hal yang ingin ia sampaikan pada ketiga sahabatnya itu mengenai apa yang akan ia tunjukan pada ketiganya.
"Aku sudah bilang kan sama kalian kalo aku punya bukti tentang wanita itu sebelum itu aku ingin kalian kenal dengan seseorang yang akan membantu kita."ucap kiyara.
Saat sedang mengobrol serius tiba tiba mirah datang dan memberitahukan kiyara sesuatu.
"Non aya bibi sudah memberitahukan pada bu maya tentang pesan non aya yang tadi, tapi."ucap bi mirah menggantung.
"Tapi apa bi."ucap kiyara.
"Non cek pesan yang dikirimkan bu maya aja non."ucap bi mirah pada kiyara.
"Pesan."ucap kiyara pada bi mirah.
"Iya bu maya minta jika non harus mengecek pesan di ponsel non aya."ucap bi mirah pada kiyara.
"Yaudah bi makasih ya.
Sebelum melanjutkan kiyara mengecek kembali pesan yang dimaksud oleh bi mirah tadi.
"Grandma massage.....📱📲
"Sayang ini oma sebelum kamu memulai untuk ngebantu semuanya, kamu harus inget ya kalau kali ini kalian harus extra hati hati karna mereka lawan yang cukup kuat sayang , dan satu lagi, baca ini sebelum kalian memulai semuanya, karna ini yang bisa menolong kalian, putra dan septa akan membantu kalian.
"Siap oma, terimakasih, aya sayang oma 💜 love you 😘*
pesan selesai....📱
setelah selesai mengirimkan pesan pada sang nenek kiyara kembali kepada topik yang sedang mereka bahas bersama.
"Kenalkan ini yang akan membantu kita."ucap kiyara kepada ketiga sahabatnya.
"Dia, siapa."ucap Chaca membuka suara.
"Pertama tama aku ingin kalian menutup mata kalian terlebih dahulu kecuali lian."ucap kiyara kembali.
"Karna liat sebenarnya bisa melihat apa yang tidak bisa kalian lihat, ia sama sepertiku bisa melihat mereka."ucap kiyara yang membuat kedua sahabatnya itu tercengang tidak percaya.
"A - apa."ucap Chaca dan Dimas bersamaan.
"Ia yang dibilang dinda itu benar."ucap Julian membenarkan.
"Tapi tunggu sejak kapan kamu tau kalau aku bisa lihat mereka, sedangkan aku engga cerita sama siapapun."ucap Julian binggung.
"Nanti aku jelasin sebelum itu kita buka mata batin mereka berdua dulu, kamu bantu aku supaya mereka bisa liat apa yang kita lihat sebelumnya."ucap kiyara pada Julian.
"Baiklah."ucap Julian menyetujuinya.
"Jadi maksudnya Chacha dan Dimas dibuka mata batinnya emang bisa."ucap Chaca merasa binggung.
"Bisa cha, sekarang ya, lian kamu bantu aku dan kamu juga bantu aku."ucap kiyara kembali.
"Baiklah."ucap Julian dan pria yang bersama mereka.
Kiyara, julian memulai untuk membuka mata batin chaca dan dimas dan tak lupa pria yang bersama mereka pun membantu mereka, setelah itu putra dan septa pun datang untuk pergi bersama mereka menuju misi mereka dan sebelum itu putra dan septa memberitahukan kepada mereka apa yang akan mereka hadapi supaya nanti mereka tidak terkejut dengan apa yang terjadi saat mereka sampai disana.
"Hei apa kalian sudah selesai."ucap putra yang tiba tiba datang.
"Sebentar lagi apa kita akan berangkat sekarang."ucap kiyara pada putra.
"Tunggu sampai kalian selesai."ucap putra kemudian.
"Kami sudah selesai."ucap kiyara pada putra.
"Baiklah jika begitu aku akan menjelaskan terlebih dahulu tentang apa yang akan kita hadapi nanti dan dengan siapa kita akan berhadapan.
"Baiklah jadi dengan siapa kita akan berhadapan dan siapa yang akan kita selamatkan.
"Kamu memiliki buktinya bukan."ucap putra pada kiyara.
"Ah...benar juga, aku memiliki buktinya."ucap kiyara kembali.
Setelah itu kiyara mengeluarkan bukti yang ia miliki dari dalam kamarnya sebuah foto keluarga dengan putri mereka, dan di foto kedua ada seorang pria paruh baya dengan mobil tua yang cukup mewah pada masanya dan tanpa ia sadari ternyata didalam foto itu ada sebuah huruf yang dikelilingi asap hitam yang cukup tebal dan mereka semua pun bisa melihatnya.
"Ini bukti yang aku bicarakan pada kalian waktu disekolah.
"Apa kamu yakin semua bukti ini sudah lengkap semua."ucap putra pada kiyara.
"Tunggu dulu sepertinya ada satu lagi yang tertinggal."ucap kiyara yang membuat semuanya binggung.
"Ada lagi."ucap Chaca pada kiyara.
"Iya ada satu lagi dan aku mendapatkannya karena ada yang memberikanku."ucap kiyara pada semuanya.
"Apa itu."ucap kiyara.
"Tunggu sebentar akan aku ambilkan dulu."ucap kiyara pada semuanya.
Kiyara mengambil barang barang yang di maksudkan dikamarnya setelah itu kiyara kembali lagi kebawah untuk menemui teman temannya.
"Ini aku mendapatkannya dari seorsng wanita, ia memberikanku ini dan mengatakan jika, aku pasti akan memerlukannya suatu saat nanti dan seperti ia sudah mengetahuinya.
"Ohya aku sampai lupa, perkenalkan dia sepupuku."ucap kiyara pada ketiga sahabatnya mengenai pria yang bersamanya itu.
"Dia siapa."ucap keduanya.
"Namaku devan."ucap pria yang sudah bersama dengan mereka."
"Hi devan kenalin aku Chaca."ucap Chaca pada Devan.
"Gue Dimas."ucap dimas pada devan.
"Okay gue udah tau kalian ko."ucap devan.
"Bagus deh."ucap Dimas pada devan.
Setelah semua bukti sudah mereka kumpulkan dan penjelasan yang diberikan putra pada mereka akhirnya mereka semua berangkat untuk menyelamatkan wanita yang disandra itu.
"Kita berangkat sekarang."ucap putra.
"Okay semua bukti dan barang barang yang akan kita gunakan sudah aku bawa ada di dalam tas ini."ucap kiyara menjelaskan panjang lebar.
"Tapi apa kita bisa menang lawan mereka."ucap Chacha yang tiba tiba ragu.
"Chaca kamu jangan pesimis gitu kita pasti menang ko."ucap kiyara meyakinkan sahabatnya itu.
"Za, kamu jangan lupa bawa benda yang kemarin aku kasih."ucap devan pada kiyara.
"Okay."ucap kiyara pada devan.
Setelah itu mereka semua pergi untuk melakukan misi mereka, dan tak lupa juga ia berpamitan dengan bi mirah.
"Bi aya pergi dulu ya nanti kalo mamah pulang bilang aja kalo aya pergi kerumah septa.
"Baik non hati hati ya, kalian semua, bibi doakan semoga kalian semua berhasil."ucap bi mirah pada semuanya.
"Baik bi makasih doanya."ucap kiyara dan semua teman temannya.
Mereka semua akhirnya berangkat untuk menuntaskan misi mereka.
"Aku akan pastikan kalian menyesal."ucap semuanya.