
Lily selesai berpamitan dan ia langsung meninggalkan halaman rumah ibunya untuk pulang kerumah, Lily berharap jika putrinya akan baik saja disana,dan tidak perlu merasa khawatir.
"Semoga kamu baik -baik aja sayang disana."ucap Lily yang semakin menjauh dari halaman rumah ibunya.
di tempat lain kiyara membantu neneknya untuk membersihkan meja makan, setelah selesai neneknya meminta kiyara untuk duduk bersamanya karena ada hal penting yang ingi di ceritakan sang nenek padanya.
"Aya duduk disini ada hal yang ingin nenek katakan dan nenek tanyakan sama kamu."ucap wanita paruh baya itu pada kiyara.
"Iya nek."ucap kiyara.
kiyara berjalan menuju ruang tengah untuk berbicara kepada neneknya, wanita paruh itu bertanya kepada cucunya mengenai hal yang sangat penting tentang kondisi tangannya itu.
"Aya nenek boleh tau, tangan kamu kenapa."ucap neneknya pada kiyara.
"Boleh nek."ucap Kiyara pada neneknya.
"Tangan kamu itu kenapa."ucap wanita paruh baya itu dengan kiyara.
"Tangan Aya ini."ucap kiyara.
Ia menjelaskan kepada neneknya tentang apa yang ia alami selama ini.
"Jadi gini nek,setiap malam itu Aya selalu kebangun, dan selalu ada sosok yang masuk setiap malam dan membuat tanda di tangan Aya."ucap kiyara panjang lebar, dengan membuka perbannya.
wanita paruh baya itu syok mendengar penuturan cucunya itu dan kiyara merasa senang dan merasa sakit secara bersamaan, ia merasa senang karena bisa bertemu dengan neneknya, dan sakit karena merasa tangannya yang merasakan sakit kembali, neneknya pun bertanya kepada kiyara siapa wanita yang datang bersamanya selain ibunya itu.
"Aya wanita yang Dateng sama kamu itu siapa."ucap wanita paruh baya itu.
"Wanita, yang mana nek."ucap kiyara berpura-pura tidak tau.
"Wanita yang sekarang di samping kamu itu loh."ucap wanita paruh baya itu.
kiyara bertanya kepada neneknya apakah neneknya benar-benar bisa melihat sosok yang bersamanya.
"Nenek benar-benar bisa melihatnya."ucap kiyara penasaran.
"Tentu saja bisa, apa dia teman sekolahmu."ucap wanita paruh baya itu.
kiyara semakin yakin jika neneknya memang bisa melihat diva yang sedang bersamanya sekarang, Dan ia akan bertanya kepada neneknya apa yang terjadi padanya saat ia masih kecil.
"Dia bukan teman sekolahku nek."ucap kiyara.
"Jadi dia sosok wanita yang selalu mengikutimu."ucap Maya wanita paruh baya itu.
"Iya nek."ucap kiyara.
Maya memperingatkan sosok yang mengikuti cucunya itu untuk tidak mengganggu atau mencelakai putrinya, ia akan membantu wanita itu untuk mendapatkan apa yang ia mau.
"Kau boleh mengikuti kemanapun cucuku pergi, asal kau tidak menganggu cucuku dan membahayakan."ucap Maya pada sosok diva itu.
sosok itu mengerti dan akhirnya menyetujui permintaan Maya untuk membantu melindungi cucunya dari bahaya yang akan mengancam keselamatannya suatu saat nanti .
"Baik saya setuju."ucap sosok itu pada Maya.
Saat sedang mengobrol dengan cucunya tiba-tiba ada yang memasuki rumah Maya dengan nafas memburu ia meminta tolong kepada Maya untuk membantunya mengusir roh jahat yang menanggung adiknya.
"Nyonya aku minta tolong kepada nyonya untuk membantuku mengusir roh yang memasuki tubuh adiku."ucap peria itu.
kiyara memalingkan wajahnya kepada peria itu dan hanya terdiam tanpa melakukan apapun, setelah itu Maya meminta kiyara bersiap untuk berangkat ke rumah peria itu dan membantu mereka disana.
"Aya bersiap kita berangkat, sekarang. "ucap Maya pada kiyara.
sementara itu Maya sudah menyuruh diva untuk pergi ketempat itu terlebih dahulu, dan mentralkan kekuatan jahat yang akan menghalangi mereka, diva langsung menghilang setelah itu.kiyara dan Maya sudah sampai ditempat tujuan dan kiyara juga melihat Raka dan septa juga yang berada disana.
"Kalian."ucap kiyara pada Maya dan septa.
Maya melihat kearah Raka dan septa untuk menahan anak itu agar tidak melukai dirinya sendiri semntara itu kiyara membuka perbannya dan menyiramkan air ke tangannya yang mengeluarkan api berwarna biru dan hijau dan tak lupa akar pohon yang selalu setia menemaninya.
"Kamu harus mati."ucap sosok itu yang berlari menuju kiyara.
kiyara mencoba mengindari sosok itu.dan ia mundur beberapa langkah sebelum ia berlari kembali untuk mengeluarkan sosok yang masuk kedalam tubuh anak kecil itu,kiyara memegang kepala dan leher anak itu, Maya yang melihat itu pun terkejut bukan main ia masih tidak mengerti bagimana bisa cucunya melakukan itu semua, ia tidak menyangka jika cucunya memiliki kemampuan yang luar biasa itu .
"Kamu harus musnah bersamaku."ucap sosok itu pada kiyara.
"Kita lihat saja siapa yang akan musnah,dan mati."ucap kiyara.
"Aku membenci orang seperti kalian."ucap sosok itu yang membuat kaca dirumah itu pecah dan berserakan dimana-mana.
"Aku juga sangat membenci sosok keras kepala seperti kalian."ucap kiyara.
diva membantu kiyara untuk mengunci sosok yang masuk kedalam anak kecil tetangga rumahnya itu.ia terus menerus mengatakan jika ia akan membunuh semua keluarga yang ada disini, termasuk semua orang yang membantu keluarga ini.
"Aku membenci kalian semua, aku akan membunuh keluarga ini dan aku akan membunuh semua orang yang membantu mereka."ucap sosok itu dengan tertawa yang mengerikan.
kiyara kembali memegang leher anak kecil itu hingga menembus sosok yang merasuki anak itu,dibantu oleh Maya dan diva, karena septa dan Raka sudah terlempar keluar rumah dengan yang lain, jadi hanya tinggal mereka berempat.
"Aya kamu ambil ranting pohon yang sama di tas nenek, cepat biar nenek yang memegangnya."ucap Maya pada kiyara.
"Iya nek."ucap kiyara.
"Nek ini."ucap kiyara pada Maya."
"Cekik leher sosok itu sekarang dan basuh tanganmu kembali dengan air itu. "ucap Maya pada kiyara.
"Baik."ucap kiyara.
septa Raka dan keluarga si anak laki laki itu mencoba memasuki rumah untuk membantu tetapi mereka tidak bisa masuk karena pintu terkunci dan hanya menyisakan kiyara, Maya dan diva disana, jadi hanya mereka yang mampu mengeluarkan sosok itu.
"Kalian harus mati bersamaku."ucap sosok itu pada kiyara dan Maya.
"Kamu, akan kami musnahkan."ucap Maya pada sosok yang memasuki tubuh anak itu.
"Aku akan membawa salah satu dari kalian untuk ikut bersamaku."ucap sosok itu pada Maya.
"Sebelum kau berhasil membawanya aku akan membuatmu meninggalkan tubuh anak ini."ucap Maya.
Kiya yang memegang semua peralatan yang sudah ia siapkan ditangannya dan ia langsung memegang leher dan kepala anak itu untuk mengusir sosok yang merasuki anak kecil itu, saat Maya memberikan kode kepada kiyara ia langsung mengetahuinya dan segera menempelkan beda-beda tadi pada anak kecil itu agar sosok yang merasuki tubuh anak itu agar segera pergi.
"Aya sekarang."ucap Maya yang berteriak padanya.
"Baik."ucap kiyara.
ia segera melemparkan benda beda yang ia bawa tadi dan kiyara kembali membasahi tangannya agar ia bisa lebih mudah memusnahkan sosok yang merasuki anak kecil itu.
"Aku akan membawa kalian bersamaku."ucap sosok dalam tubuh anak kecil itu.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi."ucap kiyara pada sosok yang berada pada anak kecil itu.
kiyara menempelkan dua akar pohon tua dan juga tak lupa ia menempelkan telapak tangannya yang sudah ia basahi dengan air dan muncullah api berwarna hijau dan biru walaupun ia merasa sangat kesakitan tapi ia mencoba untuk bertahan sampai akhir agar ia bisa menyelamatkan anak kecil itu ia juga tidak sendiri ada Maya, diva , septa dan Raka yang membantunya dari luar dan dalam, akhirnya sosok itu dapat dikalahkan dan ia musnah dengan api yang membakar dirinya.
"Akhirnya ini berakhir."ucap kiyara yang merasa kelelahan.
"Kamu akan baik- baik saja aku akan terus membantumu."ucap diva pada kiyara.
"Kita berhasil."ucap Maya.
pintu rumah yang terkunci akhirnya terbuka kembali, kedua orangtua anak itu masuk kedalam dan disusul dengan Raka dan septa yang berjalan di belakang mereka.
"Kita berhasil."ucap Raka dan septa pada Maya dan kiyara.
"Iya, kita berhasil mengalahkan mereka."ucap Maya.
kiyara yang mendengar itupun hanya bisa tersenyum tanpa membalasnya, kedua orangtua anak itu menanyakan bagimana keadaan putra mereka, apa ia,baik -baik saja,dan apa sosok itu akan kembali lagi menyerang mereka.
"Bagaimana dengan putraku, apa ia baik -baik saja."ucap kedua orangtua anak itu.
"Iya dia baik-baik saja, kalian harus tetap mengawasi putra kalian dan jika ada sesuatu terjadi,kalian bisa panggil kami kembali."ucap Maya pada kedua orangtua anak itu.
"Apa kalian baik -baik saja."ucap kedua tetangga meylin dan Ryan kedua orang tua Bayu, anak kecil yang ia tolong tadi.
"Kami baik-baik saja kalian tidak perlu khawatir."ucap Maya pada keluarga Ryan.
meylin menanyakan kepada Maya apa wanita itu baik -baik aja, yang dimaksudkan wanita itu ialah dirinya dan meylin bertanya kepada Maya siapa dirinya, karena ia baru melihatnya.
"Apa wanita itu baik-baik saja."ucap meylin merasa khawatir,karena melihat ia yang sangat kelelahan.
"Ah..wanita ini, dia."ucap Maya.
"Aku baik -baik saja."ucap kiyara pada meylin tetangganya itu.
"Wanita itu siapa Maya."ucap meylin pada Maya nenek kiyara.
"Wanita muda ini cucuku, ia baru saja datang untuk berlibur di rumahku."ucap Maya pada meylin yang tak lain adalah sahabatnya sekaligus tetangganya itu.
"Ah.. pantas saja aku baru melihatnya."ucap meylin.
setelah selesai semua Maya dan yang lainnya berpamitan untuk pulang kerumah dan hari mulai gelap, ia baru menyadari jika ia membantu teman neneknya sejak siang dan saat selesai hari mulai gelap.
"Kami akan pulang sekarang, dan jangan tinggalkan anak-anak mu sendirian, dan jika terjadi sesuatu kau bisa memanggil kami."ucap Maya pada meylin dan Ryan.
"Baiklah terimakasih, atas bantuannya."ucap keluarga meylin.
kiyara dan yang lainnya kembali pulang kerumah untuk beristirahat.ini adalah hari yang cukup panjang bagi mereka semua terutama bagi dirinya, sesampainya ia dirumah berpamitan untuk beristirahat kepada neneknya.
"Nek Aya kemar dulu ya, mau bersih- bersih."ucap kiyara pada wanita paruh baya itu.
"Yasudah sana."ucap wanita paruh baya itu pada kiyara.
kiyara berjalan menuju kamarnya untuk bersih-bersih karena tubuhnya yang sudah lengket dan karena ingin menghilangkan lelah.lima menit kemudian ia sudah selesai dengan tubuh yang lebih segar, sebelum ia keluar kamar ia berbaring terlebih dahulu ditempat tidurnya yang empuk sambil memikirkan hal yang terjadi padanya hari ini.
"Apa yang terjadi padamu hari ini benar benar membingungkan, dan apa yang terjadi padaku sebenarnya,apa benar yang dikatakan septa dan Raka tentang aku yang memiliki kemampuan didalam tubuhku yang sangat besar, aku akan mencari tau semua itu, dan aku tau harus bertanya kepada siapa."ucap kiyara sambil memejamkan matanya.