
Pak kim lalu kembali keruangannya dan kiyara kembali menuju kamarnya untuk menaruh surat yang dikirimkan oleh pria misterius tersebut, kiyara yang merasa lelah dan kepalanya yang mulai merasakan pusing langsung meminum obat untuk meredakan sakit pada kepala nya dan ia pun tertidur.
"Bi Aya dimana."ucap Septian pada bi mirah.
"Non Aya sudah tidur di kamarnya den."ucap bi mirah menjelaskan.
"tidur jam segini, engga biasanya, apa terjadi sesuatu padanya hari ini."ucap Septian pada bi mirah.
Septian merasa ada yang tidak beres dengan adiknya tetapi ia tidak tau apa yang terjadi sebenarnya. dan ia akan mencari tau itu bagaimanapun caranya.tetapi sebelum itu ia akan mengecek kondisi adik tersayangnya terlebih dahulu.
"Aden maaf bibi bibi mengganggu, hanya ingin memastikan Aden mau makan malam apa, biar bibi siapkan."ucap bi mirah pada Septian.
"Apa saja bi, saya akan turun setelah melihat keadaan kiyara."ucap Septian memberitahu.
"Baik den jika seperti itu bibi akan siapkan dulu dan setelah selesai bibi beritahu."ucap bi mirah pada Septian.
"Baik bi terimakasih."ucap Septian paaa bi Mirah.
Bi Mirah turun untuk membuatkan makan malam untuk kedua anak majikannya itu yang sudah seperti anaknya sendiri karena mereka di rawat sejak masih kecil.
"Aden Septian makan malamnya sudah siap bibi taruh di meja makan ya den. "ucap bi mirah mengingatkan Septian.
"Iya bi saya turun kebawa sebentar lagi."ucap Septian pada bi mirah.
Septian langsung meninggalkan kamar adiknya setelah melihat kondisi adiknya yang sudah terlelap mungkin karena ia sangat lelah, tak lama setelah Septian meninggalkan kamar sang adik, kiyara yang tiba tiba terbangun karena ia lagi- lagi di ganggu hingga membuat telapak tangannya mengeluarkan darah yang cukup banyak dan ia berteriak kesakitan, itu yang membuat Septian dan bi Mirah kembali ke kamar kiyara.
"Ah...ini sangat sakit."ucap kiyara.
"De kamu kenapa."ucap Septian pada kiyara.
"Non apa yang terjadi."ucap bi mirah panik.
"Aya juga engga tau bi, ka tiba -tiba tangan Aya sakit banget dan untuk itu tangan Aya berdarah lagi."ucap kiyara pada Septian.
Septian yang binggung dengan kondisi adiknya dan luka ditangannya semakin membuatnya ingin mencari tau apa yang terjadi sebenarnya pada adiknya dan ia tidak tau harus memulai dari mana, sebelumnya ia kira ini sudah berakhir ternyata ia salah.
"Bi cepat panggil ambulance kita bawa Aya kerumah sakit sekarang. "ucap Septian pada bi Mirah.
"Baik Den."ucap bi Mirah yang bergegas untuk turun kebawah dan menelfon ambulance.
Lima belas menit kemudian ambulance datang ketempat kediaman keluarga Jakson untuk membawa pasien atas nama kiyara.
"Kamu harus bertahan de kamu dngga boleh nyerah tangan kamu pasti bisa di obati."ucap Septian pada kiyara.
"Aku tau dan ini sudah sering terjadi jadi aku pasti bisa melewati ini semua."ucap kiyara meyakinkan Septian untuk tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi nya.
Septian mulai menyadari jika adiknya itu berbeda dari yang lain sejak ia berusia sembilan tahun dan adiknya berusia tiga tahun adiknya selalu menceritakan jika ia memiliki teman yang sangat banyak dan baik terhadapnya awalnya ia tidak percaya dengan semua yang di katakan oleh adiknya, tetapi suatu kejadian yang akhirnya membuat ia percaya dan mengakui kemampuan adiknya.
Flasback on
"Aya ka Tian mau pergi dulu beli minum kamu tunggu disini sampai Kaka kembali lagi oke, jangan kemana-mana."ucap Septian pada kiyara.
"Iya ka Tian."ucap kiyara pada Septian.
Septian meninggalkannya sendiri dan tak lama kemudian Kiyara melihat ada seorang wanita cantik yang terus mengajaknya bermain, kiyara dan karena ia masih sangat kecil ia akhirnya mengikuti wanita itu.
"ayo ikut aku."ucap wanita cantik itu.
kiyara tidak tau jika yang mengajaknya itu berbeda darinya tetapi karena ia masih sangat kecil ia tidak takut dan terus mengikutinya, Setelah itu Septian kembali ia tidak menemukan adiknya di tempat bermain tadi, Septian mulai panik karena tidak menemukan adiknya di manapun selain itu ia takut jika terjadi sesuatu pada adik kesayangannya itu, ia terus meneriaki nama adiknya dan terus mencari keberadaan adiknya.
"Kiyara kamu dimana."ucap Septian ia mencari kiyara dan di bantu oleh orang orang sekitar karena hari mulai gelap.
penduduk di sekitar lokasi taman bermain mencari kiyara yang belum tau keberadaan nya di mana. mereka terus mencari kiyara dan salah satu penduduk desa menemukannya di dalam sebuah gudang karena mendengarkan suara tangisan anak kecil dan saat di cek ternyata itu kiyara. dan di bawa keluar dari sana dan setelah ketemu mereka pun pulang ke rumah masing - masing.
"Aya tadi tuh kamu itu kemana kan udah ka Tian bilang tunggu ka Tian di sana dan jangan kemana-mana."ucap Septian pada adiknya.
"Aya tadi pelgi main ka Tian sama Kaka."ucap kiyara pada Septian.
"Kaka siapa."ucap Septian pada kiyara yang dibuat binggung perkataan adiknya itu.
"Kaka siapa yang kamu maksud de."ucap Septian yang makin dibuat binggung oleh kiyara.
kiyara bercerita jika ia bertemu dengan seorang wanita yang sangat cantik dan ia memintanya untuk memanggilnya Kaka, karena ia masih sangat kecil jadi ia hanya mengikutinya saja.
"Yaudah sekarang kamu istirahat ya ayo Ka Tian antar ke kamar."ucap Septian pada kiyara.
kiyara mengikuti ka Tian untuk kekamrnya dan berisitirahat dan setelah itu Septian akan menceritakan ini kepada kedua orang tuanya dan sang nenek, jika adiknya berbicara aneh, setelah menunggu cukup lama ibu dan neneknya pun kembali.
"Mamah, nenek kalian pulang."ucap Septian dengan menangis.
"Septian kamu kenapa."ucap ibunya dan sang nenek yang khawatir dengan kondisi nya.
Septian langsung memeluk ibunya dan meminta maaf kepada ibunya karena tidak bisa menjaga adiknya dengan baik, karena ia sempat hilang.
"Maaf mah, nek Tian engga bisa jaga Aya dengan baik ia sempet hilang di taman bermain tadi."ucap Septian pada ibunya dan sang nenek.
tetangga di desanya yang membantunya mencari keberadaan kiyara dan menjelaskan kepada Lily dan Diana agar Septian tidak di salahkan, setelah menjelaskan penduduk desa itupun pulang.
"Tidak apa- apa Tian itu bukan salah kamu sayang,udah tidak perlu menangis "ucap Lily pada Septian.
"Maaf mah Tian engga akan ulangi itu lagi dan Tian pasti akan jaga Aya dengan baik."ucap Septian meyakinkan ibu dan neneknya.
"Baik sayang mamah percaya sama Tian."ucap Lily meyakinkan putranya itu.
Flasback off
sesampainya dirumah sakit kiyara Langsung di bawa keruang rawat untuk di periksa kondisinya oleh dokter kepercayaan keluarga Jakson.