Natural Ability

Natural Ability
BAB 17



Septian mencari tau apa yang terjadi pada adiknya dan apa isi surat itu dan kenapa adiknya setelah membaca surat itu wajahnya berubah, dan ada raut ketakutan dari wajahnya, dan sudah menjadi tugasnya sekaligus memenuhi janjinya pada kedua orang tuanya untuk mencari tau apa yang tejadi dan menjaga adiknya.


 


"Sebenarnya apa yang terjadi dan apa yang kamu sembunyikan de dari kita semua."ucap Septian yang melihat adiknya tertidur.


 


kiyara terbangun saat merasakan sakit pada luka bakar di tangannya itu ia tidak tau kenapa luka di tangan ya terus menerus mengeluarkan darah dan itu membuatnya merasa kesakitan.


 


"Ah...ini sakit sekali."ucap kiyara sambil memegang tangannya yang terus saja mengeluarkan darah.


 


Septian yang baru saja keluar dari kamar mandi untuk mencuci wajahnya itu terkejut melihat sang adik dengan keringat yang membasahi pelipisnya dan Tangannya yang mengeluarkan darah.


 


"Kamu kenapa de, bertahan ya Kaka panggil dokter dulu."ucap Septian pada kiyara yang terus  saja merintih kesakitan.


 


Septian memanggil dokter Reyhan dan memberitahukan jika perbannya mengeluarkan darah dan sekarang adiknya sedang menahan sakit.


 


"Dok tolong periksa adik saya ia terbangun saat perban yang ia kenakan mengeluarkan darah yang sayang banyak, saya takut terjadi apa apa pada adik saya dok."ucap Septian pada dokter Reyhan.


 


"Baik saya akan periksa keadaan adik kamu jadi kamu tidak perlu khawatir ya."ucap dokter Reyhan pada Septian.


 


Reyhan dan Septian kembali ke kamar rawat kiyara dan tidak menemukan adiknya di sana, lalu ia mendengar suara air dari dalam kamar mandi, Septian segera mengecek nya dan membawa kiyara keluar dari sana untuk segera di obati.


 


"Apa yang kamu lakukan di dalam sana."ucap dokter Reyhan pada kiyara.


 


"saya hanya membasuhnya saja karena darah ini terus saja keluar dan tidak mau berhenti dan lihat, tempat tidur ini sekarang di penuhi darah."ucap kiyara dengan isakan yang mulai keluar.


 


"Jangan menangis adik kecil aku akan meminta perawat menggantinya apa ini terjadi lagi padamu."ucap Reyhan yang membuat Septian menoleh padanya.


 


"Apa yang kau maksudkan dengan terjadi lagi."ucap Septian pada dokter Reyhan.


 


"Aku akan menjelaskannya nanti."ucap dokter Reyhan pada Septian. dan bibi hanya menunduk tidak berani untuk menatap wajah Septian karena sebenarnya ia juga sudah tau jika kiyara selalu seperti ini saat tengah malam tiba.


 


"Baik aku butuh penjelasan tentang ini ."ucap Septian pada dokter Reyhan.


 


Kiyara yang di tatap oleh Septian hanya menundukan kepalanya ia tidak berani menatap wajah Septian yang mengisyaratkan seperti meminta penjelasan darinya.


 


"sus tolong ganti perban kiyara ya dan jangan beritahu siapapun tenteng hal ini kepada siapapun mengerti."ucap dokter Reyhan pada suster ana.


 


"Baik dok saya mengerti."ucap suster ana pada dokter Reyhan.


 


selesai mengganti perban di tangan kiyara dokter Reyhan dan suster ana keluar dari ruangan pasien dan kembali mengecek pasien lain, sebelum keluar dokter Reyhan meminta Septian untuk menemuinya besok pagi dituangkannya.


 


"Kamu harus banyak istirahat."ucap Septian pada kiyara.


 


 


"Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dek dan kenapa kamu engga pernah bilang sama Kaka, mamah maupun papah dan apa alasannya"ucap Septian pada kiyara yang sedang tertidur.


 


Septian membuat janji dengan Chacha dan Dimas untuk mencari tau surat itu diberikan oleh siapa, dan apa tujuannya.


tanpa sepengetahuan kiyara Septian mengambil nomor Chacha untuk menyimpannya berjaga jaga jika ia akan meminta bantuan mereka.


 


"Ka Tian bangun ka."ucap kiyara pada Septian.


 


"Apa de, ada apa, ada yang sakit atau kamu butuh sesuatu."ucap Septian pada kiyara.


 


"Aya mau pulang kerumah."ucap kiyara pada Septian.


 


"Tapi ini masih jam 03.00 pagi sayang besok kita tanya sama dokter Reyhan ya apa kamu boleh di rawat dirumah aja atau engga, sekarang kamu tidur lagi ya."ucap Septian pada kiyara.


 


kiyara mulai menangis dan mencurahkan perasaan yang ia rasakan dan ia sembunyikan selama ini pada Septian ia lelah dengan semuanya dan ia ingin berhenti tetapi ia tidak tau caranya bagaimana, Septian hanya mendengarkan semua keluh kesah yang di luapkan adiknya, dan setelah itu ia tertidur dipelukan Septian hingga pagi hari.


 


"Ka mamah Dateng bawain kamu sarapan."ucap Lily pada Septian.


 


Lily terkejut melihat Septian tertidur dengan posisi yang memeluk putrinya itu kedua putra dan putri nya itu tertidur dengan pulas.


 


Septian terbangun karena mendengar handphone nya berbunyi dan melihat jam yang melingkar di tangannya sudah pukul 06.30 pagi, ia melihat Lily yang sedang menyiapkan sarapan pagi untuk semua nya bersama bibi Septian melihat kiyara yang masih nyaman tertidur di dalam pelukannya.septian langsung memindahkan kiyara ke tempat tidurnya agar merasa nyaman.


 


"Kalian udah berapa lama tertidur sepeti itu."ucap Lily penasaran.


 


"Dari jam 03.00 pagi mah, Aya bangunin Tian, dia bilang dia mau pulang kerumah aja dan engga mau dirumah sakit lagi,dia bilang dia cape sama semuanya dia mau berhenti tapi dia engga tau caranya bagaimana dan apa yang harus dia lakukan ia sendiri engga tau, dia cerita sama Tian sambil nangis dan tertidur setelah nangis dan cerita semuanya."ucap Septian pada Lily ibunya panjang lebar.


mendengar itu Lily merasa kasihan pada putrinya ia yang harus mengalami semua ini, bibi hanya terdiam karena ia memang melihat semuanya, semua yang di alami kiyara sampai saat ini tetapi kiyara memintanya untuk tetap diam dan memintanya berjanji untuk tidak memberitahukan kepada siapapun tentang apa yang ia lihat.


 


"Yasudah kalian sarapan dulu mamah keluar sebentar."ucap Lily pada Septian.


 


"Iya mah , Kaka juga mau ketemu dokter Reyhan dulu ada hal penting yang mau di bicarakan."ucap Reyhan berpamitan dengan lily.


 


Septian bertemu dengan dokter Reyhan di roftop rumah sakit. Septian bertemu dengan dokter Reyhan sebelum ia berangkat ke kantor.


"Kau sudah datang."ucap dokter Reyhan pada Septian.


 


"Ya."ucap Septian.


"Apa yang ingin kau tanyakan padaku perihal kondisi adikmu itu."ucap dokter Reyhan pada Septian.


 


"Saya ingin mendengar semuanya tanpa ada yang kau tutup - tutupi dari lagi."ucap Septian.


 


"Baiklah aku akan memberitahumu."ucap dokter Reyhan pada Septian.


Tbc.