
Kiyara kembali mengingat apa yang dikatakan neneknya sebelum mereka benar benar berpamitan dan pergi.
"Apa yang di maksud nenek dengan kata - kata mereka akan mencari kalian."ucap kiyara semakin dibuat penasaran oleh ucapan sang nenek padanya.
Saat sedang melamun tiba-tiba suara ketukan pintu kamar kiyara yang membuatnya tersadar dari lamunannya dan bergegas melihat siapa yang datang dan mengetuk pintu kamarnya.
"Iya tunggu sebentar."ucap kiyara tanpa bertanya terlebih dahulu siapa yang berada diluar pintu kamarnya.
kiyara turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintunya dan ia sangat terkejut ketika melihat siapa yang datang.
"I...ya tun..ggu.."ucap kiyara terpotong saat melihat siapa yang datang.
"Kamu harus ikut kita sekarang."ucap wanita itu dan langsung menarik tangan kiyara dengan cepat.
"Tapi kita mau kemana."ucap kiyara merasa binggung.
"Udah kamu ikut aja kita butuh bantuan kamu."ucap seseorang dari belakang tubuhnya kiyara entah ia muncul dari mana kiyara pun tidak tau.
"Tunggu dong kalian mau bawa aku kemana sih."ucap kiyara yang terus bertanya dan tidak juga di berikan jawaban.
Kiyara merasa ada sesuatu yang tidak baik sedang menunggunya disana tapi ia tidak tau apa yang akan terjadi padanya nanti ia hanya berdoa semoga dijauhkan dari hal hal yang membuatnya celaka.
"Kita sudah sampai."ucap kedua orang itu.
"Disini."ucap kiyara yang menunjuk bangunan tua yang ada didepannya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Sekarang ayo kita masuk."ucap keduanya pada kiyara.
kiyara tidak suka tempat ini karna ia sudah tau pasti ia akan kembali bermain main disini.dan benar saja Baru saja ia masuk ia sudah di sambut dengan tubuhnya yang terlempar keluar rumah.
"Kalian selalu saja seperti ini, tidak bisakah memperlakukanku dengan baik."ketus kiyara pada mereka yang didalam.
"Apa kamu baik baik saja."ucap pria itu pada kiyara.
"Aku baik baik saja, kita mulai sekarang aku benci melihat mereka."ucap kiyara
kedua orang yang bersama kiyara pun langsung membantu kiyara untuk mengeluarkan mereka dari sana. dan kiyara memulai membasahi tangannya dengan air suci dan sambil mengeluarkan akar pohon tua yang selalu ia bawa kemana saja ia pergi.
"Sekarang."ucap kiyara pada keduanya.
mereka yang melihat itupun mengangguk mengerti dan melakukan tugas masing-masing.
"Kalian harus mati."ucap sosok itu pada ketiganya."
"Aku yang akan melenyapkanmu."ucap kiyara dengan tenang.
"kamu tidak bisa ngeluarkanku dari sini."dengan tertawa yang has.
kiyara Lalu memanggil nama seseorang untuk membantunya dan meminta Arya untuk menjemput mereka, setelah itu kiyara putra dan septa melanjutkan apa yang sudah ia mulai.
"Kita lanjutkan."ucap kiyara pada keduanya, dan di barengi dengan anggukan setuju dari mereka.
kiyara langsung menyirami tubuh wanita yang yang sedang dirasuki itu dengan cepat dan menempelkan akar pohon diatas kepala wanita yang sedang dirasuki itu.
"Aku akan kembali mengambil anak ini dan membawanya bersamaku."ucap sosok itu dengan tertawa yang has.
"Tidak akan aku biarkan kamu mengambil anak ini."ucap kiyara dengan suara yang keras.
Ditempat lain."
Arya yang sudah sampai langsung memasuki sebuah rumah dan mencari seseorang yang ingin ia temui, ia terus mencari ke semua sudut sudut rumah dan ruangan sampai akhirnya ia menemukannya. ia langsung memanggil nama itu dan tiba-tiba sesuatu dari tubuhnya keluar begitu saja.
"Ikut aku."ucap Arya.
"Siapa kamu."ucap orang itu pada Arya.
"Aku akan menjelaskannya nanti, sekarang kita butuh satu orang lagi."ucap Arya tanpa menoleh sedikitpun.
"Baiklah."ucap seseorang itu.
Arya dan seseorang yang bersamanya itu sampai disebuah rumah yang cukup mewah dan terawat. tanpa berlama lama lagi Arya langsung masuk kerumah itu dan menjemput yg lainnya.
"Ikut aku."ucap Arya pada sosok itu.
"Tidak, siapa kamu dan apa yang kamu mau dariku."ucap sosok itu pada Arya.
tiba tiba saat ia menoleh kebelakang ia melihat tubuhnya terbaring di ranjang dan ia kaget bukan main saat melihat kejadian itu dan ia menangis sejadi jadinya karena ia berfikir jika dirinya sudah mati dan orang yang menjemput nya ini adalah malaikat maut.
"Aku tidak mau ikut denganmu, aku tidak mau mati."ucap wanita itu pada Arya.
"Kamu belum mati, apa kamu ingin benar benar ku kirim ke alam baka."ucap Arya tak habis pikir dengan wanita yang baru ia temui saat ini.
"Tidak, aku tidak ingin mati tapi bagaimana dengan kedua orangtuaku."ucap wanita itu dengan isakan tangis.
Arya menghela nafas panjang ia tidak habis pikir dengan wanita ini yang menyaka ia adalah malaikat maut yang ingin menjemputnya. karena ia tidak punya banyak waktu akhirnya ia menjelaskan secara singkat kepada keduanya.
mendengar kata kalian wanita itu langsung melihat siapa yang ada disamping pria yang menjemputnya itu.
"Kamu disini juga."ucap wanita itu yang langsung memeluk pria yang ada di samping Arya.
"Sudah jangan menangis aku disini."ucap pria itu pada wanita yang sedang memeluknya itu.
"kita pergi sekarang, temanmu membutuhkan kalian."ucap Arya pada keduanya.
mendengar itu mereka langsung menangguhkan kepala tanda setuju , walaupun mereka tidak tau akan dibawa kemana, tapi akhirnya mereka menyetujuinya.
"Baik."ucap keduanya dengan mantap.
Sesampainya ditempat tujuan mereka langsung masuk begitu saja. walaupun sempat ada perdebatan kecil antara Arya dan wanita yang bersamanya itu.
"Kita tidak boleh memasuki rumah tanpa seizin pemiliknya itu tidak sopan."ucap wanita itu pada Arya.
"Sudah kita masuk saja tidak udah pikirkan soal itu."ucap Arya kembali pada wanita itu.
"Tapi itu tidak baik."ucap wanita itu kembali sampai akhirnya ia mendengar teriakan seseorang yang ia kenal dari dalam sana dan tanpa pikir panjang ia langsung masuk begitu saja tanpa berfikir kembali bahwa itu tidak sopan.
Arya yang melihat itu pun merasa binggung dan heran, tetapi ia langsung menepisnya dan mengikuti langkah wanita itu untuk masuk bersama satu pria lainnya yang bersamanya tadi.
"Arya dan kalian bedua cepat bantu aku pegangi wanita ini."ucap kiyara kepada mereka yang baru saja sampai.
"Dinda dia kenapa."ucap wanita itu kembali.
"Jangan banyak tanya dan cepat pegangi dia aku akan menjelaskannya nanti."ucap kiyara kembali.
mendengar itu ia hanya menangguhkan kepala nya tanda setuju dan ia memegangi tangan dan kaki wanita itu yang ia baru sadari jika wanita itu sedang kerasukan.
"Arya, Lian, kalian siram air itu ketubuh wanita yang berada disana, cepat."ucap kiyara dengan teriakan yang begitu kuat.
"Baik, ayo."ucap Arya pada Julian saat itu.
"Sudah lalu apa yang harus kami lakukan."ucap Arya dan Julian kembali.
"Kalian berdua gantikan posisiku dan septa pegangi wanita ini, sementara kami mengeluarkan sosok yang ada di tubuh wanita itu.
setelahnya mereka sudah berganti posisi dan kiyara kembali mengeluarkan sosok yang ada ditubuh wanita itu dengan cepat karena energinya sudah mulai terkuras.
"Apa kamu baik baik saja."ucap septa yang merasa khawatir dengan kondisi kiyara.
"Aku baik baik saja."ucap kiyara.
"Baiklah kita lanjutkan."ucap Septa yang terus membacakan doa sambil memegangi tangan dan tubuh wanita itu.
saat ingin menaruh ranting di atas kepala wanita yang kerasukan itu tubuh mereka semua terlempar keluar dan membuat sosok itu kembali tertawa.
"Kalian lemah, kalian tidak akan bisa membuat aku keluar dari tubuhnya."ucap sosok itu pada mereka semua.
"Kalian tunggu disini aku akan masuk untuk membuat mereka keluar."ucap kiyara pada mereka semua.
"Tidak kami akan tetap mendampingi kamu."ucap semuanya.
"Tapi ini terlalu berbahaya untuk kalian."ucap kiyara.
"Kami akan mengambil resiko itu apapun dampaknya nanti terhadap kami, kami tidak bisa membiarkan kamu masuk sendirian dan mengahadapi nya seorang diri.
"Baiklah,jika kalian memaksa."ucap kiyara.
akhirnya mereka semua masuk dan kembali membantu kiyara , putra dan septa untuk mengeluarkan sosok yang berada di tubuh wanita itu.
"Baiklah kita akhiri semua ini dengan cepat."ucap kiyara pada semuanya.
akhirnya mereka melanjutkan apa yang mereka mulai dan setelah hampir dua jam mereka mencoba untuk mengeluarkan sosok sosok dari tubuh wanita itu dan akhirnya mereka berhasil, sosok itu keluar dari tubuh wanita itu dan mereka selesai.
"Kamu berhasil."ucap chcha pada kiyara.
"Bukan aku,tapi kita.kita semua berhasil."ucap kiyara yang merasa lega walaupun energinya sudah mulai terkuras habis sekarang.
"Iya kita berhasil."ucap Chaca.
"Baiklah kita tinggalkan tempat ini segera dan pergi dari sini sebelum ada yang menyadari keberadaan kita."ucap septa dan putra.
"Baik."ucap kiyara dan Arya.
"Tunggu dulu."ucap Chacha kembali, yang berhasil membuat mereka menoleh kearahnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi dan bagimana aku dan Julian bisa ada disini."ucap Chacha betanya tanya.
"Sebenarnya."ucap kiyara terpotong karena tiba-tiba ada yang melangkah ke arah mereka.