
Septian memberitahu kiyara jika dokter Reyhan memintanya bertemu dan ia meminta adiknya untuk beristirahat setelah itu Septian meninggalkan kamar kiyara menuju ruangan dokter Reyhan.
"Permisi dok."ucap Septian pada dokter Reyhan.
"Iya silahkan masuk."ucap dokter Reyhan pada Septian.
"Jadi bagaimana kondisi adik saya dok."ucap Septian pada dokter Reyhan.
"Adik anda sudah saya obati dan lukanya cukup parah jadi saya Balut kembali lukanya dan saya berikan obat penghilang rasa sakit untuk membantu mengurangi rasa sakitnya.
Reyhan sebenarnya ingin sekali menceritakan kepada Septian tentang semua yang di alami oleh kiyara, tetapi karena ia sudah berjanji untuk tidak menceritakannya kepada siapapun mengenai apa yang ia dengar baru saja dari pasiennya yang sudah ia anggap seperti adik dan keluarganya sendiri, sampai kiyara yang menceritakannya sendiri.
"Jadi saya hanya ingin mengingatkan kepada anda untuk menjaga adik anda dengan baik dan datang lagi kembali setelah kurun waktu dua Minggu karena saya akan mengganti perbannya.dan jangan biarkan lukanya terkena air.
"Baik Dok jadi adik saya apa boleh kembali bersekolah karena ia sangat bersemangat untuk kembali ke sekolah.
"Tunggu sampai dua hari jika kondisi tangannya menunjukan perkembangan dan lukannya sudah mulai membaik adik anda boleh kembali bersekolah. dan satu lagi jangan lupa untuk meminum obatnya tepat waktu.
"Baik Dok terimakasih."ucap Septian pada dokter Reyhan.
Septian langsung meninggalkan ruangan dokter dan untuk kembali ke kamar adiknya,dan memberitaukan kabar bahagia ini pada adiknya.
"Baik Dok jika seperti itu saya permisi dulu. "ucap Septian pada dokter Reyhan.
"Ya silahkan."ucap dokter Reyhan pada Septian.
Septian langsung meninggalkan ruang dokter dan memberi tahukan kabar baik itu kepada adiknya dan sekaligus ia ingin melihat reaksi adiknya tentang kabar baik itu.
"Aya sore ini kamu boleh pulang, dan setiap dua Minggu kamu harus kembali kerumah sakit untuk cek kodisi tangan kamu dan kesehatan kamu , inget ya kamu harus ikutin ucapan dokter dan perawat yang lainnya supaya kami bisa cepet sembuh."ucap Reyhan panjang lebar.
"Okay terus kata dokter kapan aku bisa masuk sekolah lagi."ucap kiyara kembali.
"Kamu boleh masuk sekolah lagi setelah dua hari, jika progres kesehatan kamu itu membaik dengan cepat, kamu bisa masuk sekolah."ucap Septian pada adik kesayangannya itu.
"ah...sakit sekali."ucap kiyara kembali sambil tersenyum.
"Pelan- pelan kan bisa hati -hati dong itu tangan kamu baru aja perbannya di ganti."ucap Septian yang merasa khawatir pada adiknya.
"Iya, iya maaf ka Tian Aya seneng banget soalnya."ucap kiyara pada Septian.
kiyara sangat antusias dengan apa yang di katakan oleh kakaknya dan tak lam setelah itu dokter Reyhan dan suster datang dengan membawa obat dan makanan untuk kiyara.
"Permisi adik kecil bagaimana keadaanmu sekarang, apa sudah lebih baik."ucap dokter Reyhan pada kiyara.
"Ka Reyhan, udah mendingan ko ka."ucap kiyara pada dokter Reyhan.
"Ayo makan siang dan minum obatnya setelah itu kamu bisa tunggu inufannya habis kamu boleh pulang."ucap dokter Reyhan pada kiyara dan semua yang ada di ruangan.setelah itu dokter Reyhan dan suster ana pamit untuk meninggalkan ruangan.
"Baiklah jika seperti itu kami permisi, mari sus."ucap dokter Reyhan.
"Baik Dok."ucap suster ana dan dokter Reyhan sambil meninggalkan ruangan.
Septian terus saja terbayang dengan kejadian yang menimpa adiknya itu dan iya memutuskan besok hari akan mencari tau apa yang terjadi pada adiknya, karena kedua orang tua mereka sedang tidak ada dirumah, maka dari itu Septian tidak bisa meninggalkan adiknya lama- lama karena ia takut jika terjadi sesuatu pada adiknya walaupun ada banyak orang yang dapat menjaga adiknya, tetapi ia tetap tidak tenang, jika meninggalkan adiknya sendiri tanpa pengawasan.
"Ayo kita pulang aku udah engga betah di sini."ucap kiyara pada Septian.
"Sabar dong kamu mau cepet cepet pulng aja."ucap Septian sambil mengacak rambut adik kesayangannya.
"Ka Tian rambut Aya kan jadi berantakan tau."ucap kiyara cemberut.
"Iya, iya maaf jangan cemberut gitu dong yaudah ayo kita pulang."ucap Septian pada kiyara.
kiyara langsung bersemangat untuk pulang ke rumah karena ia lelah Harus bolak - balik rumah sakit perihal kondisinya.