Natural Ability

Natural Ability
BAB 1



Kiyara anak kedua dari dua bersaudara ia memiliki seorang kaka laki -laki yang sangat tampan dan sangat menyayanginya.


kedua orang tuanya memiliki bisnis sendiri dan sangat berpengaruh.


"Morning semua."ucap Kiya dengan senyuman diwajahnya.


"Morning.


"ayo sarapan Ibu udah buatin makanan kesukaan kamu.ucap Lily


"Iya."ucap kiyara pada ibunya.


Kiyara tidak pernah menolak apapun yang sudah ia dapatkan dari keluarganya, ia selalu menghargai apa yang ia dapatkan.


Kiyara dan keluarganya sarapan pagi dan setelah selesai mereka langsung beraktivitas seperti biasa.


"Bu Aya berangkat ya."ucap kiyara pada ibunya.


"iya kamu hati hati ya.


"Iya Bu.


Kiyara berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk berangkat ke sekolah begitupun dengan Septian tak lupa ia berpamitan untuk berangkat bekerja.


"ayo berangkat."ucap Septian pada kiyara.


"Iya."ucap kiyara.


diperjalanan Septian dan kiyara mendengarkan lagu favorit mereka. boyband asal Korea Selatan BTS mic drop.


"Ka Tian besarkan suaranya."ucap kiyara.


"Baiklah."ucap Septian pada kiyara


Kiyara dan Septian menyanyikan lagu mic drop BTS dengan suara lantang dan sesekali mereka tertawa bersama.


"Ka nanti berhentinya di halte didepan sana ya, jangan di depan gerbang sekolah.ucap kiyara pada Septian.


"kenapa kamu engga mau di anterin sampe depan sekolah.ucap Septian binggung dengan tingkah sang adik.


"engga apa -apa aku udah janjian sama Airin untuk masuk ke sekolahnya bareng gitu.ucap kiyara yang meyakinkan Septian.


"Yaudah iya Kaka turunin kamu di sana."ucap Septian.


Septian sampai di depan halte sesuai dengan keinginan kiyara yang memintanya menurunkannya di sana dengan alasan ia sudah ada janji untuk masuk sekolah bersama dengan Airin.


waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi ia sudah sampai di sekolah tak lupa ia berpamitan dengan Septian.


"Ka Tian Aya masuk dulu ya makasih tumpangannya."ucap kiyara dengan senyuman di wajahnya.


Septian keluar dari mobil untuk kiyara, ia memeluk kiyara dan mengelus puncak kepalanya sebelum ia berangkat meninggalkan halaman sekolah SMA angkasa.


"Kamu hati -hati ya terus kalo udah pulang langsung pulang kerumah jangan kemana mana, okay."ucap Septian mengingatkan.


"Siap 86 pak."ucap kiyara sambil tersenyum.


"okay Kaka berangkat ya." ucap Septian.


"bye Ka Tian hati -hati."ucap kiyara.


kiyara berjalan dari halte bus menuju sekolah karena hari ini adalah hari Senin ia tidak ingin terlambat di hari pertamanya masuk sekolah.


"sebaiknya aku harus cepat aku tidak ingin terlambat.


Sampai di sekolah ia melihat murid lain yang beradatangan kiyara menelusi setiap kelas untuk menemukan kelasnya. saat sampai di Kelas yang akan menjadi kelasnya ia masuk dan melihat beberapa siswa dan siswi lain yang ternyata satu kelas dengannya.


kiyara langsung mencari tempat duduknya untuk menaruh tas ransel nya.


baru saja ia duduk ia langsung disambut tangan oleh seorang siswi yang mengajaknya berkenalan seorang siswi yang cantik dan anggun.


"Hai kenalin nama aku Chacha nama kamu siapa.ucap Chacha memperkenalkan diri.


"Hai nama aku kiyara adinda, kamu bisa panggil aku Aya, atau dinda."ucap kiyara dengan senyuman di wajahnya.


"okay Aya, mulai sekarang kita berteman.ucap Chacha dengan senyuman.


"okay.


tiba -tiba ada seorang siswa yang datang dengan wajah yang sangat lelah seperti habis berlari. Chacha dan kiyara melihatnya secara bersamaan dan merasa binggung kenapa peria itu berlari.


"Apa aku terlambat."ucap peria itu.


"Chacha dan kiyara serentak mengatakan belum ini masih jam 6.30.


"Baiklah terimakasih. aku kira aku akan di hukum di hari pertama masuk sekolah.ucap peria itu.


kiyara dan Chacha menjadi akrab dan mereka menanyakan hal -hal yang membuat mereka kenal satu sama lain.


"Din kamu tinggal dimana."ucap Chacha


"Aku tinggal di pondok indah kalo kamu. "ucap Hyemi pada Chacha.


"wah...sama dong aku juga tinggal di sana."ucap Chacha atunsias.


saat sedang asik mengobrol dan bercerita tiba - tiba peria yang berlari tadi mendekati mereka dan memperkenalkan dirinya.


"Hei kenalin nama saya Dimas angga wijaya."ucap peria Dimas.


kiyara dan Chacha saling tatap dan ia tertawa sebentar sebelum keduanya mengulurkan tangannya pada Dimas untuk berkenalan. dan ternyata peria yang berlari tersebut bernama Dimas.


"sekarang kita jadi teman okay.ucap Dimas pada Chacha dan Aya.


"okay. ucap mereka bersamaan.


bel masuk sekolah pun berbunyi dan semua murid duduk di tempatnya masing- masing. tak lama ada seorang guru yang masuk kelas bersama dengan seorang siswa peria yang sepertinya terlambat.


"pagi anak anak saya Bu Lia dan saya akan menjadi wali kelas Kalian sekaligus mengajarkan bahasa Indonesia.


"Baik Bu."ucap semua murid.


untuk kamu, silahkan duduk.


"Baik Bu.


Dimas mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan peria tersebut dan peria tersebut mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri.


"Hei nama saya dimas siapa nama kamu."ucap Dimas.


"Wah ribet juga ya nama nya tapi it's okay saya panggil kamu Julian saja.


"okay.


Bu Lia memulai pelajarannya ia mengenal satu persatu siswa dan siswinya dengan baik.


bel istirahat berbunyi 🚨


Bu Lia sudah meninggalkan kelas Dimas mengajak Julian untuk berkenalan dengan Chacha dan kiyara teman barunya.


"Julian kenalin ini kiyara dan Chacha mereka temen kita.


"Hai kenali saya Julian Draxler."ucap Julian dengan ramah.


"Hai Julian aku Chacha Diana putri."ucap ChaCha pada Julian.


"Aku kiyara Adinda kamu bisa panggil aku Kiya, aya , atau dinda."ucap kiyara ramah.


"okay dinda."ucap Julian.


mereka akhirnya menjadi sahabat sejak perkenalan mereka.


"ke kantin yuk laper nih. ucap Chacha yang sambil memegang perutnya.


"yaudh yuk kekantin laper juga nih sama.


mereka akhirnya kekantin untuk Makan siang bersama.di sepanjang perjalanan kekantin banyak yang menatap mereka.


"Mereka kenapa sih dari tadi natap kita gitu banget."ucap Chacha binggung.


"Entahlah biarin aja engga usah di perduliin cuekin aja."ucap kiyara.


"Iya tuh bener kata Dinda cuekin aja.


mereka sampai di kantin Julian dan Dimas meminta Chacha dan Dinda untuk mencari tempat duduk dan mereka yang memesan makanan.


"Kalian cari tempat ya gue dan Julian persen makan.


"okay ."ucap Chacha.


kalian mau makan apa ."eum..aku pesen mie ayam deh Chacha juga, okay minum nya, teh anget aja deh , Chacha es jeruk ya.


Chacha dan kiyara sudah di tempat duduk mereka tinggal menunggu Dimas, Julian datang dan pesanan mereka.


tidak butuh waktu lama Dimas dan Julian datang , dan pesanan mereka pun datang.


"Chacha makannya pelan pelan nanti keselek loh."ucap Dinda pada Chacha.


"Ia Chacha tau ko tapi Dinda engga tau kan kalo chacha itu laper banget tau. ucap Chacha.


melihat itu Dimas Julian dan kiyara hanya menggeleng gelengan kepala mereka, dan tertawa melihat tingkah Chacha yang seperti tidak pernah makan selama satu tahun.


"Ohya saya penasaran kenapa sih dari tadi mereka melihat kita seperti itu."ucap kiyara yang mulai binggung dengan tatapan mereka.


"Biarin aja mungkin dia baru pertama kali liat anak baru yang wajahnya tampan dan cantik kaya kita."ucap Dimas meyakinkan kiyara.


"Yaudah aku udah selesai makan nih."ucap kiyara pada teman temannya.


"Chacha juga udah."ucap ChaCha pada kiyara.


"kita juga udah."ucap Dimas dan Julian.


setelah selesai makan siang mereka membayar makananya dan kembali kekelas.


Dimas dan Julian mengobrol bersama dengan Chacha dan kiyara di meja mereka.


Chacha dan kiyara satu bangku begitupula dengan Dimas dan Julian.


saat sedang asik mengobrol tiba -tiba pak Dion masuk guru pelajaran sastra.


pelajaran dimulai dan semua murid mendengarkan dengan fokus apa yang di jelaskan pak Dion pada mereka.


bel pulang pun berbunyi 🚨


pak Dion sudah meninggalkan kelas kiyara dan Chacha sedang merapikan buku mereka. Dimas dan Julian sudah selesai dengan mencatat tugas yang di berikan pak Dion pada mereka.


"Selesai pulang yuk Din tunggu sebentar aku cek semuanya dulu takut ada yang tertinggal."ucap kiyara.


Dimas dan Julian sudah menunggu di depan pintu kelas untuk pulang bersama, Chacha masih setia menunggu Kiya sampai ia selesai dengan kegiatannya.


"Bagaimana sudah selesai apa ada yang tertinggal."ucap Chacha.


Kiyara yang mereka sudah mengecek semuanya dan memastikan tidak ada yang tertinggal ia langsung beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan keluar kelas.


"Sudah ayo kita pulang."ucap kiyara yang menggandeng tangan Chacha.


"Baiklah ayo kita pulang.


Chacha berpisah dengan kiyara karena ia langsung menuju parkiran untuk mengambil motornya.begipun dengan Dimas dan Julian yang sudah di mobil masing masing bersiap untuk pulang.


"Dinda kamu pulang bareng siapa."ucap Chacha.


"Kamu bisa pulang bareng saya atau dimas, kita bisa antarkan kamu sampai rumah.


"Tidak usah aku sedang menunggu dijemput."ucap kiyara meyakinkan teman temannya.


"Yasudah kalau begitu Chacha tunggu saja sampe Dinda di jemput."ucap Chacha pada kiyara.


"Ia Kita temani saja."ucap Dimas dan Julian.


"Tidak usah kalian pulang aja saya serius saya tidak apa -apa sendiri."ucap kiyara meyakinkan mereka.


"Yasudah jika kamu tidak ingin kita menemani kamu tetapi jika ada sesuatu terjadi cepat kabari kita mengerti."ucap Chacha.


"Iya kalian hati -hati ya."ucap kiyara.


"Bye."ucap Chacha.


"Bye."ucap kiyara.


Chacha , Dimas dan Julian meninggalkan halaman sekolah untuk pulang kerumah mereka masing - masing, sekarang tinggal kiyara yang sedang menunggu di jemput oleh supirnya.


kiyara harus berjalan kaki keluar dari halaman sekolah menuju halte bus menunggu pa Budi menjemputnya.


15 menit kemudian pak Budi sampai dan kiyara langsung menaiki mobil untuk pulang kerumah.