Natural Ability

Natural Ability
BAB 24



sesampainya dirumah sakit kiyarasesampainya dirumah sakit kiyara Langsung di bawa keruang rawat untuk di periksa kondisinya oleh dokter kepercayaan keluarga Jakson.


"Saya akan periksa dulu kondisinya.kalian bisa tunggu diluar."ucap dokter Reyhan.


"Baik Dok."ucap Septian.


dokter Reyhan langsung memeriksa kondisi kiyara, dan menghentikan pendarahan yang terus keluar dari tangannya.


"Ayo ikut saya, saya akan memeriksa kondisi tanganmu apakah itu parah atau tidak."ucap dokter Reyhan pada kiyara.


"Baik Dok."ucap kiyara sambil mengikuti dokter Reyhan.


kiyara langsung di periksa oleh dokter Reyhan mengenai telapak tangannya dan kemungkinan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


"Bagaimana apa merasa sakit."ucap dokter Reyhan pada kiyara.


"Iya dok telapak tangan saya rasanya sakit sekali."ucap kiyara sambil menahan sakit.


dokter Reyhan terus menanyakan apa yang yang sebenarnya terjadi pada kiyara dan kenapa ia selalu seperti ini dan tangannya selalu terluka apa ada sesuatu yang terjadi padanya setiap malam.


"Apa mahluk itu datang setiap malam."ucap dokter Reyhan pada kiyara.


kiyara tidak menjawabnya karena ia masih binggung dengan semua ini dan batin nya tidak merasa tenang karena terus di ganggu oleh mahluk yang bahkan ia tidak wujudnya seperti apa.


"Dok saya lelah apa tangan saya akan terus seperti ini dan kapan saya sembuh."kiyara pada Reyhan dan ia melihat kiyara menangis.


"Saya akan bantu kamu mencari tau siapa sosok itu dan orang -orang yang terus menggangumu."ucap dokter Reyhan pada kiyara.


kiyara yang di sela -sela proses pengobatannya mulai berani buka suara tentang buku dan orang -orang yang menemuinya satu Minggu terakhir.


"Dok saya ingin mengatakan sesuatu pada dokter saya binggung harus berbicara pada siapa karena saya tidak ingin kedua orangtua saya dan Kaka saya merasa cemas dan khawatir."ucap kiyara sambil menundukkan kepalanya.


"Boleh apa yang ingin kamu katakan pada saya, saya siap untuk mendengarkannya."ucap dokter Reyhan sambil tersenyum untuk membuat suasana senyaman mungkin.


awalnya kiyara merasa ragu dan ia takut jika mengatakan pada orang lain dampak yang ia berikan pada orang lain akan merugikan atau tidak itu yang ada di fikirannya sekarang ini.


"Kamu boleh cerita apapun pada saya dan jangan sungkan karena saya tidak akan memberitahukan pada siapapun sampai kamu memperbolehkan nya."ucap dokter Reyhan sambil tersenyum.


kiyara memejamkan matanya sambil mengela nafas panjang dan ia membuka matanya dan saat melihat dokter Reyhan yang menggengam tangannya dengan hangat sambil tersenyum membuat ia yakin jika dokter Reyhan bisa ia percaya.


"Jadi begini dok beberapa waktu lalu ada dua orang yang datang kerumah satu hari setelah saya pulang dari rumah sakit, ia memberikan saya sebuah buku yang sudah sangat usang dan ia mengatakan jika saya adalah generasi ke 7 dari ibu saya, jujur awalnya saya tidak mengerti apa yang mereka maksudkan dari generasi ke 7 yang mereka maksudkan."ucap kiyara panjang lebar.


"Saya seperti pernah melihat mereka tapi saya tidak tau dimana."ucap kiyara memastikan.


"Baiklah jangan terlalu di paksakan apa mereka memberitahukan nama mereka."ucap dokter Reyhan pada kiyara.


"Ya, nama mereka Raka dan Septa itu na mereka dan mereka juga mengatakan sesuatu jika saya akan tau semuanya setelah membaca buku yang mereka berikan."ucap kiyara pada dokter Reyhan.


"Apa mereka mengatakan hal lainnya."ucap dokter Reyhan pada kiyara.


"Mereka ngetakan jika saya harus menjauhi peria yang menemui saya dirumah sakit waktu itu, tetapi anehnya saat saya bertanya kenapa mereka tidak menjawabnya dan mereka juga bilang jika saya tidak boleh mengatakan ini pada siapapun bukankah itu sangat aneh."ucap kiyara kembali.


"Baiklah jika mereka mengatakan maka kamu tidak boleh memberitahukan pada siapapun."ucap dokter Reyhan pada kiyara.


"Tetapi bukankah saya baru saja memberitahu anda."ucap kiyara kembali.


"Maksud saya selain pada saya kamu tidak boleh memberitahukan nya kepada orang lain lagi sampai semuanya menjadi jelas."ucap dokter Reyhan pada kiyara.


"Baik Dok saya pastikan itu tidak akan terjadi lagi."ucap kiyara meyakinkan dirinya dan batin nya.


pemeriksaan telah selesai luka yang ada pada tangan kiyara pun sudah di obati dan ia sudah bisa kembali ke kamarnya untuk beristirahat dan setelah itu kiyara kembali kekamarnya, dan dokter Reyhan meminta suster untuk memanggil Septian datang keruangannya karena ada yang ingin ia bicarakan pada Septian mengenai kondisi adiknya itu.


"Dok saya minta tolong, tolong doker tidak memberitahu kannya kepada siapapun soal obrolan kita tadi."ucap kiyara menginginkan kembali.


"Baiklah kamu tenang saja saya tidak akan menceritakan ini kepada siapapun kamu bisa memegang kata- kata saya.


"Baik Dok saya permisi."ucap kiyara pada dokter Reyhan.


"sus tolong beritau pak Septian untuk keruangan saya karena ada yang ingin saya katakan prihal kondisi adiknya.


"Baik Dok."ucap suster ana.


kiyara kembali kekamar dengan suster ana, kiyara langsung beristirahat karena ia merasa sangat lelah, setelah itu suster ana memberitahukan kepada Septian jika dokter Reyhan memintanya untuk menemuinya di ruangannya.


"sus bagaimana kondisi adik saya sus."ucap Septian pada suster ana.


"Maaf pak Septian dokter Reyhan meminta bertemu di ruangannya."ucap suster ana pada Septian.


"Baik sus terimakasih."ucap Septian.


Septian memberitahu kiyara jika dokter Reyhan memintanya bertemu dan ia meminta adiknya untuk beristirahat setelah itu Septian meninggalkan kamar kiyara menuju ruangan dokter Reyhan.